I'M Sorry, Wife

I'M Sorry, Wife
[SEASON 2] KEKESALAN REGAL



Hari berikutnya,


Pertemuan antara keluarga Shine dan keluarga Weishi dilakukan di kediaman Eric. Regal dan Yuri sudah mempersiapkan semuanya tanpa Ada satupun yang terlewatkan. Keluarga Weishi hanya diwakili oleh Tuan dan Nyonya Weishi, begitu juga dengan Eric dan Nana yang menjadi wakil dari keluarga Shine.


Pertemuan dua keluarga yang telah terikat sebagai calon besan sejak tiga tahun belakangan ini pada akhirnya harus menelan kenyataan jika Regal dan Yuri yang selama ini menjadi sepasang tunangan, harus berpisah karena sebuah keadaan. Tentu saja keadaan yang dibuat oleh mereka sendiri.


Namun dibalik itu semua.


Ada seseorang yang harus menjadi tumbal dari sebuah revolusi perjodohan ini.


Yaitu Caesar.


***



***


"Bagaimana Eric? Apakah kamu setuju dengan pendapatku?"


"Loan... Aku mengerti yang terjadi pada Yuri adalah hal yang tidak diinginkan oleh kita semua. Sebagai ayah Caesar dan Regal, aku harus menanggung konsekuensi atas tindakan ceroboh mereka. Dan atas tanggung jawab yang dituntutkan kepada putraku Caesar, aku akan memberi kalian kompensasi."


Regal mengerutkan alisnya karena geram dengan sikap ayahnya yang masih menunjukkan sikap membela pada Caesar. Padahal percakapan Regal dan Eric kemarin di kantor sudah sampai pada kesepakatan bahwa Caesar akan bertanggung jawab atas Yuri.


"Aku mengatakan bertanggung jawab bukan berarti Caesar harus menikah dengan Yuri. Mengingat Yuri dan Caesar juga tidak memikirkan perasaan satu sama lain. Aku khawatir hubungan mereka juga akan berakhir dengan perpisahan seperti Regal dan Yuri."


Nyonya Weishi langsung angkat bicara untuk menyanggah ucapan Eric,


"Tidak memiliki perasaan? Lalu bagaimana mungkin Caesar berakhir dalam satu ranjang dengan Yuri, yang saat itu masih berstatus sebagai tunangan Regal. Jika Caesar tidak memiliki perasaan kepada Yuri, lalu kenapa dia melakukan perbuatan terlarang tersebut?"


"Emma.... Bukankah kita semua tahu bahwa itu adalah sebuah kecelakaan?" Nana akhirnya membuka suaranya.


"Ya... memang itu adalah kecelakaan, tapi keluarga kami yang saat itu berada dalam satu yacht sudah mengetahui kejadian memalukan tersebut. Lalu apa yang bisa kami lakukan pada Yuri kami yang telah ternodai?" Nyonya Weishi masih terus bersikeras dengan pendapatnya.


"Kami sudah membicarakan hal tersebut secara internal keluarga kami, bahwa Caesar akan bertanggung jawab, tapi untuk masalah pernikahan kita akan membuat pertimbangan yang lebih lanjut."


Brakkk!!!


Loan Weishi langsung murka dengan negosiasi yang diajukan Eric.


"Kamu masih berpikir sementara berita tentang putri kami di luar sana terus menyebar luas. Di mana pikiran dan nuranimu? Apa kamu tidak ingat dulu kami bersedia menerima perjodohan yang kamu tawarkan karena aku menganggapmu sebagai teman baik yang berharap bisa menjadi keluarga. Kami menyambut baik tanpa berpikir panjang dan banyak pertimbangan. Dan sekarang dalam situasi seperti ini kamu masih melakukan pertimbangan lagi... Apakah kamu sedang meremehkan keluarga kami?"


"Kami tidak meremehkan keluarga Weishi, hanya saja kami justru sedang berpikir untuk memberikan kompensasi yang lebih terhormat daripada hanya menikahkan Yuri dengan Caesar. Karena belajar dari perjodohan ini, yang pada akhirnya mereka harus berpisah. Kami sudah mengkonfirmasi bahwa semua kejadian itu adalah murni karena kecelakaan...."


Eric mengeluarkan sebuah blanko yang berisi dokumen hasil pemeriksaan laboratorium.


"Ini adalah hasil pemeriksaan urin Caesar yang menyatakan bahwa pada saat kejadian, Caesar mengalami pembiusan oleh seseorang entah disengaja ataupun tidak. Namun pada kenyataannya, Caesar menyatakan bahwa dirinya dalam kondisi yang sepenuhnya tidak sadar. Dan Yuri... Apakah saat itu kamu juga tidak sadar?"


Pertanyaan Eric pada Yuri mengejutkan semua orang di dalam ruangan pertemuan tersebut, terutama Yuri dan keluarga Weishi. Mereka tidka menyangka jika Eric telah mempersiapkan bukti semacam itu untuk mengantisipasi tekanan dari mereka.


Yuri hanya memandangi blanko tersebut tanpa berkedip barang seperempat detikpun. Dia tidak memiliki bukti yang menunjukkan bahwa pada saat kejadian, dia sedang dalam pengaruh obat bius ataupun alkohol.


Dan bahkan dalam rekaman CCTV yang telah tersebar pun, tampak Yuri-lah yang bersama dua orang pelayan yang membopong Caesar masuk ke dalam kamar.


Jika selama ini Yuri berdalih bahwa dia adalah korban dari pemerkosaan yang dilakukan oleh Caesar, maka semua itu akan terbantahkan dengan asumsi bahwa Yuri memang sengaja menyerahkan dirinya pada Caesar yang saat itu sedang dalam pengaruh obat bius.


"Aku.... Aku tidak tahu apa yang terjadi pada Caesar.... Tapi saat itu dia memang hanya menindihku sehingga aku tidak bisa menahan berat tubuhnya. Hingga akhirnya aku pun menunggu sampai dia terbangun. Tapi pada saat itu dia tidak terbangun selama beberapa jam, dan aku tidak memiliki kekuatan untuk memindahkan tubuhnya... Dan memar yang ada di pergelangan tanganku, itu hanya tekanan tangan yang terjadi pada saat aku berusaha melepaskan tubuh Caesar yang menindihku saat itu..."


"Jadi.... tidak terjadi apa-apa pada malam itu?" Nana bertanya pada Yuri untuk memperjelas situasi yang terjadi pada saat kejadian.


Yuri menggeleng.


Plakkkk!


Hanya berselang sedetik sebuah suara tamparan keras menggaung di seluruh ruangan pertemuan. Telinga Yuri berdengung bahkan fokus matanya sempat bergoyang dan berbayang, hingga Yuri harus beberapa kali menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mendapatkan fokus penglihatannya.


Tangan Tuan Weishi yang lebar dan berotot itu tidak kuasa menahan kegeraman dari jawaban Yuri.


"Kenapa kamu baru mengatakan itu sekarang, Yuri!!!"


Nyonya Weishi berusaha menahan tubuh Tuan Weishi yang terus berusaha bergerak untuk menggapai Yuri yang seakan tidak puas dengan hanya menampar Yuri sudah jatuh tersungkur ke lantai yang semula dari atas kursi.


"Memalukan!!!" Tuan Weishi berteriak persis di samping kepala Yuri.


Regal dengan tenang melonggarkan lengannya dan mengangkat Yuri yang masih terduduk di lantai. Regal menggenggam bahu Yuri dan mendudukkannya di sofa yang lain. Dan meminumkan gelas yang berisi air putih ke bibir Yuri dengan lembut. Lalu bergumam dengan suara yang sangat rendah hampir berbisik tanpa suara.


"Keluarga Weishi memang sangat pintar dalam bersandiwara...."


Yuri yang hanya berjarak setengah meter di samping Regal tentu saja mendengar apa yang diucapkan Regal, tapi Yuri memilih tetap menunduk sambil menyimpan kepalan tangannya yang tertumpu di atas himpitan kedua kakinya.


"Tunggu sebentar lagi, rasa sakit ini pasti akan terbayarkan..." Kali ini Regal berbisik dekat di telinga Yuri.


----------------------------------


Malam harinya,


"Daddy jelas mengatakan sebelumnya bahwa Caesar akan menikahi Yuri. Kenapa tadi mengatakan bahwa kita akan memberikan sepuluh persen saham Shine Group untuk Weishi Group. Apa ini tidak terlalu berlebihan?"


Regal menerobos masuk ke dalam ruang study Eric yang di sana Eric sedang merundungi dirinya atas kasus yang melibatkan Shine dan Weishi group.


"Cukup Regal... Pembicaraan ini sudah selesai."


"Daddy ingkar! Daddy tidak melakukan seperti yang telah kita sepakati."


"Regal... keputusan yang daddy buat adalah atas persetujuan mommy. Jadi jangan salahkan daddy atas keputusan kali ini terhadap keluarga Weishi." Nana tiba-tiba masuk ke ruang study sambil membawakan minuman untuk Eric.


"Jadi sekarang mommy juga membela Caesar?"


"Kakak! Sejak kapan kamu menjadi tidak tahu sopan santun dan etika dasar seperti itu Regal!"


"Itu tidak penting, mom... Kalian begini pasti karena doktrin dari Caesar. Bukankah lebih baik membuat Caesar menikah dengan Yuri, daripada kita harus kehilangan saham sepuluh persen."


"Nilai materi segitu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kebahagiaan berharga yang harus digadaikan. Kakakmu tidak mencintai Yuri, kami tidak bisa memaksa kakakmu untuk menikahi orang yang tidak dicintainya, terlebih Yuri telah berniat menjatuhkan kakakmu. Tentu saja kakakmu lebih waras untuk tidak menerima perjodohannya dengan Yuri."


"Tidak Regal... Tidak begitu... " Nana langsung panik mendengar ucapan Caesar yang merendahkan dirinya sendiri


Melihat ekspresi Nana yang mulai khawatir, Regal seolah mendapat kesempatan untuk menguji perasaan ibunya.


"Aku mengerti tindakan kalian adalah untuk bersikap adil kepadaku dan kepada Caesar. Mungkin memang akulah orang yang paling serakah dan berlebihan menanggapi keputusan kalian..."


"Regal... Apa yang menjadi keinginanmu, kami akan berusaha mewujudkan semuanya. Tanpa harus menyinggung kehidupan kakakmu yang telah berada di tempatnya sendiri..."


Eric sampai harus merendahkan suaranya dengan penuh kehati-hatian untuk mengontrol ucapan yang keluar dari mulutnya. Dia tidak boleh sampai mengeluarkan kalimat yang menyakitkan bagi Regal, apalagi di hadapan Nana.


"Malam ini aku akan tidur di apartment."


Regal meninggalkan ruang studi dengan perasaan yang masih teramat kesal. Dia merasa dibohongi. Regal lebih seperti merasa lelah dengan sikap Eric yang terus saja menjadi perisai bagi Caesar.


Eric membiarkan Regal pergi, membiarkannya berpikir sendiri atas alasan dari keputusan yang telah disepakati. Pada dasarnya memang Regal seharusnya sudah cukup dewasa untuk memiliki pemikiran yang lebih bijaksana.


Tapi kenyataannya,


Regal bukan tidak cukup dewasa untuk memiliki pemikiran yang bijaksana. Hanya saja dia lebih memilih untuk menutup pikirannya, demi menuruti kepuasan jiwa tamaknya.


---------------------------------------


Zweeeeng...!


Regal melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tidak tanggung terlampau kencang menuju apartmentnya.


Tuuut... Tuuut...


Suara ponsel Regal yang sedang memanggil, lalu suara seorang wanita menerima panggilannya.


"Halo.... Ada apa kak Reg...?"


"Kamu sudah tidur?"


"Belum... aku baru sampai apartment setelah selesai pemotretan "


"Aku akan menjemputmu sekarang. Temani aku menginap di apartment."


"Kamu merindukan aku???"


"Jangan terlalu percaya diri. Aku menghubungimu karena tempat tinggalmu tidak jauh dari apartmentku. Aku terlalu tidak sabar untuk menunggu meluapkan kemarahanku yang sejak tadi sudah mendidih."


"Kalau begitu cari saja wanita di klub dekat apartmentmu...!"


"Begitu? Baiklah. Aku batalkan denganmu, sekarang dan selamanya."


"Ahhh jangan. Baiklah... Baiklah... aku akan bersiap dulu Tuan muda..."


"Jangan buat aku terlalu lama menunggu."


Regal semakin mempercepat laju mobilnya keluar dari exit Toll dan menuju sebuah apartment kelas bintang tiga, yang di sana dia akan menjemput seorang wanita yang menjadi salah satu "mainannya".


Tidak berselang lama sejak Regal memarkir mobilnya di depan loby. Seorang wanita cantik berjalan menuju mobil Regal. Wanita yang tampak berusia sekitar 19 tahunan dengan memakai pakaian casual namun karena tubuhnya yang sangat ideal dengan tinggi badannya yang semampai, membuat gadis itu tampak sangat seksi meskipun hanya menggunakan celana pendek diatas lutut dan hoodie berwarna tosca.


Gadis itu masuk ke dalam mobil Regal.


"Hai kak Reg..."


Regal hanya tersenyum merespon sapaan gadis bernama Mimi tersebut.


"Apakah kita akan langsung menuju apartmentmu?"


"Apa kamu keberatan?"


"Ahh tidak... kenapa kamu hari ini tampak sangat badmood? Kamu bertengkar dengan tunanganmu?"


"Aku tidak perlu menjawabmu. Karena aku mengundangmu bukan untuk membahasnya. Jadi cukup temani aku saja malam ini."


***



***


----------------------------------------


**Halo kawan-kawan,


Terima kasih banyak atas kesetiaan kalian membaca novel ini.


Tidak lupa saya mengajak kalian untuk bergabung dengan "GROUP CHAT AUTHOR" agar kita semakin dekat dan menjalin komunikasi.


Segala informasi dan pemberitahuan novel, update, dan revisi akan saya bahas di Group Chat.


Oh iya, tentu saja SETIAP HARI ADA REWARD berupa KOIN atau POIN dari author atas apresiasi kalian membaca novel ini.


Juga jangan lupa baca karya novel author yang lain ya...


"GENTLEMAN WITH LOVE"


Selalu dukung karya author,


LIKE & FAVORITE


GABUNG GROUP CHAT AUTHOR


FOLLOW IG @raghfa.jie


Dukungan kalian sangat Luar Biasa 👍🏻**