
Malam harinya,
Regal menyelenggarakan anniversary party pertunangannya dengan Yuri yang ketiga sekaligus untuk yang terakhir, sebelum mereka berdua menikah akhir tahun ini. Party yang diselenggarakan di atas yacht yang disewa oleh Regal dan Yuri, juga dihadiri oleh beberapa keluarga Weishi dan kerabat mereka. Tampaknya memang ini acara privat bagi keluarga Weishi.
Caesar datang terpisah tanpa Regal yang telah lebih dulu datang bersama Yuri. Caesar memang sengaja datang terpisah karena Caesar sengaja menyusupkan salah satu orang Xing sebagai tamu yang datang bersama Caesar sebelum yacht mulai berlayar. Setelah mereka masuk ruangan, mereka pun memisahkan diri.
***
***
"Acara yang membosankan..." gumam Caesar.
Caesar tetap berusaha menemui Regal dan Yuri beserta orang tua Yuri.
Melihat kedatangan Caesar, Yuri sempat tertegun dan mematung melihat penampilan Caesar malam ini. Regal menyadari pandangan mata Yuri tidak terlepas sedetikpun ke arah Caesar yang sedang tersenyum menyapa Tuan dan Nyonya Weishi.
"Caesar... sudah lama kita tidak bertemu..." Tanya Tuan Weishi.
Caesar menjabat tangan Tuan dan Nyonya Weishi secara bergantian,
"Salam Tuan Weishi... Nyonya Weishi..."
Lalu Caesar menawarkan tangannya kepada Yuri untuk berjabat tangan.
Namun respon Yuri sangat jelas terlihat dia sedang terpesona dengan pria yang saat ini berdiri di hadapannya.
Regal merangkul bahu Yuri yang sengaja diam-diam sedikit meremas bahu Yuri.
"Aku harap kamu tidak menunjukkan sikap anehmu di hadapan orang tuamu sendiri."
Yuri sadar bahwa sikapnya terhadap Caesar bisa dinilai dengan jelas oleh Regal.
"Oh kak Caesar, lama tidak bertemu. Kapan datang? Regal, kenapa kamu tidak memberi tahuku kalau kak Caesar datang?"
"Ah tidak apa-apa, aku ke sini memang mendadak. Maaf aku tadi tidak langsung menemuimu, karena aku tadi lelah sekali dari rumah sakit langsung kemari." Caesar berusaha menjelaskan pada Yuri agar dia tidak mempermasalahkan kedatangannya dengan Regal.
Yuri memang selalu begitu, dia orang yang investigatif, intimidatif, dan jika tidak suka terhadap sesuatu maka dia akan langsung mengatakan bahkan meski di depan umum sekalipun. Tapi melihat sikap Yuri malam itu, membuat Caesar mengingat ucapan Regal tadi sore, saat mengatakan bahwa Yuri sebenarnya yang dicintai Yuri sejak dulu adalah Caesar, bukan Regal.
Untuk menjaga kehormatan Regal, dan mencegah orang-orang melihat sikap Yuri terhadap Caesar, maka Caesar pun lebih memilih banyak berbincang dengan Tuan dan Nyonya Weishi.
"Bagaimana dengan karirmu di sini Caesar?" Tanya Tuan Weishi.
"Saya bersyukur semuanya lancar. Hanya tinggal menunggu tiga bulan lagi selesai internship."
"Sekolah kedokteran memang lama ya, tapi karena itu sudah menjadi pilihanmu, mau bagaimana lagi." ucap Nyonya Weishi dengan nada prihatin.
"Menjadi dokter adalah cita-cita saya, jadi saya selalu menikmati setiap prosesnya. Bagi saya malah menyenangkan."
"Hmm... kamu memang sangat sempurna, Caesar. kamu pantas disebut sebagai putra Tuan Eric." celetuk Nyonya Weishi.
Caesar sedikit terkejut dengan kalimat yang terlontar dari mulut Nyonya Weishi.
"Apa aku salah dengar? Atau dia memang baru saja memujiku seolah menbandingkan aku dengan Regal?" Caesar bertanya-tanya dalam hatinya.
"Ah... lebih tepatnya semua putra Tuan Eric memang layak dan pantas disebut sebagai anak-anak yang sempurna." Tuan Weishi menegaskan kalimat seakan dia mengklarifikasi ucapan istrinya.
Caesar hanya tersenyum dan menanggapi ucapan Tuan dan Nyonya Weishi dengan tenang, meski sebenarnya dia tidak rela Regal dibanding- bandingkan dengan dirinya.
"Saya dan Regal memiliki pilihan hidup sendiri- sendiri. Saya memilih sebagai dokter karena sebenarnya saya tidak ingin orang-orang melihat sisi lemah saya yang tidak memiliki kemampuan dalam menjalankan bisnis perusahaan seperti Regal yang memiliki kejeniusan dalam bidang ilmu bisnis."
Tuan Weishi sepertinya menyadari bahwa Caesar sedang membela adiknya karena Nyonya Weishi tadi menyinggung Regal.
"Oh iya, Tuan Eric mengatakan bahwa kamu sudah menetap di Amerika. Apa itu benar?"
"Saya sudah memutuskan menetap di Amerika sejak saya diterima masuk di Harvard. Saat ini saya tinggal..."
Caesar menghentikan kalimatnya sejenak sambil melirik ke arah Regal dan Yuri.
"Saya tinggal di Massachusetts..."
"Massachusetts itu luas, di mana tepatnya."
"Saya berpindah-pindah tugas karena memang saya sering mencari rekomendasi praktik tidak hanya di satu Rumah sakit." Caesar berusaha mengalihkan jawaban.
Caesar kembali melirik ke arah Regal dan Yuri, mereka masih mengobrol dengan tamu lain. Caesar mungkin berpikir Regal tidak mendengar jawaban yang dia katakan pada Tuan Weishi.
Tapi saat Caesar sudah tidak lagi berbincang dengan Tuan dan Nyonya Weishi, Regal menghampiri kakaknya dan langsung berbisik di telinga Caesar.
"Kenapa kamu bohong pada Pak Tua itu tadi?"
Caesar sedikit terkejut karena Regal ternyata mendengar ucapan Caesar yang dikatakan kepada Tuan Weishi. Namun bukan Caesar namanya jika ia tidak pintar menyembunyikan ekspresinya dengan tenang.
"Aku berbohong padanya karena aku memiliki privasi yang sangat aku jaga. Rekan kerjaku saja tidak pernah datang ke rumahku. Apalagi orang asing."
"Ha..ha...kamu memang pintar mengalihkan. Tadi kamu juga mendengar kan, wanita tua itu tidak begitu suka padaku. Dia terus saja memujimu. Dia selalu bersikap seolah dia yang paling sempurna."
"Regal..."
Caesar meminta Regal untuk berhenti bicara.
Regal meneguk segelas anggur dalam sekali teguk,
"Sekarang kamu tahu kan, kenapa aku tidak menyukai perjodohan ini."
"Regal!"
Caesar menarik menyeret Regal keluar, menuju dek yacht.
Caesar melemparkan tubuh Regal hingga ia terbentur pembatas besi dek. Bukannya marah, Regal malah tertawa seolah berpikir kakaknya itu sedang bercanda dengannya.
"Haha... kakakku ternyata bisa marah juga."
"Kamu jaga bicaramu! Kalau sampai ada yang mendengar kamu bicara seperti itu, mau ditaruh di mana muka daddy dan mommy. Mereka itu kawan baik daddy, jadi kamu jangan menunjukkan arogansimu!"
Regal membuang wajahnya melihat ke lepas laut memunggunggi Caesar.
"Apa ini karmaku?" Tiba-tiba Regal bicara dengan nada suara yang serius.
"Apa?"
"Apa kamu tidak merasa de javu melihatku sekarang? Dulu kamu yang dituntut harus sempurna oleh daddy dan mommy. Sekarang malah aku yang jadi sepertimu."
Caesar hanya diam.
"Apa kamu tahu kak Caesar? Bagi mereka aku memiliki aib yang harus dikubur dan sebagai gantinya aku harus memiliki kejeniusan dan kesempurnaan agar orang-orang tidak mengingat aku pernah tidak waras."
"Regal..."
"Aku hidup dalam tekanan sementara aku harus terlihat bahagia. Apakah itu bisa dilakukan? Selama ini aku mencoba mencari sesuatu yang bisa mengisi kekosongan hatiku. Tapi selalu berujung pada.... wanita. Semakin banyak tekanan, semakin aku menginginkan mereka. Aku mencoba melampiaskan semua luka ini. Tapi kenapa aku tetap merasa kosong."
Caesar masih mendengarkan Regal dengan seksama.
"Kamu beruntung memiliki banyak orang yang mendukungmu. Sedangkan aku, semakin banyak orang yang ku kenal, mereka selalu menuntutku sempurna, membandingkan aku dengan dirimu, dan akhirnya membuatku teringat semua kenyataan kelam itu. Aku tidak bisa mengendalikan penilaian orang lain terhadapku, dan aku pun juga tidak bisa marah pada mereka. Itulah yang membuatku merasa kesal."
"Aku mendukungmu, Regal..."
"Buktikan kalau kamu mendukungku? Bukankah kamu sendiri saat ini juga menjauh dariku? Kamu pikir aku sudah sangat senang dengan semua yang kamu berikan? Melimpahkan hak successor padaku, hingga aku saat ini menjadi satu-satunya pewaris Shine Group. Apa kamu pikir kamu sudah berhasil membuktikan bahwa kamu mendukungku?"
"Aku butuh waktu Regal... Mungkin setelah aku menyelesaikan kesibukanku setelah ini, aku akan banyak meluangkan waktu untukmu."
Maafkan aku Regal.
Satu-satunya alasanku untuk menghindarimu adalah karena aku tidak bisa mengobati rasa bersalahku padamu.
Bukan hanya kamu, aku pun juga memiliki tekanan yang luar biasa.
Apalagi sekarang ada Jasmine di sisiku.
Itu akan semakin sulit bagiku untuk terbuka padamu.
"Regal... sebaiknya benahi dirimu. Semakin kamu menginginkan banyak wanita, maka semakin kamu tidak akan mendapatkan kebahagiaan. Karena kamu tidak akan bisa melihat ketulusan dari wanita yang benar-benar mencintaimu dengan tulus. Jika suatu saat ada wanita baik yang kamu kenal, yang membuatmu jatuh cinta, maka kamu akan menyesalinya karena kamu tidak bisa menjaga kehormatanmu."
Regal kembali melamun dengan ekspresi wajah yang kosong.
"Jangan ingat dia lagi. Jika dia melihatmu seperti ini, dia pun akan merasa bersalah dan sangat bersedih. Sebaiknya kamu benahi dulu dirimu, suatu saat mungkin saja ada wanita lain yang lebih baik darinya..."
Tunggulah sebentar Regal...
Jika kamu benar-benar menginginkan dia, maka seharusnya tidak sulit bagimu untuk menunggu sebentar saja...
Saat ini dia sedang bersamaku, aku berjanji untuk menjaganya demi dirimu.
Tapi jika kamu begitu menginginkannya hingga seperti tak ada lagi yang sepadan bagimu jika dibandingkan dengan dia,
Maka suatu saat aku akan memberi tahumu...
"Ayo masuk Regal. Yuri menunggumu. Saat ini wanita itu adalah milikmu. Hormatilah dia sebagai wanitamu."
Caesar mengajak Regal masuk kembali ke dalam.
"Tidak, aku tidak mau masuk. Kamu masuklah dulu ke dalam." Regal menolak
"Regal..."
"Baiklah aku akan masuk, tapi setelah kamu menemaniku minum dulu."
"Kamu tahu aku menghindari alkohol, Regal..."
"Baiklah aku akan minum sendirian di sini."
Caesar geram melihat tingkah Regal yang kekanakan.
"Baiklah. Setelah aku minum, kamu harus kembali masuk ke dalam."
"Oke..."
Caesar meneguk segelas anggur yang dituangkan Regal dari gelas yang sama dengan yang dia gunakan untuk minum.
---------------------------------
Keesokan harinya,
Caesar membuka mata yang terasa sangat berat.
"Jam berapa sekarang?" pikir Caesar.
Kepala Caesar masih terasa pusing dan tenggorokannya rasanya sangat serak. Caesar barus sadar mengapa ia tiba-tiba berada di tempat tidur. Caesar melihat tubuhnya tanpa baju bertelanjang setengah tubuh, hanya memakai celana pendek tertutupi selimut. Caesar mulai memikirkan kejadian terakhir semalam.
"Sepertinya aku masih berada di yacht. Apa mungkin Regal yang membawaku ke kamar ini?"
"Kak Caesar, sudah bangun?"
Caesar langsung menoleh ke arah pintu di sebelah ranjangnya. Seorang wanita berdiri dengan memakai lingerie tipis berwarna putih.
Caesar kaget bukan kepalang melihat wanita yang berdiri di pintu toilet di dalam kamar tersebut.
"Yuri?!"
"Kak Caesar semalam mabuk di luar sendirian. Aku meminta temanku membawamu ke sini, saat aku membawakan air putih untukmu, kamu justru menarikku secara paksa."
"Tidak mungkin! Kamu jangan bohong Yuri!"
"Kamu bisa mengecek sendiri cctv di koridor depan kamar. Aku tidak bohong."
"Sialan!" Caesar memukul selimutnya dengan sangat marah.
Caesar berpikir Regal pasti telah merencanakan sesuatu padanya. Pasti semalam Regal memasukkan sesuatu di minuman yang diberikan pada Caesar.
"Di mana sekarang Regal?"
"Dia... mungkin sekarang masih tidur..."
"Ya Tuhan.... apa yang terjadi..." Caesar berkali-kali melihat kepalanya.
"Kak Caesar, aku tahu kamu semalam mabuk, tapi ini pertama kalinya aku bisa sedekat itu denganmu... Ternyata kamu adalah pria yang lembut..."
Caesar tidak mendengarkan Yuri. Kini ia berusaha menguatkan dirinya untuk beranjak dari tempat tidurnya.
Caesar memakai bajunya yang tergeletak di lantai. Lalu mengambil pakaian Yuri.
"Pakai bajumu!"
Yuri sedikit ketakutan melihat Caesar yang tampak marah. Tanpa banyak kata, Yuri memakai gaun yang semalam dia pakai saat pesta berlangsung.
Melihat Yuri sudah selesai berpakaian, Caesar menyeret Yuri keluar kamar.
"Katakan di mana kamar Regal?"
"Aku tidak tahu..."
"Bohong! Kamu sudah bersekongkol dengannya!"
"Lepaskan aku, aku tidak tahu!"
"Yuri, kenapa kamu lakukan ini?"
"Harusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kamu memperkosaku!"
"Yuri, aku bisa pastikan bahwa aku tidak memperkosamu."
"Oh iya... apa yang bisa kamu buktikan bahwa dirimu tidak bersalah?"
Caesar jelas melihat ekspresi puas dari wajah Yuri. Sangat jelas terlihat bahwa kejadian ini sudah direncanakan oleh Regal dan Yuri.
"Baiklah... jika kalian menginginkan demikian. Aku akan ikuti permainan kalian...."
***
Yuri Weishing
Regal Shine
Caesar Shine
***
--------------------------------------
Halo kawan-kawan,
Terus dukung author dengan selalu baca novel ini dan "GABUNG DI GROUP CHAT AUTHOR"
Jangan lupa juga,
Klik "Favorite ❤️"
Klik "Like 👍🏻"
Klik "Vote Poin"
Follow akun Instagram @raghfa.jie
Terimakasih banyak.
Dukungan kalian sangat luar biasa bagi author.
❤️❤️❤️**