I'M Sorry, Wife

I'M Sorry, Wife
[SEASON 2] MEMBATALKAN PERJODOHAN



Seorang pria dari jauh mengawasi Shaila yang sedang berada di dalam mobilnya. Pria itu tampak melaporkan setiap gerak gerik Shaila pada seseorang yang saat ini berada di seberang teleponnya.


"Nona Yuri sudah keluar dari klinik dokter Shaila. Dan saat ini saya melihat Nona Shaila sedang menelpon seseorang di dalam mobilnya. Sudah hampir satu jam dia menelpon."


"Baiklah, terus lakukan pengawasan."


"Baik Tuan muda Regal..."


Pria itu adalah agen bayangan Regal untuk mengawasi Shaila. Sejujurnya meski Regal tahu Yuri akan menemui Shaila pada hari itu, dia tetap sulit mempercayai Yuri untuk melakukan sesuai dengan instruksinya.


******



***


"Halo... Regal di mana kamu?"


"Aku sedang di kantor, ada apa dad?"


"Temui daddy di ruangan daddy sekarang."


"Baiklah, aku akan ke sana sepupu menit lagi setelah aku menandatangani beberapa dokumen yang sedang aku kerjakan."


"Baiklah, daddy tunggu."


Regal berhenti sejenak menghentikan goresan pena yang sejak tadi dia gunakan untuk menciptakan tanda tangan di setiap kertas dokumen yang ada di hadapannya.


Regal tahu ayahnya pasti ingin bicara sesuatu. Tapi Regal berharap pembicaraan kali ini adalah tentang pembatalan perjodohan.


"Semakin cepat, lebih baik." gumam Regal.


Sepuluh menit kemudian,


Tok...Tok...


"Masuk."


Regal masuk ke ruangan komisaris utama Shine Group, yang di sana Eric sudah menunggunya sambil berdiri bersandar di ujung meja dengan menghadap ke luar kaca yang membelakangi pintu masuk.


Tanpa basa basi, Eric langsung menoleh sesaat mendengar Regal masuk ruangannya.


Lalu berjalan ke sofa tamu lalu duduk dengan posisi yang berhadapan dengan posisi duduk Regal.


"Kamu tahu kenapa daddy memanggilmu?"


"Tidak, Ada apa?"


Caesar menjawab pertanyaan ayahnya dengan khas santainya saat berbicara dengan ayahnya.


"Tuan Weishi meminta membatalkan perjodohan denganmu. Tapi dia ingin Caesar yang bertanggung jawab atas Yuri."


"Ya aku sudah tahu. Yuri sendiri yang memberi tahuku."


"Daddy sudah bicara dengan kakakmu."


Plok...


Eric menyerahkan sebuah kertas dokumen hasil laboratorium pemeriksaan urin Caesar yang saat itu dititipkan Caesar kepada Xing.


"Apa kamu yang merencanakan semua ini Regal? Katakan apa tujuanmu?"


Regal mengambil dokumen yang hasil pemeriksaan laboratorium tersebut. Lalu terperangah melihat hasil pemeriksaan urin yang dilakukan Caesar.


Regal tersenyum dan sedikit tertawa. Tertawa pada dirinya sendiri karena dia sedikit merasa bodoh dan takjub dengan tindakan Caesar yang langsung cepat tanggap sampai dia terpikir melakukan tes urin sesaat setelah kejadian penjebakan itu.


"Ternyata dia memang cerdik." gumam Regal.


"Berhentilah berprasangka pada kakakmu, Regal... daddy tidak menyangka kamu bisa melakukan sejauh itu pada Caesar. Bukankah sikap Caesar padamu sangat baik lalu apa alasannya?"


"Karena aku iri padanya." Regal menjawab tanpa sungkan


"Kamu memiliki segalanya, apa yang harus kamu iri darinya? Dia bahkan sudah memberikan hak-nya kepadamu, semata karena dia menyayangimu, bersedia berkorban untukmu. Tapi kenapa kamu tega?"


"Aku sudah ingat semua hal yang terjadi sebelum aku mengalami Skizofrenia. Semuanya, terutama tentang Jasmine."


Mendengar kalimat yang keluar dari mulut Regal, Eric memejamkan matanya sambil menghela nafasnya.


"Ya Tuhanku..." Eric mencoba menenangkan diri dan hatinya.


"Regal... jadi ini yang selama ini kamu pendam dalam dua tahun ini?"


"Aku cukup sebagai bidak catur Kerajaan bisnismu, dad... Mungkin daddy bisa mengatur semua hal tentang hidupku. Tapi daddy tidak bisa mengatur hatiku. Awalnya aku memang selalu patuh karena tujuan hidupku memang sudah berada di yanganku. Namun begitu satu persatu kepingan memori itu datang, aku selalu merasa frustasi dan mencoba melampiaskan semuanya. Tidak ada yang memahami situasiku. Aku yang berusaha meredakan sendiri. Namun secara bersamaan aku tahu bahwa keluarga Weishi tidak menyukaiku. Mereka selalu melihat kesempurnaan di Maya Caesar da membandingkannya denganku. Apa itu fair? Tentu saja tidak. Karena Caesar bahkan tidak pernah merasakan kehilangan orang yang dia sayangi..."


Kalimat Regal bagaikan sebuah palu yang memberi pukulan-pukulan tak terlihat di kepala Eric setiap kali Regal mengungkapkan kalimat yang mengejutkannya. Hingga rasanya kepala Eric terasa babak belur sampai dia tidak tahan untuk memijit-mijit kepalanya selama mendengar ucapan- ucapan Regal.


Tapi pada saat Regal mengatakan bahwa Caesar tidak pernah merasakan kehilangan orang disayangi, Eric tidak tahan untuk membantahnya.


"Dia sudah merayakannya, Regal... Bahkan sebelum kamu lahir...."


"Apa?! Bukankah sebelum aku lahir dia selalu menjadi yang utama, lalu setelah aku lahir, dia merasa kedudukannya sebagai anak tunggal mulai tergeser sehingga dia menyalahkan aku dan akhirnya membenciku sampai pada saat kecelakaan itu terjadi."


"Regal.... Aku dan Caesar telah mengalami bersama setiap fase masa sulit. Sejujurnya, Caesar adalah bagian hidup yang sangat penting bagiku. Kami pernah saling menyemangati dan mendukung di saat masa yang paling terpuruk dalam keluarga kita. Dan itu sama seperti yang pernah kamu jalani selama beberapa tahun belakangan ini... Dan alasan Caesar mengalah demi dirimu, semuanya agar kamu tidak merasakan seperti dirinya yang dulu."


"Aku tidak mau tahu seperti apa yang telah dia jalani. Nyatanya sekarang dia bisa mendapatkan banyak hal yang tak bisa aku dapatkan. Di antaranya adalah kebebsan, cinta, dan sanjungan. Dia yang dulunya membenciku, sekarang malah menjadi orang yang seolah dia adalah tokoh utama protagonist yang bijaksana. Cih.... itu menggelikan...."


Hati Eric terasa semakin sakit mendengar Regal yang terus mencaci Caesar. Meskipun Regal adalah putra kandungnya, dan tidak sedikitpun Eric bermaksud memberatkan sebelah kasih sayangnya pada Caesar maupun Regal. Tapi mendengar ucapan Regal yang secara gamblang tanpa sungkan menceritakan ungkapan hatinya terhadap Caesar, hati Eric sangat sakit.


"Dia saudaramu Regal... Dia sudah melepaskan diri sebagai successor Shine Group demi dirimu, apa itu tidak cukup?"


"Itu dia!! itu yang aku tidak suka. Di mana- mana orang selalu menilai bahwa Caesar yang berkorban untukku. Jika dia tidak mundur, maka aku tidak akan menjadi successor. Apa aku se-ironi itu bahkan jabatan yang aku dapatkan pun adalah pemberian dari Caesar. Apakah kalian tidak melihat akupun juga berjuang demi mempertahankan kesuksesan Shine Group?!"


"hah... Baiklah.... daddy salah bicara. Mungkin yang seharusnya daddy katakan. Dia sudah menyingkir dari jalanmmu, lalu apakah itu masih belum cukup?"


"Mungkin itu akan cukup jika akupun juga bisa mendapatkan kebebasan seperti dia."


"Bukankah kamu sudah cukup bebas mengencani banyak wanita di luar sana, Regal?"


"Tidak, jika daddy masih bersikeras untuk menikahkan aku dengan Yuri."


"Ya... Aku tidak mau dipaksa menikah dengan keluarga Weishi atau siapapun. Aku juga ingin menikah dengan wanita pilihanku sendiri. Meskipun tidak sekarang."


Eric tidak memiliki pilihan lain selain harus membatalkan pernikahan Regal dengan Yuri jika ia ingin dianggap bersikap adil di mata Regal. Padahal awalnya dia menjodohkan Regal dengan Yuri agar Regal bisa perlahan menghilangkan trauma yang dialaminya dengan mencintai seorang wanita selain Jasmine.


Apa yang bisa dilakukan Eric jika Regal akan lebih bahagia dengan ketetapan hatinya dibanding dengan sesuatu yang diyakini Eric bisa membahagiakan Regal. Padahal Regal sendiri memilih untuk mengunci rapat hatinya.


Ternyata cinta adalah suatu hal mutlak anugerah Tuhan yang tak bisa dengan mudah diatur dan diubah oleh manusia.


---------------------------------------


Regal sudah mendengar bahwa Yuri telah kembali dari Johor Bahru. Dia meminta Yuri untuk segera membuat agenda pertemuan antara keluarga Shine dan keluarga Weishi untuk menyelesaikan akhir dari perjodohan ini.


"Kenapa? Kamu sudah sangat tidak sabar untuk lepas dariku Regal?"


"Bukankah kamu juga begitu? Sebentar lagi kamu akan berterimakasih padaku jika kamu berhasil menjadi Nyonya Shine."


"Jangan terlalu sombong dulu, kita belum melakukan apapun pada Caesar. Dan sepertinya aku sedikit curiga dengan Shaila."


"Curiga?"


"Apa kamu yakin bahwa Shaila dan Caesar masih sepasang kekasih?"


"Tentu saja, dia adalah satu-satunya wanita yang membuat kakakku menjadi seorang budak cinta."


"Tapi dia seolah tidak memiliki keberatan saat aku mengatakan bahwa aku menginginkan Caesar sebagai calon suamiku. Dia mengatakan bahwa dia akan rela jika memang Caesar ingin menggantikan posisinya dengan wanita manapun jika memang itu kehendak Caesar. Apakah menurutmu itu masuk akal?"


"Isi hati manusia-manusia seperti mereka tidak sama dengan kita. Shaila dan kakakku adalah orang-orang yang naif. Mereka akan lebih memilih berdoa sambil menangis jika ditindas, daripada melawan dengan kekerasan."


"Pantas sajab dia tampak gemetar ketika aku menakutinya dengan sebotol air keras pada saat aku ingin bicara empat mata dengannya agar dia bersedia meluangkan waktunya untukku."


"Kau melakukan itu kepada Shaila?"


"Ya... tapi tentu saja itu bukan air keras, itu hanya air beralkohol biasa. Hohoho"


Yuri tertawa terpingkal mengingat ekspresi Shaila yang langsung serius melayani Yuri pada saat dia mengeluarkan sebuah botol pada waktu itu. Regal yang mendengar kekonyolan Yuri juga tak bisa menahan tawa yang menceritakan kepolosan Shaila.


"Kamu memang orang yang kurang kerjaan.... Sekarang, kita tinggal mengagendakan pertemuan antar dua keluarga. Dan tentu saja, Caesar harus hadir."


"Jangan... aku rasa Caesar jelas tidak akan mau datang jika kita memintanya."


"Kamu benar. Kalau begitu biarkan dia yang akan datang sendiri."


"Bagaimana caranya?"


"Besok setelah kita melakukan pertemuan keluarga, kita akan mendaftarkan dirimu dengan Caesar ke kantor pemerintah untuk mendaftarkan pernikahan kalian berdua."


"Tapi bukankah itu hanya bisa dilakukan jika kedua belah pihak suami dan istri hadir?"


"Kita masukkan saja dulu berkasnya. Saat ini nama Caesar masih masuk di dalam kartu keluarga Shine. Aku punya kenalan seorang aparatur pemerintah yang bisa mencetak kartu identitas penduduk atas nama Caesar, dengan menggunakan kartu keluarga tersebut. Dan pada saat itu kita bisa berdalih bahwa yang bersangkutan menyerahkan semua prosesnya pada kita dengan bukti adanya kartu identitas miliknya yang dipegang oleh kita."


"Tapi jika dia tidak terima dengan pernikahan itu, dia bisa saja melakukan tuntutan pembatalan pernikahan ke pengadilan."


"Tentu saja itu yang kita harapkan. Dia mau tidak mau akan datang ke sini untuk melakukan hal tersebut. Dan pada saat itu, pastikan bahwa kamu tidak akan gagal untuk mengandung anaknya."


"Dia bukan orang bodoh. Dia tidak akan jatuh ke perangkap Kita dengan cara yang sama."


"Aku juga tidak bodoh akan melakukan hal yang sama seperti kegagalan kita sebelumnya. Kali ini aku akan pastikan dengan segala cara entah bagaimana, bahkan jika sekalipun aku harus melakukan inseminasi terhadapmu."


Deg!


Yuri hanya bisa terbelalak mendengar kalimat tabu yang mencuat dari mulut Regal. Bahkan ide segila itu bisa sampai mengalir ke dalam otak Regal. Padahal objeknya bukanlah orang lain, tapi orang yang memiliki darah dan daging yang sama dengan Regal.


"A..apa... Haruskah kita melakukan sejauh itu?"


Regal bisa membaca keraguan terhadapnya di mata Yuri.


"Aku pikir kamu sudah mengenal sifat asliku..."


Regal melangkah perlahan selangkah demi selangkah mendekat ke arah Yuri dengan terus memburu tatapan Yuri.


Yuri yang di luar kesadarannya terus melangkah mundur menjauhi Regal, namun dia terus diburu oleh tatapan Regal hingga ia tak mampu menghindari intimidasi Regal.


"Jangan pernah ragu-ragu jika bekerja denganku."


Kali ini Yuri mungkin tidak menampik ucapan ibunya beberapa waktu lalu yang mengatakan bahwa Regal adalah seorang pria yang pernah memiliki gangguan mental yang telah berevolusi menjadi seorang psikopat.


***



***


-----------------------------------------


**Halo readers,


Terima kasih banyak atas kesetiaan kalian membaca novel ini.


Tidak lupa saya mengajak kalian untuk bergabung dengan "GROUP CHAT AUTHOR" agar kita semakin dekat dan menjalin komunikasi.


Segala informasi dan pemberitahuan novel, update, dan revisi akan saya bahas di Group Chat.


Oh iya, tentu saja SETIAP HARI ADA REWARD berupa KOIN atau POIN dari author atas apresiasi kalian membaca novel ini.


Juga jangan lupa baca karya novel author yang lain ya...


"GENTLEMAN WITH LOVE"


Selalu dukung karya author,


LIKE & FAVORITE


GABUNG GROUP CHAT AUTHOR


FOLLOW IG @raghfa.jie


Dukungan kalian sangat Luar Biasa 👍🏻**