
***
[SEASON 2] HATI CAESAR Bagian 2
Pagi ini Caesar sudah duduk di kursi makan untuk sarapan dengan pakaian yang sudah rapi. Caesar sudah siap diantar ke rumah neneknya.
Sementara di kamar utama, Eric baru bangun tidur dengan Nana yang masih terlelap di sampingnya. Eric memandangi wajah Nana yang masih tampak tidur sangat lelap. Lalu mengecup kening Nana yang seketika membuat Nana membuka matanya.
"jam berapa sekarang?" Nana tiba-tiba bangun dan duduk.
"Jam 6.15" Eric menjawab sambil turut bangun dan duduk di samping Nana.
"Aduh bagaimana ini, aku harus memberi briefing jam 6.30 pada groundfield supervisor sebelum mereka berangkat ke lokasi proyek di Batam jam 8 pagi ini."
Nana tergesa-gesa berdiri dengan panik, namun tiba-tiba kepalanya mendadak pusing sehingga tubuhnya terhuyung-huyung.
Eric yang melihat Nana kehilangan keseimbangan langsung melompat dari tempat tidur dan menangkap tubuh Nana dari belakang dengan menyandarkan tubuh Nana ke tubuhnya yang membidang dan masih dalam kondisi tak berpakaian.
"Sayang, kamu tidak apa-apa?"
"Aku baik-baik saja, hanya pusing sedikit, mungkin karena tadi langsung bangun. Humpph...."
Nana merasakan mual yang luar biasa, lalu ia berlari ke toilet yang berada di dalam kamar mereka.
Eric memandangi aneh istrinya, lalu mengejar ke toilet yang pintunya tidak ditutup saat Nana masuk ke dalamnya.
"Howekkk... howekkk..."
Nana muntah di kloset sambil memegangi perutnya yang mual.
(Dalam hati Nana)
"Aku kenapa? Apa aku hamil?"
Eric mengelus punggung Nana dengan lembut,
"Kemarin sepertinya kamu tidak apa-apa, kenapa tiba-tiba sekarang mendadak muntah?"
Nana hanya menggeleng dengan posisi kepala yang masih menunduk ke kloset sambil tangan kanannya menunjuk ke kotak tissu toilet yang tertempel di dinding atas kloset.
Tanpa diminta dua kali, Eric langsung mengerti bahwa Nana meminta ia mengambilkan tissu. Dia mengambil tissu untuk mengusap bibir Nana.
"Kalau kamu tidak enak badan, aku bisa minta Erica untuk menggantikan kamu memimpin briefing itu kepada para supervisor."
"Aku tidak apa-apa, sepertinya aku hanya mual karena semalam aku makan makanan pedas terlalu banyak. Sekarang aku mau mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Nanti aku akan pulang agak sore dan mempacking barang-barang."
"Tapi kondisimu sekarang sedang tidak enak badan, jadi aku rasa mungkin kamu tidak perlu ikut berangkat ke Dubai nanti malam."
Nana mengelus pipi Eric sambil tersenyum dengan tenang.
"Sayang.... aku tidak apa-apa, sekarang kamu keluar dulu. Aku mau mandi ya..."
"Iya...tapi.... tapi...."
Eric didesak keluar oleh Nana dari kamar mandi hingga melewati pintu kamar mandi lalu Nana menutup pintunya.
Eric hanya bisa menuruti keinginan istrinya. Karena ia masih berangkat jam 7, dia masih punya waktu untuk sarapan sambil menunggu Nana selesai mandi.
Eric turun ke lantai bawah, Lalu menuju ruang makan. Di sana sudah ada Caesar yang menyantap sandwichnya.
Eric mengelus rambut Caesar dan duduk di samping Caesar.
"Jarang sekali Caesar mau bangun pagi lalu sarapan. Anak daddy sekarang sudah besar ya rupanya... good boy!"
"daddy, lebih baik aku di rumah grandma saja. daddy dan mommy tidak usah khawatirkan aku. grandma dan aunty akan menjagaku."
Mendengar ucapan Caesar, Eric berhenti mengunyah sandwichnya. Ia berpikir kebetulan sekali Caesar ingin tinggal di rumah neneknya, sehingga Eric tidak perlu repot-repot untuk membujuknya lagi.
"hmm... kebetulan sekali daddy juga akan mengajak mommy ke pertemuan tahunan dewan United Nations di Dubai selama dua minggu. Karena itu bukan liburan, jadi kami tidak bisa mengajakmu. Dan lagi rundowns acaranya sangat padat, sekalipun kami mengajakmu tapi pasti kamu hanya akan berada di kamar hotel saja menunggu sampai acara kami selesai. Jadi kapan-kapan saja kami akan mengajakmu ya... daddy janji saat liburan semester ini, kita akan liburan ke tempat yang kamu ingin kunjungi."
Wajah Caesar mulai sedikit berbinar,
"Benarkah? janji ya semester ini!"
"Iya sayang, daddy janji...."
Eric mengangguk dengan tersenyum lembut.
Tidak berapa lama Nana menuruni anak tangga dan berjalan menuju ruang makan menyapa Eric dan Caesar.
"Selamat Pagi sayang...."
Nana mengecup pipi kanan dan kiri Caesar.
"Sayang, nanti malam mommy akan menemani daddy untuk menghadiri pertemuan tahunan...."
Tiba-tiba Caesar memotong kalimat Nana,
"Caesar mengerti mom, sekarang Caesar sudah siap berangkat ke rumah Grandma."
Caesar turun dari kursi makan lalu menuju ruang tengah yang di sana sudah siap sebuah koper yang berisi barang-barang Caesar.
Nana terharu melihat putranya yang makin dewasa dan mengerti situasi.
"Baiklah, mommy harus segera berangkat ke kantor. Karena ada rapat. Biar pak Joni yang mengantarmu ke rumah Grandma. Muuach."
Nana segera beranjak pergi, setelah mencium Eric dan Caesar.
Caesar hanya diam membatu melihat Nana yang berjalan tergesa-gesa melewati pintu. Padahal ia berharap setidaknya pagi ini Nana mengantarnya ke rumah neneknya. Tapi pada akhirnya lagi-lagi ia harus mengerti keadaan.
-----------------------------------
***Manusia itu diciptakan sepasang,
Sekalipun dalam kehidupan mereka ada orang lain yang mencintai mereka,
Kelak orang-orang tersebut juga akan memiliki pasangan,
Jadi itulah mengapa jika manusia sudah bertemu dengan pasangan sejatinya,
Maka cinta mereka akan lebih erat dibandingkan dengan cinta terhadap orang lain bahkan darah daging mereka sendiri.
Karena kelak saat orang tua meninggalkan mereka dan anak-anak mereka telah menemukan pasangan sejatinya,
Pada akhirnya, yang akan menemani hingga akhir kehidupan adalah pasangan***
*****
"Caesar! Caesar!"
Mama Julia memanggil Caesar di halaman belakang.
Caesar mendengarnya, namun ia tidak menjawabnya. Dia sedang melihat beberapa kumbang koksi yang sedang bertengger di daun rumput di taman belakang rumah.
Ini sudah lebih dari seminggu setelah Eric dan Nana pergi ke Dubai. Caesar semakin merasa bosan di rumah neneknya, meski ia tidak kekurangan apapun di sini.
Tidak hanya mama Julia, Erica dan beberapa pelayan di rumah ini sangat perhatian pada Caesar, tapi tetap saja Caesar merasa seperti kehilangan ayah dan ibunya.
"Caesar.... ya Tuhan... grandma mencarimu kemana-mana, ternyata kamu di sini. Grandma hampir jantungan melihatmu tidak ada di sekeliling rumah ini."
"Grandma.... kenapa mencariku?"
"ya tentu saja karena grandma khawatir..."
"Daddy dan mommy apa juga khawatir?"
"Kenapa kamu bilang begitu? Tentu saja mereka khawatir, buktinya setiap malam selalu menelpon Caesar, kan? Padahal mereka ada jadwal yang sangat padat di sana..."
Caesar sedikit lebih tenang dengan ucapan neneknya yang menghiburnya. Meskipun sebenarnya yang Caesar inginkan adalah kehadiran kedua orangtuanya.
Sore harinya,
Erica mengajak Caesar pergi ke indoor playground, Pororo Park.
Caesar terlihat sangat senang dan teralihkan dengan banyaknya permainan yang ada di sana. Sehingga Caesar mulai banyak melupakan pikirannya tentang kedua orang tuanya.
Erica mendampingi Caesar di beberapa permainan, namun tiba-tiba Erica mendapat sebuah panggilan telepon.
Caesar mengangguk lalu melanjutkan permainan.
Tidak berapa lama, Caesar melihat Erica datang bersama Brian.
"Halo Caesar,..." Brian menyapa Caesar.
"Hai uncle, uncle datang kemari dengan siapa?"
"Uncle tadi sedang mengantar seorang pasien anak yang minta diantarkan kemari. Dia sedang menjalani terapi psikososial setelah dirawat selama satu bulan di rumah sakit. Jadi dia harus mendapat hiburan dan interaksi dengan anak-anak seusianya. Tapi uncle sekilas tadi melihat kamu dan aunty, jadi uncle memastikan dengan menelpon aunty kamu."
Caesar awalnya senang dengan kehadiran Brian karena bertambah satu lagi orang yang menemaninya. Dalam beberapa moment, Brian bermain bersama Caesar.
Tapi setelah beberapa saat, Brian lebih banyak menghabiskan waktu dengan mengobrol bersama Erica. Begitu juga Erica yang semakin lama perhatiannya teralihkan kepada Brian daripada Caesar.
(Dalam hati Caesar)
"Lagi-lagi aku diabaikan, orang dewasa selalu saja begitu."
Saat dalam suasana seperti itu, Caesar dihadapkan dengan adegan kakak beradik yang sedang bermain dengan ceria di depannya.
Mereka tampak asyik bermain berdua dan tidak peduli ada anak-anak di sekitar mereka. Caesar mencoba mendekati mereka berdua, namun si adik yang usianya sekitar 3 tahunan tampaknya merasa asing terhadap Caesar sehingga ia pun merengek mengajak kakaknya pergi ke tempat lain menghindari Caesar.
Caesar ingin menahan mereka dengan mengatakan bahwa dirinya ingin bermain bersama mereka. Namun hal tersebut tertahan di dalam mulutnya, dan ia memilih diam sambil melihat kedua kakak beradik itu pergi meninggalkan dirinya.
"Seandainya saja aku bisa memiliki adik sendiri, mungkin lebih baik daripada menjadi anak tunggal yang sering ditinggalkan." batin Caesar dalam hatinya.
Caesar mengira bahwa segalanya akan menjadi lebih baik jika ia memiliki adik. Setidaknya saat kedua orang tuanya sibuk, ia tidak akan sendirian di rumahnya, ia akan memiliki teman bermain yang sebaya dengannya.
Namun ternyata itu semua di luar dugaan Caesar....
--------------------------------
"Mommy dan daddy sudah kembali?!"
Caesar tampak senang mendengar neneknya mengatakan bahwa Eric dan Nana sedang dalam perjalanan pulang.
Caesar berlari ke kamarnya lalu mengemasi barang-barangnya dan bersiap kembali ke rumah ayah dan ibunya.
Mama Julia mengantar Caesar kembali ke rumah Eric diantar oleh Joni, sopirnya. Mama Julia sebelumnya mendapat telepon dari Eric jika mereka memang pulang lebih awal dari rencana mereka yang sebelumnya ingin dua minggu di Dubai. Namun kondisi Nana tidak memungkinkan untuk mereka lebih lama di negara orang. Maka dari itu Eric memutuskan setelah urusan konferensinya selesai, ia akan segera kembali ke Singapore.
Sesampainya di rumah Eric, rupanya mobil Eric sudah terparkir di carport-nya, Caesar langsung berlari masuk ke dalam rumah tidak sabar menemui ibunya. Ia berlari menaiki tangga dengan semangat menuju kamar Nana yang berada di lantai dua.
Tapi saat Caesar akan masuk ke kamar ibunya, ia melihat ayahnya sedang bicara serius dengan seseorang. Mereka berdiri di depan kamar Nana yang pintunya masih terbuka, sehingga Caesar bisa sekilas melihat ibunya sedang terbaring memejamkan mata di tempat tidur.
"Bagaimana kondisi Nana?"
Tiba-tiba Mama Julia datang dari arah belakang Caesar menghampiri Eric yang sedang mengobrol serius.
"Mama...."
"Bagaimana kondisi Nana?"
Mama Julia langsung masuk ke kamar Nana diikuti oleh Eric dan orang yang sejak tadi bicara serius dengan Eric.
Saat Mama Julia sudah berada di samping Nana yang masih tertidur, orang yang ternyata adalah seorang dokter tersebut mulai memberi penjelasan pada Mama Julia.
"Jadi begini Nyonya Julia, Nyonya Nana saat ini sedang dalam kondisi hamil muda, usia janinnya masih sekitar 5 minggu...."
"Ah... benarkah??!" Mama Julia memotong u ucapan dokter tersebut.
Caesar yang sejak tadi berdiri di depan pintu mendengarkan pembicaraan mereka terkejut mendengar dokter mengatakan bahwa ibunya hamil. Namun ia senang karena justru ia akan segera mendapatkan adik seperti yang ia harapkan sejak kemarin.
"Namun... Nana dalam kondisi yang tidak stabil." Eric menimpali ibunya yang membuat rona wajah Mama Julia berubah dari bahagia menjadi agak sedih
Dokter pun melanjutkan penjelasannya,
"Benar, Nyonya Nana tidak stabil karena dia mengalami pendarahan di awal kehamilannya, untungnya janinnya baik-baik saja kali ini namun jika kondisi ini diabaikan, maka dia akan keguguran. Jadi Nyonya Nana mengalami kelainan pada rahimnya, posisi rahimnya bergeser ke belakang otot panggul mendekati tulang belakang."
"Tapi dia baik-baik saja saat melahirkan cucu kami yang pertama, dia bahkan melahirkan normal." Mama Julia menyanggah dengan wajah cemas.
"Kami sudah melakukan observasi pada kondisi Nyonya dan dokter Brian juga sudah mengkonfirmasi bahwa kondisi ini kemungkinan besar disebabkan karena sebelumnya Nyonya memiliki riwayat operasi besar di sekitar panggul, sehingga jaringan di sekitar otot panggul dan dinding rahimnya membentuk jaringan parut yang menyebabkan rahimnya tertarik ke belakang, itulah mengapa posisi rahimnya menjadi retrofleksi."
"Jadi karena itu? Tapi apakah cucu kami dan ibunya akan baik-baik saja?"
"Keduanya akan baik-baik saja jika Nyonya Nana bedrest selama periode kehamilan ini. Jadi mulai sekarang... Nyonya Nana jangan melakukan aktivitas fisik yang terlalu melelahkan. Dan saya juga akan selalu mengobservasi kondisinya setiap saat. Tiap dua minggu sekali saya akan memeriksanya."
Eric menenangkan ibunya, meski dia pun juga sebenarnya sangat khawatir, bahkan lebih khawatir.
Caesar sedang menatap Nana yang sedang terbaring lemah di tempat tidur dengan pandangan sayu. Ia memang tidak mengerti penjelasan dokter yang baru saja ia dengar, namun ia mengerti pasti ada masalah dengan ibunya.
Eric melihat Caesar sedang berdiri mengintip di depan bibir pintu. Eric tidak tahu sejak kapan Caesar di sana. Eric mendekati Caesar.
"Caesar,..."
Caesar mendongak melihat wajah ayahnya. Lalu Eric jongkok agar lebih bisa menatap wajah Caesar.
"Sebentar lagi, kamu akan jadi kakak... kamu senang?"
Caesar hanya menjawab dengan anggukan.
"Tapi mommy harus banyak istirahat agar adikmu tumbuh sehat begitu juga dengan mommy. Jadi, Caesar mau bantu daddy menjaga mommy dan adikmu?"
Caesar mengangguk. Kemudian Eric memeluk Caesar.
"Janji ya...." Eric sambil mengacungkan jari kelingkingnya ke hadapan Caesar.
Caesar tersenyum dan membalasnya dengan mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking ayahnya.
Caesar sudah berjanji pada ayahnya untuk menjaga adiknya. Itu bukan hal sulit untuk Caesar. Terlebih lagi ia memang sangat mengharapkan kehadiran adiknya untuk menjadi teman di rumahnya.
Caesar akan menjadi anak sekaligus kakak yang akan siap untuk diandalkan bagi orang tuanya dan adiknya.
Tapi rupanya banyak hal yang ternyata di luar dugaan dan masih belum dimengerti Caesar....
------------------------------------
Dua belas tahun kemudian,
Caesar menjalani kehidupan sebagai seorang remaja SMA. Ia tumbuh sebagai remaja normal seperti pada umumnya, ia pun banyak bergaul dengan teman seusianya, menjalankan aktivitas dan belajar di sekolahnya.
Namun ada hal yang paling ia benci,
"Berurusan dengan adiknya, Regal"
****Nantikan Episode selanjutnya....
----------------------------------
***Halo sobat pembaca***
Terimakasih telah membaca novel ini,
author sangat mengharapkan dukungan dari kalian untuk tetap setia dengan novel ini**.
Jangan lupa,
DOWNLOAD NOVELTOON di playstore atau appstore
👆KLIK👆
❤️ FAVORITE
👍🏻 LIKE
☑️ VOTE POIN Sebanyaknya
💰 TIP KOIN Seikhlasnya
FOLLOW IG @raghfa.jie
THANK YOU ❤️❤️❤️**