
Caesar sudah kembali di Massachusetts,
Sesaat setelah kembali dari New York, Caesar langsung menemui Rosie dan Gunawan di Rumah Sakit.
"Kak Caesar?"
Rosie yang baru bangun dari tidur siangnya, terkejut melihat Caesar sudah duduk di sofa dekat bed-nya.
Sedangkan Caesar juga sedikit terkejut karena Rosie sudah bisa bicara meski hanya mengeluarkan dengungan suaranya dan sedikit menggerakkan bibirnya.
"Ini untukmu..."
***
***
Caesar menyodorkan tas karton kepada Rosie. Rosie pun langsung membukanya dan melihat isi tas karton tersebut ternyata adalah beberapa pulpen yang lucu-lucu dan note book yang berwarna-warni.
Rosie menunjukkan ekspresi senang menerima oleh-oleh dari Caesar.
"Tadinya aku pikir kamu masih akan membutuhkan banyak note book, saat aku membeli buku di outlet buku di bandara, aku melihat banyak note book dan pulpen yang lucu-lucu. Aku rasa kamu akan menyukainya."
"He'em... He'em..." Rosie mengangguk kegirangan.
Entah kenapa perasaan Caesar yang kalut karena masalahnya dengan Regal dan Yuris yang dialaminya hari ini, perlahan sedikit berganti dengan perasaan terhibur setelah melihat Rosie.
Gadis naif itu selalu bisa membuat Caesar sejenak mengalihkan pikirannya terhadap masalah yang dihadapi Caesar. Sejak masalah Caesar putus dengan Shaila, dia juga sedikit terhibur saat berada di dekat Rosie.
Mungkin itu terlalu cepat dikatakan sebagai rasa sayang.
Tapi dengan perasaan Caesar yang sedang terluka begini, sikap Rosie yang tanpa disadari bahkan oleh Rosie sendiri, telah sedikit membantu Caesar menenangkan pikirannya.
----------------------------------------
Malam harinya,
Caesar menceritakan semua yang dia alami di New York kepada Glenn.
"Bukkk!" Kepalan tangan Glenn mendarat di atas meja yang ada di depannya.
"Kurang ajar sekali Regal! Apa tujuan dia seperti itu padamu? Anak itu apakah sungguh tidak punya perasaan atau apa?! Saat ayahmu mengetahui tentang hal ini bagaimana?"
"Awalnya dia marah besar, tapi aku mengatakan padanya bahwa ini semua bukan kehendakku. Sepertinya dia masih bisa percaya padaku."
"Bagaimana kamu akan membuktikannya?"
"Sesaat sebelum aku keluar dari yacht, aku menyempatkan untuk menyiapkan sample urine. Lalu aku melakukan cek laboratorium mandiri sebelum aku berangkat ke bandara. Dan pada saat di bandara, aku menyerahkan hasil laporan pemeriksaan lab itu kepada Xing untuk disampaikan kepada ayahku."
"Semoga saja ayahmu juga tidak terhasut dengan tindakan Regal".
"Dia mungkin akan tetap percaya pada penjelasanku. Tapi dia tidak akan bisa menghindari konsekuensinya. Aku mengerti tujuan Regal dan Yuri melakukan ini karena mereka tidak ingin dijodohkan. Sedangkan Caesar mengatakan padaku bahwa Yuri sudah sejak awal perjodohan antara keluarga Shine dan Weishi memiliki kesepakatan perjodohan, yang diinginkan oleh Yuri dan keluarganya, adalah aku."
"Jadi maksudnya Yuri merusak pertunangannya sendiri dengan Regal dan sengaja menjebakmu agar dia bisa menikah denganmu?"
"Yap... benar. Itu yang aku pikirkan saat ini."
"Woaahhh... Dasar rubah licik! Lalu bagaimana dengan Regal. Apa tujuan dia membantu Yuri melakukan itu?"
"Ini masih asumsiku. Yang pertama, dia memang tidak ingin menikah dengan Yuri seperti yang tadi aku ceritakan. Yang kedua, dia ternyata masih menyimpan rasa sakit hati padaku. Dia sepertinya masih terus terbelenggu dengan perasaan masa llalunya. Termasuk terkait Rosie."
"Jangan- jangan dia tahu Rosie ada bersamamu?"
Caesar menggeleng.
"Dia belum tahu. Aku yakin."
"Huh... Aku membayangkan apa jadinya jika Regal tahu Rosie ada di sini bersamamu."
"Itu jangan sampai terjadi. Awalnya aku berpikir untuk memberi tahunya suatu hari nanti saat Rosie sudah siap menjadi Rayne, dan memperkenalkan pada Regal. Tapi melihat tabiat Regal yang seperti ini, aku yang akan sangat tidak rela jika Rosie tahu wujud Regal saat ini. Dia pasti akan sangat kecewa dan terluka."
"Kamu benar. Lalu apa langkahmu selanjutnya? Jika memang benar nanti ayahmu tidak bisa menghindari konsekuensi terhadap keluarga Weishi? Apa dia akan benar-benar menikahkan dirimu dengan Yuri?"
"Itu tidak akan pernah terjadi. Sekalipun hal yang paling terburuk, Yuri hamil karena hubungan yang terjadi malam itu, aku hanya akan bertanggung jawab pada anakku. Tapi tidak pada Yuri. Aku tidak akan menikahi wanita yang sejak awal menginginkan aku dengan cara yang kotor. Dia tidak pantas menjadi ibu dari anak-anakku."
"Tapi aku rasa, ada hal yang harus kamu lakukan untuk bisa menangkal konsekuensi itu, sehingga sekalipun ayahmu memaksamu menikah, dia tidak akan bisa berbuat apa-apa."
"Dengan cara apa?"
"Kamu harus terdaftar sudah menikah."
"Apa?! Bagaimana mungkin?"
"Ya, kamu tahu bahwa dirimu sudah memiliki green card permanen, kamu sudah terdaftar sebagai warga negara Amerika Serikat. Negara ini menganut sistem pernikahan monogami. Jadi kamu tidak akan bisa menikah jika kamu sudah memiliki sertifikat pernikahan."
Caesar berpikir sejenak dan mempertimbangkan saran dari Glenn.
"Tapi yang sulit, bagaimana aku akan menikah? Apakah Shaila mau melakukannya? Dia saja jelas-jelas dia menolakku, meskipun aku berjanji untuk berpindah keyakinan."
"Mungkin kamu bisa mengatakan bahwa pernikahan ini hanya pura-pura untuk menghindari kamu menikah dengan Yuri."
"Hah! Itu akan jauh lebih konyol lagi. Dia adalah orang yang menganggap pernikahan adalah sesuatu yang sakral. Dia tidak akan mau seperti itu."
"Lalu bagaimana??"
Sesaat ketika Caesar dan Glenn masih berada di tengah perbincangan, sebuah panggilan telepon masuk, dari Eric.
Namun Regal memilih untuk langsung mematikan ponselnya.
"Kenapa kamu tidak mau menerimanya? Bukankah bagus kalau kamu sekalian menjelaskan padanya?"
"Saat ini mungkin Xing belum tiba di Singapore. Aku yakin dia menelponku hanya untuk meminta penjelasan. Aku tidak mau menceritakannya. Biarkan dokumen itu yang menjelaskan semuanya."
"Memangnya kamu tidak mengirim via email hasil
dari pemeriksaan itu kepada ayahmu?"
"Tidak. Tadi aku memang sengaja meminta dua dokumen hasil pemeriksaan. Satu untukku, dan satunya untuk ayahku. Keduanya sama-sama asli. Aku memang sengaja melakukan itu agar dia bisa melihat sendiri, hasil pemeriksaan yang asli dengan bubuhan tanda tangan asli dari dokter lab."
"Semoga saja ayahmu masih percaya padamu. Di antara keluargamu, hanya ayahmu yang paling sangat realistis dan mendukungmu. Meskipun dia juga membela Regal. Tapi dalam permasalahan ini, semoga dia tetap bijaksana dalam mengambil keputusan yang adil."
Caesar tersenyum mendengar ucapan dukungan Glenn kepada dirinya.
"Terima kasih Glenn,..."
"Oh iya, kemarin aku pergi menemui Nyonya pengurus welfare house di yayasan untuk memberikan uang kompensasi padanya. Dia sangat berterimakasih padamu."
"Baguslah..."
"Dia juga mengatakan bahwa besok lusa adalah persidangan pengesahan pengalihan identitas Rosie menjadi Rayne. Apa kita perlu menghadirkan Rosie?"
"Sebaiknya tidak perlu. Katakan saja bahwa alasannya adalah Rosie diharuskan berada di Rumah Sakit selama dua bulan ini karena jaringan kulitnya yang masih basah, dia harus berada di tempat yang steril untuk mencegah infeksi."
----------------------------------------
Caesar menonaktifkan ponselnya, tiba-tiba ponselnya langsung berdering.
Seperti semalam, Eric yang menghubungi Caesar. Tapi kali ini, Caesar sengaja menerima panggilan telepon dari ayahnya.
"Caesar! Berapa lama kamu mengabaikan telepon dari daddy, hah?!"
"Langsung saja bicara daddy... aku tidak punya banyak waktu, aku harus segera pergi ke rumah sakit."
"Caesar, pagi ini Xing sudah sampai di Singapore dan langsung memberikan dokumen yang kamu titipkan padanya untuk disampaikan pada daddy...
hhuh....." Eric terdengar mendenguskan nafasnya.
"Apa daddy percaya padaku kalau aku mengatakan bahwa yang melakukan semua itu adalah Regal dan Yuri?"
"Daddy sudah bicara dengan Regal kemarin setelah kamu meninggalkan New York."
"Apa yang dia katakan pada daddy?"
"Dia mengatakan bahwa dia yang memang melakukannya. Tapi yang memiliki inisiatif untuk tidur adalah Yuri. Meskipun Regal mengaku pada daddy. Tapi dia memiliki semua bukti skandalmu dan Yuri, dia sudah mengirim foto itu ke beberapa anggota keluarga Weishi. Kalaupun kamu memiliki bukti untuk menyangkalnya, tapi nama baikmu terlanjur ternodai. Dan butuh waktu untuk memperbaikinya."
Caesar mengepalkan tangannya mendengar informasi dari Eric.
"huh... menurut daddy, apa yang harus aku lakukan?"
"Keluarga Weishi, sudah mengetahui semua skandalmu, mereka percaya dengan penjelasan Yuri bahwa itu semua terjadi karena kecelakaan. Regal dan Yuri berusaha menggiring keluarga Weishi agar dirimu bisa bertanggung jawab atas Yuri."
Seperti dugaan Caesar dan Glenn dalam perbincangan mereka semalam. Meskipun Eric membela Caesar, namun ia tak akan bisa berbuat banyak untuk menolak konsekuensi yang akan dituntutkan kepada Caesar yang mungkin akan terjadi.
"Apakah keluarga Weishi sudah mengatakan sesuatu kepada daddy?"
"Yahh... Mereka belum bertemu daddy. Tapi Tuan Weishi menghubungi daddy, bahwa mereka akan datang ke sini untuk membahas tentang masalah pertunangan itu. Jika Regal benar-benar melepaskan Yuri maka yang akan terjadi, kamu lah yang akan bertunangan dengan Yuri."
"Itu mustahil...."
"Daddy juga berpikir itu tidak mungkin dilakukan. Tapi jika daddy keluarga kita tetap harus bertanggung jawab kepada Yuri."
Caesar semakin frustasi mendengar pernyataan Eric.
"Itu sebuah kecelakaan untuk satu kali. Bagaimana bisa aku yang harus menanggung tanggung jawab itu? Sedangkan Yuri juga tentunya sudah melakukan berkali-kali dengan Regal. Tapi itu tidak masalah. Kenapa semua orang menjebakku seperti ini. Apa yang telah aku lakukan pada mereka!"
"Caesar.... daddy akan pikirkan jalan keluarnya."
"Apakah daddy akan tetap mempertahankan Regal dengan Yuri?"
"Yaa... entah bagaimanapun caranya, daddy akan tetap mempertahankan mereka berdua. Saat ini yang daddy pikirkan adalah untuk memberikan saham kepada keluarga Weishing atau melakukan akuisisi pada salah satu cabang perusahaannya."
"Daddy, jika keluarga Yuri menginginkan saham atau akuisisi, maka mereka akan membiarkan Regal dengan Yuri terus bertahan. Tapi yang terjadi, mereka sudah sangat jelas menginginkan aku, mereka menjadikan aku sebagai target mereka. Tentunya tujuan mereka bukan untuk saham atau untuk memperkaya diri. Dibandingkan dengan sahamku, Regal juga memiliki saham yang sama denganku, tapi dia adalah seorang successor tunggal, kelak dia justru akan memiliki kekayaan yang jauh melebihi aku."
"Hheh...." Eric menghela nafas dan menghembuskannya hingga terdengar di telepon Caesar.
"Memang awalnya, keluarga Weishi mengira kamulah yang akan dijodohkan dengan Yuri. Saat itu mereka juga belum tahu kalau Regal sedang dalam kondisi terisolasi. Tapi setelah kamu mundur dari kandidat successor Shine Group, maka secara mutlak Regal-lah yang naik menjadi successor. Otomatis itu juga akan mengubah siapa yang dijodohkan dengan Yuri."
"Tapi bukankah daddy bilang bahwa tujuan Regal dijodohkan dengan Yuri adalah agar Regal bisa sembuh dengan mendapatkan cinta dari gadis lain agar dia juga melupakan Jasmine?"
"Benar, jika daddy secara pribadi memang menjodohkan Regal untuk keluarga Weishi, tapi rupanya belakangan daddy baru tahu bahwa mereka itu mengira yang akan dijodohkan dengan Yuri adalah dirimu, bukan Regal."
"Yang aku takutkan, Regal melakukan ini juga karena dia merasa sakit hati padaku. Sebab saat anniversary party kemarin, Nyonya Weishi sangat jelas memujiku di depan Regal. Bukan hanya memuji, lebih tepatnya membandingkan dan mengatakan aku yang memang lebih pantas disebut sebagai putramu. Saat terakhir kali Regal minum denganku juga dia menyatakan bahwa selama ini keluarga Weishi juga menganggap remeh Regal seolah Regal tidak bisa melakukan apapun dalam mengurus perusahaan. Mereka hanya memandang Regal sebagai successor, bukan melihat kemampuan Regal. Jadi ada kemungkinan Regal melimpahkan kekesalannya kepadaku..."
"hhuh... tentang bagaimana keluarga Weishi bersikap kepada Regal, Regal memang tidak pernah bercerita kepada daddy...."
Suara Eric terdengar parau.
"Regal memang anak yang cukup bermasalah. Beberapa kali kami juga mendapatkan informasi dari beberapa rekan kerja kami. Karena setiap ada perjalanan ke luar Kota atau luar negeri untuk rapat kerja sama, Regal selalu akhirnya memiliki hubungan percintaan dengan direktur representatifnya. Dan tidak hanya satu atau dua kali skandal yang dibuat oleh Regal. Bahkan dia juga pernah dipergoki sedang berhubungan dengan seorang direktur representatif yang merupakan wanita milik komisaris utama. Hingga mereka lalu menarik saham dari Shine Group."
"Tapi daddy hanya akan membiarkannya begitu saja?"
"Daddy tidak bisa bersikap terlalu keras pada anak itu. Cukup sekali dalam seumur hidup, bagi seorang ayah melihat anaknya menderita. Daddy tidak sanggup melihatnya seperti bertahun-tahun yang lalu."
Caesar diam mendengar suara ayahnya yang mulai serak. Caesar tahu saat ini ayahnya sedang sangat bersedih karena masalah ini.
"Daddy... maafkan aku..."
"Kenapa kamu yang meminta maaf?"
"Seandainya saja aku tidak keluar dari successor, mungkin Shine Group tidak akan menemui masalah seperti itu. Dan seandainya saja enam tahun yang lalu aku-lah yang berada di posisi menjadi korban, bukan Regal...."
"Caesar, semua yang telah terjadi adalah takdir. Jangan berpikir seandainya. Karena jika seandainya ceritanya berbeda, mungkin kita juga tidak akan menjadi tumbuh menjadi seperti sekarang ini. Dan lagi keputusanmu untuk keluar dari successor adalah keinginan yang harus daddy hargai..."
"Dan kali ini.... bisakah daddy juga menghargai keinginanku?"
Eric terdiam menunggu apa yang dikatakan Caesar.
"Aku tidak akan menikahi Yuri apapun alasannya, karena aku memiliki wanita lain yang akan aku nikahi."
"Apakah kamu benar-benar akan menikah dengan Shaila, gadis muslim itu?"
"Aku tidak bisa mengatakannya sekarang. Tapi aku pasti akan memberi tahu daddy."
***
***
--------------------------------------
Halo kawan-kawan,
Terus dukung author dengan selalu baca novel ini dan "GABUNG DI GROUP CHAT AUTHOR"
Jangan lupa juga,
Klik "Favorite ❤️"
Klik "Like 👍🏻"
Klik "Vote Poin"
Follow akun Instagram @raghfa.jie
BACA KARYA NOVEL AUTHOR YANG LAIN,
"GENTLEMAN WITH LOVE"
Terima kasih banyak 🙏
Dukungan kalian sangat luar biasa bagi author.
❤️❤️❤️