I'M Sorry, Wife

I'M Sorry, Wife
[SEASON 2] RENCANA PERNIKAHAN



"Maaf menunggu, anda mengalami keluhan apa?"


"Saya tidak mengalami keluhan apapun. Saya hanya ingin bicara dengan anda, dokter Shaila..."


Shaila tampak bingung dengan ucapan gadis di depannya tersebut.


"Ada yang bisa saya bantu?"


"Ya... Saya ke sini untuk meminta bantuan anda..."


***



***


Sore itu Shaila sudah keluar dari klinik praktik mandirinya dengan berpakian biasa, dia berjalan menuju mobilnya. Dari kejauhan seseorang sedang mengamatinya, namun Shaila tidak menyadarinya.


Shaila memasuki mobilnya dan meletakkan beberapa tas di kursi penumpang di samping kursi kemudi. Sesaat sebelum Shaila menyalakan mobilnya, Shaila melamun sejenak mengingat kejadian beberapa jam yang lalu dia tiba-tiba didatangi seorang gadis bernama Yuri.


Ingatan Shaila berputar kembali pada percakapan Yuri di ruang konsultasi Shaila.


"Nama saya Yuri Weishi. Saya kesini untuk meminta bantuan anda, Nona Shaila....


"Apa yang bisa saya bantu Nona Yuri?"


"Tolong dengarkan saya hingga selesai."


"Umm... apakah saya perlu memberikan rujukan anda ke psikiater?"


"Saya hanya ingin anda mendengarkan saya sampai selesai..."


Yuri sambil mengeluarkan sebuah botol kecil berukuran 100ml dan meletakkan di meja yang ada di hadapan Shaila.


Mata Shaila langsung tertuju pada botol tersebut.


"Ini adalah air keras."


Tangan Shaila gemetar,


"Anda mengancam saya?"


"Tidak.... saya hanya ingin menjamin bahwa anda akan tetap diam mendengarkan saya."


"Sebelumnya apakah saya ada masalah dengan anda?"


Yuri menggeleng,


"Haruskah saya katakan sekali lagi bahwa saya hanya ingin anda tetap diam mendengarkan saya?"


"Baiklah, silahkan bicara."


"Saya akan menceritakan tentang pengalaman saya yang telah mengenal seseorang, sudah lama, lama sekali... Saat pertama kali saya bertemu dengannya, saya melihat wajahnya yang bersinar di hadapan mata saya. Dia sangat baik kepada saya, kelembutan sikapnya menjadikan dia seperti malaikat di mata saya. Saat itu usia saya baru tujuh belas tahun. Saya langsung menyukainya, namun dia tidak pernah melihat saya sebagai seorang wanita. Hingga saat ini saya terus bergelut dengan perasaan yang bertepuk sebelah tangan. Karena di matanya, hanya ada seorang wanita, yaitu anda.... Nona Shaila..."


"Siapa maksud anda?"


"Caesar Shine."


Shaila terkejut mendengar sebuah nama yang disebut Yuri. Selama dia mengenal Caesar, dari sekian banyak nama yang pernah diceritakan Caesar, memang tidak pernah ada nama Yuri yang pernah disebutkan atau hanya sekedar terselip di antara nama orang yang pernah Caesar temui. Lalu mengapa seorang yang bernama Yuri ini sebegitu posesifnya dengan Caesar.


"Lalu apa tujuan anda datang kemari?"


"Saya ingin dia menjadi calon suami saya."


Kalimat yang diucapkan Yuri terdengar lucu di telinga Shaila. Dia heran dengan gadis bernama Yuri ini, apakah dia tidak tahu jika Shaila dan Caesar sudah tidak memiliki hubungan apapun.


"Saya masih tidak mengerti kenapa anda datang kepada saya?"


"Tentu saja karena anda adalah wanita dari orang tersebut."


Shaila cukup memahami situasi yang terjadi saat ini. Gadis yang bernama Yuri ini memang tidak mengenal dekat dengan Caesar. Mungkin saja ada seseorang yang memberi tahunya bahwa Shaila-lah wanita yang saat ini masih mendampingi Caesar. Tapi informan yang memberitahu Shaila masih belum tahu jika Caesar dan Shaila sudah berpisah.


Tampaknya Yuri tidak bergerak sendiri. Ada seseorang yang sedang mengendalikan Yuri, entah siapa itu.


Kali ini Shaila akan tetap bersikap seolah dia masih menjadi kekasih Caesar. Seperti sepengetahuan Yuri.


"Sepertinya saya paham maksud anda. Tapi perlu saya jelaskan bahwa anda salah jika mendatangi saya dengan tujuan untuk memiliki Caesar. Jika memang anda menginginkan dia, maka berjuanglah untuk dirinya, karena saya tidak akan menghalangi usaha anda untuk mendapatkan dia."


Kali ini Yuri yang mendadak heran dengan pernyataan Shaila.


"Anda tidak menyesal jika saya merebut posisi anda?"


"Caesar-lah yang memilih saya, maka saya bisa apa jika dia kelak akan mengganti posisi saya kepada orang lain? Jadi silahkan saja anda berjuang untuk dia."


"Jadi anda hanya mengalah begitu saja?"


"Saya hanya tidak memiliki waktu untuk membuang tenaga berselisih dengan wanita lain demi seorang laki-laki... Itu tidak berguna bagi saya..."


"Bagaimana jika saya ingin meminta bantuan anda, untuk membujuk Caesar agar menerima saya?"


Shaila membisu.


Dia sedang berpikir bagaimana mungkin dia akan membantu Yuri. Hanya dengan mengobrol sebentar dan melihat sikap Yuri saat ini saja, Shaila sudah bisa menilai bahwa Yuri adalah bukan gadis yang baik bagi Caesar. Mana mungkin dia akan membantu Yuri.


"Nona Yuri,... perasaan seseorang tidak bisa dipaksakan. Jika saya bisa melakukan sesuatu, yang bisa saya lakukan hanyalah mengosongkan tempat di sisi Caesar. Untuk selanjutnya, biarkan Caesar yang memilih siapa wanita yang akan berada di sisinya.... Semoga wanita beruntung itu adalah anda..."


Shaila memang tidak bisa menjawab secara langsung bahwa dia tidak bisa membantu Yuri. Karena bagaimanapun juga gadis itu bisa melakukan sesuatu pada Shaila. Karena hanya dilihat sekilas saja sudah tampak jelas bahwa Yuri bukan orang sembarangan.


Bahkan setelah Yuri meninggalkan tempat praktik Shaila. Shaila masih berpikir bisa saja Yuri masih menempatkan orang-orangnya di sekitar Shaila.


Di dalam mobil, Shaila masih tetap melamun dan berpikir bagaimana agar Caesar tidak terseret ke dalam arus yang dibuat Yuri.


------------------------------------


Ponsel Caesar berdering,


Sebuah panggilan masuk dari Shaila.


Pertama kalinya dalam beberapa bulan sejak dia dan Shaila berpisah, Shaila menghubungi Caesar secara langsung. Padahal Caesar tahu biasanya Shaila menghubungi Glenn jika sekedar untuk bertanya kabar.


Tapi kali ini ada hal urgent yang membuat Shaila akhirnya menghubungi Caesar secara langsung.


"Halo... Shaila?"


"Baik... Ada apa?"


"Caesar, langsung saja aku memberi tahumu. Tadi aku kedatangan tamu seorang gadis di tempat praktikku. Dia mengaku bernama Yuri. Apa kamu mengenalnya?"


"Yuri??!! Jadi dia mendatangimu?"


"Ya... dia datang padaku dan memintaku untuk mengalah agar dia bisa menjadikan dirimu sebagai calon suaminya. Dia masih mengira aku adalah kekasihmu. Caesar, aku tidak tahu apa yang terjadi selama beberapa bulan ini, tapi bisakah kamu menjelaskan padaku?"


"Fiuh..." Caesar mendenguskan nafasnya.


"Rupanya Glenn memang belum memberi tahumu..."


"Memberi tahu apa?"


"Seminggu lalu aku datang ke New York untuk menghadiri undangan Regal dalam acara anniversary bersama tunangannya, Yuri..."


"Wait... Jadi dia adalah tunangan Regal?"


"Yaaah... Tepatnya tunangan yang tidak diinginkan Regal. Begitu juga dengan Yuri yang ternyata sudah tidak lagi mencintai Regal, hingga akhirnya dia kembali pada perasaan monyet dia, yang menganggap aku sebagai cinta pertamanya. Dan apa kamu tahu apa yang terjadi?"


"Apa?"


"Pada saat malam harinya pesta berlangsung, mereka membiusku dengan menaburkan obat terlarang pada minumanku, hingga aku baru tersadar keesokan paginya, aku sudah satu kamar dengan Yuri."


"Ya Allah... Sungguh? Astaghfirullah, kamu mengalami hal semacam itu? Dia yang melakukannya?"


"Dia tidak melakukannya sendirian. Tapi juga dibantu oleh keluarganya, dan juga..... Regal."


"Regal? mengapa dia bisa bertindak sekeji itu padamu?"


"Aku pun juga tidak mengerti apa yang ada di dalam pikiran Regal. Tapi yang aku tahu tujuan mereka adalah untuk membatalkan rencana pernikahan dengan menumbalkan aku."


"Apakah mungkin Regal sudah mengetahui keberadaan Rosie?"


"Tidak dia belum tahu. Tapi melihat situasinya seperti ini, aku akan mengurungkan niatku selamanya untuk memberi tahu Regal. Karena Regal tidak pantas untuk Rosie. Dan satu lagi, beberapa hari lalu hakim sudah memutuskan penyerahan hak identitas baru sebagai Rayne Swan."


"Oh iya... kalau masalah itu aku sudah mendengar dari Glenn..."


"Jadi mulai sekarang aku benar-benar ingin membersihkan nama Rosie..."


"Caesar, apakah kamu terpikir sesuatu?"


"Apa?"


"Aku tahu mungkin ini terdengar mengejutkan, tapi aku rasa ini akan efektif untuk mencegahmu harus menikahi Yuri."


"Maksudmu aku harus menikah dengan orang lain? Sebagai tameng agar aku tidak menikah dengan Yuri karena namaku sudah terdaftar sudah menikah..."


"Benar. Aku rasa kamu harus secepatnya melakukan itu. Karena sepertinya Yuri bergerak cepat untuk mendapatkan dirimu dengan segala cara. Tadinya aku pikir pasti ada seseorang yang menjadi pendukung Yuri di belakangnya, tapi ternyata Regal. Mengejutkan sekali...!"


"Tapi aku masih perlu mempertimbangkan opsi lainnya...."


"Tidak. Aku berpikir bahwa dengan kamu menikah dengan seseorang, itu akan jauh lebih efektif untuk menahan dirimu menikah dengan Yuri. Di USA seseorang tidak akan diperbolehkan bercerai jika usia pernikahannya belum mencapai minimal 2 tahun. Itu artinya jika Yuri dan keluarganya tetap bersikeras memaksa keluargamu untuk memintamu bercerai dengan dalih agar bertanggung jawab terhadap Yuri, setidaknya mereka harus minimal menunggu 2 tahun untuk mendapatkan status bisa menikah denganmu. Dan selama 2 tahun itu, aku rasa itu lebih dari cukup untuk memikirkan rencana agar kamu bisa benar-benar menyingkirkan Yuri."


"Jadi begitu? Lalu menurutmu siapa wanita yang bersedia menikah denganku hanya dalam kurun waktu dua tahun? Apakah kamu bisa meluangkan waktumu?"


"Caesar... Maafkan aku, sepertinya kita sudah pernah membahasnya. Aku bukanlah masa depanmu. Kita tidak akan pernah bisa menikah entah itu hanya sekedar sandiwara, apalagi benar-benar menikah. Itu mustahil."


"Jadi kamu memberiku saran menikah dengan orang lain? Kamu pikir siapa wanita yang pantas mendapatkan posisi itu yang seharusnya itu adalah milikmu. Apa kamu pikir aku akan semudah itu menyerahkan status istri kepada orang lain, meski ini hanya pernikahan tameng tanpa cinta?"


"Aku rasa kamu sebenarnya sudah tahu jawabannya. Satu-satunya wanita yang pantas menjadi istrimu saat ini, adalah.... Rosie."


Caesar langsung mematung mendengar Shaila yang langsung menyebut nama Rosie sebagai wanita yang paling memungkinkan untuk dinikahi Caesar saat ini.


"Tidak... aku tidak mau melibatkan dia. Dia sudah cukup banyak menderita berurusan dengan keluarga Shine. Jika aku melibatkannya lagi kali ini, sekali dia kepalang basah maka dia akan terus menyelam dalam masalah keluarga Shine. Sedangkan aku telah menjanjikan padanya bahwa aku akan memberi kebebasan padanya setelah dia pulih sepenuhnya."


Shaila tersenyum mendengar kalimat panjang yang diucapkan Caesar pada dirinya tentang Rosie.


"Mungkin saat ini orang-orang tidak mengenali Rayne, termasuk ayahmu. Namun setidaknya jika kamu tetap memilikinya di sisimu, kamu akan tetap bisa terus melindunginya dari segala rencana licik keluargamu, terutama Regal. Kamu juga tidak bisa menjamin bahwa Regal saat ini tidak mencarinya. Regal memiliki power untuk menyelidiki tentang Rayne dan tidak terlalu sulit bagi Regal untuk mendapatkan identitas Rayne yang sebenarnya. Tapi jika dia statusnya sebagai istrimu, meski pada akhirnya Regal tahu siapa Rayne yang sebenarnya. Dia juga tidak akan bisa melakukan apapun, sama seperti Yuri."


Shaila terus berusaha meyakinkan Caesar untuk menikahi Rosie yang sudah memiliki identitas sebagai Rayne, demi mendapatkan status pernikahan di USA. Karena sejatinya Shaila juga merasa memiliki keuntungan dalam hal ini. Jika Caesar sudah memiliki pendamping, entah itu hanya sekedar pernikahan sementara, Shaila yakin perasaan Caesar akan berubah perlahan. Terlebih lagi jika wanita yang mendampinginya adalah Rayne.


"Caesar.... Aku yakin kamu kelak akan mencintai Rayne... Sebab aku tahu bagaimana perasaanmu padanya. Biasanya rasa kasihan itu sangat mudah tumbuh dan berkembang menjadi rasa cinta."


Caesar tidak menjawab maupun merespon apa yang diucapkan Shaila. Sehingga percakapan mereka sejenak hening, hanya suara nafas Caesar yang terdengar dari seberang panggilan telepon Shaila.


Karena saat ini dada Caesar berdetak dengan sangat cepat, melihat Rayne yang sudah berdiri di depannya dengan jarak 5 meter saling bertatapan.


***



***


---------------------------------------


Halo kawan-kawan,


Terima kasih banyak atas kesetiaan kalian membaca novel ini.


Tidak lupa saya mengajak kalian untuk bergabung dengan "GROUP CHAT AUTHOR" agar kita semakin dekat dan menjalin komunikasi.


Segala informasi dan pemberitahuan novel, update, dan revisi akan saya bahas di Group Chat.


Oh iya, tentu saja SETIAP HARI ADA REWARD berupa KOIN atau POIN dari author atas apresiasi kalian membaca novel ini.


Juga jangan lupa baca karya novel author yang lain ya...


"GENTLEMAN WITH LOVE"


Selalu dukung karya author,


LIKE & FAVORITE


GABUNG GROUP CHAT AUTHOR


FOLLOW IG @raghfa.jie


Dukungan kalian sangat Luar Biasa 👍🏻