
Siang itu Caesar berjalan dengan membawa beberapa dokumen ditangannya yang berisi curiculum vitae dan hasil medical checkup. Langkahnya pelan, sesekali dia melihat blanko dokumen yang dia bawa.
Lalu dia berhenti di depan sebuah ruangan.
Caesar menghela nafas dalam Lalu menghembuskannya dengan sangat panjang sambil memejamkan matanya. Seolah dia sedang berusaha mengeluarkan sesuatu dari dalam dirinya.
Saat Caesar membuka pintu ruangan tersebut, tampak Jodhi sedang berdiri dengan cemas. Melihat Caesar datang, wajah Jodhi langsung terlihat merona bahagia dan buru-buru dia langsung menyiapkan kursi untuk diduduki oleh Caesar.
"Hah... aku khawatir kamu tidak jadi datang... Senior masih istirahat, kamu tunggu di sini dulu. Mana dokumennya, biar aku letakkan di meja mereka."
Jodhi langsung mengadahkan tangannya siap menerima blanko dokumen yang dibawa Caesar, tapi Caesar tampak masih mengamati blanko tersebut seperti sedang melamun sesuatu.
"Ehem..." Jodhi mendehem menyadarkan Caesar yang terlihat melamun.
"Caesar... apa kamu baik-baik saja?" Jodhi sambil menepuk salah satu bahu Caesar.
Caesar hanya mengangguk tersenyum. Tapi dia tidak langsung menyerahkan blanko tersebut. Caesar seolah masih ragu-ragu dengan keputusannya saat ini. Apakah langkah yang ia ambil saat ini untuk meninggalkan Rosie di Massachusetts adalah keputusan yang tepat demi melindungi Rosie...
***
***
Caesar duduk di kursi panjang yang tersedia di koridor depan ruang perawatan. Dia membungkukkan badannya sambil menangkupkan kedua telapak tangannya menutupi wajahnya. Terlihat sekali bahwa Caesar sedang memikirkan banyak hal yang membuat otaknya terasa berdenyut.
"Tuan Caesar..."
Caesar sempat dikejutkan dengan suara seseorang yang tiba-tiba sudah berada di dekatnya menyebut namanya.
"Oh... Pak Gunawan... Kenapa bisa tahu saya ada di sini?"
"Saya mencari anda ke mana-mana..." Ucap Gunawan lirih.
"Ada apa pak? Apakah Rosie baik-baik saja?" Caesar tampak serius.
"Rosie baik-baik saja, dokter sudah menganjurkan untuk mengganti perban dengan yang lebih tipis. Kata dokter mungkin sekitar satu atau dua bulan lagi Rosie bisa keluar dari rumah sakit..."
"Itu kabar yang sangat bagus. Dokter Jeanette belum mengatakan pada saya. Tapi saya sangat senang..." Caesar tampak sumringah.
Namun Caesar justru melihat Gunawan tampak murung, seperti sedang memendam sesuatu dan sangat ingin diungkapkan kepada Caesar.
"Ada apa pak? Sepertinya ada sesuatu yang ingin bapak sampaikan kepada saya?" Tanya Caesar dengan penasaran.
"Sebenarnya saya mungkin tidak pantas mengatakan ini, tapi.... saya akan menebus semuanya. Biarkan saya saja yang menebusnya meski harus menghabiskan sisa hidup saya..."
"Menebus? Ini tentang apa?" Caesar semakin bingung dengan ucapan Gunawan.
"Setelah Rosie sembuh... Tolong biarkan kami kembali ke Surabaya..." Gunawan tampak ragu-ragu mengatakannya.
Caesar langsung mengerti maksud Gunawan. Saat ini Gunawan sedang memastikan Caesar untuk menepati janji Caesar bahwa ia akan melepaskan Rosie setelah semua operasi ini selesai dan Rosie benar-benar telah menjadi individu yang berbeda dan identitas yang berbeda.
"Tuan Caesar mengatakan bahwa pernikahan itu sebenarnya tidak ada, anda hanya mengatakan untuk meminjam identitas Rayne saja... Jadi saya pikir, bagaimana jika membiarkan Rosie untuk kembali ke Surabaya..."
Caesar belum bisa menjawab apa-apa. Dia hanya mendengarkan dan menatap wajah Gunawan yang tampaknya sangat gugup karena memberanikan diri mengatakan hal tersebut kepadanya. Sepertinya Gunawan sangat berharap Rosie bisa terbebas dari keterlibatan kemelut permasalahan keluarganya.
Caesar semakin merasa bersalah dan tersudut dengan pikirannya sendiri. Jika mengingat bahwa saat ini Rosie sedang dalam target pencarian Regal. Gunawan tidak tahu akan hal itu. Caesar sangat bisa membayangkan jika Gunawan mendengarnya, maka ia akan kembali dihadapkan dalam ketakutan dan kekhawatiran, mungkin juga merasa sangat down.
Ayah mana yang akan mampu bertahan dalam kekuatannya jika ia harus melihat putri semata wayangnya yang selama ini ia lindungi, dan sekarang akan berurusan kembali dengan seseorang yang telah menyebabkan putrinya menjadi seorang difabel seperti sekarang ini.
"Hhmm...." Caesar menghela nafas lalu menghembuskan kembali sambil memaksa bibirnya tersenyum.
Caesar mencoba berpikir cepat untuk menyusun alasan yang tepat.
"Perlu waktu Pak... Untuk saat ini, Rosie masih harus terus dikontrol... Mungkin sekitar satu tahunan dia harus tetap dalam pengontrolan kami. Karena dokter di sini tidak akan bisa bertanggung jawab jika sampai risiko-risiko terkait kondisi Rosie jika anda jauh dari sini. Jadi saya sarankan anda tetap di sini." Jelas Caesar.
Gunawan sedikit kecewa mendengar penjelasan Caesar. Sebenarnya ia sangat tidak sabar ingin cepat menghindarkan Rosie dari keluarga Shine. Dia tak bermaksud tidak tahu diri. Karena dia hanya ingin Rosie kembali menjalani hidup bebas, dan biarkan Gunawan yang akan membayar semua budi baik keluarga Shine selama ini.
Caesar mengangguk dengan mantap untuk meyakinkan Gunawan.
"Pak Gunawan tenang saja, saya juga akan tetap menjaga nama baik Rosie. Saya menikah dengan Rayne, bukan dengan Rosie. Jadi anda tidak perlu khawatir..." Caesar mencoba menenangkan Gunawan.
Gunawan mengangguk percaya terhadap Caesar.
"Dan lagi... mungkin dalam waktu dekat saya akan pergi..."
"P-pergi? Ke mana?" Gunawan tampak terkejut dengan pernyataan Caesar.
"Afrika... Di sana saya diminta untuk menjadi relawan WHO sebagai dokter yang mengabdi di wilayah kritis... Kalau internship saya bisa selesai lebih cepat dari jadwal. Maka keberangkatan saya sepertinya juga akan dipercepat. Kemungkinan besar saya akan berangkat sebelum Rosie keluar dari rumah sakit..."
"Lalu... bagaimana dengan kami?" Gunawan tampak sangat cemas.
"Tenang saja, saya tidak akan lepas tanggung jawab. Saya akan tetap berkoordinasi dengan para dokter penanggung jawab Rosie. Jika di rumah, saya akan serahkan semuanya pada Glenn..."
Gunawan terdiam. Entah mengapa ia sedikit merasa bersalah. Yang ada dalam pikiran Gunawan, seharusnya Caesar membiarkannya pergi, bukan malah Caesar yang pergi. Gunawan tahu Caesar hanya menggunakan Rosie sebagai tirani. Dia adalah pria yang akan menepati janjinya untuk tidak memanfaatkan situasi Rosie saat ini. Bahkan sekalipun ia telah berjanji hanya untuk meminjam identitas Rayne. Tapi secara logika Rayne dan Rosie adalah satu orang yang sama, tapi Caesar menepati janjinya untuk tidak menuntut Rosie sebagai wanita yang ia nikahi.
"Apakah itu karena kami? Tuan akan pergi ke Afrika?" Tanya Gunawan dengan sedikit tergagap.
Caesar menggeleng dan sejenak memejamkan matanya.
"Tidak... aku yang memang akan pergi. Aku memang harus menjalani masa pengabdian agar aku mendapat sertifikat legalitas dari ikatan dokter internasional..." Caesar menjelaskan dengan nada suara yang tenang.
Terdengar desahan nafas lega Gunawan. Karena ia baru saja berasumsi bahwa kepergian Caesar karena dirinya.
Caesar berbohong lagi. Meski semua yang ia lakukan adalah demi kebaikan Rosie dan Gunawan, tapi ia terlalu banyak berbohong kepada Rosie dan ayahnya untuk menutupi permasalahan yang sebenarnya. Dan mungkin besok ia pun akan terpaksa berbohong lagi.
"Saat kita memutuskan untuk membuat sebuah kebohongan, maka kita akan terus menciptakan kebohongan-kebohongan yang lain untuk menutupi kebohongan sebelumnya. Sampai kita akan lupa bagaimana cara untuk mengatakan kejujuran yang sebenarnya."
Caesar memejamkan mata sambil membatin ucapan maaf kepada Gunawan dan Rosie yang telah berkali-kali ia bohongi.
***
***
**Halo kawan-kawan,
Terima kasih banyak atas kesetiaan kalian membaca novel ini.
Tidak lupa saya mengajak kalian untuk bergabung dengan "GROUP CHAT AUTHOR" agar kita semakin dekat dan menjalin komunikasi.
Segala informasi dan pemberitahuan novel, update, dan revisi akan saya bahas di Group Chat.
Oh iya, tentu saja SETIAP HARI ADA REWARD berupa KOIN atau POIN dari author atas apresiasi kalian membaca novel ini.
Juga jangan lupa baca karya novel author yang lain ya...
- Klik profil Author
- Lalu klik Karya
- Pilih judul novel
Selalu dukung karya author,
LIKE & FAVORITE
GABUNG GROUP CHAT AUTHOR
FOLLOW IG @raghfa.jie
Dukungan kalian sangat Luar Biasa 👍🏻**