
**Terimakasih membaca novel ini,
Kali ini saya mengajak pembaca untuk bergabung dengan "GROUP CHAT AUTHOR".
Agar kita semakin dekat dan menjalin komunikasi.
Segala informasi dan pemberitahuan novel, update, dan revisi akan saya bahas di Group Chat.
SETIAP HARI ADA REWARD berupa KOIN atau POIN dari author atas apresiasi kalian membaca novel karya author.
Terima kasih,
Selamat membaca**...
-------------------------------------
"Kali ini.... bisakah daddy juga menghargai keinginanku?"
Eric terdiam menunggu apa yang dikatakan Caesar.
"Aku tidak akan menikahi Yuri apapun alasannya, karena aku memiliki wanita lain yang akan aku nikahi."
"Apakah kamu benar-benar akan menikah dengan Shaila, gadis muslim itu?"
"Aku tidak bisa mengatakannya sekarang. Tapi aku pasti akan memberi tahu daddy."
***
***
Di Kediaman keluarga Weishi,
Tuan dan Nyonya Weishi mengobrol di ruang tengah untuk membahas rencana pertemuan mereka dengan Eric terkait pertunangan Regal dan Yuri. Keinginan mereka yang sebenarnya adalah untuk membatalkan pertunangan Yuri dengan Regal. Sebagai gantinya, mereka akan meminta Caesar yang menjadi tunangan Yuri.
"Apakah kamu yakin Eric akan menerima usulan dari kita?" Tanya Nyonya Weishi.
"Siapa yang akan tahu jika belum mencoba? Tapi coba tanyakan lagi kepada putrimu itu, apakah keputusan dia memang benar-benar sudah bulat untuk membatalkan pertunangannya dengan Regal lalu meminta Caesar untuk bertanggung jawab? Jika kita melepaskan Regal, artinya kita akan kehilangan kesempatan untuk memiliki Regal, pewaris tunggal Shine Group, sebagai calon menantu kita. Dan kita tidak lagi memiliki kesempatan untuk bisa menjadi bagian dari Shine Group. Karena Caesar bukan lagi successor Shine Group." Tuan Weishi mencoba meyakinkan istrinya.
"Tapi anak kita lebih mencintai Caesar dibandingkan dengan Regal. Dan aku rasa, Caesar memang sangat jauh lebih baik daripada Regal. Siapa yang bersedia punya menantu yang pernah memiliki gangguan mental seperti dia, bahkan saat ini dia sudah dikenal playboy. Orang tua mana yang akan sanggup melihat putrinya nanti tidak bahagia karena suaminya tukang selingkuh. Apa kamu tidak ingat, ketika tahun pertama pertama Yuri bertunangan dengan Regal, dia berapa kali menangis karena memergoki Regal memiliki skandal bersama wanita lain. Jika bukan karena Regal adalah successor Shine Group, dia sama sekali tidak memenuhi kriteria sebagai calon suami untuk Yuri."
"Ya... aku setuju denganmu istriku. Secara personal Caesar memang sempurna untuk menjadi suami bagi Yuri. Andai saja dia masih sebagai successor Shine Group. Kalau Eric dan Nana masih bisa kita atur, tapi bagaimana dengan Caesar sendiri? Apakah dia kira-kira mau menikah dengan Yuri yang merupakan mantan tunangan adiknya?"
"Aku sudah memikirkannya, mama... papa... aku dan Regal sudah memikirkan caranya..." Yuri tiba-tiba menimpali sambil menuruni anak tangga lalu bergabung dengan kedua orang tuanya di ruang tengah.
"Apa yang kalian berdua pikirkan, Yuri?" Tanya Tuan Weishi
Yuri kemudian duduk di dekat ibunya dan mulai menjelaskan rencana dari hasil kesepakatannya dengan Regal, kepada orang tuanya.
"Dari informasi yang diberikan Regal, Caesar tidak benar-benar seseorang yang introvert. Dia memiliki seseorang yang paling dekat dengannya, seorang wanita muslim bernama Shaila. Dia adalah senior Caesar sejak di sekolah menengah sampai kemudian dia menjadi orang yang paling dekat dengan Caesar. Bahkan menurut Regal, tujuan Caesar tinggal di Amerika juga karena Shaila menempuh studi di Harvard. Agar dia bisa terus bersama dengan Shaila."
"Shaila itu orang mana?"
"Dia asalnya dari Malaysia. Tapi dia sudah lama tinggal di Singapore. Regal sempat menanyakan tentang Shaila pada Caesar, lalu Caesar mengatakan belakangan ini Shaila kembali berada di Johor Bahru."
"Dia anak seorang pengusaha? diplomat?"
"Dia berasal dari keluarga dokter. Ayah ibunya dokter, tapi sejak pindah ke Singapore, ibunya sudah melepas profesi dokternya. Sedangkan ayahnya menjadi dokter spesialis. Aku kurang tahu orang tuanya bekerja di mana. Tapi aku dan Regal sudah menyuruh orang untuk menyelidikinya."
"Menyelidiki untuk apa?" Tuan Weishi mulai terkejut.
"Kamu jangan bertindak aneh-aneh Yuri, apalagi hasil otak dari Regal. Jangan sampai ada rencana tindakan yang berbau kriminal. Mama tidak mau kamu berurusan dengan hukum" Nyonya Weishi semakin mumpeejelas.
Mendengar ucapan ibunya, Yuri menelan ludah. Menyinggung soal tindakan yang melanggar hukum, Yuri baru ingat. Jika orang tuanya masih berpikir bahwa Caesar juga murni karena mabuk alkohol. Kalau mereka sampai tahu Regal dan Shaila memasukkan obat terlarang pada minuman yang diminum Caesar yang diberikan Regal, orang tua Yuri pasti akan marah besar.
"Hmm... mama dan papa tenang saja, aku hanya akan menyelidiki saja tentang Shaila, tidak akan lebih dari itu... apalagi sampai melakukan tindakan yang berbau kriminal..."
"Sejak awal mama ingin menolak perjodohan ini karena ternyata yang dijodohkan Eric dengan kamu adalah Regal. Dia anak yang tidak sopan, arogan, bahkan dia juga pernah menjadi gila."
"Dia itu tidak gila, ma... Dia hanya depresi yang sangat akut hingga mengalami Skizofrenia."
"Ya itu Skizofrenia kan gila... Bahkan dia juga pernah dirumahkan selama dua tahun. Awalnya mama kira dia akan sembuh dan berubah menjadi orang yang memiliki harapan untuk menjadi orang baik dan sukses karena bagaimanapun juga dia adalah putra dari Eric Shine. Tapi ternyata dia semakin menjadi orang yang tidak waras dengan suka bermain wanita, arogan, dan psikopat."
"Dia tidak sampai psikopat ma..! Dan dia juga seperti itu karena dia mengalami trauma, ma... Dia juga tidak mengalami gangguan mental seperti itu sejak lahir. Sekali lagi itu murni karena dia pernah mengalami trauma."
"Kenapa kamu malah membela dia. Jangan katakan kamu sudah memiliki perasaan terhadapnya. Ingat Yuri, bagaimana nasib kamu memiliki suami seperti dia. Bagaimana dengan anak-anakmu nanti? Bisa saja nanti beberapa tahun lagi atau mungkin besok tiba-tiba akan ada wanita yang datang padamu untuk meminta pertanggung jawaban Regal sambil membawa bayi hasil hubungan gelap mereka."
Nyonya Weishi semakin meluapkan kebenciannya pada Regal. Yuri tahu ibunya selalu emosi jika sedang membahas kelakuan Regal. Namun kali ini Yuri berusaha membela Regal karena bagaimanapun juga Regal sudah membantunya untuk mendapatkan Caesar.
"Ma...! Sudah cukup! Yuri akan semakin tertekan dengan ucapan kamu yang terus memprovokasinya. Saat ini kita sudah tahap untuk memikirkan penyelesaian dalam membatalkan pertunangan Yuri dan Regal. Tinggal kita pikirkan agar Caesar mau menerima Yuri."
Tuan Weishi meninggikan suaranya. Sebenarnya dia pun juga tertekan dengan sikap istrinya yang terus melontarkan ucapan kasar. Semakin sering Nyonya Weishi mengumpat Regal, semakin membuat Tuan Weishi tertekan.
Sesaat setelah Tuan Weishi meninggikan suaranya, istrinya jadi mulai melunak. Dia mengunci rapat mulutnya dan menghentikan melontarkan kalimat umpatan tentang Regal.
"Sekarang tenang.... Aku tahu kamu sangat kesal dan membencinya. Tapi sekarang ini dia juga sudah setuju untuk membatalkan perjodohan ini. Jadi jangan semakin memperkeruh keadaan."
Tuan Weishi mulai merendahkan suaranya setelah melihat istrinya tenang. Lalu Tuan Weishi meneruskan ucapannya.
"Sekarang biarkan Yuri mengatakan apa rencana selanjutnya setelah menyelidiki Shaila, apa yang akan kita lakukan?"
"Jadi begini papa, tujuan aku menyuruh orang untuk menyelidikinya agar aku bisa mendapatkan informasi tentang Shaila. Lalu aku akan menemuinya. Mungkin aku akan bicara baik-baik dengannya agar dia mau membujuk Caesar agar bertanggung jawab kepadaku."
"Jika dia tidak mau..... apakah boleh jika kita mengancamnya? Mungkin dengan menculiknya lalu menyandera dia sampai kita bisa mencapai negosiasi dengan Caesar."
"Sudah kuduga.... Rencana hasil dari orang berotak psikopat memang seperti itu!" Nyonya Weishi kembali emosi mendengar penjelasan Yuri tentang rencana penculikan Shaila.
"Tidak boleh Yuri! Kita ini memiliki nama baik keluarga. Jika sampai tersebar berita tentang penculikan yang dilakukan oleh keluarga Weishi, perusahaan kita akan anjlok karena nama yang terlanjur tercemar akibat tindakan kriminal yang kamu lakukan. Tidak, papa tidak setuju."
"Lalu bagaimana, pa? Shaila dan Caesar menjalani hubungan mereka selama bertahun-tahun, mereka pasti sudah saling memiliki satu sama lain. Jadi mungkin akan sulit jika Shaila diminta untuk berpisah baik-baik dengan Caesar. Begitu juga dengan Caesar."
"Pasti ada cara lain untuk memaksa Caesar selain melakukan tindakan kriminal. Kita akan pikirkan itu sebelum kita menemui keluarga Shine."
---------------------------------
Hari berikutnya,
Hari ini sudah seminggu dari setelah Rosie membuka matanya setelah operasi. Dokter Jeanette bersama dengan beberapa dokter lainnya melakukan penggantian perban yang menyelimuti wajah Rosie. Caesar menyempatkan waktunya untuk mendampingi Rosie dan terus berada di samping Rosie.
Dokter Jeanette menjelaskan kepada Caesar bahwa dalam beberapa hari ini, jaringan kulit yang ditransplantasikan ke wajah Rosie mulai membentuk lapisan jaringan tissue yang artinya jaringan kulit Rayne mulai menyatu dengan jaringan wajah Rosie.
Dari hasil pemeriksaan, luka di wajah Rosie juga tidak menunjukkan adanya gejala infeksi sejak terhitung dia menjalani pasca operasi tujuh hari yang lalu. Namun Rosie tetap harus terus mengkonsumsi obat-obatan untuk mempercepat penyatuan jaringan kulitnya lebih sempurna.
Karena bekas jahitan di sambungan kulit wajah Rosie sudah mulai mengering sempurna tanpa adanya jaringan parut yang terlihat. Sehingga di hasil jahitan penyatuan jaringan kulit Rosie, terlihat tampak halus dan tidak seperti adanya sambungan kulit.
Dokter Jeanette juga sangat takjub dengan kepatuhan dan kegigihan Rosie untuk sembuh. Setiap saran treatment yang diberikan oleh dokter Jeanette dan juga dokter- dokter lainnya yang terlibat dalam operasinya, Rosie selalu patuh dalam menjalani treatmentnya.
"Asalkan Rosie selalu patuh seperti ini, aku rasa dia juga akan sembuh dengan cepat. Dalam satu minggu ini saja dia sudah menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Selain memang jaringan kulit Rosie sangat sehat, apalagi usianya yang masih 21 tahun, dan jaringan kulit milik Rayne yang juga merupakan jaringan kulit remaja 19 tahun, itu merupakan kombinasi yang sempurna. Semoga saja akan terus seperti ini, mungkin belum sampai dua bulan dia sudah bisa pulih sepenuhnya."
Mendengar kabar baik dari dokter Jeanette dan tim dokternya yang menjelaskan kondisi Rosie membuat Caesar sangat senang.
"Sekarang Rosie sudah mulai menggerakkan bibirnya, dan perlahan rahangnya. Berlatihlah sedikit demi sedikit bergerak untuk berbicara, tapi jangan digunakan untuk mengunyah dulu. Karena jaringan tisu pada bagian pipi masih sangat tipis, karena baru seminggu terjadi penyatuan."
"Terima kasih dokter..." Caesar mengucapkan terima kasih kepada dokter Jeanette dengan ekspresi yang sangat senang.
"Hmm... tampaknya kamu gembira sekali ya Caesar... Tentu saja karena ini berkat kerja kerasmu juga." Dokter Jeanette memuji Caesar.
Hari ini memang merupakan hari yang menyenangkan bagi Caesar. Karena selain Rosie menunjukkan perkembangan luar biasa dengan pemulihan yang cepat. Hari ini Caesar juga menghadiri persidangan untuk pengalihan identitas Rosie menjadi Rayne.
Pihak welfare house yang dengan sangat bahagia menyambut keputusan hakim atas penyerahan identitas Rayne Swan kepada Rosie Gunawan. Tidak hanya penyematan nama saja, namun juga riwayat kelahiran, pendidikan, dan nama keluarga. Kini Rosie sepenuhnya memiliki riwayat hidup milik Rayne Swan dan menjalani masa depan sebagai Rayne Swan.
---------------------------------
Tiga hari kemudian,
Di sebuah klinik praktik mandiri di Johor Bahru,
"Pasien nomor 12, silahkan masuk ke ruangan konsultasi dokter..." seorang perawat memanggil urutan pasien yang sedang berjajar duduk antri di ruang tunggu.
Di beberapa pasien yang sedang duduk di ruang tunggu tersebut. Ada seorang wanita yang merasa menjadi pasien nomor 12 yang kemudian berdiri dan berjalan masuk menuju ke ruangan konsultasi dokter.
Di dalam ruang konsultasi tersebut, Shaila sedang mencuci tangan di wastafel untuk bersiap memeriksa pasien. Lalu menemui pasien wanita tersebut yang sudah duduk di depan meja konsultasinya.
"Maaf menunggu, anda mengalami keluhan apa?"
"Saya tidak mengalami keluhan apapun. Saya hanya ingin bicara dengan anda, dokter Shaila..."
Shaila tampak bingung dengan ucapan gadis di depannya tersebut.
"Ada yang bisa saya bantu?"
"Ya... Saya ke sini untuk meminta bantuan anda..."
***
***
------------------------------------
**Halo kawan-kawan,
Terima kasih banyak atas kesetiaan kalian membaca novel ini.
Tidak lupa saya mengajak kalian untuk bergabung dengan "GROUP CHAT AUTHOR" agar kita semakin dekat dan menjalin komunikasi.
Segala informasi dan pemberitahuan novel, update, dan revisi akan saya bahas di Group Chat.
Oh iya, tentu saja SETIAP HARI ADA REWARD berupa KOIN atau POIN dari author atas apresiasi kalian membaca novel karya author.
Juga jangan lupa baca karya novel author yang lain ya...
"GENTLEMAN WITH LOVE"
Jangan lupa;
LIKE & FAVORITE
GABUNG GROUP CHAT AUTHOR
FOLLOW IG @raghfa.jie
Dukungan kalian sangat Luar Biasa 👍🏻**