
Regal sudah tampak rapi dengan setelan kemeja putih polos dengan aksen embroidery salur di sepasang kerahnya dan celana warna hitam charcoal yang sudah rapi dengan ikat pinggang gesper sederhana. Regal sedang berdiri di depan kaca, sedangkan Mimi membawakan dasi bermotif salur dan jas berwarna hitam charcoal senada dengan celana yang dipakai Regal.
"Apakah nanti malam mau ku temani lagi?" Mimi bertanya dengan moleknya sambil memasangkan dasi di leher Regal.
Regal tampak fokus menatap dirinya di depan cermin. Dia sama sekali tidak mengindahkan pertanyaan Mimi.
Mimi melihat mata Regal yang tampak kosong menatap cermin. Dia tahu saat ini Regal sedang memikirkan banyak hal. Mimi langsung diam tanpa banyak bertanya untuk tidak semakin memperkeruh emosi Regal.
***
***
Tuut... Tuut...
Mimi melihat ada sebuah panggilan video di ponselnya Regal.
"Ada panggilan video..." ucap Mimi sambil membenahi jas Regal.
"Tolong ambilkan ponselku." pinta Regal dengan wajah datar.
Tanpa bertanya lagi Mimi langsung bergerak melangkahkan kakinya menuju meja kabinet dj dekat tempat tidur. Mimi sempat melihat sebuah nomor asing yang menghubungi Regal.
"Ada nomor asing yang menghubungimu..." Mimi sedikit mengeraskan suaranya agar Regal yang berada di ruang fitting bisa mendengar suaranya.
Tidak berapa lama Regal keluar dari ruang fitting,
"Mana ponselku..." Regal sambil menyamankan tubuhnya duduk di sofa.
"Baik..." Mimi dengan patuh menuruti Regal untuk menyerahkan ponselnya.
Sesaat setelah Mimi menyerahkan ponsel, Regal langsung menerima panggilan video tersebut dan meletakkan ponselnya di meja depan sofa tempat ia duduk. Tampak dua orang laki-laki duduk berdampingan yang sedang melakukan video call dengan Regal.
"Apakah ada info menarik yang kalian dapatkan?"
"Silahkan anda cek email, Tuan... Kami sudah mengirim surel yang berisi beberapa berkas dan foto."
"Oke..." Regal sambil memberi isyarat kepada Mimi untuk mengambilkan macbook-nya.
Mimi langsung sigap bergerak menuju ruang kerja Regal dan mengambilkan macbook Regal.
Sesaat setelah macbook-nya sudah diletakkan Mimi di depannya, Regal langsung memeriksa surel email yang masuk ke inbox-nya, yang baru saja dikirimkan kepadanya oleh kedua orang bawahannya yang saat ini sedang berada di Massachusetts, Amerika Serikat untuk menyelidiki informasi tentang Rayne atas perintah Regal.
Dengan seksama Regal membaca setiap poin yang tertulis di dokumen yang ada dalam surel tersebut. Ekspresi Regal yang sejak tadi serius, langsung berubah. Regal tampak tersenyum melihat isi dokumen tersebut. Seperti seseorang yang sedang merasakan kepuasan.
"Jadi... ini informasi yang kalian dapatkan..."
"Ya... itu adalah semua informasi yang kami hack dari database welfare house tempat Rayne dibesarkan."
"Jadi memang Rayne hanyalah sebuah boneka. Hmm... Caesar sampai repot-repot begini hanya untuk menghindari perjodohan." ucap Regal dengan senyum sinis dengan sedikit merasa senang.
"Saat itu kami menyamar dan berhasil membujuk seorang anak dari Welfare house untuk berbicara tentang Rayne. Dan dari hasil pembicaraan kami dengan anak tersebut, dia mengatakan Rayne saat ini tidak lagi berada di panti tersebut sejak Rayne menjalani operasi terakhir kalinya di Massachusetts Hospital..."
"Operasi apa dia?" Tanya Regal.
"Anak itu tidak banyak tahu tentang penyakit Rayne, dia hanya menyebut Rayne mengalami kelainan jantung. Tapi dia mengatakan bahwa sejak dia berada di sana, setahu dia Rayne memang adalah gadis yang paling lemah dan sakit-sakitan. Bahkan ini sudah kesekian kalinya dia menjalani operasi."
"Jadi rupanya saat gadis itu menjalani operasi dia kemudian bertemu dengan Caesar dan Shaila. Lalu dia dibayar untuk menjadi tameng oleh Caesar. Beruntung sekali nasibnya, dia hanya seorang gadis panti asuhan yang cacat lalu nasibnya berubah karena Caesar." Regal berbicara sendiri untuk menyimpulkan asumsinya.
"Hanya saja... saat saya menyelidiki ke rumah sakit. Saya sedikit menemukan kejanggalan..." salah satu agen mata-mata Regal yang sejak tadi diam akhirnya membuka mulut.
Tatapan mata Regal langsung menajam ke arah salah satu bawahannya yang baru saja melontarkan kalimat yang membuat Regal tertarik.
"Dari foto terakhir yang kami lihat di data welfare tersebut, saya belum bisa menemukan pasien di ruang perawatan bedah jantung yang identik dengan Rayne. Saya sudah memeriksa dengan seksama satu persatu nama pasien di departemen tersebut. Tapi tidak ada pasien bernama Rayne Swan."
Regal menyipitkan matanya mendengar penjelasan janggal yang diucapkan salah satu orang suruhannya. Dia sedang berpikir kembali mencoba menerka dan membuat asumsi baru. Rasa penasarannya semakin besar terhadap gadis yang bernama Rayne ini. Sepertinya bukan tanpa alasan Caesar tiba-tiba memilih Rayne, bahkan Shaila juga seolah berusaha menutup-nutupi dan melindungi Rayne.
Mimi melihat raut yang sangat serius di wajah Regal. Dia paham Regal memang orang yang selalu serius. Tapi kali ini, dia sangat tak tersentuh. Bahkan untuk sekedar menyentuh saja Mimi tidak berani.
Mimi perlahan sedikit melihat beberapa dokumen yang ditampilkan di layar macbook di depan Regal. Tampak sebuah foto gadis berwajah asing. Mimi bisa menebak bahwa gadis yang ada di foto itu adalah gadis yang sedang dibicarakan Regal dengan dua orang bawahan Regal yang ada dalam panggilan video tersebut.
"Jadi gadis itu yang mereka bicarakan? Beruntung sekali dia dinikahi kakaknya Regal... Orang-orang itu bahkan mengatakan gadis itu penyakitan, kakaknya Regal malah tetap menikahinya, demi menolak menikahi Yuri." Mimi berbicara dalam hati.
Sebenarnya saat ini ia merasa iri dengan gadis bernama Rayne yang berkali-kali ia dengar saat ini dari percakapan Regal dan dua orang tersebut. Mimi menyadari selama ini meski ia berusaha keras membujuk Regal dan melakukan usaha terbaiknya, ia tak akan pernah menjadi satu-satunya kekasih Regal. Bahkan Mimi juga tidak pernah menunjukkan adanya perasaan terhadap wanita manapun, termasuk dirinya. Meski Regal sudah berkali-kali tidur dengannya.
Tapi gadis bernama Rayne ini, dia malah beruntung dinikahi Caesar. Padahal kedua bawahan Regal tersebut mengatakan bahwa gadis itu memiliki kelainan jantung sejak kecil, dan disebut-sebut sebagai memiliki kondisi fisik yang sangat lemah.
Mimi justru memiliki penilaian lain terhadap Caesar.
Mimi memang tidak pernah bertemu dengan Caesar. Tapi Mimi pernah mendengar dari Regal bahwa Caesar adalah orang yang telah membuat Regal menjadi seperti sekarang ini, entah apa maksudnya Mimi tidak pernah mendapatkan penjelasan lengkap dari Regal. Tapi yang pernah didengar oleh Mimi, Yuri juga menyukai Caesar. Menurut anggapan Mimi, mungkin itulah alasannya mengapa Regal dan Yuri tidak jadi menikah. Kesimpulan Mimi bahwa sekarang ini Regal merasa sedikit dendam terhadap Caesar karena hal tersebut.
"Terus cari informasi tentang gadis bernama Rayne. Tadinya aku pikir Rayne hanya gadis random. Tapi sepertinya tidak se-sederhana itu. Meski hanya baru satu kejanggalan, tapi aku yakin jika kita menggali jauh lebih dalam lagi, kemungkinan ada sesuatu yang menarik dari gadis ini." Regal menatap fokus tajam ke arah foto Rayne.
Mimi melihat antusias di wajah Regal, seperti sangat bersemangat untuk mencari informasi tentang gadis bernama Rayne. Padahal dia tidak pernah melihat Regal se-antusias itu pada seorang gadis.
"Sementara kalian terus mencari tahu di sana, aku akan ke Massachusetts menemui Caesar untuk memberi kejutan padanya. Dengan kedatanganku ke sana, aku akan membuat alibi bahwa aku sedang bergerak mencari tahu tentang Rayne. Agar dia berpikir kalau aku baru melakukan pergerakan untuk mencari tahu tentang Rayne. Aku akan pura-pura menyelidiki sendiri dan mencari informasi tentang Rayne..."
"Baik... kami akan menghubungi anda hanya jika anda melakukan panggilan terlebih dulu pada kami." ucap salah satu bawahan Regal.
"Ya...." Regal sambil menganggukkan kepalanya tanda ia bahwa ia sependapat dengan bawahannya tersebut.
Panggilan video itu berakhir. Namun Regal masih menatap satu demi satu dokumen yang masih tertampil di layar LCD macbook-nya. Sesaat Regal menyadari seseorang yang sejak tadi di belakangnya sedang menyimak percakapannya dan saat ini bahkan masih turut berdiri di belakangnya sambil seolah membaca dokumen yang dia lihat.
"Apa kamu begitu sangat ingin tahu?" ucap Regal tanpa menoleh pada Mimi yang masih berdiri di belakangnya.
"Ah... aku hanya penasaran..." jawab Mimi dengan suara tergagap.
Mimi segera beranjak melangkah pergi dari tempatnya berdiri karena ia sadar Regal tidak menyukai tindakannya saat ini.
Baru saja Mimi membalikkan badannya.
"Kalau kamu bersedia, besok kamu ikut aku ke Massachusetts." Ucap Regal secara tiba-tiba.
Mimi langsung membelalakkan matanya.
"Sungguh? Kamu mau mengajakku pergi?" Wajah Mimi terlihat berbinar mendengar kalimat mengejutkan dari Regal.
Mendengar Mimi yang tampak sangat senang, Regal jadi memiliki ide spontan untuk tidak menyia-nyiakan kesediaan Mimi.
"Asalkan kamu mau membantuku." Regal sambil menoleh ke belakang menghadap Mimi.
"Bantu apa?" Tanya Mimi dengan ekspresi yang perlahan berubah agak cemas.
"Tentu saja, mengambil peran untuk menggali informasi tentang Rayne. Kamu pikir aku akan mengajakmu liburan seperti layaknya sepasang kekasih yang sedang berbulan madu?" Jawab Regal dengan sedikit terkekeh.
"Apa??! Kamu mau aku jadi apa?" Wajah Mimi tampak penuh tanda tanya.
Mimi masih tidak mengerti apa yang ingin Regal lakukan terhadapnya demi mengambil peran seperti yang diinginkan Regal.
Tapi satu hal yang setidaknya membuat Mimi sedikit senang. Dia bisa bertemu sosok kakaknya Regal yang bernama Caesar, yang selama ini membuat Mimi sangat penasaran.
***
***
------------------------------------------
**Halo kawan-kawan,
Terima kasih banyak atas kesetiaan kalian membaca novel ini.
Tidak lupa saya mengajak kalian untuk bergabung dengan "GROUP CHAT AUTHOR" agar kita semakin dekat dan menjalin komunikasi.
Segala informasi dan pemberitahuan novel, update, dan revisi akan saya bahas di Group Chat.
Oh iya, tentu saja SETIAP HARI ADA REWARD berupa KOIN atau POIN dari author atas apresiasi kalian membaca novel ini.
Juga jangan lupa baca karya novel author yang lain ya...
- Klik profil Author
- Lalu klik Karya
- Pilih judul novel
Selalu dukung karya author,
LIKE & FAVORITE
GABUNG GROUP CHAT AUTHOR
FOLLOW IG @raghfa.jie
Dukungan kalian sangat Luar Biasa 👍🏻**