I'M Sorry, Wife

I'M Sorry, Wife
[SEASON 2] RENCANA PERGI



"Katakan apa yang terjadi tadi pagi, mengapa kamu bisa bertemu dengan Regal?" Tanya Caesar kepada Shaila melalui telepon malam itu setelah pagi ini ia dikejutkan dengan panggilan telepon Shaila yang ternyata merupakan percakapan Shaila dan Regal.


"Aku juga tidak tahu dia tiba-tiba bisa datang ke tempatku. Saat itu aku ingin menghindar tapi jika itu aku lakukan, dia akan semakin curiga. Dia sepertinya sudah tahu kita berpisah. Hanya saja dia ingin membuktikan asumsinya. Sungguh... aku benar-benar melihat dan merasakan sendiri Regal berubah menjadi se-menakutkan itu...." Suara Shaila masih terdengar gemetar di dalam telepon.


"Dia selama ini memendam sifat aslinya, puncaknya adalah sejak ayah kami memaksanya menikah dengan Yuri. Tapi aku berani bersumpah bahwa bukan aku yang mendesaknya. Ayahku mungkin takut Regal juga akan mengetahui keberadaan Rosie setelah aku membongkar identitas dan membawa Rosie. Dia melakukan semua itu untuk melakukan pencegahan." jelas Caesar kepada Shaila dengan suara yang tenang.


"Jika sudah begini keadaannya, kemungkinan Regal justru akan semakin mengejar dirimu. Aku juga khawatir dia sudah meletakkan orang sebagai mata-mata di sekitarmu. Sebaiknya kamu harus melakukan skenario lain." Shaila mengusulkan kepada Caesar.


"Skenario apa lagi?" Caesar terkejut sekaligus penasaran dengan usulan Shaila.


"Saat ini kamu harus berpisah dengan Rosie sementara waktu untuk membuktikan sebaliknya asumsi Regal bahwa Rayne hanya wanita bayaran biasa yang tidak memiliki hubungan apa-apa dengan dirimu, begitu juga dengan dirimu yang tidak memiliki perasaan apapun dengannya." Shaila sebenarnya ragu mengatakannya, namun hanya ide itu yang ada di dalam pikirannya untuk menyelamatkan Rosie.


***



***


Pagi itu,


Caesar masih memikirkan ide Shaila yang menyarankan dirinya untuk berjauhan sementara waktu dengan Rosie. Sebenarnya dia masih tidak tega jika harus meninggalkan Rosie dan Gunawan di Massachusetts, meskipun ada Glenn yang akan mengawasi mereka. Caesar merasa sangat perlu bertanggung jawab kepada Rosie terlebih dalam situasi Rosie yang belum sepenuhnya pulih.


Caesar duduk merenung di dalam ruangan para dokter internship bersama beberapa dokter internship lain seangkatannya.


"Caesar, aku tidak melihatmu jaga IGD seharian ini. Apa sejak tadi kamu berada di ruangan ini?" Tanya Halley, salah satu dokter teman internship yang seangkatan dengan Caesar.


Lalu seorang teman dokter internship yang lain bernama Jodhi datang ke ruangan tersebut sambil membawa sebuah dokumen.


"Hei guys... aku mau menyampaikan ini kepada kalian." Jodhi membuka dokumen yang ada di tangannya yang ternyata isinya adalah beberapa form dan menyebarkan beberapa form tersebut keepada keempat dokter internship yang ada di ruangan tersebut, termasuk Caesar.


Caesar membaca dengan seksama form yang sudah ada di tangannya


"Pengajuan pendaftaran sebagai volunteer?"


Caesar terpikir kembali ucapan Shaila yang menyarankan dirinya untuk sementara waktu berpisah dengan Rayne dengan alasan jaminan keselamatan Rayne dari pengawasan Regal. Jika Caesar terus berada di dekat Rayne maka Regal akan dengan mudah melacak keberadaan Rayne. Dan tidak akan lama setelah itu Regal akan mencoba mencari tahu siapa Rayne sebenarnya, dan pada akhirnya Regal akan segera tahu jika Rayne adalah Jasmine.


Caesar pun menemui Jodhi ketika shift jaganya berakhir nanti malam.


"Jodhi... boleh aku bertanya tentang lowongan volunteer WHO itu?" Caesar menghampiri Jodhi yang berdiri di depan lemari lokernya.


"Of course...! Kamu mau bergabung?" Jodhi terlihat senang melihat Caesar yang sepertinya berminat bergabung dengan volunteer tersebut.


"Ya... aku ingin punya pengalaman. Waktu satu tahun menurutku itu sudah cukup untuk bisa mengabdikan diri ke wilayah kritis."


"Sebenarnya form itu adalah form untuk dokter volunteer jalur khusus bagi dokter muda lulusan Harvard dan John Hopkins. Jika kamu sangat antusias untuk mengikutinya, aku akan langsung memasukkan dirimu ke dalam daftar dokter relawan, selanjutnya kamu tinggal melakukan check up kesehatan dan wawacara dengan para senior, lalu kamu tinggal menunggu panggilan kapan kamu akan berangkat."


Caesar diam sejenak sambil menimang-nimang kembali keputusan yang akan ia ambil. Saat ini yang dia pikirkan tentu adalah keselamatan dan keamanan Rayne.


"Jika aku menjaga jarak sementara waktu seperti yang disarankan oleh Shaila, apakah itu akan efektif untuk mencegah Regal berhenti mencari tahu informasi tentang Rayne. Bagaimana jika yang terjadi adalah sebaliknya?" Caesar terus berpikir dan bergumam dalam hati.


Caesar bimbang apakah ia akan mengambil keputusan yang tepat jika dia memilih untuk menjaga jarak sementara waktu dengan Rayne untuk menghindari Regal. Dia belum bisa memberikan jawaban langsung kepada Jodhi. Caesar akan memikirkannya, dia terus menarik ulur pikirannya dan berusaha melihat celah kemungkinan yang akan terjadi di setiap keputusan yang akan ia ambil.


---------------------------------------


"Bagaimana jika aku akan pergi ke Afrika selama satu tahun ini?"


Caesar tiba-tiba melontarkan kalimat yang membuat Glenn menghentikan makannya karena terkejut.


"Kamu jadi mau pergi?"


Caesar tampak ragu-ragu mengangguk.


"Bagaimana dengan Rayne dan Pak Gunawan? Kamu akan menyuruh orang untuk mengawasi mereka?"


"Regal lagi... sampai kapan hidupmu selalu saja dibayangi anak itu..." Glenn terlihat mulai geram.


"Dia adikku, jadi pasti aku tidak akan bisa lepas dari dia, aku tidak masalah dengan itu, hanya saja aku tidak ingin dia terus mengganggu orang-orang terdekatku demi obsesinya terhadapku."


"Memangnya dia membuat ulah apalagi?"


"Tadi pagi Shaila menelponku saat aku sedang di rumah sakit. Tadinya aku penasaran mengapa Shaila menelponku di saat suasana dia sedang mengobrol dengan seseorang. Namun aku baru menyadari setelah beberapa saat, bahwa ia sedang mengobrol dengan Regal. Shaila sedang diintimidasi oleh Regal, terkait informasi siapa Rayne sebenarnya." Caesar sambil mendenguskan nafasnya untuk sedikit meringankan pikirannya.


"Seriously??!! Regal menemui Shaila untuk mencari tahu tentang Rayne?!"


Glenn tiba-tiba terperanjat mendengar apa yang dikatakan Caesar.


"Lalu apa yang dikatakan Shaila?!"


"Shaila merasa terpojok karena Regal sangat pintar memainkan ucapannya, membolak-balikkan kalimat, pertanyaan, dan pada akhirnya secara implisit dia sudah mendapatkan jawaban apa yang dia inginkan. Aku tidak menyalahkan Shaila. Sebaliknya aku malah merasa bersalah karena telah membuatnya terlibat. Sebelumnya dia juga telah didatangi oleh Yuri, dan sekarang dia didatangi Regal. Padahal dia saat ini hanya ingin hidup tenang." Caesar bicara sambil melamun memikirkan bagaimana ketika Shaila menghadapi Yuri dan Regal.


"Adikmu itu memang sangat terobsesi denganmu. Lalu kenapa kamu tiba-tiba ingin pergi ke Afrika? Atas pertimbangan apa kamu memutuskan untuk memilih menjaga jarak dengan Rayne? Bagaimana jika selama kamu tidak ada di sini, Regal malah justru semakin leluasa menyelidiki tentang Rayne?" Glenn tampak sangat serius dengan pertanyaannya sambil fokus menatap Caesar.


"Itulah yang aku pikirkan. Pertimbanganku yang pertama, jika aku menjauh dari Rayne, maka aku bisa meyakinkan asumsi Regal bahwa Rayne hanyalah wanita bayaran yang kebetulan aku nikahi hanya sebagai tameng agar aku tidak bisa menikah dengan Yuri. Sehingga Regal hanya akan berhenti sampai di sana, karena menganggap Rayne sebagai wanita random yang tidak terlalu penting. Dia hanya akan melepaskan Rayne begitu saja tanpa menggalinya lebih dalam, itu artinya identitas Rayne akan aman. Tapi pertimbanganku yang kedua, jika Regal malah sebaliknya mendekati Rayne.... hah...." Caesar berhenti melanjutkan kalimatnya sambil menghela nafas panjang.


Suasana hening sejenak.


"Kamu bisa menebak apa yang selanjutnya akan terjadi...." Caesar mengeluarkan suaranya dengan lirih seolah ia tak ingin mengucapkannya.


Jauh di dalam pikiran Caesar, dia sangat menyesali keputusannya telah meminjam identitas Rayne. Dia semakin merasa bersalah kepada Rosie, semakin lama ia semakin menyeret Rosie ke dalam permasalahan rumit antara dirinya dan Regal. Terlebih Caesar masih merasakan Rosie belum sepenuhnya menghilangkan Regal di dalam hatinya. Caesar masih merasakan perasaan kuat yang dimiliki Rosie terhadap Regal.


Caesar tak bisa membayangkan bagaimana jika saat Rosie tahu Regal yang telah tumbuh menjadi orang yang seperti sekarang. Betapa sakit dan kecewa yang akan dirasakan Rosie, jika mendapati kenyataan bahwa Regal tidak hanya berubah, tapi juga telah sepenuhnya berbeda dengan orang yang pernah dikenalinya dulu.


***



***


**Halo kawan-kawan,


Terima kasih banyak atas kesetiaan kalian membaca novel ini.


Tidak lupa saya mengajak kalian untuk bergabung dengan "GROUP CHAT AUTHOR" agar kita semakin dekat dan menjalin komunikasi.


Segala informasi dan pemberitahuan novel, update, dan revisi akan saya bahas di Group Chat.


Oh iya, tentu saja SETIAP HARI ADA REWARD berupa KOIN atau POIN dari author atas apresiasi kalian membaca novel ini.


Juga jangan lupa baca karya novel author yang lain ya...


- Klik profil Author


- Lalu klik Karya


- Pilih judul novel


Selalu dukung karya author,


LIKE & FAVORITE


GABUNG GROUP CHAT AUTHOR


FOLLOW IG @raghfa.jie


Dukungan kalian sangat Luar Biasa 👍🏻**