I'M Sorry, Wife

I'M Sorry, Wife
Bab 21. Skandal





Skandal


Beberapa hari setelah pengalihan hak saham Eric kepada Nana membuat banyak pihak pemegang saham memperdebatkan posisi Eric yang sudah tidak memiliki hak yang kuat menjabat sebagai Presiden Direktur Shine Grup.


Pasalnya sebagian shareholders menginginkan Eric tetap memegang posisi sebagai Presiden Direktur Shine Grup karena kompetensi yang dimiliki Eric yang telah mengantarkan Shine Grup melesat menjadi perusahaan properti dan real estate terkemuka di Asia Tenggara.


Namun beberapa komisaris yang memiliki saham kuat di Shine Grup, yang juga masih kerabat Nyonya Julia Lim mulai bersiap mempromosikan putra mereka. Tentu saja pro kontra ini membuat kondisi internal Shine Grup menjadi kacau.


Beberapa perusahaan investment mulai mempertimbangkan posisi mereka di Shine Grup. Karena tidak sedikit perusahaan investment yang selama ini mau bekerjasama dengan Shine Grup karena menilai kompetensi Eric yang menjanjikan secara personal. Namun jika Eric sampai mundur, maka tentu kondisi Shine Grup tidak akan sama.


Kekacauan ini semakin meruncing karena perusahaan kompetitor juga mulai ikut memanfaatkan kondisi ini untuk semakin menjatuhkan Shine Grup. Bahkan perusahaan kompetitor mulai turut membuat gencatan untuk membujuk beberapa perusahaan investment bergabung dengan mereka.


Sejak Nyonya Lisa dan Kevin diketahui mengalami kecelakaan, memang urusan internal Widjaya Grup sepenuhnya di-handover oleh Shine Grup. Hal ini karena satu-satunya pewaris yang masih hidup adalah Nana, yang berstatus sebagai istri Eric yang merupakan Presdir Shine Grup.


Atas kepemilikan saham Widjaya Grup sebagai provider yang menyokong cabang real estate di Shine Grup, Nana sudah memiliki hak saham sebesar 22%. Sehingga saat Eric mengalihkan hak sahamnya sebesar 25% kepada Nana, kepemilikan saham yang dimiliki Nana menjadi sangat kuat yakni 47%, jumlah itu merupakan jumlah hak saham tertinggi yang saat ini ada di Shine Grup sehingga kemungkinan yang akan menggantikan Eric adalah Nana.


Banyak spekulasi dan asumsi yang menyertai para anggota dewan komisaris, shareholders, perusahaan investment, karyawan perusahaan, maupun kompetitor Shine Grup.


Kenapa Eric harus mengalihkan saham kepada Nana jika memang mereka masih berstatus sebagai suami istri....


Apakah Eric sengaja mundur dari jabatan Presdir karena ingin menjadikan Nana sebagai Presdir....


Apakah Nana memiliki kompetensi seperti yang dimiliki Eric dalam memajukan Shine Grup....


Sehingga mereka mulai melakukan penyelidikan terhadap keberadaan Nana. Karena selama ini banyak yang berspekulasi Nana berada di Luar Negeri seperti sebelumnya saat dulu Eric sering mengirim Nana ke Luar Negeri untuk menjadi Direktur operasional di site project.


Memang sejak kejadian kecelakaan yang dialami Nana, pihak keluarga Eric maupun Nana berusaha menutupi dari media apapun bahkan dari orang perusahaan sendiri. Orang perusahaan dan media hanya tahu kecelakaan yang menimpa Nana, tapi mereka tidak tahu dengan jelas bahwa kondisi Nana yang selama kurang lebih empat bulan mengalami koma, apalagi kondisi Nana yang amnesia saat ini. Orang perusahaan baik dari pihak Shine Grup maupun Widjaya Grup tidak ada yang tahu.


Oleh karena itu para kompetitor dan perusahaan investment melakukan penyelidikan terhadap kehidupan pribadi Eric dan Nana termasuk mencari informasi tentang keberadaan dan kondisi Nana.


Penyelidikan perusahaan kompetitor tersebut tentu saja tujuannya adalah semakin memperburuk reputasi Shine Grup dan perusahaan investment banyak yang menarik investasi mereka dari Shine Grup serta meyakinkan perusahaan investment bergabung dengan perusahaan kompetitor tersebut. Dan tentu saja tidak hanya ada satu atau dua perusahaan kompetitor yang melakukan tindakan tersebut.


Tidak lama setelah para perusahaan kompetitor ini melakukan penyelidikan, mereka mengusung media untuk membongkar dan mempublikasikan kasus terkait Eric dan Nana.


Bahkan skandal Eric dengan Edis akhirnya mencuat kembali ke publik, kisah cinta segitiga dan perselingkuhan dalam rumah tangga Eric akhirnya diketahui menjadi penyebab kecelakaan maut, dan kecelakaan tragis yang dialami Nyonya Lisa dan Kevin.


Terlebih saat para perusahaan kompetitor itu mengetahui bahwa Nana saat ini mengalami disabilitas.


Dalam waktu beberapa hari, koran dan media elektronik banyak memberitakan kasus dan skandal yang terjadi di Shine Grup.


Bahkan banyak blogger atau media forum internet yang memunculkan cerita detail skandal tersebut secara runtut, sehingga netizen mulai banyak yang tahu kejadian sebenarnya.


(Headlines News)


"Dibalik Pengunduran Diri Presiden Shine Grup"


"Cinta Segitiga Presiden Direktur Shine Grup"


"Skandal Presiden Direktur Shine Grup dengan Mantan Sekretarisnya"


"Alina Widjaya, Istri dari Presiden Direktur Shine Grup Mengalami Disabilitas dan Amnesia"


"Akhir Tragis Kekasih Presiden Direktur Shine Grup yang Berakhir di Rumah Sakit Jiwa."


"Begini Kondisi Istri Presiden Direktur Shine Grup Pasca Kecelakaan Maut di East Coast Parkway 6 Bulan Lalu."


"Kecelakaan Tragis Mertua dan Kakak Ipar Presiden Shine Grup Disebabkan oleh Kekasih Simpanan Presiden Shine Grup."


----------------------------


"Brakk!"


Erica melempar beberapa koran berita bisnis yang di dalamnya terdapat Headline tentang Eric, ke meja Eric.


"Lihat apa yang sudah kamu lakukan!"


Eric mengambil koran tersebut dan dia terkejut membaca Headline dalam koran tersebut.


"Dan lihat semua media internet!"


Erica menunjukkan trending topik #skandalshine di Twitter dan trending pencarian "Skandal Shine Grup" di Google.


"Kak Eric tahu kan, perusahaan kita selama beberapa tahun ini menjadi sorotan karena meningkatnya tren investasi yang kita dapatkan. Dan selama beberapa bulan ini semua perusahaan kompetitor kita melakukan penyelidikan untuk mencari celah menjatuhkan kita. Dan sekarang lihat.... Kita benar-benar menjadi seperti sirloin yang siap disantap mereka...!"


Eric sama sekali tidak menyangka dampaknya bisa sebesar ini. Yang terbesit dalam pikiran Eric saat itu langsung tertuju pada Nana.


"Lalu bagaimana dengan Nana?"


"Nana? Kakak masih mempertanyakan kondisi Nana disaat semua berita ini mencacah dia dan kita semua. Kita harus lebih dulu melakukan mediasi konferensi pers."


"Bagaimana Nana kalo tahu berita-berita ini...?"


"Sudah terlambat! Aku semalam menelpon Brian, banyak wartawan official maupun jurnalis blog datang ke Rumah Sakit dengan mengaku sebagai teman maupun kolega Nana hanya agar bisa menyelidiki kondisi Nana. Tadinya Brian tidak curiga, makanya ada beberapa kompetitor yang sudah mendapatkan informasi tentang Nana. Mereka melakukan itu dengan tujuan agar bisa menghancurkan reputasimu dulu. Karena kakak adalah crown bagi Shine Grup. Para kompetitor itu sebenarnya sudah lama mengawasi kita sejak kasus kecelakaan Nana itu. Apalagi kecelakaan Nyonya Lisa dan Kevin yang berselang 3 bulan kemudian."


Eric merenungkan apa yang harus ia lakukan sekarang, semua hal yang ada di pikirannya adalah mengantisipasi kondisi Nana yang pasti terkena dampak dari kekacauan ini.


"Aku harus segera ke Rumah Sakit sekarang. Nanti malam aku akan ke rumah Mama Julia, ajak Richo juga. Kita akan membuat rencana konferensi pers atau apapun untuk meredakan berita yang sudah keterlaluan ini."


-------------------------------


Di Rumah Sakit,


Siang itu Eric mengajak bertemu Brian sambil makan siang di Restoran Rumah Sakit.


Tujuan Eric tentu saja untuk menjelaskan tentang kondisi perusahaannya yang sedang kacau hingga berdampak pada kehidupan pribadi Nana yang saat ini sedang dalam masa pemulihan.


"Sejak awal aku sudah menebak pasti akan ada kekacauan saat kamu melakukan pengalihan hak saham secara sepihak kepada Nana. Tapi karena aku tidak tahu kondisi internal di perusahaanmu, jadi aku pikir kamu sudah memperhitungkannya. Tapi beberapa waktu lalu saat ada orang yang tiba-tiba mengaku kolega Nana datang kemari, aku mulai curiga. Sampai dalam satu hari ada sekitar 5-8 orang yang menanyakan kondisi Nana di resepsionis."


"Lalu apakah Nana sampai sekarang masih belum tahu apa-apa tentang kondisi keluarganya?"


"Sejauh ini aku sudah memperketat pengawasan bahkan kepada semua perawat yang berinteraksi langsung dengan Nana, agar mereka tetap menutup mulut dan menjauhkan Nana dari media televisi, akses internet, ponsel, koran dan sebagainya."


"Aku bisa mengandalkanmu Brian, Terimakasih atas semua usahamu...."


"Aku melakukan semua ini demi Nana, jadi tentu saja juga menjadi tanggung jawabku menjaga Nana. Jangan berpikir seolah aku melakukannya demi kamu.... Aku juga gak habis pikir kenapa kamu selalu membuat masalah baru yang mesti berkaitan dengan Nana."


Eric tidak bisa berkata apapun di depan Brian. Pikiran Eric saat ini memang sangat kalut, dia juga tidak peduli dengan sindiran Brian yang menurutnya memang selalu ada benarnya. Eric memang selalu membuat kekacauan yang melibatkan Nana. Tapi setajam apapun ucapan Brian yang dilontarkan padanya, Eric selalu mendapat bantuan dari Brian, untuk melindungi Nana.


"Brian, beberapa hari yang lalu, aku sudah menandatangani surat perceraian kami...."


"Untuk saat ini tahan dulu Eric, situasinya sangat rumit. Aku takut kondisi ini akan semakin meruncing dan malah menjadi bumerang bagi Nana."


"Kamu benar, aku juga tadinya berpikir demikian. Hanya saja sekarang ini aku bukan orang yang berhak menentukan keputusan. Tapi jika kamu ternyata sepemikiran, aku bisa menyimpannya dulu, sampai situasinya kondusif."


Di tempat lain, namun di waktu yang sama....


Nana baru keluar dari ruang fisioterapi didampingi perawat Anne. Biasanya Nana memang diajak berkeliling oleh perawat Anne setelah melakukan terapi. Namun karena mandat dari Brian, perawat Anne sejak kemarin tidak mengajak Nana berkeliling, dia langsung mengajak Nana menuju kamar perawatan Nana.


"Suster Anne, kita kenapa tidak pergi ke taman dulu? Aku sangat kangen melihat suasana taman."


"Em... Maaf Miss, karena tadi pagi Miss Nana mengalami hipotensi, jadi dokter melarang Miss Nana untuk terlalu banyak melakukan aktivitas di luar ruangan."


Perawat Anne sebenarnya hanya berdalih untuk mencari alasan agar Nana tidak banyak berinteraksi dengan orang lain selain orang-orang tertentu yang ditugaskan oleh Brian.


Nana hanya menurut saja dengan perawat Anne, karena memang perawat Anne hanya mengikuti instruksi, jika ia bersikeras maka kasihan perawat Anne akan mendapat sanksi dari Brian.


"Anne!"


Seorang perawat dari lobby resepsionis bagian ruang perawatan Nana memanggil Anne.


"Ini jadwal perubahan shift jaga yang kamu minta kemarin, semuanya sudah aku reschedule sesuai dengan jadwal suster Maria dan suster Selly."


Perawat Anne melihat seksama jadwal tersebut namun dia merasa janggal.


"Ehh... Sepertinya aku tidak bisa di jadwal sore. Karena anakku sekarang masuk full day school, kalau sore aku tidak ada waktu bersama anakku."


"Yah... lalu bagaimana?"


Perawat Anne dan salah satu teman perawatnya tersebut kemudian menuju ruang kerja perawat untuk melakukan reschedule jadwal shift.


Sampai kemudian mata Nana tertuju pada sebuah gambar koran yang terbit pagi ini, gambar tersebut secara jelas memampang pas foto Mama Lisa dan Kevin.


Nana langsung mengambil koran tersebut dan membacanya. Koran tersebut kembali memberitakan kecelakaan yang terjadi 2 bulan lalu yang dialami Mama Lisa dan Kevin.


Dalam artikel tersebut juga disebutkan kronologis secara detail dan penyebab kecelakaan itu terjadi.


Nana menemukan fakta bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh kekasih Eric yang bernama Edis. Nana masih belum tahu detail siapa Edis, apa hubungan Edis dan Eric, dan kenapa Edis menyebabkan kecelakaan pada Mama Lisa dan Kevin.


"Apa ini?? Apa hubungannya Edis dan Eric dengan keluargaku???"


Nana keluar dari ruang kerja perawat tersebut dan menemui salah satu perawat lain di meja lobby dan meminjam ponselnya. Perawat tersebut tidak menaruh curiga apapun karena dia perawat baru dan bukan bagian dari perawat yang diberi tugas khusus oleh dokter Brian.


Nana membuka akses internet dan mencari berita yang terkait kecelakaan Mama Lisa dan Kevin. Semua platform berita dibuka oleh Nana, hingga berita - berita tersebut saling betkaitan dengan berita yang lainnya.


Mulai dari skandal cinta Eric,


Perjodohan bisnis antara Shine Grup dan Widjaya Grup,


Kematian Hari Widjaya,


Perselingkuhan Eric dengan Edis,


Nana mengalami kecelakaan fatal enam bulan lalu,


Hingga Kecelakaan tragis Mama Lisa dan Kevin.


Nana mengetahui fakta baru bahwa,


Dirinya adalah istri Eric....


Dirinya memiliki putra dengan Eric....


Dirinya mengalami kecelakaan tragis.....


Dirinya telah kehilangan kedua orang tua dan Kakak satu - satunya....


Deg.


"Apa ini???"


Nana menjatuhkan ponsel yang dipegangnya, Nana masih terbelalak tidak bergerak. Dia benar - benar merasa seolah terlempar ke dunia lain.


"Ternyata aku adalah istri Eric?"


(flashback #1)


"Hai Nana..... namaku Eric, aku hanya ingin berteman denganmu. Maukah kamu berteman denganku...."


(flashback #2)


"Aku ingat samar-samar saat pertama kali aku membuka mata, kakak yang ada di sampingku. Apa kakak tahu kenapa aku bisa dirawat di Rumah Sakit ini?"


"Aku..... tidak tahu."


(flashback #3)


"Aku berteman dengan Brian, dia memintaku menjagamu saat itu. Dan ibuku tahu kamu disini. Jadi dia datang menjengukmu. Dia menyebut dirinya Mami agar Nana bisa menganggapnya sebagai orangtua juga.... karena keluarga kita saling mengenal."


(off)


Nana berusaha mengingat segalanya tapi dia sama sekali tidak mengingat apapun. Nana memegangi dan memukul kepalanya sendiri namun dia tetap tidak bisa mengingat apapun.


Perawat yang ada di depannya mulai kebingungan dengan sikap Nana.


"Miss, anda tidak apa-apa?"


Nana hanya bergumam sendiri dengan terus memukul - mukul kepalanya, Dia kesal dengan dirinya sendiri karena masih tidak bisa mengingat apa-apa.


"Kenapa aku tidak bisa mengingatnya! Kenapa aku bodoh sekali! Siapa aku sebenarnya! Kenapa aku tidak ingat satupun momen itu!"


Perawat tersebut memanggil perawat lain di ruang perawat, termasuk perawat Anne yang saat itu sedang sibuk dengan urusannya.


Perawat Anne terkejut melihat Nana yang mulai tantrum.


"Miss, tenanglah!" Tanya perawat Anne


"Kenapa tiba-tiba dia menjadi seperti ini?" Tanya perawat lain


"Tadi dia hanya meminjam ponselku, dia bilang mau browsing sebentar...." Jawab perawat junior tersebut


"Lalu kamu pinjami?" Tanya perawat Anne


"Iya....."


Perawat junior tersebut hanya menunduk merasa takut melihat perawat Anne melotot ke arahnya, meski dia tidak tahu apa salahnya dengan meminjamkan ponselnya.


"Grace, cepat panggil dokter Brian. Junior, kamu bantu aku membawa Miss Nana ke kamar perawatan!"


Perawat Anne dan perawat junior itu lalu membawa Nana ke kamar perawatan. Sementara perawat Grace berlari memanggil dokter Brian.


Brian baru saja akan masuk ke ruang konsultasinya setelah kembali dari makan siang di restoran Rumah Sakit bersama Eric.


Brian kaget tiba-tiba ditabrak oleh perawat Grace.


"Dokter Brian!"


"Ada apa?! Kenapa kamu?!"


"Miss Nana...."


Perawat Grace masih belum selesai mengucapkan kalimatnya karena nafasnya masih terengah - engah, Brian langsung berjalan cepat dengan sedikit berlari ke ruang perawatan Nana walaupun dia tidak tahu apa yang sedang terjadi pada Nana.


"Kemana Anne?!"


"Dia disana bersama Miss Nana.


"Kenapa dia tidak menghubungiku, malah kamu yang datang!"


"Miss Nana tiba-tiba tantrum..."


"Bagaimana bisa?"


Brian semakin mempercepat langkah kakinya, dia mencemaskan keadaan Nana kenapa tiba-tiba menjadi tantrum.



---------------------------


Spoiler:


Untuk melindungi Nana dari tekanan media, Brian memutuskan untuk mengajak Nana ke Belanda karena Singapore sudah tidak aman bagi Nana.


Sementara itu, sehari sebelum Nana pergi, Eric mendatangi kamar perawatan Nana saat Nana tertidur dan menjelaskan dengan jujur siapa dirinya yang sebenarnya kepada Nana.


Eric mencurahkan semua rasa bersalah dan penyesalannya serta perasaan yang ia rasakan saat ini kepada Nana.


Dia tidak tahu pada saat itu Nana hanya pura-pura tidur.


Namun karena Nana masih tidak mengingat banyak tentang Eric, Nana justru berusaha ingin ingatannya kembali.


Mungkinkah Nana tidak membenci Eric?


Apakah Nana bersedia pergi ke Belanda setelah mendengar pengakuan Eric?


Atau Nana ingin bertahan di Singapore dan berusaha mengumpulkan kepingan ingatannya?


Tetap setia membaca Novel ini,


Jangan lupa dukung author dengan klik: "Like"👍 "Love"❤️ dan berikan rating "Bintang 5"⭐⭐⭐⭐⭐ya....