I'M Sorry, Wife

I'M Sorry, Wife
[SEASON 2] ANTARA KAKAK BERADIK



"Rosie, aku akan pergi ke New York hari ini, memang sangat mendadak. Tapi aku ke New York hanya selama dua hari. Jika memungkinkan, aku pun akan kembali secepatnya lusa."


Rosie mengangguk mendengar penjelasan Caesar yang menempatkan diri ke kamar perawatan Rosie di Rumah Sakit sebelum dia berangkat ke bandara.


"Di sini ada banyak dokter yang menjagamu. Juga Nurse yang merawatmu. Jadi aku akan memantau perkembanganmu dengan bantuan mereka."


Rosie menulis sesuatu di kertas note-nya.


"Terima kasih banyak kak Caesar. Kamu tidak perlu terlalu mencemaskan aku. Aku sangat bisa menjawab diri. Kamu hati-hati saja dan selalu sehat. Jangan lupa makan tepat waktu."


Caesar tersenyum melihat tulisan Rosie yang mencurahkan perhatiannya seolah bagaikan seorang ibu yang menasehati anaknya yang hendak pergi jauh.


"Sayangnya Rosie tidak tahu jika hari ini aku ke New York untuk bertemu dengan Regal."


***



***


Caesar sudah berjalan di terminal kedatangan Bandara John F Kennedy, New York. Langkahnya sedikit cepat sambil memegang ponselnya. Tampaknya sejak keluar dari pintu kedatangan, dia berusaha menghubungi seseorang.


"Tuan Caesar,.." Seseorang memanggil Caesar dari arah samping.


Caesar menoleh ke arah suara orang yang sedang dia tunggu sudah berada di sampingnya.


"Xing, dari tadi aku berusaha menghubungimu tapi tidak tersambung."


"Maaf, saya sejak baru sampai tadi sudah menghubungi beberapa orang-orang saya."


Langkah Caesar terhenti.


"Sebaiknya kita cari cafe dulu di sini. Karena setelah aku keluar bandara, aku akan langsung menuju ke hotel tempat Regal dan Yuri menginap. Jadi bagaimana rencananya?"


"Tuan Eric meminta saya melakukan pengawasan jarak jauh terhadap Tuan Regal sampai dia kembali ke Singapore. Tujuan pengawasan itu adalah untuk membantu anda agar Tuan Regal tidak bergerak ke lokasi anda. Karena tujuannya adalah untuk menghindari kemungkinan Tuan Regal bertemu dengan Rosie."


"Lalu bagaimana kamu akan melakukan pengawasan?"


"Saya tidak bergerak sendirian secara langsung. Saya memiliki jejaring saat masih di akademi militer, dan beberapa diantaranya berada di New York. Mereka bersedia meminjamkan anak buahnya untuk bekerja dengan kita."


"Apakah mereka bisa dipercaya?"


"Kami terhubung sangat erat. Kami memiliki loyalitas tinggi. Saya sama sekali tidak memiliki keraguan terhadap mereka kalau hanya sekedar membantu melakukan pengawasan. Asalkan kita juga memberi imbalan yang pantas kepada mereka. Tapi anda tidak perlu khawatir, Tuan Eric yang menanggung semuanya."


"Baiklah, aku percayakan padamu. Tugasku di sini adalah untuk memenuhi keinginan Regal bertemu dengannya, sebelum dia memiliki inisiatif menyusulku ke Massachusetts. Sekarang kita berpisah di sini. Aku akan menuju hotel yang disewa oleh Regal dan Yuri."


"Baik Tuan..."


Caesar pergi meninggalkan Xing yang juga akan pergi ke sebuah hotel lain di Brooklyn. Caesar naik taksi menuju ke tempat Regal menginap di salah satu Hotel mewah di Brooklyn.


Hanya berselang sekitar sepuluh menit Caesar sudah tiba di hotel yang telah diinformasikan Regal. Caesar turun dari taksi dan berjalan memasuki Hotel lalu menuju meja resepsionis. Namun seseorang tiba-tiba menepuk sebelah bahu Caesar dari belakang. Ternyata Regal sudah menyambut Caesar.


"Hello brother..."


"Regal?!"


Regal menyapa dan memeluk Caesar dengan sangat bahagia karena sudah lebih dari satu tahun tidak bertemu Caesar.


-------------------------------------


Sore harinya Caesar dan Regal menikmati moment kebersamaan mereka setelah lama tidak bertemu. Moment tersebut mereka habiskan dengan berendam bersama di dalam kolam Jacuzzi air hangat yang memiliki view sunset di pantai Brighton.


"Mojito?"


"Tidak, aku minum orange squash saja."


"Sepertinya hidupmu semakin teratur dan disiplin di sini. Terakhir kali kita berkumpul bersama saat natal juga kamu menolak minum anggur."


Caesar hanya tersenyum sambil terus menatap ke arah sunset.


"Wah... aku harus memberikan apresiasi pada Shaila karena telah merubahmu menjadi pria sejati yang sempurna. Dokter Caesar... Oh iya, kenapa kamu tidak mengajak Shaila?"


"Dia... sudah pulang ke Malaysia, ke tempat orang tuanya."


"Begitu ya... Lalu kamu hanya berdua dengan Glenn di Massachusetts?"


"Iya... tapi aku sangat sibuk. Sehingga aku jarang pulang, jadi Glenn mengajak kekasihnya tinggal di bersama di apartment."


"Lalu kamu sendiri... Apa kamu juga pernah tinggal bersama Shaila?"


"Hmm... tidak." Caesar tidak banyak menjawab pertanyaan Regal. Dalam hatinya dia meminta maaf pada Regal karena tidak memberi jawaban sejujurnya kepada Regal.


Kali ini Caesar harus banyak berinisiatif bertanya pada Regal sebelum dirinya yang dicerca dengan berbagai pertanyaan oleh Regal.


"Kamu sendiri, bagaimana kamu akhirnya setuju menikahi Yuri? Apa kamu sudah mencintainya?"


"Yuri... Dia hanya istri. Aku dan dia sepakat untuk menjadi partner demi perjodohan orang tua kami. Dia memiliki hidupnya sendiri. Aku pun juga tidak bisa hanya berhubungan dengannya."


Mendengar ucapan Regal, Caesar seperti merasa ada ganjalan batu besar yang menghalangi saluran pulmonary-nya. Terasa agak sakit dan sakit, hingga Caesar harus menghela nafas panjang untuk menstabilkan dirinya.


"Jadi kamu masih sering datang ke tempat prostitusi itu?"


"Prostitusi apa? Aku tidak sebejat itu."


"Lalu apa sebutan wanita - wanita yang bertemu dan berkenalan denganmu di klub, kalian mabuk bersama, dan berakhir di ranjang hingga keesokan harinya."


"Joni hanya mengikuti instruksiku. Karena aku peduli padamu...."


"Hah...." Regal menyandarkan kepalanya ke bibir bak jacuzzi hingga hampir seluruh tubuhnya tenggelam ke dalam air sampai batas pangkal lehernya.


"Wanita itu sama saja. Mereka juga tidak perlu mengenal cinta yang kekal untuk bisa bahagia. Hanya dengan sentuhan semalam saja mereka pun sudah bahagia."


"Itu berbeda Regal..!"


"Apa bedanya? Kami sama-sama menikmati. Dan sejauh yang aku lihat dari mereka. Tidak sekalipun mereka kecewa padaku. Mereka justru datang sendiri dan menawarkan dirinya dengan sukarela di hari berikutnya, aku bahkan sering tidak bisa mengingatnya."


"Regal... perlahan... kamu pasti bisa. Upaya daddy menjodohkanmu dengan Yuri agar kamu bisa kembali menumbuhkan cintamu. Kamu tidak kekurangan satu hal pun. Jadi sebaiknya hentikan kebiasaanmu di dunia gelap itu. Terlebih mommy memiliki harapan yang sangat besar terhadapmu."


"Apa yang mereka harapkan dariku. Aku hanya pria dengan cacat mental yang pernah dipasung. Di depan mereka aku harus menjadi laki-laki sempurna. Tapi bukankah mereka tahu bahwa sebenarnya di dalam hatiku ada lubang yang sangat besar yang sulit ditambal hingga saat ini."


"Regal, kamu sekarang adalah satu-satunya successor Shine group. Jadi tolong jagalah sikapmu."


"Lihatlah aku...." Regal beranjak dari dalam kolam dan berdiri sambil memperlihatkan tubuhnya yang telanjang bulat di hadapan Caesar.


Caesar sangat terkejut dengan sikap berani Regal, hingga dia membuang wajahnya ke arah lain.


"Apa-apaan kamu Regal! Duduk!"


"Ha..ha... aku hanya menunjukkan padamu jika adikmu ini adalah pria yang sangat sempurna. Bahkan tanpa aku menjaga sikapku pun, meski aku sudah dikenal sebagai pria playboy yang memiliki banyak gadis di sekitarku, para wanita itu tidak ada habisnya datang padaku. Bahkan... saat mereka sudah bermain denganku, mereka tidak justru semakin mengejarku."


"Kau benar-benar... Apa kamu pikir Yuri tidak akan sakit hati dengan sikapmu itu!"


"Yuri.... dia pernah cemburu padaku satu kali, pada saat itu kebetulan kami bermain di klub yang sama, saat itu dia bersama teman-temannya. Aku tidak tahu dia ada di sana karena aku memiliki room khusus di klub itu. Tapi temannya sempat melihatku saat aku keluar bersama seorang gadis. Tapi dia bisa apa? Dia bukan orang yang bisa menghentikan aku."


"Jadi kamu akhirnya *membuatnya takluk padamu juga? Dan tidak berani mencegahmu lagi?"


"Yah... begitulah... Ah iya... Apa kamu tahu kak Caesar? Ada sesuatu yang aku ingin katakan padamu sejak dulu."


Caesar sempat cemas di dalam hatinya, semoga apa yang ingin dikatakan Regal kali ini tidak ada hubungannya dengan kematian Jasmine.


"Katakan saja...." ucap Caesar lirih.


"Pada dasarnya yang akan dijodohkan dengan keluarga Weishi adalah dirimu. Seharusnya dirimu lah yang akan menikah dengan Yuri Weishi. Tapi akhirnya aku yang terjebak dalam perjodohan ini, karena aku melihat sendiri buku harian Yuri saat aku pernah tidur di kamarnya, dalam buku diary dia menuliskan bahwa cinta pertamanya adalah dirimu."


"Tapi itu kan masa lalu. Asal kalian bisa saling memiliki prioritas pada pasangan. Aku yakin cinta di antara kalian akan tumbuh dengan baik."


"Ha ha ha... kamu bicara seolah mengerti apa yang kami rasakan. Aku dan Yuri memang memiliki kesamaan. Kami kehilangan harapan atas cinta pertama kami. Apalagi aku.... yang tidak mustahil untuk memilikinya lagi...."


Regal menatap mata Caesar dengan tatapan penuh nanar.


Caesar memalingkan wajahnya menghindari tatapan Regal.


"Kamu tidak akan bisa menghidupkan orang yang sudah meninggal Regal..."


"Maka dari itu aku akan terus melakukan pencarian wanita...."


Regal...


Maafkan aku tidak bisa mengatakan bahwa sebenarnya wanita yang kamu rindukan saat ini masih hidup, dan sedang bersamaku.


Tapi melihatmu seperti ini...


Tampaknya aku tidak akan rela kamu bertemu dengan Jasmine lagi*.


***



***


---------------------------------------


*Penutup


Halo semuanya, para reader yang aku sayangi.


Turut prihatin dengan pandemi yang dialami oleh dunia belakangan ini, termasuk negara kita Indonesia.


Setiap harinya selalu ada kawan atau saudara kita yang mengalami positif covid19.


Setiap hari juga selalu ada yang meninggal dunia.


Sedikit doa terpanjat untuk kalian di manapun berada:


- Bagi kalian yang masih sehat,


Semoga selalu dilimpahkan perlindungan, kesehatan dan keselamatan.


- Bagi kalian yang menjadi pejuang garda depan sebagai petugas kesehatan, petugas keamanan,


Semoga dilimpahkan perlindungan, kekuatan, kesehatan, dan keselamatan dalam menjalankan tugas. Semoga Tuhan membalas pengabdian kalian.


- Bagi kalian yang telah berstatus ODP, PDP, atau yang telah terkonfirmasi positif,


Percayalah kalian pasti akan sembuh. Kalian tidak sendiri, ada banyak kawan dan keluarga kalian yang mendukung kalian. Kesembuhan kalian adalah harapan dan kabar baik bagi dunia, bahwa kalian adalah manusia kuat dengan kekebalan yang luar biasa.


Tuhan selalu bersama kita semua....


🙏🙏🙏🙏🙏*