
"Halo kak Caesar, apa kamu hari ini sibuk?"
Caesar tampaknya mengenal suara pria di seberang panggilan teleponnya,
"Regal....?"
"Wah, kak Caesar hebat sekali bisa langsung mengenaliku."
Caesar sangat terkejut Regal tiba-tiba bisa menghubunginya menggunakan nomor greater Amerika Serikat.
"Apa kamu berada di Amerika?"
"Ya... kami berada di Amerika. Aku merayakan anniversary pertunangan kami di Amerika. Apa kamu ada waktu untuk datang?"
Caesar menghentikan langkahnya tanpa sadar hingga ia tertinggal jauh dengan langkah para dokter seniornya.
"Bukankah kamu tidak pernah merayakan ceremony pertunangan?"
"Ya... tapi karena ini adalah anniversary pertunangan yang terakhir, Yuri ingin merayakannya. Tolong datanglah."
"Anniversary yang terakhir?"
"Benar, daddy dan keluarga Yuri sepakat akan mempercepat pernikahan kami. Kemungkinan tiga bulan lagi kami akan menikah."
Mendengar ucapan Regal, Caesar lebih terkejut lagi dan seperti ada sesuatu yang terasa sedikit sakit di hatinya.
Entah apa yang membuatnya merasa seperti itu.
"Baguslah, semakin cepat kalian menikah, akan semakin lebih baik..."
***
***
--------------------------------------
"Daddy, mengapa daddy mengijinkan Regal pergi ke Amerika?"
"Daddy sudah mencegahnya, tapi Yuri bersikeras mengajak ke New York. Daddy tidak bisa terlalu mencegahnya dengan tanpa alasan. Itu akan membuat mereka curiga."
Caesar menelpon Eric dengan kekesalan yang luar biasa. Bagaimana mungkin ayahnya mengijinkan Regal pergi ke New York, sedangkan jarak dari New York menuju Massachusetts hanya berselang beberapa jam saja.
"Jika kamu datang ke New York, itu akan mencegah Regal untuk mencarimu ke Massachusetts."
"Hufft.... Baiklah aku akan pikirkan untuk menuju ke sana. Tapi sebelum aku ke sana, pastikan Regal tidak ke sini."
"Tentu saja... aku akan menyuruh Xing dan anak buahnya untuk mengawasi pergerakan Regal agar kamu setidaknya bisa mengetahui jika semisal sewaktu-waktu dia bersikeras datang ke Massachusetts untuk bertemu denganmu."
"Baiklah, itu terserah daddy. Pastikan Xing juga melaporkan padaku. Dan sesuai kesepakatan kita, jangan menyelidiki tentang Rosie dan kehidupanku. Meski saat ini Rosie masih bersamaku, di Amerika. Jika daddy bersikap sembrono lagi, sedikit lagi kita hampir saja akan kehilangan kewarasan Regal. Dan bukan aku yang akan rugi."
"Ya... daddy mengerti, Caesar."
Eric sedikit gentar dan agak takut dengan ucapan Caesar yang sangat masuk akal. Saat ini keberadaan Rosie sudah sangat berbahaya untuk diketahui Regal. Eric tampak gelisah setelah Caesar menutup panggilan teleponnya.
"Ada apa?" Nana tiba-tiba muncul dari belakang Eric.
"Oh tadi...."
"Sepertinya aku mendengar kamu bicara dengan Caesar?"
Eric diam sambil matanya tidak bisa terlepas dari tatapan Nana. Eric menggigit bibir bawahnya sambil memalingkan tatapan matanya.
"Ya...tadi Caesar yang menghubungi. Dia bilang bahwa Regal telah menghubunginya untuk datang mengunjungi dia dan Yuri di New York."
"Benarkah? Jadi mereka akan bertemu di sana?"
"Iya, Caesar yang mengatakan demikian..."
"Kalau begitu kita harus ke sana juga. Jarang sekali mereka bisa berkumpul."
"Tidak... Tidak... Kita tidak mungkin mengganggu acara mereka. Regal dan Yuri memiliki acara yang bersifat privat dengan keluarga Yuri. Makanya mereka hanya bersama dengan keluarganya Yuri saja pergi ke New York."
"Tapi buktinya Regal mengundang Caesar. Berarti dia masih membuka peluang bagi keluarga kita untuk bergabung."
"Sayang, Regal memang tidak pernah bertemu dengan kakaknya. Lagipula Caesar juga mengatakan kalau mungkin dia tidak akan lama bertemu dengan Regal. Karena dia masih harus jaga di Rumah Sakit."
Nana tampak sangat kecewa dengan penjelasan Eric. Ekspresi bahagia yang baru saja terpancar beberapa saat yang lalu berubah menjadi ekspresi yang membuat Eric menjadi merasa bersalah.
"Kamu selalu melarangku untuk menemui Caesar di Amerika. Biasanya kamu selalu menyuruh Caesar pulang ke Singapore jika aku merindukan dia. Aku bahkan tidak tahu bagaimana kehidupan dia, lingkungannya, siapa temannya, dan bagaimana keadaan tempat tinggalnya?"
"Maafkan aku sayang. Caesar dan aku memiliki rahasia yang tidak mungkin aku ceritakan padamu." Ucap Eric di dalam hatinya.
"Sejak Caesar memilih menarik sahamnya dari keluarga kita, dia semakin jauh dengan kita. Sebenarnya apakah Caesar juga ingin pergi dari kita?"
"Bicara apa sayang? Caesar tidak sekalipun berpikir untuk menjauh dari kita. Justru Caesar melakukan semua ini untuk Regal. Dia memilih mengalah dengan kondisi Regal seperti itu. Jika dia tidak menarik saham dan mundur dari kandidat successor, maka akan terjadi perpecahan kubu di dalam internal perusahaan. Mungkin Caesar tidak akan mau menjadi saingan Regal. Tapi beberapa komisaris pasti akan mulai membandingkan kredibilitas Caesar dan Regal. Bukan tidak mungkin hal itu terjadi."
Nana hanya diam mendengar kalimat panjang Eric yang masih berusaha memberikan pandangan positif tentang Caesar kepada Nana.
"Sayang... Caesar masih menyayangi kita. Terlebih kepada Regal. Meskipun dia saat ini sudah menetap di Amerika, dia akan tetap menjadi bagian dari keluarga kita. Dia tetap peduli pada kita dan juga Regal...."
"Tapi aku merasa sepertinya dia tidak lagi membuka diri pada kita. Dia bahkan dalam satu dua minggu ini tidak menghubungi kita."
"Caesar memiliki banyak pekerjaan yang tidak kita ketahui. Sebaiknya jangan terlalu menuntut dia untuk semakin mendekat pada kita. Tapi kita sendiri yang seharusnya mendekat padanya."
Eric tahu Nana memang sangat merindukan Caesar, karena sudah hampir setahun ini sejak Caesar mulai praktik menjadi dokter internship dia tidak pulang. Terlebih lagi saat ini Caesar memiliki tanggung jawab mengurus Rosie. Mungkin Caesar semakin tidak memiliki waktu untuk pulang.
Sebenarnya saat ini pun pikiran Eric sangat terbebani dengan apa yang akan dilakukan Caesar jika dia bertemu Regal di New York. Eric memaklumi jika Caesar kesal karena Eric tidak bisa mencegah Regal pergi ke New York.
"Sekarang kamu istirahat dulu ya sayang, aku masih akan ke ruang study." Eric mencoba membujuk Nana agar lebih cepat meninggalkan dirinya, sebab Eric akan bicara dengan Xing.
Di ruang study Eric,
"Baik Tuan."
"Kamu cukup berada di satu tempat saja, selanjutnya kamu bisa menyuruh jejaring anak buahmu untuk mengawasi Regal. Jangan sampai Regal curiga dia sedang diawasi. Apalagi sampai dia melihat kamu ada di sana."
"Lalu untuk Tuan Caesar?"
"Laporkan segalanya padanya. Ingat, kamu hanya perlu melaporkan saja. Jangan menyelidiki apapun tentang Caesar. Karena aku sudah berjanji untuk tidak melakukan investigasi apapun terhadapnya. Sekarang dia sudah semakin percaya padaku, aku tidak ingin dia kecewa karena aku mengingkari janji yang telah kami sepakati."
"Baik Tuan..."
--------------------------------------
"Jadi pekan ini kamu mau ke New York menemui Regal?"
"Ya... mau bagaimana lagi. Aku harus ke sana jika tidak ingin dia yang menyusul kemari karena bersikeras ingin bertemu denganku."
"Lalu bagaimana dengan Rosie, persidangan untuk mengganti identitasnya juga diselenggarakan pekan ini. Pihak jaksa sudah mengagendakan."
"Aku tidak akan lama menemui Regal. Mungkin hanya satu atau dua hari. Setelah itu aku akan datang ke persidangan."
Glenn hanya menatap dari samping wajah Caesar yang menatap jauh ke luar balkon. Dia tidak tahu lagi bagaimana menilai Caesar. Caesar tidak pernah melakukan hal sampai se-berkorban itu hanya demi Regal. Bahkan untuk masalah Rosie kali ini, itu juga sangat kental kaitannya dengan msa lalu Regal, tapi mengapa justru Caesar yang menanggungnya.
"Lalu bagaimana kamu akan menjelaskan pada Rosie alasan kamu pergi ke New York?"
"Apa aku akan mengatakan karena di sana aku akan menghadiri anniversary pertunangan Regal?"
Glenn tahu Caesar bercanda, tapi melihat ekspresi Caesar yang masih datar, Glenn tahu ada perasaan lain yang saat ini sedang dirasakan Caesar.
"Sampai kapan kamu akan menanggungnya? Kamu juga punya masa depan. Bahkan Regal tidak tahu bahwa masa lalunya itu masih hidup."
"Glenn, kamu yang paling tahu tujuan hidupku. Yang pertama adalah hidup bersama seseorang yang paling aku cintai.... dan yang kedua adalah menebus kesalahanku pada Regal dan Jasmine. Tapi karena orang yang ingin aku ajak hidup bersama telah pergi meninggalkan aku. Dan selama dua bulan ini sejak aku ditinggalkan olehnya aku sudah tidak punya arah masa depan lagi. Jadi saat ini aku akan fokus pada tujuanku yang satunya. Yaitu menebus hidupku pada Regal dan Jasmine."
"Tapi Regal bukan adik kecilmu lagi yang masih lemah. Lagipula kamu sudah menyerahkan hak waris padanya hingga kamu hanya memiliki 30% saham perusahaan saja. Dan selebihnya adalah menjadi hak Regal, itupun juga pasti semakin bertambah. Tapi kamu bahkan memilih menetap tinggal di Amerika hanya agar Regal tetap menjadi satu-satunya successor yang tidak memiliki saingan di keluarga besarmu. Kalau boleh aku katakan, kamu saat ini hidup dalam pengasingan. Sementara adikmu saat ini menikmati tahta yang kamu serahkan padanya secara sukarela di Kerajaanmu sendiri. Padahal dia tidak merasa bahwa tahta yang dia duduki saat ini adalah hasil dari pengorbananmu."
"Sejak kecil aku sudah terbiasa untuk merelakan dan mengikhlaskan sesuatu. Kehilangan dan diabaikan itu sudah biasa terjadi dalam hidupku. Pertama kalinya Cinta dan Kasih sayang pertamaku yang begitu mendalam pernah terenggut di saat aku masih sangat bergantung padanya, yaitu pada saat ibuku mengalami kecelakaan dan mengalami amnesia. Sejak saat itu aku seperti tidak mengenalinya lagi.... hingga saat ini. Dan pada saat aku mulai mencintai seseorang dengan tujuan hidup yang baru, aku pikir aku akan mendapatkan kebahagiaan nantinya, tapi ternyata dia menyerah dan memilih untuk menyuruhku pergi. Jadi aku rasa.... menjaga orang lain demi mereka, adalah sama saja aku memiliki tujuan yang sama dengan menjaga orang yang ingin aku cintai."
"Lalu kapan kamu akan mencari kebahagiaanmu sendiri?"
"Melihat ibuku yang tersenyum bahagia karena aku menunjukkan kasih sayangku pada Regal, dan melihat Shaila tersenyum bangga melihat perjuangan tanggung jawabku pada Rosie, itu adalah hal yang paling membahagiakan untukku saat ini...."
"Hah... sepertinya aku memang tidak bisa mengerti jalan pikiranmu. Sebagai sahabat aku akan selalu mendukung dan membelamu."
"Terimakasih Glenn... kamu memang sahabat terbaikku."
"Tentu saja, aku adalah sahabat yang paling setia bagimu. Bahkan aku lebih setia daripada Noah."
"Itu karena Noah tidak di sini, makanya dia tidak lebih dekat denganku dibandingkan dirimu."
"Tetap saja, harusnya dia setia kawan dengan mengikuti kita ke Amerika. Aku saja memilih jurusan dokter hewan saat aku tidak diterima di jurusan kedokteran, yang penting aku bisa sama-sama kuliah di Harvard bersamamu."
"Itu tentang passion,..."
Percakapan serius dari hati ke hati antara dua pria itu selalu berakhir dengan guarauan dan candaan yang semakin mengeratkan ikatan persahabatan mereka.
Obrolan malam itu adalah obrolan santai yang sedikit melegakan pikiran dan hati Caesar sebelum besok dia akan bertemu dengan Regal.
Terakhir kali Caesar bertemu dengan Regal adalah pada saat tahun lalu sebelum Caesar memasuki masa-masa internship. Pada saat itu pandangan Caesar terhadap Regal adalah perasaan iba, merasa bersalah, dan seolah ingin memberikan segalanya pada Regal untuk menebus dosa dirinya yang menyebabkan Regal mengalami trauma dan kehilangan Jasmine.
Sebelum Caesar mengetahui ternyata Jasmine masih hidup.
Dan kondisi itu jelas berbeda dengan kondisi sekarang ini.
Sekarang ini, Caesar belum tahu bagaimana dia akan menghadapi Regal, di mana Jasmine yang menjadi bagian dari masa lalu Regal saat ini sedang disembunyikan Caesar dari sepengetahuan Regal.
***
***
-----------------------------------
**Penutup
Halo semuanya, para reader yang aku sayangi.
Turut prihatin dengan pandemi yang dialami oleh dunia belakangan ini, termasuk negara kita Indonesia.
Setiap harinya selalu ada kawan atau saudara kita yang mengalami positif covid19.
Setiap hari juga selalu ada yang meninggal dunia.
Sedikit doa terpanjat untuk kalian di manapun berada:
- Bagi kalian yang masih sehat,
Semoga selalu dilimpahkan perlindungan, kesehatan dan keselamatan.
- Bagi kalian yang menjadi pejuang garda depan sebagai petugas kesehatan, petugas keamanan,
Semoga dilimpahkan perlindungan, kekuatan, kesehatan, dan keselamatan dalam menjalankan tugas. Semoga Tuhan membalas pengabdian kalian.
- Bagi kalian yang telah berstatus ODP, PDP, atau yang telah terkonfirmasi positif,
Percayalah kalian pasti akan sembuh. Kalian tidak sendiri, ada banyak kawan dan keluarga kalian yang mendukung kalian. Kesembuhan kalian adalah harapan dan kabar baik bagi dunia, bahwa kalian adalah manusia kuat dengan kekebalan yang luar biasa.
Tuhan selalu bersama kita semua....
🙏🙏🙏🙏🙏**