I'M Sorry, Wife

I'M Sorry, Wife
[SEASON] FOUND YOU



Caesar mengambil ponselnya dan langsung mengarah ke satu kontak nama yang ada di ponselnya.


Joni.


Hanya ada dua orang yang paling dipercayai Caesar selama ini. Yaitu Julia, neneknya dan Joni. Namun sejak Caesar memutuskan untuk tinggal di Amerika, Caesar lebih banyak mengandalkan Joni untuk memberikan informasi terkait kondisi keluarganya, terutama Regal.


***



***


Joni sendiri dalam beberapa tahun belakangan ini memang sudah tidak banyak memegang peranan penting dalam tim investigasi Eric. Karena memang selain tidak memiliki kemampuan bela diri yang mumpuni, Joni juga lebih sering diandalkan Caesar untuk menyelidiki sesuatu, yang bahkan untuk menyelidiki informasi di dalam tubuh keluarga Eric sendiri. Bahkan bisa dikatakan Joni adalah agen mata-mata Caesar.


Eric bukan tidak tahu mengenai hal tersebut. Hanya saja ia menutup mata karena ia tahu mungkin dengan cara itu Caesar bisa tahu setiap perkembangan keluarganya, terutama masalah adiknya, Regal. Karena Caesar tidak selalu terbuka dengan Eric. Tapi keuntungannya, jika bukan Joni yang bisa diandalkan Caesar, maka akan sulit bagi Eric untuk memantau pergerakan Caesar.


Dan tentang masalah Rosie, adalah suatu hal yang tidak boleh diketahui Caesar. Selama bertahun- tahun ini Caesar tidak pernah menaruh curiga karena ia telah meyakini bahwa Jasmine telah meninggal.


Eric sengaja meminta Gunawan untuk mengatakan dengan mulutnya sendiri bicara pada Caesar, agar tidak perlu berhubungan dengannya. Sehingga Caesar akan dengan sendirinya menjauhi Gunawan. Dengan begitu ia tak akan pernah tahu jika Jasmine sebenarnya masih hidup.


Tapi saat ini adalah suatu kesalahan Eric yang terlalu ceroboh membiarkan Jasmine dirawat di USA. Sekalipun ia telah mengerahkan banyak usaha agar Jasmine dan Gunawan tak akan terjangkau oleh Caesar, namun pada akhirnya tinggal menunggu waktu sampai sesuatu yang disembunyikan Eric akan tercium oleh Caesar.


Padahal Jasmine tinggal sedikit lagi akan menjadi individu yang baru sebagai Rosie. Dia hanya tinggal melakukan bedah plastik eksternal sekali lagi. Setelah melakukan rekonstruksi tulang rahang yang dilakukan seminggu yang lalu.


Dan saat Jasmine seutuhnya telah menjadi Rosie. Maka pada saat itu Eric akan benar-benar melepaskan Gunawan dan Jasmine untuk hidup bebas.


Sayangnya sebelum rencana Eric belum berhasil sepenuhnya, Caesar telah terlanjur bertemu dengan Gunawan. Dan mungkin saat ini Caesar sudah mulai curiga dengan Gunawan.


--------------------------------------


"Xing cuti ke Finlandia?"


"Ya, anak buahnya mengatakan seperti itu. Dia pergi sejak tiga hari yang lalu."


"Tiga hari yang lalu....."


Caesar mengusap dagunya, ia sedang berpikir keras.


"Apakah dia menikah? atau ada keluarganya ada yang meninggal?"


"Sepertinya tidak ada. Seharusnya kami semua di sini pasti akan mengunjunginya jika itu terjadi." jawab Joni di seberang telepon.


"Begitu ya.... Xing adalah orang yang paling dipercaya dan diandalkan oleh daddy. Rasanya mustahil Xing bisa cuti hingga tiga hari. Terlebih ini bukan hari besar maupun perayaan lainnya. Bahkan saat ibunya Xing meninggal beberapa tahun lalu, ia hanya cuti selama dua hari sampai ibunya dikremasi. Apa itu tidak aneh, paman?"


"Aneh? Apa artinya anda mencurigai dia tidak sedang cuti?"


"Lebih tepatnya, ada alasan mengapa ia beralasan cuti, dan sepertinya daddy bukannya tidak tahu hal itu."


"Tapi bagaimana saya akan memastikannya? Jika memang Tuan Eric mendukung kebohongan Xing, untuk apa?"


"Bisa jadi karena Xing melakukannya atas kepentingan daddy."


"Jika memang Tuan Eric yang memberi perintah pada Xing, bukankah sudah sewajarnya. Mengapa ia perlu berbohong?"


"Dia tidak berbohong, tapi itu hanya kamuflase. Mereka ingin orang lain berpikir Xing cuti, itu adalah cara aman agar orang lain tidak akan menaruh curiga apapun untuk satu alasan. Xing sedang menjalankan tugas rahasia dari daddy..."


"Tuan muda, saya sungguh tidak terpikir hal seperti itu..."


"Ya... itu karena paman tidak berpikir daddy akan mulai mengisolasi paman. Karena aku...."


"Jadi artinya sebenarnya Tuan Eric sudah tahu bahwa saya menjadi informan rahasia bagi Tuan muda? Jadi Tuan Eric selama ini membiarkan saya melaporkan segala sesuatu diam-diam pada anda?"


"Ya... bisa dibilang seperti itu..."


"Lalu apa yang bisa aku lakukan terkait penyelidikan keberdaaan Xing?"


Caesar menghela nafas yang terdengar di ponsel Joni.


"Paman tunggu saja apa yang aku minta selanjutnya. Saat ini, aku cukup mendapatkan clue. Dan aku rasa aku tahu di mana Xing berada..."


Caesar tidak pernah ragu dengan analisanya. Xing tidak sedang cuti dan tentunya ia juga tidak sedang di Finlandia.


Caesar memeriksa semua jadwal penerbangan tiha hari yang lalu dari Singapore ke Eropa. Baik penerbangan secara langsung maupun penerbangan yang transit. Tidak ada penerbangan malam menuju Eropa diatas jam 19.00 waktu Singapore. Tapi ada dua penerbangan dari Singapore menuju ke John F Kennedy.


Jika Xing pada malam itu menuju New York, akan butuh waktu satu hari satu malam untuk sampai di New York. Maka jika analisa Caesar tidak salah, Xing akan mengambil penerbangan di hari berikutnya menuju ke Miami.


Dan ternyata benar. Di hari berikutnya, ada jadwal penerbangan menuju ke Miami.


"Tindakan kalian terlalu membuatku curiga... Semakin kalian menjauhkan dariku. Semakin aku akan mencari alasannya..."


Caesar mencocokkan waktu perkiraan Rosie dipindahkan dari kamar khusus yang beberapa waktu lalu ia kunjungi. Namun jika pemindahan Rosie juga melibatkan orang "dalam" rumah sakit, maka perhitungan yang ia lakukan tidak efektif sepenuhnya. Hanya setidaknya dia bisa memperkirakan bahwa jika memang ayahnya adalah donatur yang ia membiayai pengobatan Rosie, maka Xing saat ini benar-benar pasti masih berada di Miami.


Caesar memulai rencananya dengan mengikuti pergerakan Profesor Nick.


"Mengikuti Profesor Nick?" Shaila tersentak berdiri dari tempat duduknya.


"Ya... sejak awal pak Gunawan menghilang dari rumah sakit, sebenarnya aku ingin mengikutinya. Tapi mengapa tidak aku lakukan? Karena aku ingin memastikan siapa donatur yang membiayai pak Gunawan."


"Siapa?"


"Kemungkinan adalah ayahku."


"Mr. Eric? ayahmu sendiri? Kenapa ayahmu menjadi donatur bagi pakcik? Dan bukankah aneh jika ayahmu menjadi donatur pakcik dan kamu baru tahu itu. Bahkan kamu juga baru tahu pakcik berada di rumah sakit ini? Itu kesimpulan yang tidak masuk akal."


"Justru karena itu, ketidak-masuk akal-an ini bukan suatu kebetulan. Mereka memang sengaja membuat demikian. Hanya saja keberadaanku di Miami Hospital sebagai dokter internship, itu di luar dugaan mereka. Jika saja aku tidak pindah wahana internship ke Miami, maka aku selamanya tidak akan tahu hal ini. Aku hampir menggagalkan rencana mereka."


"Rencana apa?"


"Apa kamu tidak terpikir, jika memang tidak ada hal yang disembunyikan pak Gunawan, untuk apa dia harus menutup diri, mengubah namanya, bahkan mengatakan padamu untuk merahasiakan keberadaannya..."


"Ya... aku memang sempat berpikir seperti itu. Untuk seorang pakcik yang dilihat dari sisi manapun ia sama sekali tidak memiliki sisi eksklusif, namun ia bersikap seolah keberadaannya adalah sangat rahasia, dan jika ia diketahui, maka akan ada masalah besar. Dan juga terkait Rosie... sekalipun ada seorang donatur yang membantu biaya pengobatan dan operasinya, sekaya apapun donatur tersebut tidak akan mungkin sampai dengan sukarela menggelontorkan dana pribadi sebanyak itu untuk pengobatan hingga hampir 3 tahun di rumah sakit Miami." Shaila meluapkan apa yang ada di dalam pikirannya.


"Jika Rosie pasien biasa, segala informasi rekam mediknya pasti akan mudah kita akses dengan akun kita sebagai dokter di Miami Hospital." Caesar menambahkan.


"Benar sekali. Memangnya se-eksklusif apa seorang anak tukang kebun seperti Rosie hingga ia harus mendapatkan perawatan khusus, kamar khusus, bahkan sampai Profesor Nick yang merupakan direktur pelayanan rumah sakit, harus turun tangan."


"Jika Rosie bukan seseorang yang sangat penting bagi donatur tersebut. Dan satu-satunya orang yang pernah memiliki kepentingan yang sangat vital adalah keluargaku...."


"Mungkinkah.... hafff" Shaila langsung menutup mulutnya dengan mata terbelalak memelototi Caesar.


Sejenak Caesar dan Shaila saling berpandangan.


"Caesar.... apa kamu melihat sendiri jasad Jasmine saat dikuburkan?"


Caesar menggeleng.


"Masya Allah.... Ya Allah.... Caesar, apakah saat ini pikiranku mulai berlebihan... kalau aku berpikir... bahwa...."


"Rosie adalah Jasmine?"


Caesar mengatakan dengan ekspresi datar, tapi Shaila tampak terperanjat dengan ucapan Caesar.


"Jadi maksud pertanyaanmu kemarin itu.... adalah ini? Kamu curiga Jasmine tidak meninggal?"


"Aku tidak langsung curiga, tapi saat aku berusaha menarik garis benang merah, perkiraanku mengarah pada asumsi itu. Tapi ini hanya asumsi. Aku masih belum tahu apakah ini benar atau tidak. Kita akan tahu jika kita bertemu langsung dengan Pak Gunawan."


"Aku memang tidak akan bertanya pada Pak Gunawan. Tapi aku akan membuat ayahku sendiri yang mengatakannya padaku."


"Jadi kapan kita akan mulai mengikuti Profesor Nick?"


"Mulai saat ini juga."


Sore itu juga, Caesar dan Shaila mengikuti Profesor Nick. Sepanjang perjalanan Profesor Nick memang tidak langsung mengarah pada tempat yang mencurigakan, hanya singgah ke beberapa toko.


Tapi ternyata pada saat Profesor Nick datang ke sebuah toko buku kecil, Caesar melihat seorang pria muda menghampirinya. Seorang pria perawakan tinggi kurus dan badan yang tegap.


"Xing..." gumam Caesar.


"Siapa? Xing? Siapa dia?"


"Dia adalah bawahan ayahku."


Setelah keluar dari toko tersebut. Xing berjalan bersama Profesor Nick dan masuk ke dalam sebuah mobil hitam yang ternyata dikemudikan oleh Xing.


"Jika kita terus mengikuti seperti ini. Kita akan ketahuan. Dan bukan tidak mungkin Xing hanya mengecoh kita. Aku rasa aku punya ide yang lebih bagus." ucap Shaila


Caesar sependapat dengan Shaila. Lalu mereka putar balik menuju ke suatu tempat. Ke kantor pusat security initiative Kota Miami.


Kantor pusat security initiative merupakan pusat pengawasan keamanan 24 jam yang mengawasi seluruh kota Miami melalui kamera cctv yang terpasang di hampir seluruh sudut setiap distrik Kota Miami. Kantor ini merupakan milik lembaga intelejen Negara bagian Florida.


Agar mendapatkan akses ke dalam pusat pengawasan cctv dan mendapat ijin untuk melihat dokumen riwayat pengawasan yang diinginkan, Caesar harus memiliki alasan yang kuat. Caesar memiliki surat kehilangan, yang menyatakan, bahwa paspornya ada kemungkinan tertukar dengan seorang traveler dari Singapore, bernama Xing saat mereka berada di Singapore.


Atas bantuan kantor pusat security initiative, tidak butuh waktu lama bagi Caesar untuk mencari tahu track record rute plat nomor mobil yang dikendarai Xing, sejak tiga hari yang lalu saat Xing mulai menginjakkan kakinya di Florida.


"Yasss! We got it! Kita sudah menemukan hotel yang disewa oleh Xing untuk menginap. Aku yakin pak Gunawan ada di sana. Mereka ada di Four Seasons." Caesar tertawa girang.


"Tapi tunggu. Kita perlu melihat rekaman sudut cctv ini beberapa jam sebelumnya. Pada saat kemungkinan pak Gunawan dan Rosie dibawa ke sini."


Caesar dan Shaila meminta ijin pada petugas untuk melihat rekaman cctv dari sudut jalan Four Seasons hotel beberapa jam sebelum Xing datang. Untungnya petugas memberi kelonggaran pada mereka. Hingga kemudian mereka melihat pak Gunawan dan Rosie memang di bawa masuk oleh Xing dan dokter Felix."


Caesar mengepalkan tangannya dengan ekspresi senyum menyeringai. Sepertinya ia sangat puas telah menemukan Gunawan dan Rosie.


"Kita harus cepat pergi sekarang ke Four Seasons Hotel.


Caesar dan Shaila sangat berterimakasih kepada petugas security initiative yang membantu mereka. Tanpa banyak membuang waktu mereka langsung menuju hotel tempat di mana Gunawan dan Rosie diamankan oleh Xing.


Shaila melihat energi Caesar yang sangat berapi-api untuk bertemu dengan Gunawan. Dia bahkan tidak melihat energi itu saat Caesar pertama kali menginjakkan kaki di Harvard dan disambut oleh Shaila.


Four Seasons hotel berada di distrik Brickell, sekitar 1,5 kilometer dari pusat Kota Miami. Hanya beberapa menit mereka sudah sampai di Four Seasons hotel.


Caesar memakai jas snelli dan membawa id card dokter dari Miami Hospital. Saat di resepsionis, Caesar menunjukkan id card mereka dan mengatakan bahwa mereka adalah dokter yang ditugaskan untuk memeriksa pasien bernama Rosie yang menginap di hotel tersebut.


Resepsionis tidak menaruh curiga pada mereka dan langsung mengantarkan mereka ke kamar Rosie dan Gunawan. Karena hanya Rosie yang menjadi tamu pasien di hotel tersebut selama dua hari ini. Dan pada hari sebelumnya dokter Felix juga memeriksa Rosie. Jadi mereka berpikir saat Caesar menunjukkan id card sebagai dokter yang ditugaskan untuk memeriksa Rosie.


Berselang lima menit kemudian, Xing datang bersama Profesor Nick. Dia langsung naik menuju lantai 12 tempat di mana kamar Rosie berada.


Di waktu yang sama, Caesar dan Shaila sudah sampai di depan pintu kamar Gunawan dan Rosie. petugas hotel yang mengantar Caesar dan Shaila mengetuk pintu kamar Gunawan. Dan hanya dua kali ketuk, seseorang membuka pintu kamar,


"Di mana Rosie..?!"


Gunawan terbelalak melihat seseorang yang tiba-tiba muncul dari samping pintu. Wajah yang tak asing baginya. Wajah seseorang yang tak akan disangka akan ditemuinya di tengah pelarian dan persembunyiannya.


"Ca...Cae..sar..." Bibir Gunawan bahkan tak sanggup mengucapkan sebuah nama itu. Tangan Gunawan gemetar. Ia mencoba tenang tapi gestur tubuhnya tak bisa menyembunyikan ketakutan dan kepanikannya.


Rosie berjalan ke arah pintu kamar yang terbuka karena tidak biasanya ayahnya begitu lama hanya untuk sekedar membuka pintu.


Namun belum sempat Rosie melihat apa yang ada di pintu, seseorang kini sudah berada di depannya.


Rosie yang hanya setinggi dada Caesar awalnya tidak langsung terkejut. Tapi saat Rosie perlahan mendongakkan kepalanya.


Rosie tak ada pilihan lain selain terpaku dengan mata yang masih terbelalak.


Wajah yang sangat ia kenali itu kini sedang menatap dirinya dan hanya berjarak lima sentimeter saja.


***



***


--------------------------------------


Apa yang akan dilakukan Rosie dan Gunawan selanjutnya setelah bertemu Caesar?


A. Berbohong bahwa dirinya bukan Rosie


B. Hanya diam


C. Menjelaskan semua yang terjadi


D. Meminta bantuan Xing untuk melarikan diri


---------------------------------------


Halooo kawan-kawan di manapun kalian berada,


STAY SAFE & KEEP HEALTH


***



***


**Halo sobat pembaca


Terimakasih telah membaca novel ini,


author sangat mengharapkan dukungan dari kalian untuk tetap setia dengan novel ini**.


Jangan lupa,


DOWNLOAD NOVELTOON di playstore atau appstore


👆KLIK👆


❤️ FAVORITE


👍🏻 LIKE


☑️ VOTE POIN Sebanyaknya


💰 TIP KOIN Seikhlasnya


Dan Jangan lupa gabung di GRUP CHAT AUTHOR


FOLLOW IG @raghfa.jie


THANK YOU ❤️❤️❤️**