I Love Everything In You

I Love Everything In You
Episode 76



"Anjir anak osis tuh"


"Gila gila gila!Selera anak osis udah berubah nih"


Bisikan itu terus terdengar di telinga Aneska sepanjang perjalanan mereka menuju kelas.Aneska sendiri hanya bisa menundukkan kepalanya karena benar-benar risih dengan bisikan mereka.


"Ngapain lo?Kenapa nunduk?" tanya Salsabila.


"Malu" tanpa berkata-kata lagi Salsabila langsung mendongakkan kepala Aneska agar ia bisa lebih percaya diri dan tidak perlu mendengarkan kata-kata sampah mereka.


Sementara di koridor seberang,Arkana dan teman-temannya sedang berkumpul di depan kelas IPS. "Buset!" ucap Bagas saat tidak sengaja melihat Aneska sedang berjalan dengan Salsabila.


"Kenapa lo?" tanya Rizan heran.


"Ada anak baru kah?Liat tuh,waw" ia benar-benar terperangah tanpa mengedipkan matanya sedikit pun.Perkataan Bagas itu membuat semua orang yang ada langsung menatap ke arah yang sama.


"Widih anak ipa tuh,tapi bareng sama Salsa.Apa jangan-jangan satu kelas sama lo Jan?" tanya Arsenio.


"Tapi tas nya" gumam Arkana dengan mata yang fokus berusaha untuk mengenali siapa wanita itu karena sangat tidak asing baginya.


"Kenapa tas nya?" tanya Rafael.


"Itu pacar gue anjing" dengan cepat Arkana langsung berlari menuju kelasnya dan meninggalkan teman-teman yang sedang berdiri terheran-heran.


"Dih dih dih,itu Aneska?" tanya Rizan sambil memukul-mukul keras lengan Rafael.


"Sakit!"


"Oh iya sorry sorry sengaja"


...•••...


Aneska sudah memasuki melalu pintu kelas,namun langkahnya terhenti saat Arkana berhasil menggapai lengannya lalu membawa Aneska pergi ke suatu tempat tanpa berkata apapun.


Awalnya Salsabila ingin mengikuti kemana Aneska pergi,namun rasanya tidak perlu saat melihat orang yang membawanya adalah Arkana.


"Mau kemana?" tanya Aneska yang terus mengikuti langkah Arkana yang begitu cepat. "Pelan-pelan nanti jatuh"


Arkana tidak berbicara sedikit pun,ia terus mempercepat langkahnya hingga sampai di atap sekolah yang terlihat sangat sepi di tambah dengan hembusan angin yang begitu sejuk. "Kamu kenapa sih?"


"Ini apa Aneska Rabella?" menatap wanita itu dari ujung kepala sampai ujung kaki.Tentu saja Aneska hanya bisa terdiam dengan pandangannya yang tertunduk.


"Cowok-cowok di sekolah ini tuh pada mata keranjang tau gak?" Aneska masih terdiam.


"Gak gitu Arka-"


"Kamu sengaja mau mancing-mancing mereka?" tanya nya lagi,sontak Aneska langsung menatap wajah Arkana dengan alisnya yang di kerutkan.


"Mancing-mancing? Maksud kamu apa?Emang nya aku cewe murahan yang hobi nya mancing-mancing nafsu orang?" tanya Aneska kesal. "Kok bisa-bisanya sih kamu ngomong kayak gitu sama aku?"


Arkana terdiam,ia baru menyadari bahwa perkataan nya salah.Laki-laki itu menggenggam lengan Aneska untuk meluruskan kesalahpahaman ini.


"Gak gitu maksud aku" ucap nya dengan sangat lembut.


"Kalau gak gitu terus gimana?Udah jelas-jelas kamu bilang kayak gitu ke aku,aku tersinggung tau gak?" Mata Aneska mulai berkaca-kaca.


"Ya maksud aku ada apa?Gak biasanya kamu pake seragam kayak gini?Kalau kamu pake seragam kayak gini,besar kemungkinan laki-laki di sekolah bakal liatin kamu terus"


Aneska memejamkan matanya dengan ekspresi wajah kesal. "Kenapa?" tanya Arkana. "Perkataan aku salah lagi?"


"Bukan itu,asal kamu tau ini semua ulah Salsa.Tadi pagi-pagi banget dia Dateng ke rumah terus suruh aku pake baju ini,aku gak mau tapi dia paksa.Daripada aku harus ganti baju terus terlambat,yaudah terpaksa aku pake aja.Cuma hari ini aja kok,besok gak lagi" oceh Aneska sambil merengek.


"Yaudah,pake aja jaket aku" memakaikan jaket nya untuk Aneska. "Denger ya,nanti pulang sekolah bareng aku.Beruntung banget hari ini aku bawa mobil"


Aneska tersenyum lalu mengangguk paham,Arkan pun langsung merangkul wanita itu lalu membawanya kembali ke kelas.


Keduanya terus berjalan tanpa memperdulikan para siswi yang sedang menatap kearah mereka sambil membisikkan kata-kata yang sulit di mengerti.Tentu saja intinya mereka tidak suka saat Aneska sedang bersama Arkana.


Karena merasa kurang nyaman,Aneska berjalan cepat mendahului laki-laki itu hingga tepat berada di depannya.Namun tak lama seorang siswi yang sedang bersenda gurau dengan temannya melangkah cepat ke belakang hingga hampir saja menabrak tubuh Aneska,tetapi hal itu tidak dibiarkan oleh Arkana.Dirinya langsung menarik tubuh Aneska agar menjauh dari kumpulan orang-orang tersebut.


"Bisa gak kalau bercanda gak usah di jalanan kayak gini?" tanya Arkana dengan wajah nya yang datar.


"Udah Arka,gak apa-apa" bisik Aneska sambil menarik-narik baju pria tersebut.


"Maaf Arka kita gak-"


"Minggir" dengan cepat wanita itu langsung berpindah tempat untuk memberikan jalan kepada mereka.


"Kamu gak boleh jutek gitu sama cewek" ucap Aneska sambil menatap Arkana yang terus menatap ke arah depan.


"Biarin,lagi pula aku gak kenal dia"


"Ya tapi kamu kan bisa ngomong baik-baik,kalau aku yang digituin sama orang lain gimana?" tanya Aneska.


"Ya tapi kan males banget kalau aku harus baik sama mereka Anes,kalau aku baikin nanti mereka mikir nya berlebihan"


"Ih gak mau, emang kamu gak cemburu apa kalau aku baik-baikin cewek lain?" tanya Arkana yang langsung menghentikan langkahnya.


"Gak lah,selama gak berlebihan ya oke oke aja menurut aku" Arkana hanya mendengus kesal karena tidak bisa berbuat apa-apa jika Aneska yang berbicara.


Saat mereka hendak memasuki ruang kelas,langkah keduanya terhenti saat melihat bu Yesi sedang berjalan dengan siswi yang wajahnya terlihat asing bagi mereka.


"Bu Yesi sama siapa?" tanya Aneska dengan mata mereka yang terus menatap ke arah sana.


"Gak tau,udah ayo" ucap Arkana tidak peduli.


"Darimana kalian berdua?Ini kan udah masuk jam pembelajaran" ucap Bu Yesi.


"Dari kelas sebelah" ucap Arkana sambil berjalan memasuki kelas tanpa mengucapkan sepatah kata lagi kepada Bu Yesi.


"Permisi Bu" ucap Aneska.


"Aduh gak habis pikir lagi sama anak-anak jaman sekarang.Ayo silahkan masuk" ucap nya kepada siswi baru tersebut.


"Selamat pagi anak-anak nakal" suasana ricuh di kepala langsung berubah menjadi hening seketika saat Bu Yesi masuk ke dalam kelas.


"Rizan kemana?Kenapa kursinya masih kosong?" tanya Bu Yesi.


"Itu Bu Rizan lagi-"


"Saya disini!" teriaknya di ambang pintu dengan nafas terengah-engah.


"Yaampun darimana kamu?Kenapa baru masuk?"


"Dai toilet Bu" ucap Rizan sambil berjalan menuju kursinya.


"Ke toilet lama banget?Bel kan udah dari tadi Rizan"


"Ya ibu kayak gak tau aja?Saya belum sarapan Bu,makanya mampir dulu ke kantin,hehehe"


"Haha hehe haha hehe.Awas kamu ya kalau besok kayak gitu lagi,mau saya kasih hukuman?" tanya Bu Yesi.


"Besok mau Bu mau,lumayan ada mapel matematika sama fisika" ia tersenyum lebar seperti sedang tidak melakukan kesalahan apapun.


"Aduh yaampun,berapa bulan lagi sih kenaikan kelas?Saya cape setiap hari harus menghadapi siswa nakal kayak kamu Rizan" ucap nya kesal. "Oke baik, dengarkan semuanya.Hari ini kelas kita kedatangan siswa baru,silahkan perkenalkan diri kamu"


"Halo semua"


"Halooooo" ucap mereka kompak kecuali Arkana yang sibuk memainkan rambut Aneska dari belakang.


"Kenalin nama saya Winda Grisela,semoga bisa berteman baik sama kalian semua" ucap nya sambil tersenyum manis.


"Hai Winda" Rizan benar-benar bersemangat.


"Sudah-sudah,kamu boleh duduk di kursi yang kosong.Itu di belakang Arkana"


"Di sebelah sana ya Bu" menunjuk bangku kosong yang berada tepat dibelakang Arkana.


"Iya silahkan"


"Makasih Bu"


"Yasudah kalau gitu,ibu tinggal ya.Guru PKN lagi ada di perjalanan,mungkin sebentar lagi masuk ke kelas" ucap Bu Yesi sambil berjalan keluar kelas.


"Gak Dateng juga gak apa-apa Bu" bisik Rafael.


"Halo" sapa Winda kepada Salsabila yang sedang mencoret-coret buku tulisnya.


"Eh iya halo" sapa Salsa terkejut. "Salam kenal ya,nama gue Salsa"


"Gue Winda"


"Iya tau,tadi gue denger" Salsa tersenyum kecil.


"Halo,lo Arkana ya?" tanya Winda kepada Arkana,lelaki itu justru menoleh kesana kemari terlebih dahulu untuk memastikan apakah Winda sedang berbicara kepada dirinya atau bukan.


"Gue?" tanya Arkana.


"Iya"


Arkana hanya mengangguk lalu kembali bermain lagi dengan rambut Aneska yang terurai. "Arka sakit,jangan di tarik-tarik!" Aneska berbicara dengan wajah kesalnya.


"Oh iya iya iya, yaampun maaf ya" mengusap rambut Aneska dengan sama lembut.Sementara Winda yang melihat kedekatan mereka hanya menatap Salsabila yang langsung mengangkat kedua alisnya.


"Eh halo Winda" sapa Aneska yang tidak sengaja melihat keberadaan Winda saat sedang menoleh kearah Arkana. "Nama gue Aneska"


"Halo" ucap Winda ramah.