
Setelah membuat Aneska jengkel karena ulahnya,Arkana langsung membalikkan badan dan berjalan menuju kelasnya.Begitu juga dengan Keysha yang sejak tadi menatap tajam ke arah Aneska.
Baru beberapa langkah Arkana berjalan, terdengar suara pak Udin yang memanggil nama Aneska dengan cara berteriak dari kejauhan.
"ANESKA!"
"iya pak?"
"Kenapa sampah disini masih berserakan?Dari tadi kamu ngapain aja?" tanya pak Udin.
"Iya maaf pak"
"Maaf maaf" ucap Pak Udin sambil menatap setiap lekukan tubuh Aneska lalu berjalan mendekat ke arahnya.
Arkana sudah tahu betul apa niat dan isi fikiran kotor yang ada di dalam kepala laki laki tua satu ini.Ia bertolak pinggang dan menyaksikan setiap gerak-gerik pak Udin dengan seksama.
"Ngapain sih?Katanya tadi mau ke kelas" kata Keysha.
"Yaudah sana,lagian kelas kita beda kan.Kalo jalan sendirian Lo gak bakal nyasar kan?" tanya balik Arkana.
"Yaudah kalau gitu gue duluan ya"
"Emmm"
Keysha tidak pergi ke kelasnya,ia malah bersembunyi di balik dinding lorong kelas untuk melihat apa yang akan Arkana lakukan kepada Aneska selanjutnya.
Tidak mau melihat tingkah konyol pak Udin,Arkana langsung berjalan menghampiri keduanya lalu merangkul Aneska untuk membawa wanita itu pergi dari hadapan Pak Udin si otak mesum ini.
"Ayo sayang kita ke kelas, sebentar lagi bel masuk bunyi" ucap Arkana yang langsung mengalungkan lengannya di pundak Aneska dan berjalan pergi meninggalkan pak Udin yang sedang berdiam diri dengan wajah terkejut sekaligus terheran-heran.
Brakkk!!!
Beberapa siswa perempuan yang tak sengaja mendengar perkataan Arkana langsung melepaskan minuman dan makanannya hingga terjatuh dan berserakan dimana-mana.
"Ngomong apa dia barusan?" tanya salah satu dari mereka dengan ekspresi wajah datarnya. "Sayang?"
"Mereka pacaran?"
"Ya kali gak pacaran tapi manggilnya sayang-sayangan"
"ARGGGHH SETAN!!"
"HUHUHU!!Mau nangis!!!"
"Itu serius Arkana rangkul terus bilang sayang sama si Anes?"
"Nyari mati nih si Anes"
"Lo apaansi?Lepasin gak!" ucap Aneska yang berusaha melepaskan rangkulan tangan Arkana.
"Udah diem!" bisik nya.
"Mereka semua liat!"
"Biarin"
"Dih!Lepasin gak!"
"Gak mau"
"ARKANA!!" bentak Aneska.
"Apa?"
"Plis lepasin dong!Mereka semua gak terima tau gak?Mati deh gue hari ini" gerutunya.
Arkana langsung melepaskan rangkulannya dan menjauh dari Aneska. "Lo emang cewek lemah.Gak bisa jaga diri" ucapnya yang langsung berjalan masuk ke dalam kelas meninggalkan Aneska.
"Dih!Udah salah,bilang gue lemah sama gak bisa jaga diri lagi" gerutu Aneska sambil berjalan masuk ke dalam kelasnya.
"Aneska" ucap Keysha yang keluar dari persembunyian lalu berjalan menghampiri Aneska.
"Iya?"
"Selamat ya,kalian udah pacaran"
"H-hah?Engga kok beneran,kita gak pacaran"
"Tapi tadi Arkana bilang gitu,gak mungkin kalau dia cuma ngaku-ngaku secara banyak cewek yang antri buat dapetin dia"
"Engga kok,gue gak suka sama Arka"
"Apa?Lo gak suka sama dia?" tanya Keysha. "Lo gila ya?"
"H-hah?"
"Lo mau mainin hati dia?"
"A-apa maksud Lo?Gue gak suka dia, begitupun sebaliknya"
"Jauhin Arkana!" bisik nya.
"Apa?"
Keysha langsung pergi meninggalkan Aneska, sementara wanita itu hanya terdiam karena sangat tidak mengerti dengan apa yang Keysha katakan kepadanya.
...•••...
Hanya ada mereka berdua di dalam ruangan tersebut,Arkana sibuk dengan gitarnya sedangkan Aneska terus terdiam. "Lo kenapa sih?"
"Gue?Gak apa-apa" ucap Aneska.
"Gue ada salah sama Lo?" tanya Arkana lagi karena ia takut melakukan kesalahan yang tidak disadari.
"Ngga"
"Terus kenapa Lo diem aja?"
"Ya pengen aja"
"Apa karena tadi?Bercanda,cuma bercanda"
"Apa kita harus setiap hari latihan kayak gini?" tanya Aneska.
"Ya iya lah"
"Kenapa sih harus gue dari sekian banyaknya perempuan di kelas kita?" tanya Aneska lagi.
"Apa maksud Lo?Lo bisa nyanyi makanya gue pilih Lo"
"Oke,tapi bisa gak lo stop belain gue kalau lagi ada masalah?"
"Hah?"
"Stop bertindak kalau seolah-olah gue ini pacar lo,orang yang spesial buat Lo!" Aneska menatap wajah Arkana dengan mata yang hampir menangis.
"Lo kenapa sih?Lagi datang bulan?"
"Gue serius"
"Kalo Lo gak suka,kan tadi gue bilang kalo semua itu cuma bercanda.Kalau lo gak mau gue bela,makanya harus bisa jaga diri"
Aneska tidak mau berdebat lebih jauh lagi,ia langsung mengambil tas nya dan pergi keluar ruangan meninggalkan Arkana yang masih duduk di sana.
"Mau kemana?Masih jam berapa ini!" teriak Arkana.Dengan cepat ia langsung mengambil tas nya dan berlari menghampiri Aneska.
"Lo kenapa sih?" tanya Arkana sambil menarik lengan Aneska hingga wanita itu terhentak membalikkan badannya.
"Gue mau pulang,capek banget" ucap Aneska sambil tersenyum seolah-olah tidak ada rasa kesal didalam hatinya.
"Yaudah gue anter"
"Bisa sendiri,ini masih siang kok" Tiba-tiba Aneska melihat Keysha sedang berdiri di belakang Arkana dari kejauhan.Ekspresi wajah riang nya langsung berubah menjadi layu karena teringat dengan perkataan Keysha tadi siang.
"Kalo gue salah bilang,kasih tau gue jangan pergi-pergian kayak anak kecil gini" kata Arkana,ia masih belum melepaskan tangan Aneska.
"Udah ya,gue pulang dulu.Sampai ketemu lagi hari Senin" Aneska melepas paksa genggaman tangan Arkana lalu pergi meninggalkan nya.
"Arka!" teriak Keysha saat Aneska sudah tidak ada disana. "Lo ngapain disini?".
"Mau pulang"
"Gue boleh nebeng bareng Lo gak?Gue juga mau mampir ke rumah lo dulu" kata Keysha.
"Maksud gue mau pulang ke markas" ucap Arkana dengan wajah datarnya.
"Gitu ya.Yaudah kalah gitu gue nebeng,arah ke markas kan ngelewatin rumah gue"
"Kenapa gak naik taxi aja?Biasanya juga lo naik taxi" kata Arkana
"Ya kan ada lo,sekalian aja".
"Tapi gue cuma bawa helm satu"
"Gak apa-apa kok,gak terlalu jauh juga kan"
"Bukan masalah jauh,kalau nanti jatuh gimana?"
"Gue percaya sama lo,Lo pasti bakal hati-hati.Udah yuk" Tanpa rasa malu,Keysha langsung menarik lengan Arkana menuju motornya.
Aneska masih menunggu bus yang tak kunjung datang,tidak sengaja ia melihat Arkana yang sedang membonceng Keysha sambil memeluknya dengan erat.
Arkana melihat Aneska dari kejauhan,namun Anes langsung memalingkan wajah seolah-olah ia tidak melihat keberadaan mereka berdua.
Meskipun Aneska masih menyukai Aditya dan belum menyukai Arkana,tapi tetap saja ia sangat terganggu dan tidak suka dengan perkataan Keysha yang mengatakan seolah-olah Aneska adalah penghalang dari hubungan mereka berdua.Menurutnya Keysha tidak boleh berbicara seperti itu jika ia tidak mengetahui kebenarannya.
...•••...
HAI KAK!
Jika ada waktu luang,kalian bisa baca chat story aku yang berjudul:
TERIMAKASIH💜