
Setelah mereka sampai di koridor sekolah yang sepi.Aneska langsung melepas paksa rangkulan Arkana dan mendorong tubuhnya yang jauh lebih besar itu agar sedikit menjauh dari Aneska.
"Kok di dorong?" tanya Arkana.
"Lo kenapa sih?Kenapa nekat banget jadi orang?Pake teriak-teriak ngasih tau semua orang lagi" omel Aneska.
"Gue sengaja"
"Sengaja?"
"Iya sengaja,biar gak ada cewek yang nekat suka sama gue lagi.Emang nya lo mau pacar lo ini disukai oleh banyak wanita?" tanya Arkana.
"Pacar?Coba ucapin sekali lagi" perintah Aneska.
"Pacar"
"HAHAHA!Pacar?" Aneska langsung memundurkan langkahnya untuk sedikit menjauh dari Arkana.
PLAKKK!!!
Tanpa aba-aba Aneska langsung memukul bahu Arkana hingga laki-laki itu meringis kesakitan. "Kok mukul? Kebiasaan nih!"
"Apa otak lo harus gue pukul juga?" tanya Aneska sambil bertolak pinggang dengan wajah Berandal nya.
"Kenapa si?"
"Gila Lo ya? Pacar pacar,jadian aja ngga"
"Jadian?Apa harus jadian?" tanya Arkana. "Oh!Jadi lo nunggu gue tembak ya?" goda Arkana.
"Dih!siapa juga"
"Cie yang diem-diem suka sama gue" goda Arkana lagi sambil mencolek dagu Aneska.
"Apaansi colek-colek!"
"Cie yang nunggu di tembak"
"Ck!Rese Lo!Awas!" Aneska langsung pergi meninggalkan Arkana dengan rasa kesalnya yang masih melekat.
...•••...
Saat pulang sekolah, seperti biasanya Aneska duduk termenung sambil menunggu kedatang bus.Ia terus menggesekkan kaki nya ke tanah untuk menghilangkan rasa kejenuhan.
TIIINNN!!!TIIINNN!!!
Suara klakson motor itu membuat Aneska langsung menghentakkan badannya karena terkejut.Ia langsung memutar kedua bola matanya saat melihat Arkana yang membuat kegaduhan itu.
"Abang ojek datang!" seru Arkana.
"Ck!"
"Ayo ayo,Abang ada orderan lain nih" ucap Arkana sambil memberikan helm berwarna pink kepada Aneska.
"Orderan?Siapa?" tanya Aneska yang langsung beranjak dari duduknya.
"Tuh kan,cie penasaran"
"Hshhh sialan!" bisik nya.
"Udah ayo cepetan"
Aneska langsung berjalan menghampiri Arkana dan mengambil helm tersebut lalu memakainya. "Helm siapa ini?Warna pink" tanya Aneska.
"Perasaan waktu berangkat lo pake yang ini deh,kenapa baru nanya sekarang?" tanya balik Arkana.
"Emang iya?"
"Yah elah!Dari tadi gue tunggu-tunggu lo buat nanya tentang ini,eh malah baru nyadar nya sekarang" keluh Arkana.
"Punya siapa?"
"Tapi bagus gak?" tanya balik Arkana.
"Punya siapa?"
"Ya bagus gak?"
"Bagus"
"Iya dapet ngambil di parkiran semalam" celetuk Arkana.
"Heh!" refleks Aneska langsung memukul tubuh Arkana.
"Kebiasaan,pukul aja terus sampe kulit gue biru semua"
"Gue gak mau pake ah!" Aneska hendak membuka kembali helm tersebut namun Arkana langsung mencegah nya.
"Bercanda bercanda!Ya gue beli lah semalam,suka gak?" tanya Arkana sambil tersenyum.
"Kenapa beli warna pink?"
"Kan Lo cewek, biasanya cewek suka warna pink"
"Lo beliin ini buat gue?" tanya Aneska lagi.
"Iya lah?"
"Kenapa?"
"Ya karena kan mulai sekarang lo harus pulang pergi bareng gue,mulai hari ini jok belakang udah ada yang ngisi" ucap Arkana tersenyum manis.
Tanpa sadar Aneska membalas senyuman Arkana,ia sangat senang mendengar alasan Arkana membelikan nya barang tersebut.
"Lo suka warna pink kan?" tanya Arkana.
"Iya suka" Aneska berbohong.Sebenarya merah adalah warna kesukaan nya.Ia mengatakan bahwa dirinya suka,itu hanya karena ia ingin menghargai pemberian Arkana.Agar laki-laki itu tidak kecewa.
Sepanjang perjalanan mereka saling melemparkan candaan satu sama lain,tanpa sadar Arkana menarik kedua lengan Aneska hingga wanita itu memeluknya dengan erat sambil tertawa senang.
"Loh,ini kan bukan jalan ke rumah gue" ucap Aneska yang baru menyadari bahwa itu bukan jalan menuju rumahnya. "Kita mau kemana?"
"Nanti juga tau"
"Lo gak bakal bawa gue ke hutan,kebun atau semacamnya kan?" tanya Aneska yang mulai panik.
"Mau ngapain? Bercocok tanam?" tanya Arkana.
"Ih!Dasar mesum!" ucap Aneska sambil menoyor kepala Arkana dari belakang.
"Mesum?Apanya yang mesum?Lo bilang kan ke hutan dan kebun,emang mau ngapain lagi disana kalau bukan bercocok tanam?" tanya Arkana. "Emang bercocok tanam yang mana yang lo maksud?"
Aneska langsung terdiam karena malu. "Wah ternyata lo jauh lebih mesum dari pada gue"
"Nggak! mana ada!" Teriaknya sambil memukul punggung Arkana.
"Nah kan,lagi.Terus aja terus Nes" ucap Arkana.
Tak terasa mereka sudah sampai di pintu gerbang utama rumah Arkana,Aneska menoleh kesana kemari karena bingung dengan keberadaan mereka sekarang.
"Selamat sore tuan" ucap salah satu penjaga,Arkana hanya sedikit mengangguk.
"Ini dimana?" bisik Aneska bertanya.
"Nanti juga tau" ucap Arkana.
Gerbang kedua telah mereka lewati dan akhirnya mereka sampai di halaman rumah Arkana. "Ini rumah siapa?" tanya Aneska terperangah saat melihat kemegahan rumah kedua orang tua Arkana.
"Tuan,biar saya yang memasukkan motor kedalam garasi" ucap salah satu penjaga lainnya.
"Gak usah pak,disini aja nanti mau dipake lagi"
"Oh,baik tuan"
"Tuan?" tanya Aneska, mendengar perkataan wanita itu Arkana langsung tersenyum kecil.
"Ini rumah gue,rumah orang tua gue maksud nya" kata Arkana.
Sontak Aneska langsung menjatuhkan helm yang sedang ia genggam.Aneska sangat terkejut saat mendengar perkataan Arkana barusan.
"Kenapa lo gak bilang dulu kalau kita mau ke rumah Lo" bisik Aneska.
"Kalau bilang dulu, emangnya lo mau ngapain?" tanya Arkana.
"Ya gue kan bisa ganti baju dulu"
"Kalau lo ganti baju,nanti nyokap gue kira kalau gue pacaran sama tante-tante lagi" celetuk Arkana.
"Enak aja!Emang gue keliatan kayak tante-tante kalau pake baju biasa?" tanya Aneska.
"Engga bercanda"
"Lo gak bercanda barusan" rengek Aneska.
"Tadi gue bercanda,sumpah!"
"Beneran?"
"Iya,yaelah yang satu hobi bercanda yang satunya lagi terlalu serius" gerutu Arkana. "Yaudah kalau gitu kita masuk"
"Tapi di dalem rumah Lo ada siapa?" tanya Aneska.
"Kayaknya bokap gue belum pulang,paling cuma ada nyokap aja sama bibi"
"Yaudah yuk" mereka langsung masuk ke dalam Arkana.
"Assalamualaikum mah!" teriak Arkana.
"Waalaikumsalam den" sahut Bu Rani.
"Loh kok bibi yang sahut?Mama mana bi?"
DORR!!!!DORR!!!!DORR!!!
Suara tembakan itu membuat Aneska langsung terlonjak kaget dan bersembunyi dibalik tubuh Arkana yang jauh lebih tinggi darinya.Melihat tingkah Aneska,Arka dan Bi Rani hanya saling menatap dan tersenyum kecil.
"Itu suara apa?" tanya Aneska yang masih bersembunyi.
"Gak apa-apa kok,itu cuma suara tembakan.Kayaknya nyokap gue lagi asah kemampuan nembak nya"
"Nyokap lo jago nembak?" tanya Aneska.
"Iya"
"Pulang aja yuk" ajak Aneska ketakutan.
"Loh kok pulang,kenapa?Baru juga sampe,belum ketemu juga kan sama nyokap gue" kata Arkana.
"Kayaknya pulang aja deh" Arkana terdiam sejenak Setelah memahami apa yang terjadi,Arkana langsung tersenyum kecil karena sangat terhibur dengan tingkah wanita nya itu.
"Gak usah takut,nyokap gue gak akan sembarang tembak kok.Dia cuma lagi latihan aja"
"Ayo gak apa-apa" Arkana menarik lengan Aneska agar wanita itu keluar dari persembunyian nya.
...•••...
HAI KAK!
MAMPIR KE CHAT STORY AKU YANG BERJUDUL:
-Seven Guards.
TERIMAKASIH💜