I Love Everything In You

I Love Everything In You
Episode 20



Bi Rani dan Erika sedang memasak makanan untuk sarapan, sementara Keysha menghidangkan semua makanan tersebut di meja makan.Bintang masih asyik bermain dengan Tirex sedangkan Arkana masih berada di dalam kamarnya.


"Udah kamu duduk aja,biar Bi Rani yang siapin" kata Erika.


"Gak apa-apa Tante,lagi pula aku gak ngapa-ngapain kok"


"Bi tolong panggil Arkana,makanan nya udah siap semua"


"Iya nyonya"


"Aku aja" ucap Kesyha tiba-tiba.


"Gak apa-apa non,biar bibi aja.


"Udah,aku aja" Keysha langsung berjalan cepat menuju kamar Arkana di lantai dua untuk memanggil sahabat laki-lakinya itu. "Arka"


"Arka sarapan dulu"


"Duluan aja!!" teriak Arkana.


"Tapi nanti turun ya?"


"iya!!!"


Setelah Keysha duduk bersama Erika dan Bintang,tak lama Arkana datang dan ikut bergabung dengan kaos oversize berwarna hitam juga celana pendeknya. "Tadi lo yang panggil?" tanya Arka kepada Keysha.


"Iya"


"Cuci muka dulu gih" kata Bintang. "Ada cewek kok kucel gitu"


"Udah pah,udah cuci muka.Lagian Eca doang mah gak apa-apa" ucap Arkana yang langsung melahap makanan tersebut.


"Kemarin temen kamu ada yang meninggal ya?" tanya Erika.


"Iya"


"Kenapa?" tanya Bintang.


"Dikeroyok" Erika hanya terdiam.Tak lama terdengar suara dering telpon rumah yang berbunyi.Mereka kira pihak perusahaan yang menghubungi.


"Tumben pagi-pagi udah nelpon?Ada masalah apa?" tanya Erika kepada Bintang.


"Gak tau deh"


"Biar saya yang angkat nyonya" kata Bi Rani.


"Yaudah, makasih ya Bi"


"Sama-sama nyonya" ucap Bi Rani yang langsung berjalan untuk mengangkat panggilan tersebut. "Halo selamat pagi?"


"Pagi.Permisi,Arkana nya ada?" terdengar suara pria seusia Arka di seberang sana.


"Ada,kalau boleh tau ini siapa ya?" tanya balik Bi Rani.


"Tolong kasih tau Arkana,saya Marvel.Saya mau bicara sama Arka" kata Marvel.


"Tunggu sebentar" Bi Rani menaruh telpon genggam itu di meja lalu berjalan cepat menghampiri Arkana untuk menyampaikan pesan tersebut.


"Tuan,ada yang mau bicara sama tuan" kata Bi Rani.


"Hah,siapa bi?" tanya Arkana bingung karena tidak biasa ada yang mencari nya melalui telepon rumah.


"Temen tuan, namanya...Marpel"


"Marvel?" tanya balik Arka.


"Iya maksud bibi Marvel" Dengan cepat Arkana berlari menuju ruang tamu untuk berbicara dengan Marvel,karena ia tahu pasti ada hal penting yang akan Marvel sampaikan.


"Siapa Marvel?" tanya Erika kepada Keysha.


"Gak tau Tante"


"Halo?" sapa Arkana.


"Lo bisa ke markas sekarang?" tanya Marvel.


"Kenapa?"


"Nanti gue ceritain disini, pokoknya sekarang Lo langsung kesini.Ini penting banget"


"Pagi-pagi udah bikin gue penasaran aja.Yaudah,gue siap-siap dulu terus langsung kesana" ucap Arka.


"Oke,gue tunggu"


Beberapa menit kemudian Arka keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sudah sangat rapih dan wangi.Sambil memakai jaketnya,Arka berjalan cepat menuruni tangga. "Mau kemana kamu?" tanya Bintang.


"Mah,pah.Aku mau keluar dulu ya" ucap Arka sambil mencium tangan kedua orang tua nya.


"Kemana masih pagi ini,sarapan kamu juga belum habis" kata Erika.


"Udah kenyang kok.Aku pergi dulu Assalamualaikum!" teriak Arkana dari kejauhan.


"Yah,baru juga aku mau ajak Arka keluar" keluh Keysha.


"Lain kali aja ya,Arka emang suka sibuk dadakan" kata Erika.


Sejak masih duduk di bangku SMP,Keysha selalu berusaha untuk lebih dekat dengan Arkana tetapi laki-laki itu selalu berusaha menghindar karena ia tidak mau jika harus berpacaran dengan teman semasa kecilnya.Arkana takut jika harus menyakiti hati sahabat nya saat berpisah nanti.


Sampai akhirnya ia bertemu dengan Lily yang membuatnya berhasil jatuh cinta hingga membuat Keysha sedikit menjauh dari Arkana pada saat itu.Kepergian Lily membuka peluang bagi Keysha untuk mendekati Arkana kembali.


...•••...


"Ada apa?" tanya Arkana saat dirinya sudah sampai di markas,saat itu semua anggota sudah berkumpul untuk membahas suatu hal terkait kematian Ivan.


"Ini tentang kematian Ivan" kata Marvel.


"Semalem gue,Arsen sama Rai gak pulang,kita tidur disini.Terus tadi, pagi-pagi banget kita mutusin buat pergi ke TKP karena kita baru sadar kalo Ivan Dateng ke sini gak sama motornya" Marvel mulai menjelaskan.


"Terus?"


"Motor Ivan diamanin sama orang yang punya kios di sekitar sana,dia juga bingung itu motor siapa karena malam kejadian gak ada satupun saksi yang liat kejadian.Terus orang itu kasih helm,hp,sama dompet.Lo liat sendiri isi dompetnya,itu bukan punya Ivan"


Arkana langsung membuka dompet tersebut,ia langsung terperangah saat melihat foto dari kartu tanda penduduk orang itu. "I-ini...Ini temen lo kan?" tanya Arkana kepada Aries sambil menunjukkan kartu tersebut.


"Iya Ka,itu Gio.Gue juga bingung kenapa tiba-tiba dia muncul buat kerusuhan" kata Aries.


"Lo serius udah gak komunikasi lagi sama mereka?" tanya Arkana curiga.


"Sumpah Ka,gue udah gak komunikasi lagi sama mereka" ucap Aries meyakinkan dan ia memang benar-benar berkata jujur.


"Iya gue cuma nanya doang"


"Gimanapun mereka udah bunuh saudara kita.Mereka tiup terompet peperangan duluan,kita harus balas dendam sekarang juga" ucap Arsenio kesal.


"Gue setuju!' ucap Rafael.


"Iya,kita bakal balas dendam" Arkana melempar dompet itu ke sembarang arah lalu berjalan memasuki salah satu ruangan pribadi nya. "Sipain mental kalian,siapin apa yang harus kalian siapin.Habis itu kita susun strategi"


Arkana mengunci pintu ruangan tersebut dari dalam, sementara anggotanya langsung bersiap-siap setelah mendengar ucapan Arkana. "Berani-beraninya lo cari masalah sama gue" ucap Arka sambil menata wajahnya di cermin.


Kemudian ia membuka berangkas pribadinya yang berisi berbagai macam pistol dan Revolver beserta peluru.Arka mengambil pistol favoritnya ketika sedang belajar menembak bersama Bintang saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar.


Lalu mengisi peluru kedalam nya dan membawa dua kotak peluru lain yang ia masukkan kedalam saku jaket. "Gue cuma mau nembak induk babi" bisulnya yang kembali keluar dari ruangan tersebut.


Arkana berjalan menuju papan strategi dan membuka kain yang menutupi papan tersebut. "Udah berdebu aja,kapan terakhir kita tempur kayak gini?" tanya Arkana.


"Sekitaaar...belum pernah sih" kata Rizan.


"Berarti hari ini pengalaman kita tempur besar-besaran" ucap Arkana. "Oke karena kita gak tau mereka sembunyi dimana,gue butuh umpan buat pancing mereka.Karena mereka suka keroyokan,gue mau salah satu dari kalian bersedia buat berkeliaran di titik yang kita curigai.Mumpung masih pagi,jadi bisa kita manfaatin waktu buat cari dimana markas mereka"


"Kalo udah ketemu.Umpan harus berkeliaran di sekitar sana,jangan lupa pake jaket atau atribut khas geng COZTRA.Gue yakin mereka semua pasti turun tangan buat ngehajar umpan habis-habisan sama kayak almarhum Ivan kemarin" kata Arkana. "Umpan harus bawa mereka ke tempat dimana kita tunggu mereka,baru kita mulai peperangan.Gue ada di posisi yang paling depan" ucap Arka sambil menggambar titik posisi dimana seharusnya mereka melawan.


"Gio biar urusan gue.Panglima tempur ada disini,tugasnya lawan orang kepercayaan mereka.Btw panglima kita siapa?" tanya Arkana.


"Marvel ada disini" ucap Marvel sambil mengangkat tangannya.


"Inget tugas lo"


"Iya"


"Sisa nya hajar yang bisa kalian hajar.Jangan kasih ampun, seenggaknya kita berhasil bikin salah satu dari mereka sekarat di tempat.Di depan temen-temennya biar mereka tau apa yang kita rasain waktu liat Ivan sekarat di depan mata kita"


"Setuju!!" ucap mereka bersamaan.


"Mata-mata?" tanya Arka.


"Gue" ucap Adrian,Rizan,Davit,Nichol dan Yosep secara bersamaan sambil mengangkat tangan mereka.


"Mulai tugas kalian.Kalau ada tanda-tanda mencurigakan langsung hubungi gue atau yang lainnya"


"Oke"


Kelima laki-laki itu langsung pergi setelah mendapat perintah dari Arkana, sementara yang lainnya mempersiapkan diri mereka sambil menunggu informasi dari kelima agen tersebut.


Sementara itu Aneska masih berada di dalam kamarnya.Hari libur dan tidak enak badan membuat ia masih tertidur saat matahari mulai terbit.Sejak semalam badannya terasa sangat panas disertai dengan hidung yang terus berair dan juga bersin-bersin karena terserang demam disertai flu.


"Anes,kamu belum bangun?" tanya Mamanya dari luar kamar. "Kami sakit ya karena semalam?"


"Emmm...engga kok mah,Anes masih ngantuk aja"


"Kalau gitu ayo turun,kita sarapan"


"Iya sebentar Anes mau mandi dulu"


"Mama tunggu ya"


"iya" terpaksa Aneska langsung duduk dengan mata yang masih tertutup karena kantuknya belum hilang.Ia terus menerus menarik nafas karena hidung nya tersumbat.


Setelah selesai mandi ia langsung merias sedikit wajahnya agar tidak terlihat pucat,karena ia tidak mau mama nya khawatir jika dirinya sedang sakit.


"Kamu baik-baik aja kan?" tanya mama Aneska.


"Iya mah,aku terlambat bangun karena kecapean aja semalem kan pulang nya terlambat" kata Aneska.


"Yaudah,nanti setelah sarapan mama mau belanja keperluan dapur dulu di supermarket"


"Sendiri?"


"Iya,kami dirumah aja"


"Aduh mah,udah biar aku aja.Hari libur aku bete karena gak ada kerjaan,jadi jangan tolak tawaran aku ya"


"Yaudah deh,pakai mobil mama" Mama Anes memberikan kunci mobil kepada putrinya.


"Ngga usah,aku naik taxi aja"


"Udah deh mama aja"


"Gak apa-apa mah,kan aku yang mau"


"Yaudah kalo gitu ini uang nya ya,kamu hati-hati loh"


"Iya mah,kalo gitu aku berangkat sekarang ya" ucap Anes sambil berjalan keluar rumah.


"Loh tapi sarapan kamu belum habis"


"Udah kenyang kok!" Teriaknya.