
Tidak ada siapapun di rumah,kedua orang tua Arkana belum pulang dari kantor sejak tadi pagi.Aneska menoleh kesana kemari karena merasakan keheningan yang sangat berbeda saat hanya ada mereka di rumah besar milik Bintang tersebut.
"Hei,lucu banget.Ini kucing papa kamu ya?" seperti mengetahui bahwa ada wanita cantik di rumahnya,Tirex si lucu langsung menghampiri Aneska dan duduk di pangkuan nya.
"Iya,si beban keluarga"
"Kalau kucing lucu ini beban keluarga,terus kamu apa?" Arkana langsung berhenti membuka dasi nya dengan wajah terkejut saat mendengar perkataan Aneska.
"Aku anak mereka yang paling baik"
"Sedunia?" tanya Aneska sambil tersenyum.
"Serumah ini" sontak Aneska langsung tertawa saat mendengar perkataan yang Arkana ucapkan.Selain karena cantik,pintar dan menggemaskan.Hal kecil seperti inilah yang Arkana suka darinya.Ia bisa menjadi teman bicara yang baik tanpa membuat pembicaraan menjadi sangat membosankan.
"Eh,dia jilat tangan aku dong" Aneska sangat merasa senang saat kucing lucu itu menjilati tangannya.Tidak ada perasaan jijik sama sekali dalam benak Aneska.
"Heh!Gak boleh!" teriak Arkana yang langsung mengambil kucing itu untuk menjauhkan nya dari Aneska. "Lama-lama gue jual juga Lo!"
"Bisa banget lo cari-cari kesempatan sama cewek cantik" tak henti-hentinya ia terus memarahi kucing yang tidak mempunyai akal pikiran terhadap apa yang telah ia lakukan.
"Kamu apaan si,masa marahin kucing"
"Pergi jauh-jauh Sono"
"Kamu makan ya" lanjut Arkana sambil membuka kembali dasi nya.
"Nanti aja".
"Nanti kapan?"
"Ya nanti"
"Yaudah kalau gitu aku mandi terus ganti baju dulu ya,habis itu kita makan siang oke?" Arkana mengulurkan tangannya untuk mengajak tos dengan Aneska dan wanita itu langsung meladeni nya.
Karena merasa bosan,wanita itu berjalan-jalan di sekeliling ruang keluarga untuk melihat beberapa foto yang terpajang disana.Menurutnya hal itu sangat menyenangkan karena mengingat Aneska sama sekali belum pernah melihat wajah Arkana ketika masih kecil.
"Wah gemes banget,dia sama siapa ini?" tanya Aneska kepada dirinya sendiri sembari mengambil satu bingkai Poto bergambarkan kedua wajah anak kecil yang sangat menggemaskan.
Salsabila dan Arkana saat berusia 7 tahun.
Rizan,Rafael dan Arkana.
"Kenapa dia belakangin kamera?Dasar aneh" ucap Aneska sambil tertawa kecil.
Arkana dan Keysha.
Gen papa Bintang emang bukan main.
"Apa ini?Kenapa waktu kecil dia ganteng banget?Emang bibit unggul sejak dini sih" gumamnya.
"Emang sekarang gak ganteng?" tanya Arkana yang sedang berdiri di belakang Aneska,sontak wanita itu langsung membalikkan badan.Ia sangat terkejut saat wajahnya berpapasan dengan wajah Arkana dari jarak yang sangat dekat.Laki-laki itu sengaja merendahkan tinggi badannya tanpa berfikir akan terjadi seperti ini.
"Cium jangan?" bisik Arkana.
PLAAKKKKKKK!!!
Tamparan keras itu Aneska berikan di pipi mulus Arkana hingga ia langsung memalingkan wajahnya seketika.Aneska terkejut?Tentu wanita itu sangat terkejut dengan apa yang sudah ia lakukan kepada Arkana.
"Aduh kok nampar sih,kan cuma bercanda" gerutu Arkana sambil mengusap-usap pipinya yang terasa pedih.
"A-aduh maaf,aku gak sengaja" Aneska langsung memegang pipi Arkana menggunakan kedua tangannya.
"Perih nih" rengek nya yang terdengar sangat manja.
"Mana sini aku tiup" dengan cepat Arkana langsung membungkuk dan mendekatkan pipinya ke wajah wanita itu sambil memejamkan matanya dan tersenyum kecil.
Dua tiupan Aneska berikan.Setelah itu ia menoleh kesana kemari untuk memastikan keadaan bahwa tidak ada orang selain Arkana di sekitarnya, sementara laki-laki tersebut masih memejamkan mata sambil tersenyum-senyum.
CUP!
Arkana langsung membelalakkan matanya lebar-lebar, seketika otaknya terasa hilang beserta isi-isinya juga.Kini yang rasakan hanyalah beban yang sangat ringan di tubuh nya.Sedangkan wanita yang berulah itu hanya tersenyum lebar memperlihatkan gigi indahnya yang berjajar dengan rapih.
"Ngapain kamu?" tanya Arkana dengan wajahnya yang memerah.
"Udah gak perih lagi kan?"
"Genit kamu ya sekarang" goda Arkana.
"Biarin" Aneska menjulurkan lidahnya mengejek.
"Siapa yang ajarin kayak gitu?"
"Kamu"
"Aku?Kapan?"
"Kamu kan selalu bilang,cium nih cium nih.Jadi aku belajar dari kamu"
"Bisa banget ini anak satu,aku aja kalah loh.Seharusnya aku duluan yang lakuin itu ke kamu"
"Biarin"
"A-aduu aduh disini masih perih,cepet cium disini perih banget" ucap Arkana berpura-pura.
"Mau aku pukul?"
"Oke,udah hilang sakitnya" dengan cepat laki-laki itu kembali membenarkan posisi tubuhnya menjadi Tegal dengan wajah Serius nya. "Kamu lagi ngapain disini?"
"Ini,aku lagi liat foto-foto keluarga kamu.Lucu banget,yang ini siapa?" Aneska menunjuk anak gadis di foto pertama.
"Itu Salsa"
"Kalau yang ini?" menunjuk foto ketiga.
"Jadi kalian beneran udah bersahabat dari kecil?" tanya Aneska.
"Tepatnya dari masih jadi berudu sih" oceh Arkana.
"Berudu,emang nya kodok apa?"
"Liat deh mama aku,cantik kan?" tanya Arkana sambil menunjuk foto Erika yang selalu terlihat sangat cantik.
"Iya cantik banget"
"Andai aku lahirnya pas angkatan mereka,pasti yang dapetin mama bukan papa tapi aku" ucapnya dengan sombong.
"Apaan si kamu" Anes mencubit pinggang Arkana.Wanita yang satu ini memang sangat suka mencubit pinggang Arkana.
Mama Erika di hari pernikahan nya.
"Kalau misalnya kamu dapetin mama Erika,terus aku sama siapa?Masa sama papa kamu" ucap Aneska.
"Gak apa-apa,papa aku ganteng.Kan aku jiplakan dia"
Papa Bintang.
"Gak ah,aku mau nya sama yang ini aja" ucap Aneska sambil menunjuk foto Arkana ketika sudah dewasa.
"Jangan,yang ini udah ada pawangnya"
"Dih,siapa?" tanya Aneska sinis.
"Kamu"
"Ish!Aku kirain siapa" lagi-lagi wanita itu mencubit pinggang Arkana.
"Kayaknya kamu seneng banget cubit pinggang aku,sini aku cubit ginjal kamu mau?"
"Jangan dong"
"Ganteng gak aku?" tanya Arkana.
"Ganteng lah"
"Kamu tau gak?"
"Ngga"
"Aku belum bicara Aneska" rengek nya.
"Oh iya maaf,apa?"
"Pelet aku tuh udah kenceng banget sejak masih kecil,makanya banyak cewek-cewek yang suka sama aku"
"Masa sih,kepedean kali kamu"
"Buktinya dulu waktu masih kecil Salsa pernah bilang kalau udah besar nanti dia mau nikah sama aku,belum lagi Keysha bayangin aja dia suka sama aku sejak kita masih SD,ditambah cewek-cewek sekolahan,ditambah lagi kamu"
"Aku?Gak aku gak suka sama kamu" bantah Aneska dengan tegas.
"Tapi sekarang suka kan?" rayu Arkana.
"Ishh apa sih kamu!Udah ah" wanita itu langsung memalingkan wajahnya karena malu.
"Yaudah kalau gitu kita makan sekarang,ayo" Arakan menggandeng tangan Aneska untuk membawanya ke ruang makan.Namun sialnya Bi Rani belum masak dan ia sedang tidak ada di rumah.
"Lah kok gak ada makanan?" tanya Arkana bingung.Saat membuka kulkas hasilnya sama saja,tidak ada apapun disana.Yang ada hanya beberapa botol air mineral, agar-agar dan buah-buahan.
Lalu Arkana menemukan beberapa bungkus mie instan di dalam salah satu laci dapur,tetapi tidak mungkin ia memberikan nya untuk Aneska.
"Gak apa-apa kita masak mie instan aja"
"Jangan,kamu gak boleh makan mie instan.Kita keluar aja cari makan yuk"
"Keluar?Tapi aku masih pake baju seragam"
"Yaudah kalau gitu kamu pinjem baju mama Erika aja dulu,badan kamu kayaknya gak jauh beda sama mama" kata Arkana. "Meskipun badan mama agak gemuk sedikit" bisik nya.
"Heh kamu"
"Engga bercanda,eh beneran deh.Bener tau"
"Udah ah!"
"Yaudah kalau gitu kamu tunggu disini biar aku bawain baju mama dulu ya"
"Yaudah"
Beberapa menit kemudian Aneska telah mengganti pakaiannya.Ia merasa sangat nyaman saat mengenakan pakaian milik Erika itu.
"Nyaman gak?" tanya Arkana.
"Nyaman kok,pas lagi"
"Yaudah kalau gitu,mau naik motor atau mobil?"
"Motor aja"
"Kenapa? biar bisa peluk-peluk ya?" goda Arkana hingga membuat wajah Aneska terlihat memerah.
"Bukan gitu,lebih seru aja kalau naik motor"
"Yaudah kalau gitu yuk"
Arkana merangkul Aneska untuk berjalan keluar rumah.Perlakuannya benar-benar terlihat sangat tulus.Ia memang sangat menyayangi Aneska lebih dari saat ia menyayangi Lily beberapa tahun yang lalu.