I Love Everything In You

I Love Everything In You
Episode 69



Aneska dan Divia terus berdiri di tempatnya saat melihat Arkana beserta teman satu geng motornya itu baru saja sampai di parkiran sekolah.Arkana menatap wajah Aneska sejenak lalu berjalan menghampiri wanita itu.


"Kita duluan ya" ucap Arsenio.


"Iya"


"Udah sampai dari tadi?" tanya Arkana.


"Baru" kata Aneska. "Semalam kamu langsung pulang kan?"


"Iya" singkat Arkana.Ia terpaksa harus berbohong karena tidak mau jika pembicaraan semakin rumit dan menimbulkan permasalahan.


Mereka bertiga berjalan secara beriringan menuju kelasnya dengan mulut yang saling terdiam satu sama lain.Kali ini Arkana berbeda,ia jauh lebih pendiam dari hari-hari sebelumnya.


"Pulang sekolah bisa mampir dulu ke cafe biasa?" tanya Aneska sambil tersenyum sumringah.Namun Arkana hanya menatap Aneska dengan perasaan nya yang bingung harus mengiyakan atau tidak.Mengingat dirinya sudah mempunyai janji dengan teman-teman di markas untuk menjalankan rencana yang sudah mereka persiapan semalam.


"Liat aja nanti ya,aku takut ada kepentingan mendadak" laki-laki itu hanya bisa memperlihatkan senyuman manis nya dengan wajah gugup.


Perlahan senyum sumringah di bibir Aneska langsung menghilangkan ketika mendengar ucapan Arkana yang berkata seolah-olah dia ingin menolak nya dengan cara yang sangat halus.


Aneska juga merasa kini hubungan nya dengan Arkana sudah sedikit merenggang, meskipun tidak ada permasalahan namun Aneska merasa seperti itu.


"Kamu duluan aja ke kelas,aku mau ke toilet dulu" kata Arkana.


"Oh yaudah"


Wanita itu hanya menatap punggung Arkana yang berjalan semakin jauh dari nya.Sementara Divia hanya bisa menyaksikan keganjalan sikap keduanya yang begitu berbeda dari hari-hari yang lain.


"Lo baik-baik aja?Gak ada masalah kan?"


"Nggak,kita baik-baik aja kok"


"Yaudah kalau gitu ayo, sebentar lagi bel bunyi"


...•••...


Sepanjang jam pembelajaran,Arkana tidak tertidur melainkan terus menatap ke depan dengan tatapan kosong nya.Bu Tesa yang kebetulan sedang mengajar langsung menegur Arkana agar laki-laki itu berhenti melamun.Tetapi Arkana tetap tidak menghiraukan seolah-olah lamunannya lebih penting dari segala hal.


"Arka!" bisik Aneska,tetap laki-laki itu masih tidak menghiraukan nya. "Arkana!"


"Hah?Iya?" tanya Arka refleks.


"Kenapa ngelamun?Itu dari tadi Bu Tesa panggil-panggil nama kamu"


"Iya saya Bu,kenapa?" tanya Arkana.


"Kenapa dari tadi kamu melamun terus?Ada apa?Apa lamunan kamu lebih bermanfaat daripada materi yang saya sampai?" tanya Bu Tesa.


"Iya Bu maaf" ucap Arkana.Sontak teman-teman sekelasnya langsung menoleh kearah laki-laki tersebut saat Arkana mengucapkan kata permintaan maaf.Tidak biasanya ia seperti itu,bahkan hampir seluruh siswa di SMA GAMA tahu betul bahwa Arkana akan lebih memilih untuk berdebat dari pada harus meminta maaf.


"Kamu sakit?"


"Enggak Bu,saya sehat wal'afiat" kata Arkana.


"Yasudah,jangan melamun lagi"


"Iya Bu"


Aneska hanya terdiam dengan tatapan datarnya,Arkana memang sedikit berubah.Justru ia lebih menyukai sifat Arkana yang sebelumnya dari pada saat ini yang cenderung lebih pendiam.


...•••...


"Kalian sahabatan udah lama ya?" tanya Aneska kepada Salsabila saat mereka sedang berjalan menuju kantin.Divia tidak bersama mereka karena ia harus menepati janji untuk berkumpul di ruang kesehatan siang ini.


"Kalian?" tanya Salsabila.


"Iya,Lo sama Arkana"


"Oh iya.Gak cuma berdua sih lebih tepatnya gue,Arkana,Rafael,Rizan dan Keysha" kata Salsabila. "Kita udah bersahabat dari kecil,bisa dibilang waktu masih dalam kandungan".


"Kok bisa gitu?" tanya Aneska bingung.


"Iya karena orang tua kita udah bersahabat juga dari masih jaman SMA atau SMP gitu,gue gak tau jelas"


"Oh pantesan"


"Iya,lebih konyolnya lagi mereka tuh sahabat yang akhirnya nikah gitu" ucap Salsabila dengan wajahnya yang terlihat sedang menahan tawa.


"Masa sih?"


"Iya gue serius,Nyokap Arka sama bokap nya dulu mereka juga sahabat dan akhirnya nikah.Nyokap bokap nya Keysha juga gitu"


"Kalo Lo gimana?" tanya Aneska tiba-tiba.


"Apanya?"


"Lo juga mau nikah sama sahabat sendiri?"


"Oh gitu"


"Mau pesen apa?Biar gue yang bayar" kata Salsabila.


"Serius nih?"


"Iya"


"Yaudah kalau gitu samain aja" kata Aneska.


...•••...


Aneska tidak melihat keberadaan Arkana sejak waktu istirahat selesai,ia terus mencari nya ke semua tempat di lingkungan sekolah namun tidak ada.Bahkan teman-teman satu geng motornya pun tidak nampak wujudnya, termasuk Rafael dan Rizan.


"Arkana kemana ya?Kok gak ada?" tanya Aneska kepada dirinya sendiri. "Apa dia bolos lagi?Tapi kenapa harus berjamaah bolosnya?Anggota COZTRA dari setiap angkatan juga gak ada"


"Kenapa Nes?" tanya Salsabila yang tiba-tiba berada di belakangnya.


"Asataga!" teriak Aneska terkejut. "Yaampun kaget gue"


"Lagi mikirin apa Lo?"


"Nggak, bukan apa-apa"


"Divi kemana?Biasanya bareng Lo"


"Dia lagi meeting di luar sama anak-anak dari organisasi kesehatan"


"Oh gitu"


"Yaudah kalau gitu gue duluan ya"


Baru saja Salsabila berjalan lima langkah dari tempatnya,ia langsung terdiam saat melihat segerombolan siswa bermotor sedang melaju ke arah gerbang sekolah.Mereka tampak tidak biasa, segerombol laki-laki itu menggunakan motor tahun 90 an dengan berbagai senjata tajam di tangan mereka.


Begitupun dengan Aneska,ia juga terus menatap pemandangan tersebut dengan sikapnya yang masih terlihat santai karena belum mengetahui siapa mereka.


"MASUK CEPETAN!!!TUTUP DAN KUNCI PAGARNYA!!!!" teriak ketua OSIS yang baru saja menggantikan posisi Aditya.


Sontak Aneska dan Salsabila langsung menoleh ke arah sumber suara yang berada di belakang mereka.Salsabila kembali menghampiri Aneska dan menggenggam erat tangan wanita tersebut untuk membawanya masuk ke halaman sekolah.Namun sialnya mereka sudah menutup pagar dan menguncinya dengan rantai berukuran besar hingga membuat Salsabila dan Aneska tidak bisa masuk ke dalam sana.Tidak mungkin juga jika mereka harus meloncati pagar yang begitu tinggi.


"BUKA!!!" teriak Salsabila.Tetapi mereka tidak menghiraukan nya dan terus berlarian masuk ke dalam gedung sekolah. "WOYY BUKA!!"


Aneska melihat segerombolan geng motor tersebut sudah semakin mendekat,dengan cepat ia langsung menarik lengan Salsabila dan membawanya kearah manapun untuk menghindar.


Kedua wanita itu bersembunyi di salah satu gang sepi yang jaraknya tidak jauh dari sekolah.Aneska terus melihat keadaan yang tampak ricuh itu, sementara di belakang mereka ada seseorang yang sedang berjalan menghampiri mereka secara diam-diam.


Salsabila juga melihatnya beberapa anggota geng itu berjalan mendekati tempat persembunyian mereka,mungkin pria itu sempat melihat kemana Salsabila dan Aneska pergi.


"Gimana ini?" tanya Aneska.


"Suutts!!" jangan bersuara.


Pria yang dibelakang nya sudah semakin mendekat,dengan cepat ia langsung menutup muluk kedua wanita itu agar tidak membuat keributan.


"Jangan berisik,nanti mereka denger" ucap seseorang tersebut.


Keduanya melihat wajah yang tidak asing dari laki-laki tersebut.Meskipun tidak begitu mengenal nya,mereka yakin bahwa laki-laki itu orang yang baik karena seragam mereka sama.


"Jangan berisik,ayo ikutin gue" ucapnya yang berjalan memasuki gang kecil tersebut.


Di persekian menit mereka sampai di salah satu warung kopi terdekat.Salsabila dan Aneska hanya berdiri mematung karena tidak yakin jika harus mengikuti pria itu untuk masuk ke dalam sana. "Ayo kenapa diem aja?"


"Lo gak akan macem-macem kan?" tanya Salsabila curiga.


"Yaelah, Ternyata lo berdua gak kenal gue?"


"Siapa Lo?" tanya Salsa.


"Gue si Bagas tampan,kelas 11 Sosial 2" mereka terdiam. "Ck!Temen Arkana, anggota geng COZTRA"


"Oh,ngomong dong!" ucap Salsabila kesal.


"Arkana ada di dalam?" tanya Aneska.


"Itu dia,mending masuk dulu deh.Kita gak akan macem-macem kok"


"Yaudah yuk" ajak Salsa.


"Yakin?"


"Gak apa-apa,ayo"


"Udah ayo buruan,sebelum ada salah satu dari mereka yang liat!"