I Love Everything In You

I Love Everything In You
Episode 25



"Ka kita dapet undangan nih" ucap Rafael kepada Arkana saat mereka sedang berjalan menuju kelasnya.


"Undangan apaan?" tanya Arkana.


"Jadi kakak perempuan Marvel ulang tahun,terus dia undang kita buat dateng ke acara pesta ulang tahunnya yang dia adain di salah satu club'"


"Dia nyewa club'?" tanya Rizan.


"Ia,setau gue sih katanya kakak si Marvel ini emang suka clubbing sama temen-temennya"


"Wah,banyak cewek cantik nih.Sabi lah skuy" kata Rizan.


"Ya kalo di undang kita dateng.Apalagi dia kakaknya temen kita" ucap Arkana yang terus melangkahkan kakinya.


"Salsa juga di undang"


"Hah?Salsa?Emang mereka kenal Salsa?" tanya Rizan.


"Katanya,Salsa sama kakak si Marvel mereka temenan.Sering clubbing bareng juga" kata Rafael.


"Gue heran sama lo,kok Lo bisa tau Semuanya hah?" tanya Arkana sambil bertolak pinggang karena heran dengan pengetahuan Rafael.


"Ya kan gue tiap hari scroll hp terus"


...•••...


Suasana di kelas sangat hening,hanya terdengar suara guru yang sedang menyampaikan materi pembelajaran nya.


TOKK!TOKK!TOKK!


"Permisi" ucap salah satu siswa laki-laki kelas 10.


"Ada apa?" tanya guru tersebut.


"Maaf Bu mengganggu,Bu Tesa menyuruh sayang untuk memanggil siswa perempuan kelas 11 IPA 2 yang bernama Aneska Rabella"


"Saya" ucap Aneska sambil mengangkat tangan nya.


"Kakak di panggil untuk ke ruang konseling sekarang"


"Yasudah terimakasih ya" kata Bu guru.


"Sama-sama Bu"


"Ada masalah apa Anes?" tanya guru biologi kepada Aneska.Karena tidak biasanya siswa terbaik itu di panggil oleh guru konseling.


"Gak apa-apa Bu,kalau gitu saya izin ya Bu"


"Yasudah silahkan"


Sesampainya di ruang konseling,Aneska melihat Faranisa yang sedang duduk terdiam di hadapan Bu Tesa.Hari itu wajahnya terlihat baik-baik saja,tidak ada yang berbeda dan masih tetap sama seperti hari-hari biasanya.


"Permisi Bu", ucap Aneska.


"Aneska,silahkan duduk" kata Bu Tesa.Aneska duduk di sebelah Faranisa,ia terus melirik kecil untuk melihat kondisi wajah Faranisa.Aneska sangat merasa bersalah,maka ia memutuskan untuk meminta maaf kembali meskipun tahu bahwa wanita itu tidak akan memaafkan nya.


"Maaf ya kak" Faranisa hanya terdiam.


"Kalian kenapa sih?Ada masalah apa sampai-sampai buat keributan di kantin kemarin?" tanya Bu Tesa.


"Saya lagi makan sama dua temen sekelas saya Bu, tiba-tiba dia datang sama dua orang temennya yang lain terus tarik dasi saya.Padahal saya gak ngerasa punya masalah sama dia" kata Aneska.


"Apa lo bilang?Gak punya masalah?" tanya Faranisa sambil menatap tajam ke arah Aneska, sementara Bu Tesa hanya menyaksikan hal itu.


"Emang gak punya kan?Apa harus gue sebutin penyebab lo sama dua temen Lo itu merundung gue?"


"Sebelumnya gue udah kasih peringatan buat Lo,tapi Lo gak peduliin peringatan gue itu" kata Faranisa.


"Kita cuma temenan,gak lebih.Apa salah kalo Aditya duduk bareng kita,kita kan temen sekelas.Lagi pula kursi kosong di kantin terbatas" ucap Aneska kesal.


"Tunggu tunggu.Jadi yang kalian permasalahkan adalah Aditya?" tanya Bu Tesa bingung.


"Saya gak pernah mempermasalahkan Bu,dia duluan yang mulai-mulai" kata Aneska, sementara Faranisa langsung memalingkan wajahnya karena tidak berkutik.


"Mulai-mulai?" tanya Faranisa.


"Lo sama dua temen Lo itu siram gue pake minuman di depan kelas,lupa?" tanya Aneska. "Sebelumnya dia pernah merundung saya Bu di depan orang banyak dan kemarin mereka datang lagi buat marahin saya di depan banyak orang"


"Terus kenapa lo malah siram gue pake sambel hah?!" teriak Faranisa sambil menarik kerah seragam Aneska.


"Gue refleks,karena Lo mau lempar kursi ke arah gue" ucap Aneska yang langsung melepaskan genggaman tangan Faranisa dengan kasar.


"Sudah!sudah! Siapapun yang memulainya kalian berdua tetap bersalah karena membuat keributan di sekolah ini.Sebagai gantinya kalian berdua akan mendapatkan hukuman" kata Bu Tesa.


"Loh kok saya ikut-ikutan di hukum Bu?Kan saya korban" kata Faranisa.


"Kami tidak mendengar apa yang saya katakan tadi?Siapapun yang memulai,siapapun korban nya kalian berdua tetap harus mendapatkan hukuman karena sudah membuat kegaduhan di sekolah ini!"


"Tapi bu-"


"Gak ada tapi-tapian.Dua jam lagi bel istirahat,kalian harus membersihkan seluruh halaman di lingkungan sekolah secara bergilir.Hari ini Aneska membersihkan seluruh halaman di lantai dasar,sementara kamu membersihkan seluruh halaman di lantai dua dan seterusnya"


"Cuma hari ini aja kan Bu?" tanya Faranisa.


"Hah??!" ucap Faranisa dan Aneska secara bersamaan.


"Satu Minggu Bu?" tanya Aneska.


",Semakin kalian memberikan protes maka jangka waktu akan semakin ibu tambahkan"


"Jangan Bu!" ucap Faranisa.


"Kalau begitu sekarang kalian ke kelas masing-masing tanpa membuat keributan lagi.Saat jam istirahat tiba kalian harus segera melaksanakan hukuman"


"Iya Bu" ucap mereka kompak dan langsung berjalan menuju kelasnya masing-masing sambil melirik kesal satu sama lain.


...•••...


Bel istirahat berbunyi,semua siswa langsung keluar dari kelas nya masing masing untuk menuju kantin.Aneska tiba bisa pergi ke kantin dengan Divia,maka wanita itu terpaksa pergi ke kantin bersama teman-temannya yang lain sementara Aneska pergi berjalan menuju ruang kebersihan untuk mengambil beberapa alat kebersihan seperti sapu lidi dan serokan tanah.


"Permisi pak" ucap Aneska dengan ramah kepada petugas kebersihan sekolah.


"Iya,ada apa dek?"


"Saya mau pinjem sapu lidi,serokan tanah sama gunting rumput boleh pak?" tanya Aneska.


"Untuk apa?Biar kami aja yang membersihkan nanti dek"


"Saya di kasih hukuman untuk membersihkan halaman sekolah pak" kata Aneska.


"Oh gitu,yasudah tunggu sebentar ya biar bapak ambilkan dulu"


"Iya,makasih ya pak"


Setelah mendapat ketiga barang tersebut,Aneska langsung mengganti baju nya dengan pakaian olahraga karena kebetulan hari itu kelas mereka ada kegiatan pembelajaran olahraga di lapangan setelah jam istirahat.


Sepanjang lorong sekolah menuju kelasnya untuk menyimpan pakaian seragam,Aneska menjadi pusat perhatian karena ia membawa banyak alat kebersihan di tangannya.Mereka saling berbisik satu sama lain dan membicarakan bahwa akhirnya Aneska mendapatkan hukuman dari para guru atas perilakunya kemarin.


Di dalam kelas Aneska hanya melihat Aditya yang sedang duduk di kursinya sambil membawa buku dengan tenang,Aneska melirik pria itu sejenak dan kembali melangkahkan kakinya untuk menaruh baju seragam itu.


"Nes soal yang kemarin,gue minta maaf ya" ucap Aditya yang berjalan mendekati Aneska.


"Gak apa-apa kok,emang gue yang salah" ucap Anes dengan wajah datar nya dan langsung berjalan keluar ruangan.


"Lo marah sama gue?" tanya Aditya dari kejauhan.


"Ngga"


Hari itu Aneska mulai berusaha menjaga batasan dengan Aditya karena ia tidak mau membuat keributan lagi akibat berkelahi dengan wanita penyihir itu.


Aneska mulai membersihkan halaman di lantai satu dengan perlahan,suasana lapangan yang ramai membuat ia sedikit kesulitan untuk membersihkan nya.Meskipun diperhatikan oleh banyak adik kelas Aneska tidak peduli,yang penting ia bisa segera menyelesaikan tugasnya dan beristirahat walaupun sejenak.


Tiga puluh menit kemudian ia sudah membersihkan sebagian kecil halaman tersebut,karena lelah Aneska memutuskan untuk beristirahat sejenak di tempat yang sepi agar tidak ada orang yang menggangu ketenangan nya.


Perutnya sangat lapar,namun tidak mungkin jika ia pergi ke kantin disaat tugasnya belum selesai.Sementara dari kejauhan Aneska melihat Faranisa yang sedang berada di lantai dua sambil meminum minuman bersama kedua sahabatnya.Ia terlihat seperti sedang mengejek Aneska.


"Kenapa juga harus keliatan sama mata gue" gerutunya.


Tiba-tiba Arkana datang dan melemparkan sebuah roti coklat ke pangkuan Aneska lalu duduk di sebelah wanita itu sambil meminum minuman dinginnya.


Aneska menatap Arka dengan tatapan kebingungan,ia sempat berfikir bahwa laki-laki yang satu ini memang benar-benar bisa membaca isi hati dan fikiran nya.


"Pasti gue bayar" kata Aneska sambil memakan roti pemberian Arkana.


"Gak usah"


"Gue gak mau berhutang, apalagi sama Lo" ucap Aneska tanpa menatap wajah Arkana.


"Gak perlu,duit gue gak akan berkurang kalo cuma buat beliin roti di kantin doang" kata Arkana.


"Yaudah gue ganti roti lagi"


Arkana menatap wajah Anes sejenak dengan ekspresi jengah nya. "Yaudah"


"Ada angin apa lo tiba-tiba dateng kesini terus kasih gue makanan?"


"Gak usah banyak nanya,makan aja yang bener"


"Lo tau gak,apa yang paling gue benci?" tanya Aneska,mereka berbincang tanpa menatap wajah satu sama lain dan terus fokus menyaksikan pertandingan sepak bola di lapangan.


"Gak tau dan gak mau tau" ucap Arkana singkat.


"Oke gue anggap lo gak tau dan mau tau jawabannya.Gue paling benci sama orang yang ngasih makanan tapi gak sama minumannya" kata Aneska.


"Lo tau gak,apa yang paling gue gak suka?" tanya balik Arkana yang menatap Aneska sekilas.


"Apaan?"


"Cewek yang gak bersyukur" lanjutnya dengan wajah datar.Tanpa berkata apapun Arkana langsung mengambil kembali roti yang sedang Aneska nikmati dan pergi meninggalkan Anes sambil memakan roti tersebut.


"Kok di ambil lagi??Arkana!!!" Teriaknya. "Lo ikhlas gak sih ngasih gue?"


"Nah kan pasti akhirnya selalu gak enak" gerutu Aneska yang langsung berjalan untuk membeli minuman dingin di mesin penjual otomatis.