I Love Everything In You

I Love Everything In You
Episode 39



"Assalamualaikum mah" sapa Arkana sambil berjalan menghampiri Erika, diikuti oleh Aneska di sebelahnya.


"Waalaikumsalam" Erika mencium pipi putranya. "Eh,siapa ini?"


"Ayo,gak apa-apa" bisik Arkana.


Aneska menatap wajah Erika sejenak,wajah itu lah yang ia lihat saat beberapa tahun lalu sebelum dirinya mengenal Arkana.


"Kok diem aja,nama kamu siapa?" tanya Erika.


Lamunan Aneska langsung membuyar. "Ha-halo tante,nama aku Aneska" ia mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Pacar kamu?" tanya Erika kepada Arkana, sementara laki-laki itu hanya mengedipkan sebelah matanya mengisyaratkan iya.


Erika tidak meraih lengan Aneska,justru ia langsung memeluknya dengan erat.Aneska yang sudah berpikiran negatif bahwa Erika akan memarahi dirinya,ia langsung terkejut dengan respon mama Arkana.


"Sering-sering main ke rumah ya" kata Erika.


"I-iya Tante,pasti" Aneska tersenyum sumringah.


"Yaudah kalau gitu,ayo kita masuk.Ngobrol nya di dalem aja" Erika langsung merangkul Arkana dan Aneska di sebelah kanan dan kirinya sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


Saat mereka sampai di dalam rumah,ketiga nya melihat Bintang yang sedang duduk di sofa sambil bermain dengan Tirex.Bintang yang baru saja pulang kerja dan masih memakai setelan jas hanya terdiam saat melihat wajah wanita asing berpakaian seragam SMA.


"Kamu udah pulang?" tanya Erika.


"Ya ini buktinya aku udah ada di rumah"


"Kok aku gak tau?" tanya Erika lagi.


"Tapi sekarang tau kan?" tanya balik Bintang.


"Hehehe iya"


"Ini siapa?"


"Saya Aneska om" Aneska sedikit menundukkan badannya sebagai tanda penghormatan.


"Hai Aneska,saya papa nya Arkana"


Bintang langsung berjalan mendekati Arkana dan membisikkan pertanyaan di telinga putranya itu. "Pacar kamu nih?"


"Bisa jadi"


"Oww!" ucap Bintang menggoda. "Yaudah kalau gitu,papa mau mandi dulu.Mama ayo siapin baju aku" ajak Bintang.


"Oke"


"Kayaknya gue pernah ketemu sama mereka deh" gumam Aneska.


"Kenapa?"


"Hah?E-enggak kok"


"Yaudah kita makan dulu.Ayo"


"Iya"


...•••...


Arkana,Aneska,Bintang dan Erika telah selesai menikmati makanan mereka.Aneska terus terdiam karena bingung harus melakukan dan berkata apa kepada kedua orang tua Arkana.


Arka yang menyadari hal itu,ia langsung membuka topik yang akan membuat Aneska tidak kehabisan kata-kata.


"Mah,Aneska juga suka nonton drama Korea loh" kata Arkana tiba-tiba.


"Hah,serius?" tanya Erika.


"Iya Tante"


"Wah,satu frekuensi dong kita.Kebetulan Tante juga lagi mau tamatin satu drakor yang seru banget"


"Apa judulnya Tante?" tanya Aneska.


"CLOY,kamu tau kan?"


"Oh aku tau,aku tau.Kebetulan aku juga lagi nonton yang itu"


"Udah selesai?" tanya Erika.


"Belum"


"Udah sampai episode berapa?" tanya Erika lagi.


"Kalau gak salah episode 14"


"Wah Tante baru sampai episode 13,kamu mau gak temenin aku buat nonton episode 14 sampai selesai?"


"Boleh Tante?" tanya Aneska antusias.


"Ya boleh dong,ayo ayo!" Erika langsung menggenggam erat tangan Aneska dan membawanya ke ruang tv untuk menonton Drakor secara bersamaan.


"Nah kan nyambung" ucap Arkana sambil tersenyum kecil.


"Engga pacaran sih".


"Terus kamu cuma ngaku-ngaku aja?"


"Ngga juga,ya jalanin aja kali pah.Mau restuin gak?" tanya Arkana.


"Serius gak nih?Nanti cuma satu Minggu doang lagi" kata Bintang.


"Insyaallah pah"


......•••......


Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.Aneska dan Erika sedang menangis tersedu-sedu karena alur cerita yang menyedihkan, sementara kedua laki-laki itu hanya menatap wanitanya dengan tatapan bingung dengan apa yang mereka tangisi.


Erika merasa sangat senang karena hari ini ia tidak menangis sendirian saat menonton serial drama Korea.Ia benar-benar berharap jika Aneska dan putranya kelak akan berjodoh.


"Udah selesai kan?Pulang yuk,besok kan kita harus tampil di acara itu" kata Arkana.


"Iya udah nih" ucap Aneska sambil mengusap air matanya.


"Yah kamu mau pulang?Kirain mau nginep"


"Engga Tante,gak enak dong kalau nginep"


"Yaudah tunggu sebentar mau ke kamar dulu" Arkana langsung berlari menuju kamar nya untuk mengambil sweater tebal yang akan ia berikan kepada Aneska.


"Tante.." panggil Aneska.


"Iya kenapa?"


"Aku mau tanya, sebelumnya kita pernah ketemu gak?" Erika langsung menatap Bintang.


"Waktu di sekolah?" tanya Bintang.


"Bukan om, sebelumnya"


"Kayaknya gak pernah deh,emang kenapa?" tanya Erika.


"Kayaknya aku pernah ketemu sama om dan Tante"


"Kapan?"


"Tragedi halte busway sekitar 7 tahun yang lalu?" tanya Aneska.


Erika dan Bintang langsung memejamkan mata untuk mengingat tentang hal itu. "Kamu?" tanya Erika terkejut.


"Itu om dan Tante kan?" tanya Aneska.


"Maaf sebelumnya,kakak kamu yang terbunuh itu?" tanya Erika lagi.


"Iya"


"Itu beneran kamu?" tanya Bintang.


"Iya om"


"Yaampun kamu tumbuh jadi anak cantik,sopan lagi.Apa kabar orang tua kamu?" tanya Erika.


"Baik Tante"


"Syukur kalau gitu"


"Berarti...Anak laki-laki yang duduk di sebelah aku,itu Arkana?" tanya Aneska.


"Iya,itu Arkana.Tanpa disengaja kalian bertemu lagi" ucap Erika tersenyum sumringah. "Jangan-jangan jodoh nih"


"Tante bisa aja nih" ucap Aneska tersipu malu.


Tak lama Arkana kembali dan memberikan sweater tersebut kepada Aneska,tak mau menunggu lama mereka pun langsung berpamitan untuk mengantar Aneska pulang.


"Kalau gitu aku pulang dulu ya om,Tante.Makasih loh makanannya,makasih juga udah ajak aku nonton drakor barusan"


"Iya sama-sama,Aku seneng kalau ada temen.Besok main lagi ya" kata Erika.


"Insyaallah Tante"


"Yaudah kalau gitu,Arkana kamu anter Aneska naik mobil aja"


"Mau naik mobil?" tanya Arkana kepada Aneska.


"Naik motor aja gak apa-apa"


"Emang paling romantis naik motor sih mah" sahut Bintang menggoda.


"Tau aja nih papah"


"Yaudah kalau gitu kamu hati-hati bawa motornya, anter Aneska sampai depan pintu rumah.Jangan kamu tinggalin di pinggir jalan"


"Iya engga dong mah"


"Yaudah aku pamit ya om,tante.Assalamualaikum" Setelah bersalaman,Aneska langsung pergi keluar rumah bersama Arkana.