I Love Everything In You

I Love Everything In You
Episode 63



"Siapa Lo?" tanya Erika untuk memastikan apakah wanita yang ada di hadapannya benar-benar orang yang ia kenal atau bukan.


"Rupanya lupa sama gue,apa kita harus kenalan lagi?" tanya wanita tersebut.


"Gue pikir lo udah mati"


"Hahaha!Asal lo tau,manusia kayak gue itu susah matinya.Jadi mulai sekarang jangan coba-coba buat serang gue lagi atau lo yang akan mati"


"Apa Lo udah punya anak?" tanya Erika.


"Hm,anak gue tumbuh dengan sehat dan cerdas"


"Semoga anak Lo bukan keturunan iblis kayak induknya"


"Andai perkataan Lo itu bener,gue pasti kecewa banget" ucap Resya dengan seringaian jahat di bibirnya.


"Ngapain Lo muncul lagi di mata gue sekarang?Pergi sebelum gue berbuat sesuatu" ancam Erika.


"Ini bukan pertama kalinya gue hadapin lo,gue udah tau betul gimana taktik permainan lama lo itu"


"Oh, ternyata selama ini lo sembunyi di gua yang gelap cuma karena mau merenungkan kekalahan.Bagus,seenggaknya hidup lo udah ada kemajuan"


"Tutup mulut lo,gak usah banyak tingkah karena kematian udah ada di depan mata Lo" ucap Resya dengan gerak-gerik keangkuhannya itu.


"Bawa dia" ucap Resya kepada laki-laki yang sejak tadi berdiri di belakangnya.


Erika langsung memberontak saat laki-laki itu hendak membawanya masuk ke dalam mobil,tetapi tubuhnya kembali terdiam ketika laki-laki itu menodongkan sebuah pistol tepat di hadapannya.


Diamnya Erika adalah rencana.Saat melihat laki-laki itu sedikit lengah,Erika langsung menarik lengan pria tersebut dan mengajar nya habis-habisan hingga tersungkur tidak berdaya.Namun tak di sangka,muncul beberapa pria lain yang berdiri mengelilingi Erika bersamaan dengan pistol yang ditodongkan kearahnya.


"Berhenti bertingkah" ucap Resya.


"Heh,gue udah kering dan lo baru nyebur" ucap Erika dengan kedua tangannya yang ia naikkan karena ancaman. todongan pistol tersebut.


"Bawa dia" mendengar perintah dari Resya,mereka langsung membawa Erika untuk masuk ke dalam mobil dengan cara paksa.Tetapi Erika masih bersikap tentang karena ia tahu bahwa Bintang akan datang menemukannya.


15 menit setelah mobil itu meninggalkan basemen,Bintang datang bersama Alfredo untuk mencari keberadaan Erika.Tetapi mereka tidak melihat wanita itu disana,yang Alfredo temukan hanyalah ponsel Erika yang tergeletak di lantai basemen dengan kondisi nya yang hancur karena terlindas mobil.


"Kalau seperti ini kita tidak bisa melacak keberadaan nona" ucap Alfredo.


"Kita cek Cctv di sekitar sini" ucap Bintang dan mereka langsung berjalan cepat menuju ruang pusat pemantauan.


Sialnya pada saat kejadian itu tiba-tiba cctv tidak berfungsi,bahkan para staf pun bingung mengapa hal itu bisa terjadi.Alfredo menyimpulkan bahwa hal seperti ini mungkin saja ulah dari peretas yang sengaja mereka gunakan.


"Berarti ini penculikan disengaja bos", kata Alfredo.


"Kalau gitu kita cari sekarang,kamu pake mobil Erika biar kita berpencar"


"Tapi bos,kunci mobil kan dibawa sama nona" kata Alfredo.


"Badan doang gede tapi otak sekecil kuman,terus keahlian meretas kamu untuk apa?" tanya Bintang.


"Oh iya,baik bos" dengan cepat Alfredo langsung berjalan menuju mobil Bintang untuk mengambil laptopnya.


...•••...


"Lo lagi ngapain si?Lepasin gak!Mau mati Lo?" tanya Erika yang sedang duduk di kursi dengan kepala yang tertutup kain tebal serta tangan dan kaki yang terikat kuat.


Kini mereka berada di suatu pabrik tua tidak terpakai.Entah apa yang akan dilakukan oleh wanita itu.Tetapi Erika terus bersikap santai seolah-olah ini hanya candaan Resya belaka.


"Gak usah banyak tingkah lagi,suami kesayangan Lo itu gak akan bisa temuin dimana lokasi Lo sekarang"


"Gitu ya?Oww yaampun takut sekali" oceh Erika yang terdengar seperti sedang mengejek ancaman wanita tersebut.


"Apa Lo tau?Suami gue seorang pengusaha tambang sekaligus bandar narkoba di perbatasan laut timur,sedangkan gue tinggal di selat Malaka buat mengedarkan narkotika dan penyelundupan senjata.Makanya mulai sekarang jangan remehin kemampuan gue" ucap Resya.


"HAHAH!HAHAHAH!Basi,Lo tau basi?" tanya Erika. "Apa Lo harus pake lorong waktu buat menuju ke 10 tahun yang lalu?Udah gue bilang tadi,Gue udah kering total dan Lo baru nyebur ke air keruh.Kasian ketinggalan zaman"


"Berhenti ngoceh dan ucapin salam terakhir buat suami Lo itu" Resya memberikan sebuah ponsel miliknya kepada Erika.


"Mana" Erika meraih ponsel itu dengan matanya yang masih tertutup tapi bersikap santai.


"Halo,siapa ini?" tanya Bintang di seberang sana.


"Halo Bintang,ini aku.Kamu dimana?" tanya balik Erika.


"Aku?Erika,ini kamu?"


"Kamu dimana?Kasih tau sekarang kamu dimana?Kasih tau apa yang kamu liat,aku pasti bisa temuin kamu"


"Gak tau,mereka tutup mata aku.Jadi gak bisa liat apa-apa" kata Erika.


"Siapa yang udah culik kamu?"


"Gak tau,intinya aku cuma mau ucapin salam perpisahan buat kamu"


"Apa maksudnya?Jangan bicara kayak gitu,aku pasti bisa temuin kamu"


"Suutss" desis Erika agar laki-laki itu segera menghentikan kecemasannya. "Berhenti cemas dan cukup dengerin perkataan aku aja"


"Iya,apa?"


"Tadi aku liat anjing liar di jalan,terus aku jadi inget sama anjing yang dulu udah pergi gitu aja" kata Erika.


"Kenapa Lo malah cerita hal yang gak penting" bisik Resya.


"Gak usah banyak bacot,ini terakhir kalinya gue cerita sama dia"


"Anjing liar?" tanya Bintang bingung. "Emang dulu kita pernah urus anjing liar?"


"Gimana bisa kamu lupa?Kita pernah urus anjing liar dulu,tapi dia malah cakar wajah aku terus pergi gitu aja"


Bintang langsung terdiam,Ia merasa ada sesuatu yang berbeda dengan perkataan Erika. "Kamu dimana?" bisik Bintang.


"Aku juga dulu pernah bertamu ke rumah petani yang kumuh di pinggiran kota,ya aku rasa rumah petani itu ada di pinggiran kota" ucap Erika.


Merasa perkataan nya adalah sebuah kode,Bintang langsung menghubungi Alfredo dengan menggunakan ponselnya yang lain. "Kamu dimana?Kita ketemu sekarang di persimpangan jalan"


"Baik bos"


Hanya butuh waktu lima menit saat mereka sampai di persimpangan jalan karena mengingat posisi pencarian mereka tidak jauh dari tempat tersebut.Alfredo kembali menaiki mobil Bintang sementara mobil Erika ia biarkan terparkir di halaman kosong milik warga.


"Lacak nomor ini sekarang juga"


"Baik bos"


"Bintang" panggil Erika.


"Iya"


"Kalau aku udah gak ada,jangan langsung nikah lagi ya.Tunggu paling enggak sampai seribu hari baru kamu boleh nikah lagi" ucap Erika.


"Gak usah ngelantur,tetep bicara dan jangan matiin telponnya.Aku lagi lacak posisi kamu sekarang".


"Iya,makasih karena udah mau tunggu sampai seribu hari" Erika masih melanjutkan pembicaraan nya dengan ilmu-ilmu yang ia dapatkan dari serial drama Korea yang sering ia saksikan.


"Jaga Arkana,pastiin dia terus hidup layak dan sehat.Jangan sampai dapet mama tiri yang jahat,yang punya niat buat kuasai harta kekayaan kamu" Ucapnya.


"Terus bicara aja sesuka kamu"


"Seenggaknya kamu harus dapet istri baru yang punya perusahaan besar atau paling engga anak tunggal konglomerat,bisa dipastikan dia gak akan rebut harta kekayaan kamu"


"Bisa dipercepat gak?" tanya Resya yang mulai kesal.


"Tunggu dulu,ini percakapan buat terakhir kalinya" mendengar perkataan Erika, beberapa pria yang merupakan anak buah Resya hanya bisa berdecak kesal.


"Emm,kalau kamu udah temuin jasad aku.Aku mohon sama kamu buat pastiin kalau kuburan aku bersebelahan sama kuburan orang tua aku,jangan lupa kasih foto yang wajah aku nya keliatan cantik dan jelas"


"Ketemu bos" ucap Alfredo.


"Berapa lama?" tanya Bintang.


"Sekitar 15 menit menuju pinggiran kota"


"Lima belas menit lagi aku sampai,jangan matiin telponnya dan terus bicara walaupun gak penting"


"Apa maksudnya?Gimana bisa aku bicara sama kamu?Kalau aku udah meninggal kita gak bisa bicara lagi,apa yang mau kamu bicarain?" tanya Erika.


"Bicara apapun,bahkan hal gak penting juga gak apa-apa"


Erika terus berbicara melantur dengan menggunakan isyarat-isyarat nya.Karena ia mulai kehabisan kata-kata jika harus terus berbicara hingga 15 menit ke depan.