
Aneska sedang berjalan menuju gerbang sekolah, tiba-tiba Arkana berteriak memanggil lalu menghampirinya. "Aneska!!"
Merasa terpanggil,Aneska langsung menoleh ke arah sumber suara.Namun ia langsung menutup mata dan telinga lalu kembali berjalan dengan tempo yang lebih cepat. "Aneska Rabella!!" teriak Arkana lagi.
Arkana langsung berlari menghampiri Aneska dan menarik lengan wanita tersebut hingga ia terhentak membalikkan badannya.
"Budeg lo?" tanya Arkana.
"Mau ngapain sih?"
"Mah ngapain sih?" Arkana mengulang pertanyaan Aneska barusan. "Latihan lah,emang lo gak mau latihan?"
"Nggak"
"Kenapa?"
"Ya gak apa-apa,gue capek aja" ucap Aneska.
"Yaudah kalau gitu gue anter pulang" Arkana masih belum melepaskan genggaman tangan nya.
"Gak usah!"
"Udah ayo gue an-"
"Aneska!!!" teriak Keysha dari kejauhan,sontak Aneska dan Arkana langsung menoleh ke arahnya.
"Ngapain dia?" tanya Arkana.
Keysha hanya menatap lengan mereka yang sedang bergandengan tanpa berbicara sedikitpun. "Bisa?" tanya Keysha.
Aneska bingung, sebenarnya ia tidak mau karena belum begitu akrab dengan Keysha.Tapi menurutnya ini adalah kesempatan bagus untuk melarikan diri dari gangguan Arkana.
"Bisa" ucap Aneska.
"Bisa apa?" tanya Arkana bingung.
"Ada deh,urusan cewek.Lo gak boleh ikut campur" kata Aneska.
"Urusan apa Ca?" tanya Arkana.
"Bukan apa-apa kok.Yuk Nes" Keysha dan Aneska langsung berjalan meninggalkan Arkana yang masih terlihat kebingungan.
"Sejak kapan mereka akrab?" tanya nya.
......•••......
Aneska dan Keysha sedang berada dalam perjalanan menuju lokasi birthday party dengan mengendarai mobil Keysha.Dengan riasan dan setelan anggun nya yang tidak terlihat seksi,Aneska sangat cantik malam itu.
Tiba-tiba ponselnya berbunyi,Aneska melihat nama Arkana di layar ponselnya.Ia menggenggam erat ponsel tersebut karena bingung harus menjawabnya atau tidak.
Keysha hanya melirik ponsel Aneska, ekspresi wajahnya langsung berubah menjadi masam saat melihat nama Arkana disana. "Saran gue ya,gak usah di angkat" kata Keysha.
"Hah,engga kok" Aneska langsung menolak panggilan tersebut.
Di sebrang sana Arkana sangat kesal karena berkali-kali panggilan nya tidak dijawab oleh Aneska. "Kemana sih ni orang?Gue telpon kok di tolak terus" gerutunya.
Teman-teman satu geng motornya yang berada di markas hanya memperhatikan Arkana saat mereka sedang sibuk melakukan aktivitas nya masing-masing.Tidak biasanya Arkana bersikap seperti itu kepada wanita.
"Tuh kan!Apa dia pergi sama cowok kali ya?* tanya Arkana.
"Yaelah paling dia males jawab telpon Lo" kata Rizan.
"Tadi dia pergi sama Keysha,gue curiga aja soalnya mereka gak terlalu akrab"
"Tumben lo peduliin cewek?" tanya Bagas.
"Emang ngapa hah?Iri Lo?" tanya Arkana sinis.
"Udah,maklumi aja ya Babi Ganas dia lagi jatuh cinta" sahut Rizan.
"Berisik Lo pada!" Arkana langsung masuk kedalam ruangan nya dengan tangan yang terus berusaha menghubungi Aneska.
...•••...
"Loh,kok kesini?Ini kan pub" kata Aneska, baru sampai di ambang pintu masuk saja perasaan nya sudah tidak karuan.
"Ya emang disini Birthday party nya"
"Kalau gitu gue pulang aja ya,gak enak soalnya.Gak diundang juga kan" kata Aneska.
"Loh masa gue ditinggal sendirian,kan tadi lo mau buat temenin gue kesini" ucap Keysha yang terus membujuk Aneska agar wanita itu mau masuk kedalam sana bersamanya.
"Engga Nes,gue gak terlalu deket sama temen-temen SMP gue.Udah cuek aja yuk masuk" Keysha langsung menarik lengan Aneska agar wanita itu segera masuk.
Telinga Aneska langsung terasa sakit saat mendengar suara dentuman musik yang sangat keras di dalam sana.Ia sesekali memejamkan matanya untuk menahan rasa sakit itu.
"Gue pulang aja ya!" teriak Aneska.
"Jangan gitu dong"
"Hai Rian!" sapa Keysha kepada teman laki-laki nya yang sedang duduk santai di sofa sendirian.
"Hai Keysha,udah lama kita gak ketemu" mereka berpelukan.
"Ini temen gue,nama nya Aneska"
"Halo gue Rian" Laki-laki itu mengulurkan tangannya sebagai tanda perkenalan.
"Aneska"
Tanpa disadari,secara diam-diam Keysha menatap Rian dan memberikan suatu isyarat kepada laki-laki itu melalui matanya.Rian langsung mengedipkan sebelah matanya tanda mengerti.
"Aduh!Gue kebelet nih,Nes gue ke toilet dulu ya sebentar" ucap Keysha.
"Gue ikut"
"Udah lo tunggu disini aja,gue gak lama kok.Rian,gue titip Aneska sebentar ya"
"Iya tenang aja" Keysha langsung berjalan cepat meninggalkan mereka berdua.
"Ayo duduk Nes,gak capek berdiri terus?" tanya Rian.
"I-iya" dengan perasaan yang bercampur aduk Aneska langsung menerima ajakan Rian untuk duduk bersama.
Aneska terus mengetukkan ujung sepatu nya ke lantai karena ia masih menunggu kedatangan Keysha.Rian menuangkan segelas minuman keras,lalu berpindah duduk di samping Aneska.
"Nih minum" kata Rian yang memberikan segelas minuman keras tersebut kepada Aneska.
"E-engga makasih,aku gak minum-minuman keras" ucap Aneska menolak.
"Cobain aja dulu,enak kok" Rian memaksa.
"Engga makasih"
"Ayo dong, sedikit aja" Rian semakin mendekatkan tubuhnya kearah Aneska hingga wanita itu merasa terpojok dan tidak bisa berkutik.
"Engga,aku gak mau!" Rengek Aneska yang berusaha menjauhkan lengan Rian dari tubuhnya.Tidak ada seorang pun yang perduli dengan Aneska,mereka sibuk memuaskan hasrat nya masing-masing.
Rian mulai merangkul Aneska untuk memudahkan nya meminum minuman tersebut.Aneska hampir meminum minuman keras tersebut,air beralkohol itu sudah menyentuh ujung bibir Aneska.
Namun tiba-tiba seseorang datang dan menendang keras tubuh Rian hingga jatuh tersungkur di lantai sedangkan minuman tersebut tumpah dan pecahan gelasnya berserakan dimana-mana.
Arkana, laki-laki dengan jaket khas COZTRA nya itu langsung menginjak tubuh Rian dengan satu kakinya lalu menghajar wajah Rian habis-habisan hingga meninggalkan bekas memar hampir di seluruh bagian wajahnya.
Beberapa orang berhenti berdansa dan menyaksikan perbuatan Arkana dengan wajah yang sedikit ketakutan.Setelah merasa puas,Arkana langsung menarik lengan Aneska dan membawanya keluar pub dengan berjalan cepat tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Setelah berada di luar ruangan,Arkana langsung melepaskan genggaman tangannya dengan kasar.Ia tidak sengaja melakukan itu karena amarah nya benar-benar sedang memuncak. "Sakit!" ucap Aneska sambil terisak tangis karena ia terkejut dengan kejadian yang baru menimpa nya tadi.
"Gue gak habis pikir ya sama lo,ngapain dateng ke tempat kayak gini hah?" ucap Arkana dengan sangat emosional.
"Kenapa lo gak angkat telpon gue dan lebih pilih buat dateng kesini sama Keysha?Coba lo pikir apa yang bakal terjadi kalau gue gak dateng buat Lo malam ini?" tanya Arkana, mendengar perkataan itu tangisan Aneska semakin terisak.Ia benar-benar tidak tahu bagaimana nasibnya jika Arkana tidak datang.
"Lo pikir ada yang perduli sama lo di dalem sana?Gak ada Aneska!"
Aneska menundukkan kepala dan menutup wajahnya karena ia tidak mau terlihat rapuh di hadapan Arkana.
Arkana sudah meluapkan semua rasa kekesalan nya, dengan cepat ia langsung berjalan mendekati Aneska dan memeluk dengan erat. "Maaf ya" bisik Arkana.
Aneska yang sedang menutup wajahnya langsung membalas pelukan Arkana sambil terus menangis. "Gak,gue yang minta maaf"
"Lo gak boleh datang ke tempat kayak gini tanpa gue" kata Arkana.
"Gue takut!"
"Ada gue,gue gak akan biarin orang-orang macam dia buat sentuh Lo" ucap Arkana. "Udah ya nangis nya" Arka melepaskan pelukan dan menghapus air mata di pipi Aneska.
"Janji sama gue kalau lo gak akan pergi ke tempat kayak gini lagi" Arkana menggenggam erat kedua bahu Aneska.
"Iya,janji"
"Kalau gitu sekarang gue anter lo pulang" Arka memakaikan helm untuk Aneska dan wanita itu hanya terdiam dengan suaranya yang masih sesenggukan.