I Love Everything In You

I Love Everything In You
Episode 48



Arkana dan kedua sahabatnya serta Divia kembali masuk sekolah,mereka tidak perlu mengkhawatirkan Aneska karena ada Erika yang menjaganya dengan perlakuan yang sangat baik.


Tentu saja kehadiran nya bukan untuk mengikuti pembelajaran di kelas, melainkan untuk memberikan peringatan kepada orang yang sudah mencelakai wanita nya hingga mengalami sakit yang cukup parah.


Di lorong kelas mereka bertiga bertemu dengan Aditya yang sedang berjalan menuju kelas nya.Arkana menatap wajah ketua OSIS tersebut dengan tatapan dingin, sedangkan pria yang ada di hadapannya hanya menunduk gugup.


Merasa jengah Arkana melewati Aditya begitu saja,pria itu bingung dengan apa yang akan Arkana lakukan karena sikapnya sangat berbeda belakangan ini. "Arkana tunggu" ucap Aditya berjalan menghampiri Arkana.


"Gimana kondisi Aneska?Udah membaik?" tanya Adit.


"Udah"


"Sorry gue sama yang lain belum bisa jengki kare-"


"Gak perlu,gak usah.Kondisi Aneska akan jauh lebih baik kalau kalian gak dateng buat jenguk dia" setelah mengatakan kalimat tersebut,Arkana langsung pergi meninggalkan Aditya dengan ekspresi wajah nya yang masih terlihat datar.


BRAKKK!!!


Suara pintu yang terbuka sangat keras membuat seluruh siswa yang berada di dalam kelas tersebut langsung menoleh dan berteriak karena terkejut.Bukan ruang kelas 11 IPA 2,melainkan ruang kelas dimana Keysha berada.


"Arka,ada apa?" tanya Keysha sembari berjalan menghampiri Arkana dengan wajah nya yang terlihat kebingungan.


Tanpa mengatakan sepatah kata pun Arkana langsung menarik lengan Keysha dengan kasar untuk membawanya ke suatu tempat yang sepi.Bukan berniat ingin melecehkan,namun Arkana hanya ingin bertanya dan memberikan sedikit pelajaran kepada wanita tersebut.


"Arka sakit" Keysha berusaha memberontak untuk melepaskan cengkraman tangan Arkana.Namun tenaga laki-laki itu cukup kuat sehingga ia tidak bisa melanjutkan aksinya. "Arka lepas,sakit!" Rengek nya.


Setelah berada di depan ruang penyimpanan sekolah yang suasana nya sangat sepi, Arkana langsung melepaskan genggaman tangannya dengan kasar hingga Keysha sedikit terhentak.


"Kenapa Lo kayak gini sama gue?Apa salah gue?" tanya Keysha.Laki-laki itu hanya menatap wajah Keysha dengan tatapan dinginnya.


"Lo kan?" tanya Arkana.


"Gue?Gue kenapa?"


"Lo kan pelaku nya?" tanya Arkana lagi.


"Pelaku apa?Apa maksud Lo?'


"Aneska,Lo yang nembak Aneska" wajah Keysha langsung pias saat mendengar perkataan Arkana yang menuduh nya.Ia hanya bisa terdiam karena tidak tahu harus berbuat apa.


"Gue?Lo tuduh gue?"


"Gue gak nuduh,emang kenyataan"


"Kenapa bisa-bisanya Lo nuduh gue padahal ada ratusan siswa di sekolah ini.Kenapa harus gue Arka?" Keysha mulai meneteskan air mata karena merasa sakit hati.


"Senjata,senapan,amunisi,jaket,topeng.Semua itu ada di lemari locker lo.Apa gue salah?" tanya Arkana.


"Hah?Bukan gue"


"Terus siapa?Apa Lo titipin kunci locker ke orang lain?Enggak kan?"


"Ya enggak,tapi bukan gue.Sumpah Arka bukan gue!"


"Mana ada maling ngaku Keysha,gue fikir semuanya jadi masuk akal kalau Lo emang pelakunya" kata Arkana.


"Masuk akal?Kenapa?Apanya yang masuk akal?" tanya Keysha dengan suaranya yang sulit untuk diseimbangkan.


"Lo pernah nyatain cinta sama gue,tapi gue tolak dan Lo terus maksa.Baru-baru ini lo berani ganggu Aneska di depan umum karena alasan dia suka sama gue,Lo dendam kan?" tanya Arkana,ia benar-benar yakin bahwa Keysha lah pelaku yang sebenarnya.


"Gue emang gak suka sama Aneska karena dia suka sama lo.Tapi bukan berarti gue yang lakuin hal keji kayak gitu Arkana!" Teriaknya.


"Akting Lo bagus juga,kenapa gak ikut casting aja?Banyak serial drama yang mau terima kemampuan akting Lo ini"


"Gue gak akting,gue serius!Gue gak lakuin hal keji itu,bukan gue pelakunya"


"Terus siapa?Lo mau salahin siapa?" Keysha langsung terdiam.Tidak mungkin ia asal menunjuk orang untuk dijadikan korban.


"Sebelum gue tau siapa pelakunya,gue udah bikin janji sama diri gue sendiri.Kalau dia laki-laki gue bakal hajar dia habis-habisan.Tapi ternyata Lo,gue bingung harus gimana" kata Arkana.


"Lo pukul gue!Pukul!Ayo cepetan pukul gue!Pukul meskipun bukan gue pelakunya!" teriak Keysha yang terus menarik lengan Arkana agar laki-laki itu lekas memukulnya.


"Kali ini gue serius.Jangan pernah muncul di depan muka gue lagi,jangan pernah bersuara sedikitpun di deket gue meskipun Lo gak keliatan" kata Arkana.


"Lo tega banget sama gue,bukan gue Arka"


"Apa gue gak boleh dateng ke rumah Lo lagi?Apa gue gak boleh ketemu sama nyokap bokap Lo lagi hah?" tanya Keysha.


"Lo boleh dateng kerumah buat ketemu sama orang tua gue,tapi jangan berharap Lo bisa ketemu gue lewat jalur maksa nyokap gue" Arkana langsung pergi meninggalkan Keysha yang masih terisak tangis di tempatnya.


...•••...


Arkana hanya masuk sekolah setengah hari,sisa waktunya ia gunakan untuk pergi menemui Aneska di rumah sakit tanpa kedua sahabatnya dan juga Divia.


"Aduh,aku di telfon sama Bintang lagi.Dia minta ditemenin dateng acara pesta pernikahan rekan bisnisnya siang ini" kata Erika.


"Yaudah tante pergi aja,aku gak apa-apa kok disini sendirian.Lagi pula ada suster yang setiap dua jam sekali datang buat cek kondisi aku"


"Aduh gak gak gak,gak bisa.Kalau pun kamu mampu Tante gak akan biarin kamu disini sendiri,kalau Arkana tau bisa ngambek satu hari satu malam nanti"


"Kok cuma satu hari satu malam Tante? Biasanya dua hari dua malam" Aneska sedikit terkekeh kecil saat mendengar Erika berbicara.


"Arkana gak akan bisa marah lama-lama sama aku,dia kan manja"


"Oh iya ya"


"Kalau gitu aku telfon Arkana dulu kali ya" ucap Erika.


"Gak usah tante,Arkana kan lagi sekolah"


"Oh iya juga ya,nanti dia bolos lagi" Erika kembali memasukan ponsel nya kedalam tas.


TOK!TOK!TOK!


Wajah Aneska langsung terlihat segar saat mendapati Arkana sedang berdiri di balik pintu ruangan nya.Ia tersenyum manis lalu melambaikan tangan kepada pria tersebut, begitu juga sebaliknya.


"Hai!" sapa Aneska,sontak Erika yang melihat tingkah wanita diandalkannya langsung menoleh ke arah pintu ruangan.


"Itu dia,panjang umur nih anak mama" Erika memeluk tubuh anak laki-lakinya dengan penuh kasih sayang.


"Kok ada disini? Bukannya harus sekolah?" tanya Aneska.


"libur" ucap Arkana singkat.


"Libur?" tanya Aneska bingung.


"Meliburkan diri maksudnya" laki-laki itu langsung tersenyum kecil dan duduk di pinggir kasur agar bisa terus berbicara dengan wanita nya.


"Kebiasaan bolos terus,gak boleh kayak gitu ah!" Imel Erika sambil menarik baju seragam putranya.


"Kalau Aneska udah sembuh janji deh gak akan bolos lagi,susah sih kalau medan magnet nya ada disini.Jadi pengennya dateng kesini terus"


"Dih apaansi kamu,malu tau" ucap Aneska sambil menutup wajah nya menggunakan selimut.


"Ih dia malu,lucu banget sih" ucap Erika gemas. "Yaudah karena ada kamu disini,mama harus pergi sekarang"


"Loh,kemana?" tanya Arkana.


"Mama harus temenin papa kamu hadir di pesta pernikahan rekan bisnisnya"


"Sekarang?" tanya Arkana lagi.


"Iya,siang ini"


"Yaudah kalau gitu,bagus deh" bisik Arkana.


"Eh,kok bagus?Jangan macem-macem kamu ya" ucap Erika yang mulai mencurigai putranya.


"Tante disini aja,aku jadi takut" rengek Aneska hanya sekedar untuk mencairkan suasana.


"Haha!Gak apa-apa,dia anak baik.Yaudah kalau gitu mama pergi dulu ya,kamu istirahat yang cukup biar cepet pulih"


"Iya Tante,makasih ya udah temenin aku",


"Iya sama-sama.Awas gak boleh macem-macem"


"Iya mah, hati-hati" setelah mengacak-acak rambut Arkana,Erika langsung berjalan keluar ruangan meninggalkan kedua pasangan laki-laki dan wanita muda tersebut.