
Arkana sudah sampai di depan gerbang rumah Keysha,ia tidak berniat mampir karena tidak ingin berlama-lama disana.
"Masuk dulu yuk" ajak Keysha.
"Gak usah,gue mau langsung pergi aja"
"Besok kan hari Minggu,Lo ada waktu gak buat jal-"
"Gak ada" ucap Arkana yang memotong perkataan Keysha.Wajah wanita itu seketika langsung berubah menjadi layu.
"Kenapa sih lo selalu menghindar dari gue?Apa yang salah sama gue?" tanya Keysha tiba-tiba.
"Gue gak menghindar,lo nya aja yang merasa terhindar" kata Arkana,ia masih duduk di atas motornya.
"Kenapa sikap lo ke gue beda banget, perlakukan lo ke gue tuh beda banget sama Salsa"
"Jangan bandingin Lo sama Salsa,kalian beda.Salsa anggap kita real sahabatan,sedangkan Lo pake perasaan.Lo tau kan kalo gue gak mau pacaran sama sahabat sendiri,gue gak mau nyakitin hati Lo" kata Arkana.
"Ya Lo harus berusaha buat gak sakitin hati gue!"
"Gak bisa,karena gue gak ada perasaan lebih terhadap Lo"
"Tapi gue suka sama Lo,Lo gak cinta sama gue Ka?" tanya Keysha dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.
"Dengan nyatain perasaan yang sebenarnya kayak gini aja udah bikin hati lo sakit,gimana kalau lo jadian sama gue nanti?" tanya Arkana. "Lo tau alasan gue punya banyak mantan?Lo pikir gue cinta sama mereka?Gue cuma kasian,cuma satu nama yang benar-benar gue cinta sampai saat ini yaitu Lily.Apa lo mau gue pacarin cuma karena alasan kasian?"
"Gue yakin kalau kita udah jalanin hubungan ini, perlahan Lo pasti bakal cinta sama gue karena tulus" kaya Keysha. "Gue rela sama Lo karena alasan kasihan"
"Lo rela tapi gue engga,Lo pikir enak nyakitin hati sahabat sendiri?Terlebih orang tua kita deket banget,gue gak mau gara-gara masalah ini orang tua kita malah jadi ribut"
"Tapi gue sayang sama Lo Arkana"
"Gue gak pernah larang lo buat sayang sama gue,tapi gue mohon sayangi gue layaknya salasa sayang sama gue"
"Kenapa Lo tega banget sama gue?"
"Kalo sekarang aja lo anggap gue tega,gimana nanti?Sebangsat apa gue di mata Lo nanti" ucap Arkana. "Ca,semuanya pasti bakal berubah kalau kita jadian.Lo bakal benci banget sama gue nantinya"
"Gimana bisa gue benci sama Lo?" ucap Keysha sambil menangis tersedu-sedu.
"Gue udah anter lo pulang,sekarang gue pamit ya".
"Tapi kita belum selesai bicara"
"Udah kok,udah selesai.Kesimpulannya,kita gak akan pernah jadian" Arkana langsung mengendarai motornya dan meninggalkan Keysha yang masih menangis tersedu-sedu di tempatnya.
Ia sangat menyesal karena telah mengungkapkan isi hati kepada Arkana.Andai saja ia tidak mengatakan hal itu,maka sampai hari ini dan seterusnya mereka bisa terus bersama tanpa ada rasa canggung satu sama lain.Keysha sangat yakin bahwa Arkana pasti akan menghindar saat ada ia disekitarnya.
...•••...
Arkana terus menghisap rokoknya sambil menyandarkan tubuh di sofa balkon kamar.Fikiran nya benar-benar kacau hari ini.Bagaimana ia harus menghadapi Keysha setelah ini.Ditambah lagi dengan sikap Aneska yang tiba-tiba berubah saat sedang bersamanya tadi.
Arkana sangat ingin berbicara dengan Aneska.Saat dirinya hendak menekan tombol panggilan, tiba-tiba Arkana menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal.Karena penasaran ia langsung membaca pesan tersebut.
"Hai Arkana selamat malam" sapa wanita tersebut.
"Siapa nih?"
"Gue Divia"
"Divia?" tanya Arkana bingung.
"Sahabat nya Aneska".
"Oh,kenapa?Anes ada sama Lo?" tanya Arkana antusias,ia langsung membenarkan posisi duduknya dan mematikan rokok tersebut.
"Engga ada"
"Terus lo ngapain telfon gue?"
"Ya karena mau aja" mendengar alasan Divia,Arkana langsung memutar kedua bola matanya karena malas.
"Besok kan hari Minggu,Lo ada waktu gak?" tanya Divia.
"Banyak,kenapa?"
"Bisa gak kalo kita jalan bareng?" tanya Divia lagi.
"Sebentar" Arkana menjauhkan ponselnya lalu berfikir sejenak. "Besok libur,gebetan gak punya.Sabi nih"
"Halo?"
"Gimana?Bisa kan?"
"Bisa bisa bisa" ucap Arkana dengan cepat.
"HAH! SERIUS??" teriak Divia yang benar-benar sangat antusias karena senang.
"DEMI APA!!" teriaknya lagi. "Eh sorry sorry kelepasan"
"Gak apa-apa"
"Besok gue jemput ya,kirim alamatnya sekarang.Selamat malam, daah" tanpa banyak bicara lagi,Arkana langsung mematikan panggilan nya.
"Ribet banget Lo" gerutu Arkana.Ia masih sangat bosan, berbicara dengan Divia tidak membuat dirinya merasa senang.Arkana memutuskan untuk menghubungi Aneska hanya sekedar melihat wajah dan mengusili nya saja.
Diseberang sana,Aneska sedang melakukan perawatan wajah dengan memakai masker wajah sambil memejamkan mata agar merasa lebih tenang.Ia sangat kesal saat mendengar suara dering telpon nya.
Tanpa melihat lagi,Aneska langsung menerima panggilan video itu.Karena ia mengira Divia yang menghubungi nya malam-malam seperti ini. "Bisa gak sih lo gak usah ganggu gue kalo lagi maskeran!!"
"ASTAGFIRULLAH!!" teriak Arkana.Aneska langsung membelalakkan matanya saat mendengar suara Arkana.
"Heh ngapain Lo!!" teriak Aneska terkejut.Dengan cepat ia langsung mematikan tersebut agar Arkana tidak bisa melihatnya lebih lama.Namun pergerakan Arkana lebih cepat,ia berhasil menangkap wajah Aneska dengan ekspresi wajahnya yang sangat menggemaskan.
"Aduh! Ngapain si pake nelpon malem-malem segala.Aduh malu banget gue sumpah!" tak lama suara dering telpon kembali terdengar,Aneska langsung melemparkan ponselnya ke sembarang arah dengan perasaan yang tidak karuan.
"Aduh gimana nih?Tolak aja kali ya,tapi nanti dia telfon lagi.Aduh gimana ya?" tanya Aneska sambil menggigit jari telunjuk nya. "Oh! Cuci muka dulu,cuci muka cuci muka"
Setelah membersihkan wajahnya,Aneska langsung bercermin untuk melihat apakah masih ada sisa-sisa masker di wajahnya atau tidak.Sedangkan suara dering telepon itu masih belum berhenti.
"Halo"
"Lama banget angkat nya" kata Arkana sambil menahan tawa.
"Gak usah kayak gitu muka nya!Kalo mau ketawa ya ketawa aja" ucap Aneska kesal.
"Lo ngapain si malem-malem muka nya digituin?Gak takut ada yang nemenin tidurnya?" tanya Arkana.Sontak Aneska langsung menoleh ke arah sekitarnya.
"Ada gak?"
"Gak usah nakut-nakutin ya.Gak mempan" Arkana terdiam beberapa saat.
"Kok diem?" tanya Aneska bingung karena Arkana terus menatap wajahnya hingga membuat ia menjadi salah tingkah.
"Terus gue harus gimana?"
"Ya ngomong apa kek,kan jadi canggung kalo lo cuma diem kayak gitu"
"Tadi siang Lo kenapa?Apa salah gue?" tanya Arkana.
"Kan tadi gue bilang,gue capek mau istirahat"
"Bohong".
"Sotoy Lo"
"Bohong kan?" tanya Arkana lagi.
"Ngga,gue jujur"
"Yaudah jujur" Arkana mengalah.
"Besok malam ada waktu gak?" tanya Arkana.
"Kenapa emang?"
"Keluar kali,masa dirumah terus"
"Apa maksudnya?Lo ngajak gue jalan?" tanya Aneska sambil tersenyum kecil.
"Iya,mau?"
"Ngga,gak ada waktu"
"Sesibuk apaan sih Lo?Sok sibuk banget"
"Hari libur waktunya gue maraton Drakor dan rebahan di kamar" kata Aneska.
"Cih!" gumam Arkana yang tersenyum kecil.
"Jadi gak bisa nih?"
"Engga.Cari aja cewek lain yang nganggur" ejek Aneska.
"Oke,siapa peduli"
"Yaudah kalau gitu,gue mau tidur"
"Yah ko udahan" rengek Arkana yang tidak mau mengakhiri panggilan video nya.
"Gue tau lo bete,tapi jangan lampiasin rasa bete lo ke gue.Telpon cewek yang suka kejar-kejar Lo sana.Mereka punya banyak waktu buat Lo" Aneska langsung mematikan panggilannya saat Arkana hendak berbicara.
"Untung Lo Aneska.Coba kalo bukan,gue jadiin mangsa nih" ucap Arkana kesal.