
Arkana akan mengantar Anes pulang.Tetapi saat mereka sedang memakai helm masing-masing, beberapa wanita hendak masuk ke dalam restoran dan salah satunya menyapa Arkana karena mengenalinya.
"Arkana?" sapa wanita tersebut. "Ini Arka kan?Kamu ngapain disini?Dia siapa?" tanya Ratna sambil melirik Aneska yang berdiri di sebelah Arka.
Karena situasi nya terlalu banyak orang disana,Arka langsung menarik tangan Ratna dan membawanya menjauh dari mereka. "Dia siapa?" tanya Ratna.
"Itu mama yang kamu bilang?" tanya Ratna lagi.
"Kita udahan aja ya"
"Hah kenapa?Baru juga berapa hari kita deket" kata Ratna. "Aku punya salah sama kamu?"
"Engga"
"Terus kenapa kamu mau selesain semuanya?"
"Setelah dipikir-pikir,kamu terlalu baik buat aku Na" ucap Arkana sambil menyentuh rambut Ratna.
"Apa sih?Kamu sejahat apa sampe bilang kalo aku terlalu baik buat kamu?" matanya mulai berkaca-kaca,lalu ia sedikit mendorong tubuh Arka agar menjauh darinya.
Teman-teman Ratna sudah masuk ke dalam Restoran, sementara Aneska masih berdiri di tempatnya sambil menyaksikan adegan dramatis tersebut.Ia sangat muak dengan tingkah Arkana yang seperti itu kepada wanita.Anes melepas kembali helm nya lalu pergi begitu saja tanpa sepengetahuan Arkana.
"Jangan nangis dong" ucap Arkana.
"Aku tau,kami kayak gini pasti karena dia kan?"
"Dia?Siapa?" tanya balik Arkana. "Mulai sekarang jangan hubungi aku lagi.Kamu harus move on"
"Nyesel aku suka sama kamu!" teriak Ratna sambil mendorong tubuh Arkana dengan kasar lalu pergi begitu saja dengan menaiki taxi yang lewat.
"Siapa yang suruh buat suka sama gue?" bisik Arkana.Matanya langsung mencari-cari saat Aneska tidak ada di tempatnya.Dari kejauhan Arkana melihat Aneska yang baru saja menaiki busway di seberang sana.
"Cih!Haha... Bisa-bisanya cewek satu sekolah suka sama cowok modelan dia.Apa gak makan hati tuh setiap hari kalo jadi pacarnya?" gerutu Aneska yang sudah duduk nyaman di dalam busway.
...•••...
Malam itu suasana di markas geng COZTRA sangat ramai sekali.Hampir semua anggota berkumpul untuk mempererat tali persaudaraan.Kebetulan alumni SMA GAMA yang bergabung juga ada disana.
COZTRA merupakan geng motor yang sangat terkenal hampir di seluruh penjuru wilayah ibu kota.Semua berawal saat Arkana baru saja menjadi siswa di SMA GAMA satu tahun yang lalu.
Saat hari pertama masuk sekolah Arkana hanya mengenal keempat sahabatnya yaitu Rafael,Rizan,Salsabila,dan Keysha.Meskipun begitu kemana pun ia pergi hanya Rafael dan Rizan yang mengikutinya.
Saat jam istirahat berlangsung,empat orang siswa kelas 12 menghalangi jalan mereka di lorong sekolah menuju halaman belakang.Dan keempat siswa itu adalah Nicholas,Oman,Raden dan Rai yang sekarang sudah lulus dari SMA GAMA.
Mereka meminta uang kepada Arkana dan dua temannya secara paksa,mereka juga memberi ancaman jika tidak di beri uang maka keempatnya akan membuat wajah mereka menjadi sangat menyedihkan.
Saat itu Nicholas terkenal sangat nakal pada masa nya,ia cukup di takuti oleh semua siswa karena tanpa sepengetahuan guru sering mengancam siswa tertentu dengan senjata tajam nya yang berukuran sangat kecil.
"Bagi duit" kata Oman.
"Buat apa?" tanya Arkana.
"Gak usah banyak bacot!" bisik Nicholas sambil menodongkan pisau kecilnya ke arah Arkana.Rafael dan Rizan mulai terlihat panik,mereka merogoh saku celananya untuk memberikan mereka uang.Namun Arkana langsung menghentikan nya agar mereka tidak menuruti apa yang diinginkan Nicholas dan kawan-kawannya.
"Bokap lo capek kerja,ngapain duit nya malah di kasih ke orang modelan gini" ucap Arkana dengan santainya.
"Apa Lo bilang?Lo gak tau kita siapa?" tanya Raden.
"Engga,kalian belum sempet ngajak kenalan"
"Kurang ajar Lo ya,baru kali ini ada orang yang berani sama gue!" teriak Nicholas.
"Udah bagi kita duit sekarang, terus Lo boleh pergi kemanapun yang Lo mau" kata Rai.
"Kenapa kalian minta duit?Kalian pengemis?" tanya Arka.
"Lo gak bisa liat gue pegang apa?Bisa aja gue lubangin perut Lo sekarang juga" kata Nicholas.
Arkana melemparkan smirk disaat situasinya sedang terancam.Ia menggenggam pergelangan tangan Nichol lalu menariknya hingga ujung pisau tersebut menyentuh leher jenjang Arkana.
"Kalo di perut,gue bisa balas dendam sama Lo kapanpun.Disini pusat peredaran darah,gue bisa langsung mati kalo lo tusuk disini" bisik Arkana.Bisikannya membuat ketiga teman Nichol langsung memundurkan langkah karena baru menemukan orang seperti Arkana.
"Cepet" ucap Arkana sambil terus menekankan pisau itu hingga membuat lehernya mengeluarkan darah karena sedikit sayatan.Arka menatap mata Nichol dengan mata elang nya sambil tersenyum licik hingga Nicholas tidak kuasa untuk melihatnya.
Ia berusaha melepaskan genggaman tangan Arka karena takut akan membunuhnya,ia melemparkan pisau itu ke sembarang tempat lalu pergi berlarian bersama tiga yang lainnya.
Rafael, laki-laki itu langsung mengambil pisau yang terlempar dan membuangnya ke tempat sampah.Sementara Rizan terus menatap Arkana karena ia tidak menyangka bahwa teman kecilnya bertindak layaknya seperti seorang psikopat.
"Lo-lo kok gini Ka?" tanya Rizan ketakutan.Arkana menatap tajam kearah dua temannya.Setelah melihat wajah Rizan yang benar-benar ketakutan,Arka langsung tertawa terbahak-bahak seperti sedang menyaksikan acara komedi.
"Asli gue merinding" bisik Rizan.
"Lo baik-baik aja kan Ka?Leher Lo berdarah" kata Rafael.
"Perih si tapi yaudah lah" ucap Arkana. "Btw akting gue keren gak?" tanya Arka.
"Akting?" tanya balik Rafael.
"Barusan...Disini pusat peredaran darah,gue bisa langsung mati kalo lo tusuk disini" Arkana mengulangi perkataan nya saat sedang berbicara dengan Nichol tadi. "Kalimat itu gue tiru dari salah satu adegan pemeran utama di film genre psychopath"
"Yee anjing!Gue kira lo punya gen sychopath beneran,kaget gue" ucap Rafael sambil mendorong pelan tubuh Arkana.
"Gue udah Tremor tau gak?Hampir ayan malahan gara-gara liat tingkah Lo" sahut Rizan.
"Tapi menguntungkan kan?GK perlu buang-buang tenaga buat baku hantam sama mereka" ucap Arakna yang langsung melanjutkan perjalanan nya menuju halaman belakang sekolah.
Beberapa hari setelah itu mereka bertiga tidak sengaja melihat Nicholas dan teman-temannya sedang di keroyok oleh segerombolan lebih dari 10 orang.Karena rasa kemanusiaan Arkana dan membantu mereka untuk mengalahkan gerombolan pemuda tersebut.
Dan dari situlah Nicholas serta temannya meminta maaf kepada mereka bertiga,lalu berteman baik dan Nicholas memberikan masukan kepada Arkana untuk membuat sebuah kumpulan pemuda bermotor yang anggota nya berasal berasal dari sekolah mereka maupun sekolah lain.
...•••...
"Eh Ucok,gak bosen Lo tiap hari main Uno Mulu?" tanya Rafael kepada Arsenio.
"Ucak Ucok Ucak Ucok,dari pada lo tiap hari liatin Poto cewek seksi Mulu.Istighfar El Istighfar" kata Arsenio yang masih fokus memainkan kartu Uno nya bersama Axel,Bagas,Galen,Marvel dan Nicholas.
"Eh Ka,lo udahan sama si Ratna?" tanya Fauzi,dia satu sekolah dengan Ratna.
"Hmm...Ratna?Bentar gue inget-inget mukanya dulu" gumam Arkana yang sedang membaringkan tubuhnya di sofa.
"Allahu Akbar Arkana,Inget-inget dulu?Gue yang bukan gebetan nya aja hapal bener mukanya gimana.Punya berapa cewek sih Lo hah?" tanya Bagas.
"Oh yayaya,yang barusan"
"Lo udahan sama dia?" tanya Fauzi lagi.
"Hmmm"
"Kenapa?"
"Habisnya tiap malem nelpon mulu,mana bawel banget lagi.Belum lagi tiap hari ngajak ketemuan terus,pusing gue" gerutu Arkana.
"Kalo gak mau pusing,gak usah deketin cewek manapun" kata Rafael. "Kasian,udah berapa cewek yang nangis gara-gara ulah Lo?" tanya Rafael.
"Mana gua tau,Lo itung aja sendiri"
"Si Ratna,Tania,Eva,kelas sebelah siapa tuh?Dia mantan pacarnya yang cuma dua Minggu itu??" tanya Rizan.
"Si Kinan,Kinan" kata Bagas.
"Tau Lo?" tanya Rafael.
"Iyalah orang satu kelas"
"Nah tuh si Kinan,itung ada berapa?" tanya Rizan kepada Rafael.
"Kalo sama Ratna udahan, selanjutnya sama siapa nih?" tanya Marvel tiba-tiba.
"Mudah-mudahan sih udah gak ada lagi" celetuk Rafael.
"Gak ada apanya?" tanya Arkana yang langsung beranjak duduk. "Gue bisa pacarin cewek satu sekolah kalo mau"
"Eh,mending lo cepetan cari pacar yang serius deh.Lo gak kasian sama kita-kita yang jomblo terus gara-gara gak ada cewek yang mau?Semua gara-gara Lo nih" protes Bagas.
"Halah udah tutup mulut Lo.Selain rekening lo yang kosong,omongan lo juga cuma omong kosong" ucap Arkana.
"Mampus lo mampus" ucap Arsenio.
"HAHAHA... Tertampar terjungkal tergolepak!" seru Rizan.
Saat mereka sedang asyik berbicara santai, tiba-tiba seseorang datang dengan kondisi tubuh yang terkulai lemah dan jatuh tersungkur di tanah karena tak kuasa menahan beban tubuhnya sendiri.
"Suara apaan tuh?" tanya Marvel.
"Cek cek cek!"
"Apaan itu item-item ditanah?" tanya Arsenio.
"Bapet bukan si?" tanya Rizan.
"Yakali babi ngepet tiduran disitu,ngapain coba?" tanya balik Arsenio.
"Yakali aja dia tau kalo orang-orang disini kebanyakan pada bokek makanya dia pilih pingsan mendadak"
"Gak usah banyak bacot lo berdua ah" ucap Rafael yang langsung berjalan menghampiri pria tersebut.
"Bang?Ngapain tidur disini?" tanya Rafael.
"Dia tidur?Pingsan atau mati?" tanya Rizan.
"Balikin badannya" saat Arsenio membalikkan badannya,mereka sangat terkejut ternyata pria tersebut adalah Ivan, salah satu teman mereka.
"Heh Ivan bukan si?" tanya Rizan.
"Van muka Lo kenapa?Ivan!" teriak Arsen.
"Dia pingsan atau mati?" tanya Rizan lagi. "Kok muka nya babak belur gitu?"
"Masih napas dia" kata Arsenio.
Mendengar kericuhan dari luar sana,Arkana penasaran dan langsung berjalan menghampiri mereka untuk melihat ada kejadian apa hingga membuat mereka ricuh seperti itu.
"Kenapa?" tanya Arkana.
"Ivan,ini Ivan" kata Rafael.
"Astaga Van,kenapa Lo?" tanya Arkana.
"K-ka..." ucap Ivan terbata-bata sambil melawan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
"Udah udah,Lo jangan ngomong apapun.Kita bawa Ivan ke rumah sakit sekarang"
Saat Arkana hendak membantu teman-temannya mengangkat tubuh Ivan,pria itu langsung menyentuh pergelangan tangan Arkana untuk menghentikannya.
"Kenapa?Kita ke rumah sakit sekarang,lo lagi sekarat tau gak?" ucap Arkana kesal.
"Nurut aja Van" Kata Rafael.
"S-s-s..." ucap Ivan terbata-bata.
"S?"
"S-Scar-Scary"
"Scary,Scary apaan woy artinya?" tanya Bagas.
"Mengerikan" bisik Arkana. "Kenapa Scary?" tanya Arkana.
"G-geng" lanjut Ivan.
"Scary geng?Apaan maksud lo Van?" tanya Rafael.
"Scary geng,yang bikin lo jadi kayak gini?" tanya Arkana dan Ivan hanya mengangguk. "Mereka manusia" kata Arkana kepada teman-temannya.
"Lo harus sembuh biar kita bisa balas dendam sama-sama" kata Arkana.
"M-makasih bang" perlahan Ivan menutup mata dan usia nya detik itu juga dihadapan semua teman-teman sepergeng motorannya.
"Van...Ivan...IVANN!!" teriak Arkana. "IVAN!!!"
Arsenio mengecek denyut nadi dan detak jantung Ivan,namun semuanya sudah berhenti karena ia telah meninggal dunia dengan kondisi nya yang sangat mengenaskan.
Terdapat luka lebam di seluruh wajah dan tubuh nya serta bercak darah di beberapa bagian. "Ada darah" cetus Rizan saat melihat cairan darah menempel di lengannya.
"Bukan darah gue" Lanjut Rizan.Saat mereka memeriksa tubuh Ivan,ternyata terdapat luka dalam seperti luka tusukan di bagian pinggangnya hingga ia kehabisan banyak darah.
Semua anggota menangis atas kepergian Ivan untuk selama-lamanya.Mereka tidak menyangka jika Ivan akan pergi secepat ini mendahului mereka diusia nya yang masih sangat muda.
Keesokan harinya SMA GAMA berduka,pak Rama mengumumkan melalui pengeras suara kepada seluruh siswa bahwa salah satu teman dan adik kelas mereka telah meninggal dunia.Maka dari itu pak Rama meminta kepada seluruh siswa untuk mendoakan kepergian Ivan.
"Adik kelas kita ya?" tanya Aneska kepada Divia,Salsa dan Raditya yang sedang duduk bersamanya di kelas.
Radit terdiam sejenak setelah mendengar pengumuman tersebut. "Ekhemm...iya"
"Dia termasuk anggota COZTRA" kata Salsa.
"Emang iya?" tanya Divia.
"Iya,baru gabung beberapa Minggu yang lalu"
"Kok lo bisa tau betul tentang anggota-anggota nya?" tanya Aneska.
"Dia kan sahabat Arka,Rafael sama Rizan dari kecil.Jadi pasti tau lah" kata Aditya sambil tersenyum.
"Oh gitu"
"Kayaknya mereka juga gak akan hadir deh hari ini,mereka pasti bakal Dateng ke acara pemakaman nya" kata Salsabila.
"Pasti"
"Kalo boleh tau,Ivan meninggal karena apa?" tanya Aneska penasaran.
"Di keroyok sama geng motor lain" kata Aditya tiba-tiba.
"Lo tau darimana?Perasaan belum ada rumor yang bertebaran di sekolah?" tanya Salsabila.
"I-itu,gue kan ketua OSIS.Gue tau dari guru-guru"
"Oh gitu"
"Yagitu kerjaan anak geng motor,berantem, meresahkan.Apa susahnya kan jadi anak baik terus belajar yang bener?" ucap Aditya dan mereka hanya terdiam.
"Kalo ada korban kayak gini sih,gue yakin Arka sama temen-temennya pasti gak akan tinggal diem" kata Divia.
"Maksud Lo?" tanya Aneska.
"Mereka pasti bakal balas dendam,gimana pun caranya sih menurut gue"