
Sudah hampir dua puluh menit setelah bel berbunyi,guru mata pelajaran tak kunjung datang.Tentu saja mereka bingung sebenarnya sang guru tidak hadir atau hanya terlambat saja.Salah satu dari mereka memberikan pendapat agar seseorang mencari guru mapel tersebut ke ruang guru.
"Cari aja deh ke ruang guru,siapa tau dia lupa" ucap salah satu siswa perempuan.
"Udah gak usah,biarin aja" kata Rafael.
"Biar jelas Bu Ina gak hadir atau terlambat"
"Biar ketua kelas aja yang cari Bu Ina" kata salah satu siswa laki-laki.
"Arka" panggil Aneska. "Arkana"
Laki-laki itu sedang tertidur nyenyak di tempatnya,ia tidak memperdulikan keadaan sekitar yang sedang sibuk menunggu kehadiran Bu Ina.
Karena tidak bangun saat panggilan kedua,Aneska langsung mendorong pelan meja Arkana hingga laki-laki itu langsung terlonjak kaget dengan mata yang masih tertutup. "HEH ANJ-"
Perkataan kasar nya tidak ia lanjutkan karena ternyata yang menggangu tidur nyenyak nya adalah seorang wanita.Tetapi Aneska tidak memperdulikan Arkana yang sedang kesal karena ulahnya.Ia malah terus menatap Arkana dengan tatapan datar.
"Ngapa?" tanya Arkana.
"Guru mapel belum dateng dari tadi,cari sana ke ruang guru" ucap Aneska.
"Apa?gak salah denger gue?Lo-lo nyuruh gue hah?"
"Terus siapa lagi?Yang lagi gue ajak ngomong kan cuma Lo" kata Anes.
"Kan banyak yang lain,kenapa harus gue?Suka Lo sama gue ya?" tanya Arkana yang sangat percaya diri.
"Ya karena Lo ketua kelas nya!" bentak Aneska.
"Lah lo berani bentak-bentak gue"
Aditya yang mendengar pembicaraan mereka langsung mengambil tindakan karena ia tau bagaimana sifat Arkana yang mudah marah apabila kesabaran nya terganggu. "Yaudah gue aja yang cari Bu Ina"
"Tapi kan Dit-"
"Gitu kek dari tadi" ucap Arka yang langsung menundukkan kepalanya dan kembali tertidur.
Lima menit kemudian Aditya kembali ke kelas,ia mengumumkan kepada teman-temannya bahwa Bu Ina tidak hadir hari ini karena ada kepentingan mendadak.Sontak seluruh siswa di kelas itu langsung berteriak senang, sementara beberapa anak pintar diantaranya hanya terdiam karena kecewa.
Meskipun menutup mata,Arkana tidak tertidur.Telinga nya masih tetap berfungsi dengan sangat baik.Ia langsung berdiri dengan cepat dan berjalan keluar kelas untuk kelayapan kesana kemari ditemani oleh dua buntut nya.
Tidak ada yang memberhentikan langkah mereka bertiga karena rasa takut jika Arkana tiba-tiba mengamuk di tempat, mereka sangat hafal karena suasana hati Arkana tidak bisa ditebak oleh siapapun kecuali mama dan teman terdekatnya.
Mereka berjalan dengan gagah kesana kemari tanpa tujuan, kemanapun yang penting jalan fikirnya.
Tiba-tiba sebuah bola basket mendarat tepat di bahu Arka hingga mereka langsung berdiam di tempat.Sekelompok siswa yang sedang bermain bola basket di lapangan langsung terkejut saat menyadari korbannya adalah Arkana.Beberapa dari mereka langsung menjauh dari tempat karena tidak mau terkena sasaran nya.
"Wah parah parah,seragam Lo kotor" kata Rizan yang heboh sendiri.
"Mana bola nya" ucap Arkana sambil mengulurkan tangan lalu Rafael mengambil bola tersebut dan memberikannya kepada Arka.
Mereka berfikir Arkana akan mengembalikan bola tersebut kepada mereka,tapi ternyata dugaan mereka salah.Arkana malah meletakkan bola basket tersebut di lantai lalu mengeluarkan kunci motornya.Arkana mempunyai pisau yang berukuran sangat kecil,ia menjadikan pisau tersebut sebagai gantungan kunci motor miliknya.
Tanpa di duga Arka merusak bola tersebut dengan caranya yang sangat frontal lalu menginjak-injak nya hingga bola yang cukup keras itu benar-benar hancur.
Arkana berjalan masuk ke dalam lapangan basket dan melemparkan sampah bola tersebut ke tubuh siswa laki-laki yang tidak sengaja melemparkan bola keluar lapangan hingga mengenai Arkana.
"Maaf Ka gue gak sengaja" ucap nya gugup.
"Sory juga bola nya gue ancurin" kata Arkana.
"Gak apa-apa sumpah gak apa-apa"
"Tau gak kenapa bola nya gue ancurin?" tanya Arkana.
"Karena lo kesel sama gue" kata laki-laki itu.
"Karena barusan gue ngebayangin kalo bola itu kepala lo" ucap Arkana yang memberikan smirk mengerikan.
Siswa laki-laki itu langsung menelan saliva nya,Rizan bisa melihat dari jakun nya yang beberapa kali bergerak karena gugup.
PRIIITTTT!!!...PRITTT!!!...
"Sedang apa kalian disini?Kalian bukan siswa kelas IPA 3 kan?" tanya guru olahraga yang berteriak dari kejauhan.
"Silaturahmi emang salah pak?" tanya Arkana. "Iya kan bro" Arkana langsung merangkul tubuh siswa tersebut.
"Hah?I-i-iya"
"Alasan saja kamu.Kamu gak berniat untuk membuat keributan kan?"
"Yaelah pak,setiap liat saya kenapa nanyain nya ribut atau ngga terus sih pak?Emang saya dewa keributan?" tanya Arkana.
"Sekarang kalian kembali ke kelas,jangan mengganggu siswa lain!" Teriaknya. "Tunggu Tunggu!"
"Apalagi pak?"
"Ini kenapa bola nya bisa rusak seperti ini?Siapa yang merusaknya!!"
"Saya pak" ucap Arka dengan suara polosnya.
"Kenapa kamu senang sekali merusak fasilitas sekolah?Kamu fikir kamu siapa??" tanya nya.
"Saya Arkana Melviano Kavindra,cowok paling tampan di sekolah ini" jawab Arkana yang sangat percaya diri
"Kamu fikir saya bercanda!!???" teriak pak Tito.
"Bapa fikir saya bercanda juga??" tanya balik Arkana yang langsung berjalan meninggalkan pak Tito dengan kedua tangan yang masuk ke dalam saku celana nya.
"Mau kemana kamu?Kamu harus bertanggung jawab!!Ganti bola yang kamu rusak ini!!" Teriaknya.
"Kalau saya yang ganti,terus apa guna nya uang SPP setiap bulan?Belum lagi uang komite untuk fasilitas sekolah?Uang nya masih bisa buat beli satu bola basket kan?gak di pake buat foya-foya kan?" ucapan Arkana cukup untuk membungkam mulut Pak Tito.
"Kok diem?Saya bercanda kali pak" lanjut Arkana yang langsung berjalan pergi meninggalkan lapangan basket.
...•••...
Mereka bertiga masih menjelajahi satu persatu kelas.Tiba-tiba seorang guru memanggil untuk meminta tolong kepada mereka.
"Hei anak!" teriak guru matematika,guru tersebut usia nya sudah lebih dari 45 tahun jadi wajar saja jika ucapannya terdengar langka.
Mereka langsung membalikkan badan saat mendengar suara ibu guru tersebut. "Kenapa Bu?" tanya Rafael.
"Hei anak,kemari"
"Anak,anak katanya.Gak ada anak dia disini" bisik Rizan.
"Cepat kemari bantu saya!" Teriaknya.
"Yang dia maksud itu kita bego" ucap Rafael yang langsung berjalan menghampiri guru tersebut.
"Tolong bantu saya untuk membawakan banyak buku ini ke ruang guru,saya tidak sanggup membawanya.Kalian yang muda-muda masih kuat,silahkan tolong bantu saya"
"Buku nya dimana Bu?" tanya Arkana.
"Di dalam,silahkan silahkan.Mereka sedang berolahraga jadi saya tidak bisa menggangu"
Mereka bertiga masuk ke ruangan kelas 11 IPA 3 untung mengambil beberapa tumpukkan buku tersebut tanpa memberikan protes apapun. "Tolong bawakan ya,saya mau ke toilet terlebih dahulu"
"Iya Bu"
"Bawa sono, kali-kali jadi anak baik" kata Arkana.
"Lah Lo mau kemana?Ini kan bagian Lo"
"Ke toilet,kalo gue pipis di ruang guru gimana?" tanya Arkana.
"Yee alesan aja lo,Jan Jan bagi dua nih"
"Dah gue cabut duluan" Arkana langsung berjalan pergi meninggalkan kedua sahabatnya.
"Toilet bukan ke arah sana!" teriak Rafael.
"Gue mau nya yang di lantai tiga!" teriak Arkana.
Dengan santai nya Arkana berjalan menyusuri lorong kelas yang sunyi karena seluruh siswa sedang mengikuti pembelajaran di kelas mereka masing-masing.
Dari kejauhan Arkana mendengar keramaian dari satu kelas IPS yang posisinya berdekatan dengan tangga menuju lantai tiga.Arkana yakin bahwa kelas itu jam kosong sama seperti kelas nya.
"Disini ada bocah COZTRA gak??!" tanya seorang siswa laki-laki yang sedang berada di dalam kelas nya,kelas 11 IPS 5.
"Bocah pala Lo" bisik Arkana yang masih terus berjalan menuju tangga.
"Bacot lo di jaga anjir" sahut teman sekelas nya.
"Gue tanya ada kagak?"
"Kagak ada!" teriak yang lainnya. "Ngapa lo nanya-nanya?"
"Gue gedek banget sama mereka anjing, apa-apa main nya keroyokan" ucapnya.
"Lah lo berani nya ngomongin di belakang"
Arkana yang sedang berjalan menaiki tangga langsung terdiam sejenak lalu membalikkan badannya untuk mendengar kelanjutan dari perkataan siswa laki-laki tersebut.
"Jaga mulut lo tolol!Nanti di samperin nangis" ejek siswa lain kepada nya.
"Lah kalo keroyokan emang gue pasti kalah,tapi gue sanggup kalo satu lawan satu.Apalagi ketuanya tuh si Arkana,punya masalah dikit sangkutannya langsung sama anggota geng nya yang se RT" oceh siswa tersebut tanpa mengenal batasan.
"Meskipun by one gue yakin lo gak bakal menang,gak usah sompral mulut lo dah"
"Heh monyet!Gak usah jelek-jelekin pangeran gue Lo!Nanti di samperin nangis lagi" teriak salah satu siswa perempuan yang merupakan fans Arkana.
"Tau lo cowok tapi banyak bacot,mending kalo ganteng.Lo jelek bego gak usah pansos sama cowok gue" teriak yang lainnya.
"Lah ngapa Lo pada,gue bonyokin muka dia baru nyaho lo semua" kesombongan laki-laki ini semakin menjadi-jadi.
Arkana menyeringaikan bibir nya hingga terlihat lebih mengerikan di bandingkan dengan penunggu tangga sekolah yang ada di sana. "Nekat lo nyenggol gue" bisik Arka yang langsung berjalan menghampiri laki-laki itu.
"Ngapain dia keluyuran sampe ke sini?" tanya Aneska yang hendak masuk ke dalam perpustakaan untuk mengembalikan buku yang ia pinjam.
BRAKKK!!!
Tanpa mengucapkan kata sapaan,Arka langsung membuka pintu dengan kasar lalu masuk ke dalam kelas dan menarik dasi siswa laki-laki yang sedang duduk di atas meja guru.
Aneska bisa mendengar suara itu dengan jelas karena jarak perpustakaan dengan kelas tersebut hanya beberapa langkah saja.Karena tidak ada penjaga di sana,Anes langsung menaruh buku tersebut di sembarang tempat dan berjalan cepat menuju kelas IPS 5 karena ia yakin Arkana pasti membuat keributan di sana.
Arka masih belum berkata apapun,ia kembali berjalan keluar kelas dengan tangan yang masih menarik dasi siswa itu hingga meringis kesakitan karena lehernya tercekik.
"Mampus kan" celetuk salah satu siswa.
"Eh itu suami gue"
"Lah kok pacar gue bisa tau kalo dia lagi di omongin?"
"Bonyok gak?Bonyok gak?Bonyok lah masa engga"
Aneska langsung menghentikan langkah nya saat melihat Arkana sedang berjalan menuju halaman belakang sekolah sambil menarik seorang siswa di belakang nya.Firasat nya benar,Arka pasti akan membuat ulah.
"Pisahin jangan?"
"Gak usah bego,dia kan jago katanya lawan Arka"
"Kalo dia mati gimana?"
"Gak bakal,paling patah tulang doang"
"Ayo lawan gue,kita by one" kata Arkana setelah dirinya melempar laki-laki tersebut hingga jatuh tersungkur di tanah.
"Ka ampun ka" ucap siswa tersebut yang berusaha meraih kaki Arka untuk meminta pengampunan.
"Ngapain Anjing nyosor-nyosor" ucap Arka yang memundurkan langkahnya untuk menjauh.
"Kelamaan lo" Arka langsung menarik kerah seragam siswa tersebut dan menghantam wajah nya dengan satu pukulan keras.
"AAARHHH!!Ampun ka!" ucapnya.
"Gue gak nyuruh Lo buat minta ampun,gue nyuruh Lo buat lawan gue.Buruan!Kalo lo bonyok sendiri gue jadi ngerasa ga enak nih"
"Buruan berdiri terus lawan gue,gak asik kalo harus main sendirian"
Dengan cepat siswa tersebut langsung bangkit dan menyerang Arkana hingga ia mendapatkan luka di sekitar bibirnya.
"Anjing!Lo bisa pukul gue dimana pun kecuali muka!Lo gak tau betapa berharganya muka gue hah?" tanya Arkana.Ia langsung mendorong tubuh siswa tersebut dengan kasar lalu melayangkan pukulan demi pukulan kepadanya hingga laki-laki itu benar-benar tidak berdaya.
"ARKA!!!" teriak Aneska. "ARKANA!!!" ia langsung berlari menghampiri keduanya lalu menarik tubuh Arkana agar laki-laki itu menghentikan aksinya. "Udah"
Tetapi ia tidak berhasil menghentikan Arkana karena tenaga nya yang sangat kuat saat memberontak. "UDAH!!"
"ADUH!" tak sengaja kepalan tangan Arka mengenai bagian perut Anes hingga wanita itu langsung menjauh dari keduanya.
Arka menghentikan aksinya da siswa itu langsung merebahkan tubuhnya di tanah karena rasa sakit di sekujur tubuh akibat ulah Arkana.
"Heh kenapa lo?" tanya Arkana.
"Gue cuma berusaha hentiin ulah lo,tapi Lo malah pukul gue juga"
"Suruh siapa lo sok-sokan mau pisahin gue?Mending lo pergi deh,gak usah ngeribetin" ketus Arkana.
Melihat Arkana sedang lengah,Aneska langsung berdiri dan memeluk Arkana dari belakang untuk memberikan kesempatan kepada siswa tersebut agar dia bisa melarikan diri.
"Eh ngapain Lo!" teriak Arkana.
"CEPET LARI!!!" teriak Aneska kepada siswa tersebut.
"Hah?"
"CEPETAN LARI!!!!"
"LEPASIN!!" teriak Arkana yang memberontak.
"LEPASIN NYA NANTI TUNGGU DIA KABUR DULU!" kata Aneska.
"HEH GUE BENCI BANGET SAMA LO SUMPAH!"
"GAK PEDULI,DIA BISA MATI TAU GAK KARENA ULAH LO!" teriak Anes.
Saat dirinya hendak melarikan diri tiba-tiba ada dua orang Security yang sedang berkeliling untuk memantau keadaan sekitar saat jam perjalanan sedang berlangsung. "Heii,ngapain kamu!!" teriak salah satu Security kepada siswa sompral tersebut.
Seketika Aneska langsung terdiam sejenak.Ia takut akan ikut terkena hukuman karena berada di luar kelas saat pembelajaran sedang berlangsung.