I Love Everything In You

I Love Everything In You
Episode 73



Di siang hari saat pulang sekolah,Aneska dan yang lainnya pergi menuju rumah sakit untuk menjenguk Arkana.Sebelumnya,Aneska mampir terlebih dahulu untuk membeli buah-buahan.Sebenarnya kondisi Arka sudah sangat membaik,ia juga sudah diizinkan oleh dokter untuk pulang ke rumah.Tetapi Arkana sengaja memalsukan kesehatan nya hanya karena ingin mendapat perhatian lebih dari Aneska walaupun satu hari saja.


"Yo bro bro bro gimana kondisi lo?" seru Rizan yang langsung menerobos masuk dan mengejutkan Arkana yang sedang duduk di balkon ruang inap sambil menghisap rokok nya dengan pakaian yang masih memakai setelan pasien rumah sakit.


Sontak Arka langsung menyembunyikan rokok di balik tubuh dan beranjak dari duduknya dengan wajah pias sambil melirik kesana kemari karena khawatir jika Aneska melihat hal tersebut.Beruntung nya Aneska belum datang karena masih berada di toko buah bersama Divia.


"Anjing!Ngagetin gue aja,sini gak Lo!" ucap Arkana yang langsung berlari menghampiri Rizan dengan sebatang rokok di mulutnya.


"EL!EL!" teriak Rizan yang mencari keberadaan Rafael dan bersembunyi dibalik tubuh laki-laki tersebut.


"Aneska mana?" tanya Arkana panik.


"Lagi mampir dulu ke toko buah" ucap Rafael sambil berjalan menuju sofa dan meninggalkan Rizan yang masih bersembunyi di belakang nya.


"Bisa gak kalo masuk ketok pintu dulu kek,basa basi dulu kek.Gue kaget bangsat" Arkana menarik dasi Rizan karena gemas.


"Bro bro bro,liat itu" Rizan menunjuk salah satu poster yang terpampang di dinding. "No smoking,you know?" ucapnya dengan wajah arogan sambil menjinjitkan kakinya agar tinggi badan mereka setara.


"Berisik lo berdua,gak liat tempat apa kita lagi dimana?Kasian tau gak orang-orang dikamar sebelah keganggu sama suara kalian" ketus Salsabila yang berusaha melerai keduanya.


Arkana melepas cengkraman dasi itu dengan kasar lalu berjalan kembali menuju balkon untuk menghabiskan satu batang rokok yang masih menyala.


"Lo udah sehat?" tanya Salsa heran.


"Sejak kapan gue sakit?" tanya balik Arkana dengan mata yang masih menatap pemandangan diluar sana.


"Kemarin lo pingsan,makanya dibawa ke sini.Apa namanya kalau bukan sakit?"


"Suttt suttt,udah lo duduk aja yang anteng sambil makan tuh buah-buahan yang numpuk disana.Lama-lama gue diare tau ga gara-gara kebanyakan makan buah"


"Yaudah gue makan,yakin ya gue habisin"


"Bawa pulang kalo bisa" ketus Arkana. "Btw yang lain gak dateng?"


"Bagas masih di parkiran,gak tau lagi ngapain" kata Rafael.


Baru saja Rafael menutup mulutnya,Bagas datang dengan wajah yang berseri-seri sambil memegang Tote bag berwarna putih yang berisi aneka macam buah-buahan.Namun ekspresi wajahnya langsung berubah cepat saat mendapati Arkana tidak ada di ranjang nya melainkan duduk di balkon sambil menghisap rokok.


"Hassh sialan!" gerutu Bagas yang langsung menaruh Tote bag tersebut diatas meja.


"Kenapa?" tanya Rizan.


"Aneska Dateng" bisiknya.


"Woy Arka" panggil Rizan dengan sangat hati-hati, tetapi laki-laki itu tidak mendengarkan nya.


Tanpa berbasa-basi, Salsabila langsung menarik baju Arkana hingga laki-laki itu terkejut dan menjatuhkan rokoknya. "Kenapa si?"


"Anes Dateng" bisik Salsabila.Dengan cepat laki-laki itu langsung berbaring di ranjang dan menutup dirinya dengan selimut.Tidak lupa,Rizan memberikan beberapa potong jeruk untuk Arkana agar tidak tercium asap rokok dari mulut laki-laki tersebut.


"Halo" ucap Aneska yang datang memasuki ruangan bersama Divia.


"Halo" sahut Arkana.


"Aku kira kamu lagi tidur" berjalan menghampiri nya.


"Tadinya gitu,tapi gara-gara Rizan berisik jadinya aku kebangun" ucap Arkana sambil melirik Rizan, sebaliknya laki-laki itu langsung memalingkan wajah dengan sorot mata kesal karena menjadi tumbal lagi untuk ulah sahabatnya.


"Aku bawa buah-buahan buat kamu,dimakan ya biar kamu bisa cepet sehat lagi" menggenggam erat tangan Arkana.


Mendengar perkataan Aneska,Rafael dan yang lainnya langsung melirik kantung berisi buah itu lalu berusaha untuk menahan tawanya karena mengingat beberapa menit yang lalu Arkana menyuruh Salsabila untuk menghabiskan buah yang menumpuk dengan alasan ia akan diare jika menghabiskan semuanya.


"Oh iya, nanti aku makan" tersenyum kecil.


"Habisin semuanya"


"Kamu ngerokok?" tanya Aneska,setelah beberapa saat ia mencium bau asap rokok dari tubuh Arkana.


"H-hah,engga" ucap Arkana dengan cepat.


"Ini kok bau rokok?"


Salsabila melihat sisa puntung rokok itu masih tergeletak di lantai balkon,dengan cepat ia langsung menarik tangan Rizan lalu mendorong nya kearah balkon agar mengaku bahwa lagi-lagi itu ulahnya.


"Oh i-itu tadi Rizan ngerokok dibalkon,ambil sana sampahnya terus buang ke tempat sampah.Dasar beban" ucap Salsabila.


"Hah?Apa lo bilang?Beban?" bentak Rizan kesal,namun Rafael langsung mengelus lembut telapak tangan laki-laki itu sambil mengedipkan matanya berulang kali agar Rizan bisa mengikuti alur kali ini saja.


"Oh ha-hahahaha iya sorry ya gue lupa,aduh yaampun beban banget manusia ini" ucapnya kepada diri sendiri sambil berjalan untuk mengambil rokok tersebut.


"Jan bisa gak sih kalau ngerokok itu liat tempat dulu?Ini rumah sakit,ada Arka juga yang masih belum sepenuhnya pulih.Kalau dia tambah sakit cuma karena hirup asap rokok gimana?Lo anak ipa pasti tau banget kan gimana bahaya nya asap rokok?Plis lah lain kali Lo ha-"


"Iya iya iya sorry,gue salah.Udah ngomelnya,satu kalimat juga cukup" ucap Rizan sambil duduk dengan wajah kesal. "Harusnya cowok di depan Lo,yang harus diceramahin habis-habisan" gerutunya.


"Sabar sabar"


"Oh iya karena gue udah anter Anes,gue pamit duluan ya.Biasa bokap gue selalu marah kalau pulang terlalu sore" ucap Divia.


"Gue nebeng,kita searah kan?" tanya Salsabila.


"Beda"


"Yaudah kalo gitu bareng aja ke parkirannya"


"Ribet banget Lo,udah ayo gue anterin" ajak Bagas.


"Gak usah repot-repot gas yaampun ayo" menarik tangan Bagas lalu pergi dari ruangan tersebut. "Duluan ya"


"Loh kok pulang" ucap Aneska kecewa.


"Iya yang penting gue udah jengukin rese yang satu ini,cepet sehat ya" ucap Salsabila dengan wajah mengejek.


"Udah sono balik" usir Rizan.Kini hanya tersisa mereka berempat di ruangan itu.Rafael sibuk dengan media sosial nya,Rizan sibuk dengan game nya,dan sepasang kekasih ini sibuk memamerkan kemesraan mereka.


"Aku besok udah bisa masuk sekolah lagi" ucap Arkana.


"Besok kan libur"


"Oh iya lupa"


"Udah gak usah pikirin sekolah dulu,utamain kesehatan kamu"


"Kamu pasti kesepian kan disekolah gak ada aku?" tanya Arkana sambil tersenyum menggoda.


"Engga biasa aja"


"Oh iya,ini udah sore mama sama papa kamu gak dateng?" tanya Aneska sambil memakan buah yang baru saja ia kupas.


"Malem mungkin,mereka lagi kerja pastinya"


"Oh gitu,yaudah makan dulu ini buahnya"


"Suapin" manja Arkana.


"Sialan,apa harusnya kita ikut mereka pulang aja?" tanya Rizan kepada Rafael sambil melemparkan ponselnya ke sofa.Rafael hanya melirik Rizan,lalu memasang headset agar tidak bisa mendengarkan kemesraan mereka.


"Aduh jagoan aku sakit,cepet sembuh ya" Aneska mengelus lembut rambut laki-laki tersebut sementara Arka hanya tersenyum manja.


"Aduh aduh muak banget gue liatnya" menarik sebelah headset Rafael lalu memasangkan di salah satu telinga nya.