
Aneska,Salsa dan Divia sampai di rumahnya pukul delapan malam.Mereka berdua langsung berpamitan karena ingin cepat-cepat sampai di rumah kamu beristirahat karena besok harus sekolah kembali.
Baru saja dua langkah memasuki pintu rumah, Ponselnya berdering saat menerima panggilan dari kekasihnya yaitu Arkana.Dengan cepat ia langsung menutup pintu dan berlari menuju sofa untuk merebahkan tubuhnya sambil berbicara dengan lelaki tersebut.
"Halo?" sapa Aneska.
"Kamu kemana?Malam ini aku pulang loh" ucap Arkana.
"Malam ini?Kok kamu gak kasih tau aku?" tanya Aneska terkejut dan langsung kembali beranjak dari tidurnya.
"Aku kira kamu tau,parah sih ini"
"Yah gimana dong,aku baru banget pulang"
"Baru pulang? Darimana kamu?Ini kan hari Minggu" ucap Arkana dengan suaranya yang terdengar sangat posesif.
"Emang kalau hari Minggu aku gak boleh main keluar?"
"Ya boleh,tapi kemana?Sama siapa?Ngapain?"
"Aku ke Mall sama Divia,sama salsa juga"
"Oh gitu,kenapa gak bilang aku?" tanya Arkana lagi.
"Ya kan aku pikir kamu lagi istirahat, daripada aku ganggu ya mending aku langsung pergi aja Lagi pula aku juga lupa bilang ke kamu" Aneska menutup wajahnya karena malu. "Yaudah apa aku harus kesana sekarang juga?"
"Gak usah,udah malem kamu juga pasti cape.Mending sekarang-"
"Mandi bersih-bersih,terus tidur" Aneska tahu betul apa yang akan dikatakan oleh kekasih nya.
"Nah pinter banget pacar aku"
"Yaudah aku mau mandi dulu,kamu di jemput sama siapa?" tanya Aneska.
"Sama siapa lagi"
"Oh yaudah salam ya buat mama papa kamu"
"Iya,yaudah"
"Dadah" Aneska langsung mematikan panggilan lalu berlari menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan beristirahat.
Malam itu Arkana pulang bersama dua sahabatnya dengan mengendarai mobil.Erika dan Bintang tidak menjemputnya karena mereka sudah mengetahui bahwa putranya sudah sembuh total,hanya saja ia ingin bersandiwara dihadapan Aneska selama satu hari saja.
"Lo ngerasa ada yang aneh gak si?" tanya Rafael sambil fokus mengendarai mobil.
"Apa?" tanya Arka.
"Mereka nyerang sekolah kita,ngelukain beberapa anggota kita,tapi habis itu mereka ngilang gitu aja.Bukannya yang mereka mau itu nyawa salah satu dari kita?"
"Ya bagus dong mereka gak balik lagi,lu gimana si" ucap Rizan sambil menoyor kepala laki-laki dingin tersebut.
"Berani lo noyor gue?Sumpah ya gue benci banget sama lo" ucap Rafael kesal.
"Bukannya dari dulu lo benci sama gue?" tanya Rizan.
"Bisa gak si kalian turun aja?Berisik banget" ucap Arkana, seketika mereka berdua langsung terdiam.
"Buat pertanyaan lo tadi El,mulai sekarang kita harus hati-hati aja.Pergi kemanapun harus bareng apalagi kalau malem-malem,kita gak tau apa rencana mereka selanjutnya"
"Ribet banget si hidup mereka,kan udah balas dendam kenapa masih harus ngincer kita lagi si?" tanya Rizan.
"Dan lo", Arkana menunjuk wajah Rizan.
"Apa?Apa?Kenapa lagi gue?"
"Ya kan followers gue kebanyakan cewek-cewek yang mau liat kegiatan Lo,sama cogan-cogan yang lain.Kalau lo minta berhenti,nanti followers gue turun gimana?" tanya Rizan dengan wajah memohon.
"Loh pilih ilang followers atau ilang nyawa lo?" seketika Rizan langsung terdiam.
"Ribet banget emang ni titisan anjing,jadiin tumbal aja bisa gak si?" tanya Rafael.
"Jahat banget lo El sumpah dih,diem-diem mulut lo kayak pembantu tetangga gue tau gak?"
...•••...
Di hari Senin yang masih sangat pagi,Salsabila sudah berada di rumah Aneska dengan beberapa Tote bag yang ia bawa.Aneska sendiri baru saja selesai mandi dan mengeringkan rambutnya.
"Sal ngapain si masih pagi loh" ucap Aneska sambil menatap Salsabila yang sedang sibuk mengeluarkan barang-barang dari dalam Tote bag tersebut.
"Gak usah banyak ngomong,pake nih" memberikan seragam sekolah untuk Aneska.
"Buat apa? Punya gue ada kok"
"Udah buruan pake" memberi paksa lalu mendorong Aneska agar masuk kembali kedalam kamar mandi untuk mengganti pakaian seragamnya.
Di persekian menit Aneska keluar dengan tampilan seragam yang berbeda,ukuran seragam tersebut cenderung lebih kecil dari seragam yang biasa ia pakai. "Gila lo ya,ini ketat banget!"
"Apa si lebay,itu gak terlalu ketat.Itu ukuran yang biasa di pake sama anak SMA,gue juga sama kok ukurannya"
"Ya tapi kan,apa kata orang lain nanti"
"Gak usah mikirin orang lain,Lo lebih kece kalau penampilan kayak gini.Sekarang kita rubah rambut lo.Gak usah di kuncir mulu,sakit kepala gue liat nya" berjalan menghampiri Aneska dan melepas ikat rambut tersebut dan kembali menata ulang agar terlihat lebih elegan namun tetap sewajarnya.
"Kalau rambut oke lah ya,tapi ini baju plis gak mau pake yang ini" rengek Aneska.
"Gak usah bawel, sebentar lagi kita kelas 12 dan lo harus mencerminkan sikap ke senioran"
"Berlebihan banget deh" gerutu Aneska.
"Gue jamin lo bakal lebih kecil setelah gue make over,Arkana juga pasti makin tergila-gila sama Lo"
"Gak,yang ada gue diamuk masa tau gak".
Beberapa menit kemudian,Aneska sudah selesai dengan penampilan nya yang baru.Meskipun Anes menolak keras, berbohong jika penampilan nya kini sangat buruk.Ia menjadi terlihat lebih menarik dengan aura nya yang berbeda.
"Tuh kan cantik banget,aduh gue yakin banget si kakak kelas juga pasti tergila-gila sama Lo" ucap Salsabila yang melebih-lebihkan perkataan nya.
"Berisik,udah ayo berangkat.Gue gak mau terlambat,masa udah kece kayak gini disuruh cabutin rumput depan gerbang" Aneska tidak bermaksud memuji dirinya sendiri,ia hanya menyinggung Salsabila yang terus mengatakan bahwa Aneska sangat kece dengan penampilan nya yang baru.
"Aduh suka banget deh gue,mulai sekarang kita bestie okey!" ucap nya kepada Aneska yang sudah pergi keluar kamar.
"Sal gue gak mau tau ya kalau tiba-tiba ada guru yang negur gara-gara riasan lo ini terlalu berlebihan" ucap Aneska sebelum masuk ke dalam mobil.
"Ck!Gak ada Erika,udah deh gak usah terlalu over thinking.Lo lupa ya sama kakel yang suka mejeng di tangga lantai dua?Hampir tiap hari gue pasti pergokin mereka lagi templok-templokin bedak sekilo ke mukanya"
"Tapi kan-"
"Masuk gak?" Salsabila menatap Aneska dengan tatapan nya yang sangat datar.Tetapi setelah itu ia kembali tersenyum karena hanya ingin membuat Aneska mendengarkan perkataan nya saja.
...•••...
By Salsabila
Aneska biasanya