
Selepas makan siang di kantin,Aneska pergi ke toilet hanya sekedar untuk membersihkan tangannya dan merapihkan pakaian.Sesekali ia tersenyum kecil sambil menatap wajah cantiknya di cermin.Tidak menyangka bahwa dirinya akan mendapat skandal percintaan dengan Arkana seperti ini.
"Jadi ini cewek yang udah bikin Arkana lengket terus dan tutup hatinya buat perempuan lain?" tanya seseorang yang berjalan masuk ke dalam sana bersama tiga teman nya yang lain.
Sontak Aneska hanya menoleh dan menatap ketiga siswa perempuan tersebut. "Bangga Lo?" tanya Kinandita.
"Apa maksud nya?" tanya Aneska bingung.
"Lo tau gak tau siapa gue?"
"Ngga"
"Sial, bisa-bisanya dia gak tau siapa lo Kin" ucap Rosalina.
"Biar gue perkenalkan diri dulu"
"Gak perlu" jawab Aneska singkat. "Permisi gue mau keluar"
Dengan cepat Selena langsung mengunci pintu toilet sedangkan Syifa menghalangi langkah Aneska agar wanita itu tidak bisa melarikan diri. "Eits!Mau kemana lo?"
"Kalian kenapa sih?Gue mau keluar!"
"Belagu banget lo jadi cewek,gue rasa Arkana buta ya?Masa dia mau sama cewek belagu kayak gini sih?Apa kata orang-orang nanti?" ucap Kinandita sambil membalikkan badannya menghadap Aneska.
"Kalo gue belagu,Lo apa?" tanya Aneska. "Kalian kenapa sih tiba-tiba ganggu gue kayak gini?"
"Gue Kinandita,mantan pacarnya Arkana" dengan sangat percaya diri wanita itu memperkenalkan siapa dia sebenarnya.
"Mantan?" tanya Aneska. "Cuma mantan kan?Terus sekarang Lo mau apa?"
"Gue emang mantannya,tapi gue tau betul Kalau Arkana masih cinta sama gue.Jadj lo jangan berharap lebih kalau Arkana cinta mati sama lo,dia bohong"
"Arkana yang bohong atau Lo yang ngehayal?"
"Lo kurang ajar banget jadi orang!Jangan mentang-mentang Lo udah Deket sama Arka,jadi Lo seenaknya bersikap gak sopan sama gue!" teriak Kinandita.
"Gak sopan?Gue akan jauh lebih sopan kalau Lo juga bersikap sopan sama gue!"
"Lo pikir Arkana bakal bela Lo?Gak akan" ucap Kinandita dengan keangkuhannya. "Ca,ambil" perintah nya kepada Rosalina.
Rosalina masuk ke dalam salah satu toilet dan keluar dengan tangan yang membawa satu gayung berisi air. "Mau ngapain Lo?" tanya Aneska.
"Pegangin dia"
Selena dan Syifa langsung menggenggam erat kedua tangan Aneska hingga wanita itu tidak bisa berkutik lagi. "Rasain Lo,gue harap setelah ini Lo bakal menjauh dari Arka"
"Kalau Lo suka sama Arka, seharusnya Lo berusaha buat luluhin hati dia.Bukan malah rundung gue kayak gini,gak akan berguna tau gak?Yang ada malah bikin Lo bertambah jauh dari Arkana!"
"Gak usah banyak bacot Lo!" seketika rambut dan baju seragam Aneska langsung basah saat wanita tak bermoral itu menyiramkan satu gayung air kepada Aneska.
"Oca!" panggil nya. "Kenapa Kin?"
"Lo gimana si?Ngambil air kok sedikit banget?Ambil lagi buruan!"
"O-okey" lebih parahnya lagi,wanita itu kembali keluar dengan satu ember air di tangannya.
"Siram buruan" ucap Kinandita.
"A-apa gak akan ada masalah nih?" tanya Rosalina ragu.
"Gak akan!Udah buruan!!"
BRUSSSHHH!!!
Satu ember air itu cukup membuat seluruh tubuh Aneska menjadi basah kuyup,dari ujung kepala hingga ujung kaki nya.Aneska hanya terdiam, bukannya ia tidak berani.Ia sangat tahu betul jika masalah ini pasti akan berujung kepada ruangan konseling,maka dengan itu ia memutuskan untuk tetap diam agar dirinya tidak ikut mendapatkan hukuman.
"Kenapa diem aja?takut?Gak bisa ngelawan?" tanya Kinandita.
Toilet pria dan wanita saling berdekatan,hanya ada satu dinding tinggi yang menghalangi keduanya.Tentu siapapun bisa mendengar percakapan satu sama lain.Maka salah satu siswa laki-laki langsung berlari keluar toilet dengan sangat cepat saat mengetahui bahwa ada siswa perempuan yang sedang di rundung oleh siswa lain yang jumlahnya lebih dari dua orang.
GUBBRRAAKKK!!!
Laki-laki yang sedang berlari itu tersandung oleh kaki Rizan yang sengaja ia ulurkan saat melihat siswa tersebut sedang berlari kencang ke arah Mereka. "Eh lo gak apa-apa?Sumpah gue gak sengaja bro!" ucap Rizan berakting.
Di lorong kelas itu Arkana dan keempat temannya sedang asyik berbincang dan melempar candaan satu sama lain.
"I-itu..."
"Kenapa?" tanya Rizan.
"Di toilet perempuan ada yang lagi di bully" ucapnya terbata-bata.
"Di bully?Siapa?" tanya Rafael.
"Gak tau,pokoknya satu lawan tiga atau empat orang gitu.Tolong bantuin dong,kasian gak tega gue denger nya"
"Coba tunjukkin toilet yang mana" Rafael membantunya untuk berdiri. "Ayo ka bantuin,kasian"
"Ngapain si?Lo aja sono" ucap Arkana yang malas jika harus ikut campur dengan urusan orang lain.
"Ayolah,bayangin kalau Anes yang di bully apa Lo mau diem aja?" tanya Rafael lagi.
Laki-laki itu hanya bisa berdecak kesal. "Yaudah yaudah ayo"
"Udah kan?Udah cukup?" tanya Aneska.
"Belum,gue masih belum puas"
"Lo mau ngapain lagi?" tanah Aneska kesal.
"Gue mau..." wanita itu terdiam sejenak. "Gue mau Jambak rambut Lo sampe botak!!!" ia langsung menarik rambut indah Aneska hingga wanita itu jatuh tersungkur di lantai.
"Sakit!!!Lepasin!!"
"Biar tau rasa Lo!"
"Kalian denger kan?" tanya siswa laki-laki itu kepada Arkana dan teman-temannya saat mereka sudah sampai di depan toilet wanita.
Rafael membuka pintu tersebut namun tidak bisa karena terkunci.
"Siapa si yang berantem?" tanya Rizan.
"Sakit sakit!!!Gue gak perduli kalau lo mau Jambak rambut gue sampe botak,tapi plis jangan pegang perut gue.Sakit!!!" teriak Aneska.
"Anes?" gumam Arkana.
"Kenapa perut Lo?Bekas luka tembak itu ya?Oh apa harus gue buka lagi jahitannya?"
Mendengar perkataan Kinandita,Arkana langsung berjalan menjauh dari tempatnya dan kembali berlari sekencang mungkin untuk mendobrak pintu toilet hingga rusak parah.
Keempat wanita itu langsung menghentikan aksinya saat mendengar suara keras akibat pintu yang Arkana dobrak.Sementara para laki-laki itu terperangah saat mendapati Aneska yang sedang duduk di lantai kamar mandi yang kotor dengan pakaian yang basah kuyup serta rambut berantakan.
"Anes" ucap Rizan.
"Lo pada lagi ngapain anjing?" tanya Arkana. "Lo pada ngapain setan!!!" teriak Arkana sambil menarik baju seragam Selena dan menghempaskan nya ke sembarang arah.
"Nes Lo gak apa-apa?" Rafael dan Rizan langsung membantu Aneska untuk bangkit dari duduknya.
"Lo ngapain Anes sampe penampilan nya kayak gitu?" tanya Arkana lagi kepada Kinandita.
"Lo kenapa sih?Kenapa Lo jadi emosian kayak gini?" Dengan modal nekat Kinan hanya bisa memberikan pertanyaan bodoh seperti itu.
"Boleh gak si gue tampol muka Lo?"
"Gue kayak gini karena gue masih suka sama Lo!" teriak Kinan.
"Berisik anjing,bukan itu yang gue tanyain"
"Sekarang Lo berani sebut gue dengan panggilan hewan?" tanya Kinan.
"Hmm,bahkan kelakuan anjing lebih mulia dari pada Lo" ucapnya. "Lo mikir gak si,Aneska baru aja sembuh dari sakit parahnya.Dan dengan tega nya kalian buli dia habis-habisan kayak gini.Punya otak gak Lo berempat bangsat!!!" teriak Arkana sambil menunjuk wajah wanita itu satu persatu.
"Ka maafin gue" rengek Syifa yang sangat takut dengan amarah Arkana.
Laki-laki itu menatap wajah Aneska sejenak lalu berjalan menghampiri nya. "Kamu diapain sama mereka?"
Aneska hanya menatap wajah keempat wanita itu dengan tatapan datarnya.Sementara mereka hanya menggelengkan kepala karena berharap agar Aneska tidak menceritakan keseluruhan dengan apa yang telah mereka lakukan kepadanya. "Lo bilang aja sama Arka,gak usah takut" bisik Rafael yang sejak tadi masih merangkul wanita itu.
"Udahlah Ka,gak perlu di perpanjang" ucap Aneska kepada Arkana,karena ia tidak mau jika laki-laki itu harus menanggung resiko nya di ruang konseling.
"Bilang,mereka ngapain kamu?" tanya Arkana lagi.
"Kalau gue kasih tau, masalah nya bakal selesai kan?" tanya Selena.Sontak ketiga teman nya langsung menatap dengan tatapan tajam.
"Lo apain dia?" tanya Arkana.
"Kinan siram dia,terus Jambak dia.Gue cuma pegangin tangannya doang kok"
Arakan terdiam. "Lo mikir gak sih?Bahkan orang tuanya aja gak pernah jambak atau siram dia kayak gini.Lo siapa berani-beraninya perlakuin Aneska kayak gini?" tanya Arkana.
"Ka maafin gue-"
Arkana memasuki salah satu toilet,saat keluar ia membawa satu ember air dan menyiramkan nya kepada empat wanita tersebut.Tidak cukup baginya,Arkana kembali mengambil air dan menyiramkan nya hingga lima kali berturut-turut.
"Arka udah" ucap Aneska. "Udah,cukup!"
"Maafin gue Arka" rengek Kinan.
"Jangan minta maaf sama gue,minta maaf sama Aneska sana!"
"A-Anes maafin gue" wanita itu hanya terdiam.
"Dingin ya?" tanya Arkana sambil menggenggam erat kedua bahu Aneska.
"Engga"
"Bohong"
"Beneran" laki-laki itu menatap tubuh Aneska sejenak lalu memalingkan wajahnya karena baju yang basah membuatnya menjadi tembus pandang.
"Kalian bertiga balik badan" ucap Arkana kepada temannya.
"Kenapa?" tanah Davit.
"Udah nurut aja" setelah membalikkan badannya, Arkana langsung membuka satu persatu kancing seragamnya.Sontak Aneska sangat terkejut dengan apa yang akan Arkana lakukan.
"Kamu mau ngapain?" tanya Aneska.
"Jangan mikir yang aneh-aneh"
"Ya tapi kamu ngapain buka baju?Ini di sekolah loh" Aneska langsung menghembuskan nafas lega saat mengetahui ternyata Arkana menggunakan baju polos berwarna hitam di dalamnya.
Ia langsung menutupi tubuh Aneska dengan baju seragam nya lalu membawa wanita itu pergi menuju ruang UKS.
"Baju aku tembus pandang ya?" tanya Aneska panik,sontak ketiga teman Arkana langsung memejamkan matanya saat mendengar perkataan Aneska.
"Engga,cuma basah aja.Aku takut kalau kamu masuk angin nanti"
Keempat wanita pembuli itu hanya terdiam menyaksikan perlakuan Arkana terhadap wanitanya.Sementara beberapa siswa terus menatap pasangan tersebut saat mereka sedang berjalan menuju UKS.
Tentu saja siswa tersebut bisa mendengar apa yang Arkana katakan sejak tadi,maka sejak saat itu tidak ada satupun dari mereka yang berani menyentuh Aneska.