I Love Everything In You

I Love Everything In You
Episode 37



Dengan keadaan nya yang masih sedikit trauma,Aneska berjalan menuju halte bus untuk berangkat ke sekolah.Namun saat ia baru saja membuka pintu gerbang rumahnya,Aneska dikejutkan dengan kehadiran Arkana yang sedang duduk di atas motornya.


"Arka?" laki-laki itu hanya menatap Aneska sambil tersenyum tipis lalu turun dari motornya dan menghampiri Aneska. "Kok ada disini?"


"Lo tidur nyenyak semalam?" tanya Arkana,Aneska hanya mengangguk kecil.


"Yaudah,ayo kita berangkat" Arkana berjalan menuju motornya.Namun karena melihat Aneska yang masih berdiri mematung,Arkana langsung berjalan menghampiri Aneska dan menggandeng tangan wanita itu. "Ayo"


Tentu saja Aneska tidak bisa berkutik, darahnya seperti membeku dan detak jantung nya berdegup sangat kencang.Aneska berjalan mengikuti Arkana dan laki-laki itu langsung memakaikan helmnya seperti biasa.


"Kenapa diem aja?Apa harus gue gendong?" tanya Arkana.


"Hah?Engga"


Sepanjang perjalanan menuju sekolah,Aneska hanya terdiam karena merasa situasi saat ini benar-benar sangat canggung.Ia harus bisa menghadapi sikap Arkana yang mulai berbeda dari hari-hari biasanya.


Tak terasa mereka sudah sampai di parkiran sekolah,semua pasang mata tertuju pada mereka.Aneska langsung turun dari motor dan berjalan cepat untuk menghindari Arkana.


"Eh tunggu!" teriak Arkana.


"Kenapa?"


"Buru-buru banget,mau kemana sih?" goda Arkana sambil tersenyum lebar.


"Mau ke kelas"


"Yaudah tapi buka dulu dong helm nya"


"Hah?" sontak Aneska langsung memegang kepalanya. "Hsshhh! Malu-maluin aja" bisik nya sambil melepas helm tersebut lalu berjalan menghampiri Arkana.


Laki-laki itu hanya tersenyum kecil lalu mereka berjalan bersama menuju kelasnya.Aneska gugup karena ia sangat mengetahui betul bahwa sebagian besar siswa perempuan disana sangat sensitif jika mengetahui Arkana sedang dekat dengan wanita lain.


"Kenapa sih?Lo malu jalan barengan sama gue?" tanya Arkana saat melihat Aneska yang terus menundukkan pandangannya. "Kalau lo malu,gue jalan di belakang Lo"


"Jangan!Gak usah berlebihan juga kali" Aneska langsung menarik lengan Arkana. "Gak kok,gue gak malu"


"Bohong"


"Sumpah!"


"Terus kenapa lo dari tadi nunduk terus?" tanya Arkana.


"Gue takut" bisik nya.


"Takut kenapa?Siapa yang nakut-nakutin Lo?Bilang sama gue"


"Bukan,Lo tau sendiri cewek-cewek di sekolah ini pada suka sama lo.Kalo mereka liat kota jalan bareng kayak gini,gimana? Bisa-bisa di hujat gue"


"Kalo gitu gak akan gue biarin mereka ngehujat Lo,Lagian lo berlebihan deh terlalu pikirin orang lain" ucap Arkana.


"Ya bukan gitu,gue cuma takut aja"


"Dasar penakut"


"Arkana!!Yaampun Arkana" seru Kinandita saat ia melihat Arkana dari kejauhan. "Selamat pagi Arka!"


Arkana hanya menatap wanita itu dengan ekspresi dinginnya. "Yuk" ajak Arkana kepada Aneska untuk melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan keberadaan Kinandita.


"Loh,Arka!" Kinandita langsung berlari dan menghalangi kembali langkah keduanya. "Nanti siang bisa gak kita nongkrong dulu?"


"Gak" jawabnya singkat.


"Di tempat biasa,waktu kita masih pacaran dulu"


"Gak bisa dan gak mau"


Aneska hanya terdiam sambil menyimak pembicaraan mereka,ia memutar kedua bola matanya saat mendengar perkataan Kinandita tadi.


"Eh,Lo ngapain disini?Pake deket-deket Arkana lagi.Minggir lo!Gak usah gatel jadi cewek" Kinandita langsung berdiri diantara mereka berdua.


"Lo mau ngapain si?Ganggu gue Mulu" ucap Arkana kesal.


"Kok ganggu sih?Gue kan cuma mau deket sama Lo lagi,mau tau kalau lo baik-baik aja atau ngga.Seharusnya lo risih karena dia deket-deket sama lo terus" kata Kinandita.


Arkana menatap jengah wajah Kinandita,Tania berkata-kata lagi ia langsung menggenggam erat tangan Aneska dan membawanya pergi meninggalkan wanita itu.


"Loh,mau kemana Arka!Ih pake pegangan tangan segala lagi!" oceh nya kesal.


...•••...


Setelah sampai di kelas,Arkana melihat kedua sahabatnya sudah berada di sana sambil melemparkan candaan satu sama lain.


"Lah gue kira lo gak bakal masuk sekolah" kata Rafael.


"Lo kemana?Tumben gak ke markas?" tanya Rizan.Aneska dan Arka saling menatap,wanita itu langsung berjalan menuju tempat duduknya sambil menundukkan kepala karena malu.


"Sini" Arkana melambaikan tangan nya tanda menyuruh mereka untuk mendekat kepada Arkana.


"Kenapa kenapa?" tanya Rizan penasaran.


"Gue habis jemput Aneska" bisik nya.


"HAH!!DEMI APA LO JEMPUT AN-"


PLAKKK!!


Arkana langsung menampar mulut Rizan agar laki-laki itu bisa menjaga perkataan nya. "Heh sakit!"


"Lagian bacot banget lo punya mulut" karena kesal,Rafael langsung mencubit mulut Rizan.


"Engga"


"Lah terus kalau gitu apa istimewanya anjir"


"Emang harus pacaran biar istimewa?" tanya Arkana.


"Gak juga sih"


"Yaudah,diem aja lo jomblo" ejek Arkana yang langsung berjalan menuju kursinya.


"Lah sombong banget,Emang Anes mau sama dia?" tanya Rizan kepada Rafael.


"Udah biarin aja apa maunya,kita iyain aja" ucap Rafael.


...•••...


Di jam istirahat, seperti biasa Arkana dan teman-teman nya pergi ke kantin untuk menikmati makan siang.Satu kursi dan meja panjang terlihat kosong seperti biasanya meskipun keadaan kantin sangat ramai.Tidak ada diantara mereka yang berani menduduki singgasana COZTRA tersebut.


Awalnya mereka tertawa ria saat sedang berjalan menuju kantin,namun wajah Arkana seketika langsung dingin saat melihat Keysha sedang duduk berdua bersama teman satu kelasnya.


Arkana berjalan cepat untuk menghampiri Keysha dan meninggalkan teman-teman nya. "Ka,mau kemana-mana buru-buru amat?" tanya Bagas.


"Biasa liat cewek kali dia,udah ayo ah pesen makanan udah laper banget gue" ucap Arsenio.


Arkana berdiri mematung di dekat Keysha,ia hanya menatap tajam wajah gadis cantik itu. "Arka,lo ada disini?" tanya Keysha sambil tersenyum antusias. "Duduk duduk"


"Gue gak tau apa maksud Lo,tapi kenapa semalam lo tinggalin Aneska disana?" tanya Arkana dengan suara datarnya.


"H-hah?A-apa maksud Lo?" tanya Keysha yang pura-pura tidak mengerti dengan apa yang Arkana ucapkan.


"Apa harus gue perjelas?Di Pub,tinggalin Aneska sendirian,bayar orang buat lecehin dia!" teriak Arkana kesal hingga membuat semua orang menoleh ke arahnya.


Sontak Keysha langsung menoleh kesana kemari karena tidak mau ada siswa yang salah paham dengan perkataan Arkana barusan. "Arka,apa sih?Lo ngomong apa gue gak ngerti" bisik Keysha. "Kita bicarain baik-baik ya,yuk pergi dari sini" Keysha langsung beranjak dari duduknya dan menggenggam tangan Arkana.


"Gak usah pegang-pegang!" Arkana memberontak.


"Arka" ucap Keysha.Wanita itu sangat terkejut karena Arkana belum pernah bersikap kasar seperti ini kepadanya.


"Apa?" tanya Arkana. "Jangan salahin kalau sikap gue ke lo berubah!Itu semua karena lo yang mulai" ucap Arkana.


"Arka,jangan kayak gini dong" bisik Keysha.


"Kasih tau alasan gue kenapa lo tinggalin Aneska semalam?" tanya Arkana.


"Gue gak tinggalin dia!Dia yang tinggalin gue,soal laki-laki itu gue gak tau!" teriak Keysha yang sudah mulai kesal. "Kenapa sih lo curiga banget sama gue?Kenapa harus gue yang lo salahin?"


"Karena kalian gak akrab!"


Dari kejauhan Aneska dan Divia mendengar suara keributan itu dari arah kantin,mereka penasaran.Dengan cepat keduanya langsung berlari untuk melihat apa yang terjadi.


"Gue jadi heran.Kenapa lo segitu marah nya banget dengan apa yang terjadi sama Aneska semalam?" tanya Keysha curiga.


"Karena gue ada perasaan sama dia!" teriakan Arkana membuat seluruh siswa perempuan yang berada di sana langsung terperangah tidak percaya.


Aneska yang sedang berlari langsung menghentikan langkahnya saat mendengar suara perkataan Arkana,begitu juga dengan Divia.


"Nes?" tanya Divia terkejut.Aneska langsung menatap wajah sahabatnya karena ia takut melukai hati Divia.


"Div,gue bisa jelasin" kata Aneska.


"Arkana serius?"


"Gue bisa jelasin"


"Aduh ampun Nes,maafin gue!" Rengek Divia yang langsung memeluk Aneska.


"Hah!Kenapa kok minta maaf?" tanya Aneska bingung.


"Maaf karena waktu itu gue udah ngatain Lo, jelek-jelekin Lo.Aduh sumpah gue gak tau!"


"Lo gak marah sama gue?" tanya Aneska.


"Gue emosi karena gak tau kalau ternyata cewek itu Lo,gue ikhlas deh sumpah kalau itu Lo"


Aneska tersenyum kecil dan langsung merangkul Divia untuk melanjutkan langkahnya menuju kantin.


"Apa?" tanya Keysha. "Ternyata bener lo ada perasaan sama Aneska"


"Iya kenapa?" tanya balik Arkana. "Denger Semuanya!Gue cinta sama Aneska!Kalau ada diantara kalian yang berani usik ketenangan Aneska,kalian harus berurusan sama gue"


"Kenapa!!" teriak Keysha sambil menarik kerah seragam Arkana. "Kenapa lo harus suka sama dia!!Kenapa Lo gak bisa suka sama gue Arkana!!"


Melihat tindakan wanita itu,teman-teman Arkana langsung berlarian menghampiri mereka untuk menghentikan ulah Keysha sebelum amarah Arkana semakin memuncak.


"Ca udah Ca lepasin" ucap Rafael.


"Gak mau!!Kenapa jawab gue Arkana!!" teriak Keysha lagi.Kini ia menjadi pusat perhatian banyak orang,sebagian siswa saling berbisik untuk membicarakan kejelekan Keysha.


"Ca Ca Ca!Udah!" teriak Rizan.


"Gue cuma mau bilang, berhenti berurusan sama gue.Gak perlu repot-repot buat ganggu hidup gue ataupun Aneska" Setelah cengkeraman tangan Keysha terlepas,Arkana langsung pergi meninggalkan kantin untuk menenangkan dirinya.


Ia mendapati Aneska yang sedang berdiri mematung di dekat pintu kantin,tanpa berkata apapun Arkana langsung merangkul Aneska dan membawanya pergi dari tempat itu.


"Loh kok gue ditinggal?" tanya Divia.Ia bingung harus berjalan ke arah mana,tetapi akhirnya ia memutuskan untuk berjalan ke kantin dan membiarkan mereka pergi berdua.