I Love Everything In You

I Love Everything In You
Episode 28



Aneska telah sampai di depan rumahnya,ia sangat bersyukur karena ada orang baik yang mau membantu nya.Tentu Aneska sedikit berbincang dengan pria tersebut untuk mengungkapkan rasa terimakasih nya.


Sebuah mobil terparkir tepat diseberang rumah Aneska,ia mengira bahwa mobil itu adalah milik tetangganya.Aneska terus menatap mobil itu meskinya dirinya sedang di ajak bicara oleh laki-laki yang sedang berbicara dengannya.


Namun Aneska tidak bisa melihat siapa orang yang berada di dalam karena kaca mobil yang begitu gelap. "Tunggu" ucap pria tersebut.


"Kenapa kak?" tanya Aneska bingung.


"Kayaknya kita pernah ketemu deh"


"Pernah ketemu?D-dimana?" pria itu langsung memalingkan wajahnya sejenak untuk mengingat kembali dimana mereka pernah bertemu sebelumnya.


"Oh!Kita pernah ketemu di depan supermarket waktu itu,aku gak sengaja tabrak kamu" kata Gio.


"Depan supermarket?" tanya Aneska kepada dirinya sendiri. "Oh,itu kakak?Yaampun maaf aku gak gak inget"


"Gak apa-apa kok"


"Siapa itu?" tanya Arkana saat dirinya melihat Aneska bersama pria lain.Dengan kondisi setengah sadar,sejak tadi ia tertidur pulas di lingkungan rumah Aneska.Ia juga bingung apa yang membuat nya datang kesana.


"Arggghh!!Sakit banget kepala gue" gumamnya.


"Karena kita udah pernah ketemu sebelumnya,kita boleh kenalan kan?" tanya Gio kepada Aneska.


"Boleh kak,boleh banget"


"Nama aku Gio" Gio mengulurkan tangannya sebagai tanda perkenalan diri.


"Aku Aneska"


"Hasshhh sialan,ngapain mereka pegangan tangan segala?Mereka pikir ini jalan raya?" tanya Arkana kesal. "Apa dia selingkuh? Berani-beraninya Lo selingkuh"


Arkana terus melantur akibat rasa sakit di kepalanya karena mengkonsumsi alkohol yang melebihi batas.Sambil menggenggam kepalanya,ia keluar dari mobil untuk menghampiri mereka berdua.


Aneska sangat terkejut saat mengetahui bahwa pemilik mobil itu ternyata Arkana.Ia bingung mengapa Arkana bisa berada di lingkungan nya, sedangkan tadi ia sangat kesusahan untuk menghubungi laki-laki yang satu ini.


"Ngapain pegangan tangan segala?" ucap Arka dengan suara beratnya yang terdengar tidak jelas.


"Arka?Ngapain Lo disini?" bisik Aneska.


"Lo ngapain disini?" tanya Gio terkejut.


"Kakak kenal sama dia?" tanya Aneska.


"Iya kenal"


"Kamu selingkuh?" tanya Arkana lagi sambil berjalan mendekat Aneska dengan langkahnya yang sempoyongan.


"Apaan sih?"


"Lo?" Arkana menunjuk wajah Gio karena ia mengetahui bahwa pria itu adalah salah satu manusia yang sangat ia benci. "Kamu selingkuh sama dia?" Arkana kembali menatap Aneska.


"S-selingkuh?" tanya Gio dengan ekspresi wajah yang bercampur aduk.


"Engga!!Jangan salah paham" Anes langsung meluruskan hal tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman diantara mereka. "Lo,Lo mabuk ya?" tanya Aneska sambil mendorong tubuh Arkana hingga pria itu jatuh tersungkur di tanah.


"Eh eh!!" dengan cepat merek berdua langsung membantu Arkana untuk kembali bangkit. "Lo beneran mabuk?Minum berapa gelas Lo?"


"Arggghh,cantik nya pacar aku" ucap Arkana sambil tersenyum manis dan mencubit kedua pipi Aneska.Sontak Anes langsung menangkis kedua lengan Arkana dan menjauh dari pria tersebut.


"Apaan sih lo?gak usah ngada-ngada ya!" ucap Aneska dengan tegas.


"Dia cantik banget kalo lagi marah" ucap Arkana kepada Gio seolah-olah ia sedang menunjukkan kepada pria tersebut betapa beruntung dirinya bisa memiliki wanita cantik seperti Aneska.


"Sadar Lo" bisik Gio.


"Kamu jangan selingkuh dong,aku sayang banget sama kamu.Kalau kamu selingkuh nanti aku sama siapa?" tanya Arkana.


"Dih!Apaan sih!"


"Udah kamu masuk aja,biar Arkana aku yang urus.Kalau kamu terus disini,dia bakal semakin ngelantur" kata Gio sambil merangkul Arkana agar pria itu tidak berbuat macam-macam.


"Yaudah kalau gitu aku masuk duluan ya kak,makasih banyak udah bantu aku"


"Iya sama-sama"


"Oh iya satu lagi,aku titip dia ya.Takutnya terjadi apa-apa atau bikin masalah kalau dia dibiarin pulang sendiri"


"Iya tenang aja,aku titip motor ya" setelah mendengar perkataan Gio,Aneska hanya mengangguk dan langsung masuk kedalam rumah meninggalkan mereka yang masih berdiri di tempatnya.


"Loh kok pergi?Aku udah jauh-jauh dateng ke sini cuma buat ketemu sama kamu loh!" teriak Arkana.


"Ssssuuutt!!Berisik lo" ucap Gio yang langsung membawa Arkana masuk kedalam mobilnya.


Dua jam yang lalu Arkana pergi meninggalkan teman-temannya yang masih bersenang-senang di pesta tersebut.Dengan keadaan mabuk ia terpaksa harus mengantar Salsabila pulang karena ia tidak mungkin membiarkan Salsa pulang menaiki taxi dengan penampilan menarik seperti itu.


Karena perjalan menuju rumah Salsa searah dengan rumah Aneska,maka hati Arkana tergerak untuk datang bertamu ke rumah wanita tersebut padahal dirinya masih dalam keadaan mabuk berat.Tidak terbayangkan bagaimana jika mama Aneska bertemu dengan Arkana,pasti ia akan melarang keras kepada Aneska untuk berteman dengan Arkana.


Sepanjang perjalanan menuju rumah nya,Arkana terus berbicara melantur.Membicarakan hal yang seharusnya tidak ia bicarakan.Tetapi dengan sabarnya Gio hanya terdiam mendengarkan perkataan yang Arkana ucapkan.


Hingga akhirnya mereka sampai di halaman rumah Arkana,Gio mengetahui dimana rumah laki-laki tersebut karena dahulu mereka sempat berteman baik saat SMP.


Melihat bahwa itu adalah mobil tuan muda nya,dua pengawal langsung berjalan menghampiri untuk membukakan pintu mobil Arkana.


Gio membopong tubuh Arkana yang terkulai lemas dan salah satu pengawal membantu Gio untuk membawa Arkana masuk kedalam rumah.Sementara satu pengawal yang lainnya memasukkan mobil kedalam garasi.


"Permisi Tante" ucap Gio saat melihat Erika sedang duduk di ruang tv.


"Gi-Gio?Ini Gio?" tanya Erika antusias.


"Iya Tante"


"Loh Arka,kamu kenapa sayang?" tanya Erika yang langsung menyentuh pipi Arkana untuk membangunkan putranya.


"Kayaknya Arka mabuk,tadi gak sengaja kita ketemu di jalan.Aku fikir akan bahaya kalo Arkana setir mobil sendirian" kata Gio.


"Yaampun makasih banyak ya Gio,Arka biasanya gak pernah mabuk berat kayak gini loh"


"Iya tante.Yaudah kalau gitu aku pamit dulu ya tante"


"Loh mau kemana?Baru juga dateng masa mau langsung pergi lagi"


"Iya gak apa-apa,aku ada urusan lain soalnya"


"Yaudah kalau gitu kamu hati-hati ya,pulang naik apa?" tanya Erika.


"Naik Taxi, motornya aku tinggal di rumah temen soalnya"


"Kalau gitu kamu dianter aja ya sama sopir,gak boleh di tolak.Anggap aja sebagai rasa terimakasih tante buat kamu" kaya Erika.


"Yaudah,makasih ya Tante"


"Iya sama-sama"


Gio sudah pergi keluar rumah dan Arkana masih tertidur di sofa.Aroma khas alkohol tercium sangat menyengat di hidung Erika.Entah berapa banyak ia meneguk minuman memabukkan tersebut.


"Assalamualaikum mah" ucap Bintang yang baru saja pulang selepas bekerja seharian di perusahaan nya.


"Waalaikumsalam pah"


"Loh kok tidur disini?" tanya Bintang saat melihat putranya sedang berbaring diatas sofa.Kemudian ia mengendus-endus tubuh Arkana karena aroma alkohol yang menusuk hidungnya.


"Kok bau alkohol?Dia mabuk?"


"Iya pah" dengan cepat Bintang langsung menarik tangan Arkana agar laki-laki itu terbangun dari tidurnya lalu ia bisa sepuasnya memarahi Arkana.


"Bangun kamu!" teriak Bintang.


"Jangan dimarahin dong" rengek Erika.


"Yang kayak gini harus dimarahin" ucap Bintang dengan tegas.


"Tapi kamu juga dulu kayak gini,lebih parah!" sontak Bintang langsung melepaskan genggaman tangannya dan terdiam karena mendengar perkataan Erika.Bintang cukup tertampar saat mendengar kenyataan yang Erika ucapkan.


"Masih mau marah?" tanya Erika sinis.


"Yaudah kalo gitu dibilangin baik-baik aja" ucap Bintang pasrah.


"Kalau gitu tolong bawa Arka ke kamar,aku gak bisa bawa dia sendirian"


"Bawa nih tas aku"


"Biar saya saja bos yang membawa tuan Arka ke kamarnya" ucap Alfredo.


"Ini anak siapa?" tanya Bintang.


"Anak bos dan nona"


"Yaudah,bawa aja tas saya ke ruang kerja"


"Baik bos"


Bintang merebahkan tubuh Arkana di kasurnya,lalu ia berjalan keluar kamar untuk segera membersihkan diri dan beristirahat. "Aku ke kamar dulu,mau mandi"


"Yaudah"


Arkana masih terlelap,Erika menatap wajah putranya dengan tatapan yang penuh makna. "I love you Aneska" mendengar suara gumaman putranya,Erika langsung terdiam saat dirinya sedang membukakan sepatu Arkana.


Ia terus mengedipkan matanya karena bingung dengan perkataan yang baru saja Arkana ucapkan. "Apa katanya?I love you?"


"Arka,Arkana" Erika berusaha untuk membangunkan Arka karena ia mengira bahwa laki-laki itu sudah terbangun dari tidurnya. "Kamu mimpi kan?" Arkana masih terdiam.


"Dia mimpi" Erika langsung menutupi tubuh Arka menggunakan selimut,mematikan lampu dan berjalan keluar kamar untuk mengurus keperluan suaminya.