I Love Everything In You

I Love Everything In You
Episode 50



Mereka duduk di pinggir pantai untuk menikmati angin di sore hari terlebih dahulu sebelum pulang.Ombak yang melebur dengan santai,ditambah lagi suasana awan di sore hari serta beberapa orang yang berlarian kesana kemari membuat Aneska merasa lebih tenang.Ia menyukai suasana seperti ini.


Perutnya terasa lapar karena sejak siang tadi ia belum makan,begitu juga dengan Arkana.Laki-laki itu memang sangat peka terhadap kondisi yang sedang mereka jalani,ia meminta izin kepada Aneska untuk pergi membeli beberapa makanan dan minuman terlebih dahulu.Tentu saja wanita itu menyetujui nya.


"Aku tunggu disini atau ikut?" tanya Aneska.


"Tunggu disini aja,aku gak lama kok.Jangan kemana-mana ya" ucap Arkana sambil mengusap lembut bahu Aneska.


"Iya"


Tiba-tiba sebuah bola pantai mengenai punggung Aneska hingga wanita itu sedikit terhentak karena terkejut.Tentu saja cukup sakit baginya.


"Aduh,maaf ya gak sengaja" beberapa pria seusianya datang menghampiri untuk mengambil bola tersebut dan meminta maaf.Namun salah satu dari mereka terlihat seperti menyukai wajah Aneska saat pandangan pertama.Laki-laki yang memiliki tato di dada sebelah kanan nya hanya menatap lekat wajah Aneska.


"Gak apa-apa kok" ucap Aneska gugup saat laki-laki itu tidak henti-henti menatap wajahnya.


"Sendiri aja?" tanya nya.


"Hah?Enggak kok,saya ke sini sama pa-"


"Gabung sama kita aja gimana? Daripada sendirian disini" sorot mata laki-laki itu sangat mudah ditebak oleh Aneska.Mereka adalah tipe laki-laki nakal namun berbeda level dengan Arkana.


"Udah bro,ayo main lagi.Jangan ganggu cewek orang,kalau dia kesini sama pacarnya gimana?" ucap salah satu teman laki-laki tersebut.


"Engga,dia kesini sendiri.Habis di putusin kayaknya ya?Orang pucet gitu mukanya atau habis dipake?" bisik laki-laki tersebut yang berbicara tanpa mengenal batasan.


"Mas kalau ngomong di jaga ya, laki-laki gak pantes bicara kayak gitu" ucap Aneska.


"Maaf ya,maafin temen saya.Dia emang aga sinting.Udah ayo bro"


"Kita ke hotel aja gima-"


"Ada apa?" tanya Arkana yang baru saja datang bersama makanan di tangannya.


Aneska langsung memalingkan wajahnya karena ia sudah tau jalan cerita nya seperti apa.Mungkin Arkana akan memberikan satu atau dua kali pelajaran bahkan lebih.


"Siapa Lo?" tanya laki-laki tersebut. "Gak usah ikut campur"


"Kalian ngapain disini?Ngapain deket-deket dia?" tanya balik Arkana dengan wajah datarnya.


"Udah Ka" bisik Aneska.


"Bro ayo cabut" ucap teman laki-laki tersebut.


"Ngapa Lo liatin gue kayak gitu?Mau sok jagoan di depan cewek hah?" ucapnya menantang sambil berjalan mendekati Arkana dengan wajahnya yang menenggak karena tubuh Arkana jauh lebih tinggi darinya.


"Gue pacarnya,mau apa lo?" Arkana menyenggol tubuh pria tersebut menggunakan dada bidangnya.


"Arka udah" ucap Aneska dengan suara nya yang terdengar layu akibat operasi tersebut.


"Mereka bilang apa sama kamu?" tanya Arkana kepada Aneska.Wanita itu langsung menatap kearah pria sialan yang baru saja menggodanya tadi.Arkana merasakan ada sesuatu yang berbeda.


"Lo ngomong apa sama cewek gue!" teriak Arkana.


"Arka mereka gak bilang apa-apa,mereka cuma mau ambil bola nya yang gak sengaja kena badan aku" kata Aneska sambil menggenggam lengan Arkana untuk menahan amarah laki-laki itu. "Udah kamu gak boleh marah-marah"


Perasaan Arkana mulai melunak,ia langsung melangkah mundur untuk menjauh dari laki-laki bertato tersebut.


"Udah ayo kita pergi sekarang" Aneska langsung melingkarkan lengannya di pinggang Arkana dan berusaha sebisa mungkin agar laki-laki itu menuruti perkataannya.


"Kamu jujur sama aku,mereka ngomong apa?Mereka gak macem-macem kan sama kamu?" tanya Arkana saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Engga Arka,gak ada apa-apa"


"Beneran?"


"Iya beneran.Makanan nya mana?" tanya Aneska yang masih sempat-sempatnya menanyakan makanan tersebut.Semata-mata ia hanya ingin mengalihkan pembicaraan mereka saja.


"Ini"


"Waahh!!Ini enak,aku suka ini" seru Aneska setelah membuka kotak yang berisi makanan lezat tersebut.


"Suka?"


"Iya suka"


"Emang apa yang gak kamu suka?Aku rasa kamu suka semuanya" ucap Arkana sambil tersenyum kecil.


"Ada yang gak aku suka"


"Apa?" tanya Arkana.


"Aku gak suka kamu" tiba-tiba Arkana mengerem mobil tersebut secara mendadak hingga saus di makanan itu langsung mengenai wajah cantiknya.


"Arghhh..Bercanda bercanda" ucap Aneska tetapi laki-laki itu masih menatapnya dengan tajam. "Serius aku bercanda" Arkana masih menatapnya.


"Serius!"


"Aku serius!" ucap Aneska lagi.


"Oh,aku suka Arkana" seketika Arkana langsung menundukkan kepalanya sambil tersenyum kecil dengan pipi yang memerah akibat tersipu malu dengan satu kalimat pengakuan yang Aneska berikan.


"Kamu kenapa?" tanya Aneska menggoda. "Dih!Kamu terbang karena kalimat aku barusan?" Aneska tersenyum lebar saat melihat Arkana terus menutup wajahnya sendiri karena malu.


"Oh lucu banget sih.Aku cinta Arkana,aku suka Arkana.Aku suka semuanya yang ada di dalam diri Arkana" ucap Aneska lagi.


"Udah udah cukup, bisa-bisa aku stroke mendadak nih" mereka saling tertawa satu sama lain. "Kamu bilang aku lucu?"


"Iya" ucap Aneska.


"Tau gak,apa yang lebih lucu?"


"Apa?"


"Kamu ngaca deh" Aneska langsung mengeluarkan ponsel untuk melihat apa yang terjadi dengan wajahnya. "Lucu kan?"


"Ih tisu tisu,nanti muka aku panas" dengan cepat Arkana langsung mengambil tisu laku membersihkan wajah Aneska menggunakan tangannya sendiri.


TINNNN!!!******TIIINNNN******!!!!TINNNN!!!....


Keromantisan mereka langsung membuyar saat mendengar suara klakson beberapa mobil yang sedang berbaris di belakang mobil mereka.Sungguh mengesankan, keromantisan mereka telah membuat kemacetan yang cukup panjang di jalan raya.


...•••...


Tiga hari kemudian Aneska sudah mulai melakukan aktivitas nya seperti biasa di sekolah.Dengan ekspresi wajahnya yang ceria ia terus berjalan menyusul lorong sekolah menuju kelas nya.Sepanjang perjalanan beberapa siswa terus menerus menyapa Aneska dan memberikan nya ucapan selamat karena telah sembuh dari sakit yang ia derita selama hampir tiga minggu lamanya.


"Ya ampun,makasih" ucap Aneska sambil menahan harunya.


"Maaf ya kita gak bisa jenguk Lo karena alasan kesehatan Lo yang paling utama" kata Aditya.


"Iya gak apa-apa,gue ngerti kok.Tapi makasih ya kejutannya,gue jadi terharu"


"Peluk dulu dong" Divia langsung memeluk Aneska dengan erat.


"Eh eh Div jangan kenceng-kenceng!!" refleks beberapa teman Aneska langsung menarik paksa tubuh Divia karena mendengar keluhan Aneska tadi.


"Aduh maaf,gue lupa"


"Gak apa-apa" ucap Aneska sambil tersenyum.


Tak lama muncul Arkana beserta kedua sahabatnya yang baru saja datang memasuki kelas.Rizan terus menoleh kesana kemari karena bingung dengan apa yang terjadi di kelasnya ini.


"Anes,Lo udah masuk sekolah?' tanya Rafael.


"Iya,gue suntuk di rumah terus"


Aneska terus menatap Arkana tanpa melihat kondisi mereka saat ini yang sedang dikelilingi banyak orang.Begitu juga sebaliknya,Arkana tidak akan melepaskan pandangan wanitanya sedetik pun.


"Ekhemmm ekhemmm!!" beberapa siswa berdeham agar mereka bisa dengan segera mengakhiri tatapan itu.


"Woy!!!Inget tempat" ucap Rizan yang berdiri dihadapan mereka berdua.


"Apaan si tolol!Muka lo ganggu tau gak" bentak Arkana sambil menampar pelan wajah sahabatnya itu. "Oh iya,cuma mau kasih tau.Sekarang Aneska cewek gue.Jadi gue mohon sama kalian buat gak ngomong yang macem-macem sama dia.Kalau gue tau kalian maki-maki Aneska,kalian berurusan sama gue"


"*Hah demi apa?"


"Sumpah gak nyangka!"


"Oh my God!Cocok banget sii!!'


"Couple goals ini mah!"


"Bakal jadi bahan gibah cewek-cewek nih!"


"Asik ada kesempatan gue buat dapet cewek*!"


"Cie cie" goda Rizan sambil menyenggol tubuh Arkana menggunakan siku nya.


...•••...


Tentu saja berita panas itu menjadi trending topik di SMA GAMA, terutama dikalangan para siswa wanita nya.Sebagian dari mereka ada yang sangat menyukai pasangan tersebut,dan sebagian lagi ada yang tidak menyukai jika Aneska yang menjadi pengisi hati Arkana.Tetapi mereka tidak bisa berbuat apapun karena laki-laki brutal itu sudah memberikan peringatan kepada mereka terlebih dahulu.


Sebagian besar para siswa berfikir bahwa nama Aneska hanya akan melintas begitu saja dalam diri Arkana, menurut mereka hubungan keduanya tidak akan bertahan lama.Sama seperti. hubungan yang sebelum-sebelumnya.


"Silahkan" ucap ibu kantin yang menyajikan tiga porsi bakso untuk Aneska,Divia dan Salsabila.


"Makasih bi"


"Sama-sama neng"


"Lo mau pake apa?Kecap,saos,sambel?" tanya Divia kepada Aneska.


"Gue bisa sendiri kali"


"Ya kan gue kasih perhatian buat Lo,kalau Lo sakit lagi gimana?"


"Apaan si? Berlebihan tau gak" ucap Salsabila yang kesal dengan sifat lebay Divia.


"Apaan si lo,"


"Gue mau pake sam-" saat Aneska hendak mengambil satu sendok sambal kedalam mangkuk nya, tiba-tiba seseorang menahan tangannya.


"Arka,kenapa?" tanya Aneska bingung.Tetapi laki-laki itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Taro lagi" perintah Arakan.


"Kenapa?Aku kan mau"


"Jiah udah aku kamu aja sekarang manggilnya" oceh Salsabila dengan ekspresi wajahnya yang sangat datar.


"Udah nurut aja" Arkana langsung duduk di samping Aneska.Lalu ia memasukkan kecap dan saus ke dalam mangkuk bakso wanita itu. "Sementara gini aja"


Aneska hanya menatap wajah Arkana sambil tersenyum manis,ia menyadari bahwa laki-laki itu sangat mengkhawatirkan dirinya.


"Kenapa senyum-senyum?Ayo makan" ucap Arkana.Sejak tadi kedua teman Aneska yang berada di hadapan mereka hanya terdiam sambil menyaksikan perbincangan tersebut. "Mau makan sendiri atau disuapin?"


Sontak hampir seluruh siswa yang ada di kantin langsung menoleh ke arah pasangan tersebut dengan wajah terperangah mereka yang terlihat sangat lucu.Sebagian ada yang melepaskan sendok dan garpu hingga jatuh ke lantai,ada yang sengaja melemparkan sendok mereka karena kesal melihat keromantisan tersebut,ada juga yang terus menganga padahal mulutnya sedang terisi penuh oleh makanan.


"Cabut aja kali ya?" tanya Divia kepada Salsabila.


"Skuy lah,mau mati rasanya gue kalau lama-lama disini" Salsabila langsung beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan sepasang kekasih tersebut, begitu juga dengan Divia.


"Apa kita harus pergi juga?" tanah salah satu siswa kepada temannya.


"Mau banget sih,tapi makanan gue belum habis jadi gak apa-apa lah disini bentaran sambil ngehaluin Arkana si pacar orang".


"Arka,malu tau" bisik Aneska.


"Kenapa harus malu?Cuek aja kali"


"Ya tapi kan disini rame"


Laki-laki itu hanya tersenyum kecil sambil mengelus rambut Aneska dengan lembut. "Oke oke"


"APA KAN GUE KATA!CABUT LO SEMUA JOMBLO!" teriak Bagas dari kejauhan.Saat teman Arkana pergi,hampir seluruh siswa jika ikut pergi meninggalkan mereka berdua.


...•••...


HAI PEMBACA SETIA ARKANA DAN ANESKA!


Jangan lupa baca juga karya lain aku yang berjudul : Agus.


Mereka dipertemukan karena peristiwa satu malam yang tidak mereka sengaja.



Jangan lupa like,vote dan tinggalkan jejak di kolom komentar ya!


Terimakasih 💜