
"Div ke kantin yuk" ajak Aneska.
"Gak mau,lo aja" Divia terlihat sangat tidak bersemangat hari itu karena sulit untuk menerima kenyataan bahwa dirinya telah putus dengan Arkana.
"Lo juga belum makan,nanti kalo sakit gimana?" tanya Aneska.
"Gak mau" Divia kembali menolak.Cewek mana sih yang bikin Arkana pergi dari gue?Secantik apa dia?Sepintar apa dia sampai Arkana berani tinggalin gue" Aneska langsung terdiam saat mendengar perkataan sahabat nya itu.
"Ya-ya lo tau lah,gak ada alasan mah cantik atau ngga,pinter atau ngga.Arkana kan emang gitu,suka mainin perasaan cewek" kata Aneska.
"Udah deh mending Lo ke kantin aja sana,gue lagu mau sendiri" Divia langsung menutup wajahnya dan menundukkan kepala.
"Yaudah gue duluan ya,nanti gue beliin makanan deh" Aneska langsung berjalan meninggalkan Divia.
...•••...
"Aneska!!" teriak seorang wanita dari belakang Anes,ia langsung menghentikan langkah lalu membalikkan badan untuk melihat orang yang memanggilnya.
"Keysha?"
"Apa kabar?" tanya Keysha.
"Baik,ada apa?Tumben"
"Nanti malam lo sibuk gak" tanya Keysha lagi.
"Engga,kenapa?"
"Lo mau gak temenin gue ke acara birthday party temen SMP gue?Malu soalnya kalau harus dateng sendiri" kaya Keysha.
"Loh kenapa gue?Kan ada temen sekelas lo yang lain" kata Aneska.
"Gue gak terlalu akrab sama mereka,jadi gue pikir bakal lebih baik kalau lo yang temenin gue"
"Yaudah kalau gitu gue pikir-pikir dulu ya"
"Gue tunggu jawaban nya pas pulang sekolah"
"Iya"
Seperti biasa,suasana kantin sangat ramai.Aneska memesan makanan dan minuman nya lalu menoleh kesana kemari untuk mencari kursi kosong.
"Eh!Aduh aduh aduh" ucap Arkana yang langsung mengambil makanan Aneska lalu menaruhnya di meja. "Minggir lo Babi Ganas!"
"Buba babi buba babi" gerutu Bagas kesal sambil beranjak dari duduknya untuk berpindah.
"Duduk sini" kata Arkana,Aneska hanya terdiam karena bingung harus berbuat apa.Ditambah lagi ia merasa sangat malu karena beberapa pasang mata sedang memperhatikan nya. "Udah duduk cepetan"
"Apaan sih Lo" bisik Aneska.
"Kok apaan sih?Ya aku ngasih tempat duduk dong" kata Arkana.
Aneska, teman-teman Arka dan siswa yang lain langsung menoleh ke arah Arkana sambil membelalakkan matanya karena terkejut dengan perkataan Arkana yang berbicara dengan Aneska menggunakan kata Aku.
"Arka!" bentak Aneska berbisik sambil menyenggol lengan laki-laki itu.
"Apa sih?"
"Lo kok jadi alay gini?" tanya Aneska.
"Alay gimana?" Aneska hanya terdiam.
"Yuk guys!" sahut Bagas.
"Eh mau kemana?Disini aja kali!" kata Aneska.
"Udah santai aja,kita udah selesai kok makan nya" kata Rafael. "Yuk guys kita cabut"
Aneska langsung terdiam saat teman-teman Arkana pergi dan hanya ada mereka berdua yang duduk di meja tersebut.
"Oh iya,kamu bukannya harus bersih-bersih hari ini?Kok ada disini?" tanya Arkana.
"Kok aku kamu sih?Jangan kayak gini dong" bisik Aneska.
"Kenapa emang?"
"Yaudah deh,mending gue bersih-bersih sekarang aja" Aneska langsung beranjak dari duduk nya,namun Arkana kembali menarik lengan Aneska agar wanita itu kembali duduk disampingnya.
"Makan aja dulu" Aneska langsung meneguk minumannya dan kembali beranjak lalu pergi meninggalkan Arkana.Sialnya laki-laki itu malah tersenyum kecil saat melihat ekspresi Aneska yang gelagapan ketika ia mengubah gaya bicaranya.
Menyadari sedang di perhatikan banyak orang,Arkana langsung kembali mendatarkan ekspresi wajah dan berjalan untuk menyusul Aneska. "Ngapain lo pada liat-liat?Gue congkel mata lo pada baru tau rasa!"
Aneska terus mengoceh kepada dirinya sendiri sambil membersihkan halaman karena sangat merasa malu dengan perlakuan Arkana barusan.
Tiba-tiba seseorang datang lalu ikut menyapu halaman bersamanya. "Heh,mau ngapain lagi Lo?"
"Bantuin,kenapa emang?" tanya balik Arkana.
"Aduh!Gak usah deh,mending lo nimbrung aja sana sama temen-temen Lo" kata Aneska.
"Gak mau,mau nya bantuin kamu"
"Dih!Lo kenapa sih?Jangan bikin gue kesel" ucap Aneska sambil bertolak pinggang.
"Emang aku bikin kamu kesel?" tanya Arkana.
"Iya,banget!Kenapa lo tiba-tiba bicara pake aku kamu segala?Sengaja biar gue kesel?" tanya balik Aneska.
Arkana mendengus kecil,ia rasa permainan nya cukup sampai disini saja. "Kenapa lo nyengir segala?" tanya Aneska.
"Kan gue udah bilang tadi, kayaknya gue tertarik sama Lo" Jantung Aneska kembali berdegup kencang.Ia langsung menoleh kesana kemari karena takut jika ada orang yang mendengarkan pembicaraan mereka.
"Gak usah bercanda,kalau ada yang denger bisa salah paham nanti.Gue gak mau kalau harus di serang sama Fangirl Lo itu" kata Aneska.
"Lo pikir gue bercanda?" tanya Arkana dengan wajah Serius nya"
"Hmm,Lo selalu bercanda kalau urusan sakitin hati perempuan.Lo pikir gue bego?Lo pikir gue sama kayak cewek-cewek yang lain?"
"Justru lo gak bego,justru lo beda makanya gue mulai ada perasaan sama Lo" ucap Arkana.
"HAHA!Sumpah akting lo bagus banget ya, sampai-sampai gue gak bisa bedain sekarang lo lagi serius atau cuma main-main aja" ucap Aneska dengan wajah datarnya.
"Gue sadar kalau gue emang suka mainin hati perempuan,tapi kali ini beda Nes" kata Arkana.
"Beda apanya?"
"Ya gak tau,rasanya beda aja dari yang kemarin-kemarin" Aneska hanya menggelengkan kepalanya.
"Udah.Gak usah ngomong aneh-aneh lagi,gue gak akan percaya sama perkataan lo" Aneska langsung pergi meninggalkan Arkana.
"Padahal rasanya sama persis kayak waktu gue mulai cinta sama Lily waktu itu".