I Love Everything In You

I Love Everything In You
Episode 70



Di dalam warung kopi sederhana itu Aneska melihat beberapa siswa laki-laki dari sekolah lain sedang duduk berkumpul bersama Bagas dan juga Galen.Beberapa laki-laki itu hanya menatap Aneska dan Salsa dengan tatapan kebingungan karena hari itu adalah kali pertama mereka bertemu.


"Siapa Gas?" tanya salah satu siswa anggota COZTRA.


"Yang ini pacar nya Arka,yang ini saudaranya" ucap Bagas.


"Oh,ayo duduk" ajak mereka dengan sangat ramah.


"Makasih" Aneska terus mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan untuk mencari keberhasilan Arkana,tetapi nyatanya laki-laki itu tidak ada di sana.


Bagas yang melihat hal itu langsung mengerti bahwa Aneska sedang mencari Arka.Dengan cepat ia memberi penjelasan tentang Arkana agar mereka tidak perlu merasa kebingungan lagi.


"Arka lagi ada urusan sama yang lain" ucap Bagas.


"Kemana?" tanya Aneska.Sontak Bagas dan Galen langsung saling menatap satu sama lain.


"Btw siapa geng motor itu?Sekolah kita lagi di serang loh,kenapa kalian malah santai-santai disini?" tanya Salsabila.


"Kita tau,jauh lebih tau dari kalian" kata Galen.


"Arkana ada urusan apa?" tanya Aneska lagi dengan wajah cemas nya.


"Biar kita jelasin dulu,tapi janji lo gak usah panik okey?"


"Oke"


"Tadi siang kita pergi ke geng Scary buat balas dendam" ucap Bagas dengan mimik wajah nya yang terlihat sangat Serius.


"Balas dendam?" Aneska begitu terkejut saat mendengar kalimat awal yang Bagas sampaikan.


"Lo tenang dulu" kata Salsabila.


"Jadi itu alasan Arka sama yang lainnya gak ada disekolah waktu jam istirahat sampai pulang tadi?" tanya Aneska.


"Iya" kata Galen.


"Tapi geng Scary,gue belum pernah denger namanya" Salsabila yang sudah tau betul tentang kehidupan pergeng motoran benar-benar belum mengetahui apa itu geng scary dan siapa pendirinya.


Salsabila banyak mengetahui hal itu bukan karena ia seorang anak geng motor juga, melainkan ketiga sahabat kecilnya yang selalu berbagi cerita tentang kehidupan geng motor.


"Mereka emang sengaja gak nampakin diri selama ini, istilah nya mereka main bayangan hitam" kata salah satu pria yang lain.


"Terlebih lagi Aditya orang yang mendirikan geng itu"


"Aditya?"


"Hmmm,Aditya"


"Ternyata selama ini dia sekolah bukan karena sebagai kewajiban remaja,tapi atas perintah nyokap nya" kata Bagas.


"Perintah nyokap nya? Maksud nya gimana?" Salsabila benar-benar merasa sangat bingung dengan apa yang terjadi pada Aditya dan permasalahannya itu.


"Nyokap Aditya punya dendam pribadi sama nyokap bokap nya Arkana,karena gak bisa balas sama mereka akhirnya dia putusin buat balas dendam ke anak nya yaitu Arkana" Kata Bagas.


"Parahnya dia memperalat anak nya sendiri buat balasin semua dendam nya itu.Bukan balas dendam langsung ke orang tua Arka, tapi langsung ke Arkana nya"


"Tapi perasaan gue hidup Arkana damai-damai aja selama ini" ucap Salsabila.


"Itu dia.Aditya dikasih perintah buat sakitin semua orang yang deket sama Arkana atau bisa dibilang orang yang paling Arka cintai selain nyokap bokap nya.Masuk akal juga,beberapa tahun lalu Lily meninggal karena tabrak lari yang udah di rencanain sama Aditya"


"Salah satu anggota geng COZTRA,orang yang paling berarti buat kita juga meninggal karena ulah Aditya sama temen-temen nya yang lain.Belum lagi lo Aneska,Lo salah satu jalur nyokap nya Aditya buat balasin dendam nya" lanjut Bagas.


"Tapi kenapa Faranisa juga jadi korban?Dia kan benci sama Arkana sebelumnya,belum lagi masih banyak korban-korban lain yang sama sekali gak bersangkutan sama Arka" kata Aneska.


"Tapi kenapa kalian bisa tau semuanya?" tanya Salsabila curiga.


"Kemarin kita ke kantor polisi buat tanya,Aditya dan nyokap nya juga udah akuin semuanya".


"Pertanyaan terpenting gue sekarang,Arkana kemana?" Aneska mulai kesal karena pertanyaan nya sejak tadi tak kunjung di jawab oleh Bagas maupun yang lainnya.


"Menurut Lo kemana?" tanya Galen. "Arka sama yang lainnya lagi hadapin mereka"


"Apa??!!!" wanita itu langsung membelalakkan mata dan beranjak dari tempat duduknya. "Tapi mereka bawa senjata tajam,banyak banget"


"Mereka udah biasa hadapin yang kayak gitu" ucap Salsabila.


"Gak bisa, gue harus cegah!"


"Apa yang mau Lo lakuin?Kalau Lo pergi ke sana cuma bisa memperkeruh suasana.Mereka tau kalau lo Deket sama dia dan akhirnya Lo bakal di jadiin alat sama mereka buat Arkana serta yang lainnya tunduk sama geng sialan itu!" ucap Galen dengan tegas.


"Tapi kalau Arka kenapa-kenapa gimana?"


"Ini bukan yang pertama kalinya Nes,Lo gak usah khawatir"


"Sialnya kita gak bikin dia mati" gumam salah satu dari mereka.


"maksudnya?" tanya Salsabila.


"Tadi siang kita datang ke markasnya buat serang mereka,tapi sialnya salah satu dari mereka gak mati tapi kritis"


"Terus kenapa kalian diem disini?" Salsabila terus memberikan pertanyaan kepada mereka dengan raut wajah sinis nya.


"Menurut kalian?" tanya Bagas. "Mau nya sih gue ikut ngehajar mereka,tapi sialnya Arkana suruh kita buat cari lo berdua karena takut mereka temuin kalian duluan" gerutu Bagas kesal.Detik itu Bagas mulai menunjukkan sifat jenaka nya kembali setelah beberapa menit dengan sikap gagah nya.


Sementara di sekitar halaman sekolah semuanya tampak kacau.Tanaman-tanaman rusak,batu dan pecahan kaca yang berserakan dimana-mana.Gerbang sekolah pun tampak hancur,tapi geng COZTRA berhasil menjadi tameng agar mereka tidak memasuki halaman sekolah mereka.


Banyak korban luka-luka, beruntung nya tidak melibatkan nyawa.Bercak darah menetes dimana-mana,di pakaian serta senjata tajam yang mereka bawa.


Geng COZTRA sama sekali tidak mengandalkan senjata,bukan karena tidak mampu tapi mereka melihat kondisi dimana mereka sedang bertarung saat ini.Belum lagi mereka juga mempertimbangkan risiko agar hukuman yang mereka dapatkan tidak terlalu berat seperti geng lawan.


Arkana mendapati luka sayat dibagian pipi dan lengannya,tetapi ia terus menghajar habis-habisan satu demi satu diantara mereka.Rafael yang sudah mempunyai luka lebam di dahi serta bibirnya,dan Rizan yang terus bertarung dengan cara lucu namun mematikan.


"Lo gak tau kalau gue dikasih kelebihan sama Allah yaitu tulang tengkorak lima lapis?Mati Lo sekarang anjing!" gerutu Rizan yang sudah terlihat sangat gemas ingin memangsa lawannya.


"Buruan syahadat aja Lo" ucap Rizan lagi.


Seluruh siswa di dalam gedung sekolah hanya bisa menatap keluar sana dengan perasaan cemasnya,sementara para guru yang sejak tadi terus berusaha untuk menghubungi pihak kepolisian agar bisa segera datang sebelum pertempuran tersebut memakan korban jiwa.


Semua siswa dan guru berteriak histeris saat melihat seseorang yang berhasil menusuk bagian perut Arkana dengan pisau kecil yang begitu mengkilat.Namun mereka salah,Arkana berhasil menghadang pisau tersebut dengan tangan kanannya hingga mengeluarkan banyak darah.


Wajah Arkana mulai pucat saat pria tersebut terus menekankan pisau pada lengan Arka.Mati-matian Arkana berusaha agar ia tidak pingsan di situasi yang belum terkendali atau dirinya akan mati ditangan mereka.


Terdengar suara khas mobil polusi dan sirine ambulan yang berjalan semakin mendekat ke wilayah SMA GAMA.Sontak para anggota geng Scary langsung berlarian kesana kemari untuk melarikan diri dari kejaran polisi.


Arkana langsung bertekuk lutut saat pria tersebut mencabut pisaunya dengan kasar.Tubuh nya mulai melemas karena luka nya yang mengeluarkan banyak darah.


Arkana terkapar pingsan di tempat,sontak Rafael dan teman-temannya yang lain langsung memasukkan Arka ke dalam mobil ambulan dengan dibantu oleh tenaga medis.


Aneska serta yang lainnya mendengar suara keramaian mobil polisi dan ambulan yang saling bersahut-sahutan,ditambah lagi dengan suara gerungan beberapa motor yang membuat suasana tampak semakin menegangkan.


"Kok ada suara mobil polisi?" tanya Aneska.


"Kayaknya pertempuran udah selesai,biar gue cek dulu" Galen langsung berlari cepat menuju depan gang untuk melihat kondisi di halaman sekolah.Ia melihat semuanya tampak berantakan,dengan cepat laki-laki itu kembali menuju warung untuk memberikan informasi kepada teman-temannya.