I Love Everything In You

I Love Everything In You
Episode 74



Di hari Minggu yang cerah itu Aneska masih berada dalam kurungan selimut nya dengan suasana kamar yang gelap serta sinar matahari yang berusaha untuk menembus masuk ke dalam.Rumah nya begitu tenang,hanya terdengar suara jam dinding yang terus berjalan detik ke detik.


Tiba-tiba suara klakson mobil terdengar sangat jelas hingga membuatnya langsung terbangun dan berdiri tanpa membuka mata terlebih dahulu.Tentu saja Aneska langsung terjatuh ke lantai dengan selimut yang masih melilit tubuhnya.


Suara klakson mobil itu masih belum berhenti juga karena tidak ada orang yang membuka pagar rumahnya.Dengan kondisi masih setengah sadar,Aneska bergerak merangkak menuju balkon kamarnya untuk melihat siapa yang datang.


Ternyata itu adalah ulah Salsabila yang datang bersama Divia dengan mobil terpisah.Tentu saja ia merasa kesal,lalu dirinya langsung pergi untuk membasuh muka lalu turun ke lantai satu untuk membuka pagar dengan masih memakai setelan baju tidur.


"Lama banget" cetus Salsabila yang mengeluarkan kepalanya melalui kaca mobil.


"Mau ngapain si pagi-pagi?" tanya Aneska dengan bibir yang mengerucut sambil berusaha untuk membuka kunci pagar tersebut.


"Masih pagi apanya?Ini udah jam 10 tau!" teriak Divia.Setelah terbuka,mereka langsung masuk ke dalam dan duduk di sofa seperti tuan rumah.


"Kalian mau ngapain?" tanya Aneska.


"Lo lupa ya?Kita ada tugas kelompok kimia,mata pelajaran nya besok loh" kata Divia.


"Hah,serius?Kok gue gatau?" tanya Aneska terkejut


"Ya Bu nindi ngomong nya dadakan sih kemarin,itu juga kasih tau nya di grup kelas.Emang Lo gak liat grup?" tanya Divia.


"Engga,grup kelas gue bisukan soalnya"


"Dih sama,tos dulu" ucap Salsabila sambil mengulurkan tangannya.


"Yaudah gue mandi dulu ya,kalian ngapain kek disini asal jangan berantakin" pergi menuju kamarnya untuk bersiap-siap.


30 menit kemudian Aneska kembali menemui kedua temannya itu,mereka terlihat sedang merebahkan tubuhnya di sofa karena kesal menunggu Aneska yang begitu lama.


"Mandi apa tidur?" tanya Salsabila.


"Biasanya dia mandi emang lama" ucap Divia.


"Cuma bertiga?" tanya Aneska.


"Iya,satu kelompok cuma 3 orang"


"Yaudah ayo kita mulai,biar cepet selesai juga Jadi habis itu kita bisa santai-santai" Aneska langsung membuka laptopnya.


Mereka berhasil menyelesaikan tugas dengan hanya memakan waktu sebanyak 2 jam.Aneska sibuk mencari materi di internet,Salsabila sibuk menulis hasil pencarian, sementara Divia hanya bersantai-santai da tidak melakukan pekerjaan apapun.


"Gue pastiin nilai lo dibawah 80 ya" Ical Salsabila dengan wajah datarnya.


"Dih kok gitu"


"Ya orang lo gak kerja apa-apa,gak usah nawar.Mau nilai gede tapi gak mau usaha" ketusnya.Jika dalam urusan ketus dan tegas Salsabila memang jagonya,tetapi di samping itu ia hanya bercanda dan juga memiliki sikap yang sama dengan siswa lain yaitu masih sering bermalas-malasan,bahkan sesekali sempat masuk ruang konseling karena suatu kasus ringan seperti ketahuan merokok di area sekolah dan bertengkar dengan adik kelas yang tidak mempunyai sopan santun.


"Masih ada waktu nih buat main,kalian mau gak?" tanya Aneska.


"Main,kemana?" tanya Divia.


"Gue tau,main kemana aja yang penting main.Ayo buruan pake mobil gue aja" ucap Salsabila.


Mereka pergi menggunakan mobil Salsabila,tempat yang mereka pilih adalah mall terdekat yang sering di datangi oleh Salsabila dan mama nya.


Sebelumnya Salsabila tidak pernah atau jarang bergaul dengan Aneska,mereka hanya saling mengenal baik saja.Tetapi karena belakangan ini mereka sering bertemu,akhirnya mulai terlihat kedekatan mereka bertiga yang sudah dikatakan sebagai sahabat.


"Mau kemana dulu nih?" tanya Salsabila saat mereka sudah memasuki area mall.


"Gue pengen nonton" ucap Aneska.


"Gue pengen main game" kata Divia.


"Gue pengen shopping" kata Salsabila.


"Oke"


Mereka terlihat seperti anak kecil yang hendak bermain.Setelah itu hal pertama yang akan dilakukan adalah menonton film,kedua belanja,ketiga bermain,dan yang terlahir makan bersama.


Mereka menonton film dengan genre romantis dan komedi,setelah film berakhir mereka langsung menuju lantai dua untuk belanja segala kebutuhan mulai dari pakaian maupun makanan.


"Gimana kalau kita saling pilihin baju?" Divia memberikan saran.


"Maksudnya?" tanya Aneska.


"Jadi gini gue pilihin baju buat Salsa,salsa pilih baju buat Anes,dan lo pilih baju buat gue Nes"


"Ribet banget,kenapa gak langsung pilih masing-masing aja sih?" tanya Aneska.


"Seru juga tuh,udah gak apa-apa ayo kayak gitu aja.Kapan lagi ya kan" tanpa berlama-lama Salsabila langsung memutar arah dan bergegas mencari setelan yang cocok untuk digunakan oleh Aneska. "Oh iya,kalau bisa dress buat party aja ya"


"Loh kok gitu?" tanya Divia.


"Tiga hari lagi gue mau adain birthday party soalnya" ucap Salsabila sambil tersipu malu.


"Dih,cie ulang tahun.Yang ke berapa?19 tahun ya?" tanya Aneska.


"Enak aj!Gue gak setua itu!18 tahun!!!" seru nya.


"Dih tua" celetuk Aneska.


"Berapa tahun Lo?"


"17 lah,bulan depan 18"


"Gak beda jauh bego" ucap Salsabila dengan kesal dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


Salsabila memberikan dress berwarna merah yang terlihat begitu seksi dengan bagian dada yang sangat terbuka serta memperlihatkan kaki yang jenjang sampai ke bagian paha. "Lo gila ya?Yakali gue pake ginian, bisa-bisa gue di seret Arka tau gak kalau dia liat gue pake baju haram kayak gini" ucap Aneska sambil melemparkan dress tersebut kepada Salsabila.


"Ih norak,ini bagus tau.Merah berani" ucap Salsabila menggoda.


"Taro lagi gak?"


"Iya iya,yaelah"


...•••...


Mereka sudah selesai makan malam,begitu juga dengan Aneska yang sudah berganti pakaian dengan setelan yang diberikan oleh Salsabila tadi. "Katanya cuma dress,kenapa Lo beliin gue ini juga?" tanya Aneska sambil menikmati makanan ringannya di mobil.


"Gak apa-apa,gue pengen liat aja kalau Lo pake itu.Ngomong-ngomong nih ya,mending lu ubah style lo di sekolah juga biar jadi Aneska yang beda gitu loh" ucap Salsabila sambil fokus mengendarai mobil.


"Ubah gimana?Style sekolah kan cuma gitu-gitu aja,Harus pake apalagi gue?"


"Udah tenang aja,gue yang siapin semua Besok pagi banget gue Dateng ke rumah lo buat bawa apapun yang lo butuhin"


"Gak usah macem deh"


"Udah diem aja,gue liat di sekolah lo itu gak ada famous nya sama sekali.Padahal lo itu cantik, pinter,pacar nya Arkana lagi kenapa gak digunakan semua itu Aneska?" tanya Salsabila.


"Gak ngerti lagi deh gue sama lo" ucap Aneska kesal. "Terserah deh mau ngapain kek,gak peduli".


...•••...



... ...