I Love Everything In You

I Love Everything In You
Episode 40



Malam kedua orang tua Aneska sedang tidak berada di rumah karena harus pergi menjenguk saudaranya yang sedang sakit. "Mau minum teh di dalem?Tapi gak ada siapa-siapa"


"Mamah sama papah kamu kemana?" tanya. Arkana.


"Mereka pergi buat jenguk saudara yang lagi sakit".


"Kalau gitu gak usah"


"Apanya yang gak usah?" tanya Aneska.


"Minum teh"


"Kenapa emang?" tanya Aneska lagi.


"Kan gak ada orang selain kita berdua di dalem,kalau aku khilaf gimana?Apa kamu mau jadi mamah muda?" tanya Arkana.


"Ih!Ngaco,gak mau lah"


"Yaudah,aku pulang dulu ya"


"Iya" ucap Aneska sambil tersenyum manis.


"Ih coba-coba senyum sekali lagi" pinta Arkana.


Seketika wajah Aneska langsung berubah menjadi masam. "Nggak mau"


"Besok aku jemput ya.Jangan kesiangan bangun nya" kata Arakan. "Denger gak?"


"Iya denger"


"Yaudah kalau gitu,aku pulang.Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


...•••...


Di perjalanan pulang, seseorang menghalangi jalan Arkana hingga ia terpaksa harus memberhentikan motor nya.Arkana fikir orang itu akan mencari masalah dengannya,namun ternyata laki-laki itu adalah Gio.


"Ngapain Lo?Mau berantem?" tanya Arkana yang langsung turun dari motornya.


"Berantem terus,sesekali ngopi bisa kali"


Arkana merasa bahwa Gio memang tidak berniat untuk berkelahi dengannya,maka mereka memutuskan untuk singgah di taman untuk menikmati kopi hangat di malam hari.


"Gak mungkin Lo berhentiin gue kalau cuma alasan ngajak ngopi doang" kata Arkana.


"Maksud Lo?"


"Pasti ada niat jelek kan?"


"Negatif thinking terus lo sama gue,gak sengaja gue liat lo tadi ya makanya gue berhenti buat nyapa Lo" kata Gio. "Btw lo dari mana?"


"Ngapain Lo nanya-nanya?Kepo"


"Ya heran aja,biasanya kalau habis dari markas gak mungkin pake setelan kayak gini" ucap Gio sambil menatap pakaian Arkana. "Kayaknya habis nganter cewek lo ya?"


"Kalau iya ngapa?Mampu gak Lo?" tanya Arkana dengan keangkuhannya hingga membuat Gio langsung terdiam seketika.


"Siapa cewek Lo?Status nya kontrak atau ngga nih?".


"Siapa lo berani nanya-nanya?"


"Yaelah mau gimana pun dulu kita kan best friend"


"Ngga,kata siapa?" tanya Arkana sinis.


"Kata gue barusan"


"Gue heran sama Lo,Lo deket-deket sok akrab kayak gini sama gue pasti Lo bakal ngelakuin tindakan yang gak masuk akal kan?" tanya Arkana curiga.


"Astagfirullah Arkana,sumpah gue gak ada niat jelek sama Lo" ucap Gio. "Btw cewek lo Aneska ya?"


"Darimana Lo kenal dia?" tanya Arkana.


"Waktu itu Lo mabok,jadi mungkin gak inget"


"Awas lo ya kalau macem-macem sama dia,mati lo di tangan gue" ucap Arkana yang langsung pergi meninggalkan Gio.


"Yaampun apa salah gue? Padahal gue gak punya niat jahat" gerutu Gio.


...•••...


Dengan setelan gaun putihnya yang indah,Aneska berjalan menuruni tangga untuk menemui Arkana yang sudah duduk menunggu dirinya di ruang tamu. "Anes cepetan dong,kasian tuh temen kamu udah nunggu dari tadi" kata mama Aneska.


"Iya maaf"


"Yaudah kalian sarapan dulu ya,biar mama buatin nasi goreng"


"Oh,boleh Tante.Kebetulan aku belum sarapan" Arkana berbohong, sebenarnya ia sudah dijejali roti bakar yang dibuatkan oleh Erika.


"Gak,gak usah mah nanti kita terlambat gimana?" kata Aneska.


"Yang bener yang mana nih?Bikin atau jangan?" tanya mama Aneska.


"Gak tante,aku bercanda kok"


"Yaudah kalau gitu,nanti di sekolah kalian jangan lupa sarapan ya"


"Iya mah"


"Yaudah Tante kalau gitu kita pamit ya, Assalamualaikum" ucap Arkana sambil mencium tangan mama Aneska.


"Waalaikumsalam"


Setelah mereka di luar rumah,Aneska terkejut karena melihat mobil mewah terparkir di depan rumah nya. "Motor lo mana?kenapa ada mobil disini?" tanya Aneska.


"Emang lo pikir gue mau bonceng pake motor sedangkan Lo pake rok pendek kayak gini?" tanya Arkana sambil bertolak pinggang.


"Yaudah makanya,ayo cepetan masuk" Arkana membukakan pintu mobil untuk Aneska.


Di perjalanan Aneska terus membisu,matanya hanya memandang ke sepanjang jalan yang sangat ramai. "Diem terus,kamu sariawan?" tanya Arkana.


"Enak aja"


"Menghadap sini dong kita ngobrol"


"Gak mau"


"Kamu kenapa sih jutek banget sama aku?" tanya Arkana lagi.


"Lo yang kenapa?Kadang manggil aku kamu kadang lo gue,gangguan bipolar Lo ya?" tanya Aneska.


"Ya habisnya lo panggil nya Lo gue,jadi kan gue bingung" kata Arkana. "Emang lo mau gue panggil apa?"


"Ya terserah lo lah"


"Sayang?"


"Mau gue pukul dada Lo?" tanya Aneska kesal.


"Bercanda bercanda,serius Mulu nih bawaannya"


"Habisnya lo ngada-ngada,males tau gak denger kata kayak gitu"


"Awas lo ya,suatu saat gue bakal bikin lo panggil gue dengan kata sayang.Liatin aja suatu hari lo bakal klepek-klepek mati-matian minta gue halalin" ucap Arkana dengan mata yang terus menatap ke depan.


"Cih! Kepedean"


"Udah sampe nih,mau gue bukan atau buka sendiri?" tanya Arkana.


"Apanya?" tanya balik Aneska dengan wajah nya yang terlihat waspada.


"Pintu nya lah,emang Lo pikir apaan?"


"O-oh gue bisa sendi"


"Mikir apa hayo?" Arkana menggoda.


...•••...


Acara akan segera di mulai,menteri pendidikan dan para petinggi lainnya sudah menempati kursi mereka masing-masing begitu juga dengan seluruh siswa siswi dan para gurunya.Acara dibawakan oleh salah satu anggota OSIS yang lain, sementara Aditya sibuk mengurus segala keperluan acara.


"Kalian udah siap?" tanya Aditya kepada Arka dan Anes.


"Udah,emang kita tampil ke berapa?" tanya Aneska.


"Habis ini, siap-siap aja" kata Aditya. "Kalau gitu gue ke sana dulu ya,ada hal lain yang di urusin"


"Iya"


20 menit kemudian adalah giliran Arkana dan Aneska untuk tampil di atas panggung yang sangat megah tersebut.Dengan berpegangan mereka berjalan beriringan untuk naik ke atas sana dan mempersembahkan apa yang telah mereka pelajari selama beberapa Minggu lalu.


Hampir semua lampu aula dimatikan untuk kebutuhan panggung,yang tersisa hanyalah cahaya di mana Arkana dan Aneska berada.


DORR!...


Baru Lima menit Aneska membawakan nyanyian nya,sebuah peluru berhasil menembak perut wanita itu hingga ia jatuh tak berdaya.Arkana yang melihatnya langsung berlari menghampiri Aneska.Sementara para siswa,guru dan tamu undangan langsung berlari kesana kemari untuk menyelamatkan diri karena takut jika mereka ikut menjadi sasaran.


Suasana aula yang cukup gelap membuat Arkana sangat sulit untuk melihat keberadaan orang yang telah sengaja melukai Aneska.


"Lo gak apa-apa?" tanya Arkana.


"Sakit..." rintih Aneska sambil menggenggam erat perutnya.


"Nyalain lampu!!!" teriak Arkana. "Woy!nyalain lampu!!" dan tak lama lampu langsung menyala.Arkana melihat seseorang dengan wajah tertutup berjalan keluar dari aula,ia terlihat sangat mencurigakan.


Tanpa berlama-lama Arkana langsung berlari untuk mengejar orang tersebut dan memberikan nya pelajaran.


"Aneska!" ucap Rizan yang langsung naik ke atas panggung bersama Rafael dan Bagas.


"Bawa Aneska ke rumah sakit sekarang!" teriak Bu Tesa.


"Gendong-gendong!" ucap Rafael, mendengar perintah itu Rizan langsung menggendong tubuh Aneska dan membawa nya ke mobil untuk dilarikan ke rumah sakit terdekat.


"Kalian ikut sama guru-guru,biar gue yang susul Arkana" ucap Rafael yang langsung berlari mengejar Arkana.


Sementara itu Arkana sempat kehilangan jejak pria misterius tersebut,namun karena tidak mau menyerah ia langsung kembali berusaha untuk menangkapnya lagi.


BRAKKK!!


Tidak sengaja tubuh Arkana bertabrakan dengan seseorang dari arah lorong lain. "Sorry sorry gue gak sengaja" ucap Aditya.


Arkana terdiam sejenak sambil menatap wajah Adit. "Lo ngapain disini?"


"Iya Ka,gue lagi kejar orang yang sengaja tembak Aneska tadi"


"Emang lo liat orang itu?" tanya Arkana.


"Gue liat tapi ngga sama wajahnya" kata Aditya. "Kenapa lo liatin gue kayak gitu?"


"Engga,cuma aneh aja"


"Arka!" panggil Rafael. "Kenapa Lo malah lari kesini?Aneska luka parah!"


"Gue lagi cari si brengsek itu,tadi gue liat dia lari ke arah sini" kata Arkana.


"Yaudah kalau gitu gue temenin lo" kata Rafael. "Lo kenapa ada disini?" tanya nya kepada Aditya.


"Gue juga mau cari dia"


"Yaudah kalau gitu kita berpencar.Lo ke arah sana,biar gue sama Arka ke arah sana"


"Oke"