
Aneska hanya bisa bersujud syukur saat dirinya dinyatakan sembuh total baik dari luka-luka maupun amnesia nya.Mereka hanya tersenyum saat melihat tingkah bahagia Aneska,tetapi berbeda dengan Rizan yang terus mengomentari setiap gerak-gerik wanita itu.
"Sujud syukur,habis dapet gelar sarjana Lo?" tanya Rizan.Aneska yang sedang khusyuk dalam sujud nya langsung bangkit kembali dengan wajah kesal.
"Komentar Mulu lo dari kemarin-kemarin!Kenapa si?Perkara kulit apel?" tanya Aneska sambil menarik kerah baju laki-laki tersebut.
"Udah udah,ribut terus" ucap Erika sambil tersenyum kecil.
"Mau aku wakilin buat tampar muka dia?' tanya Arkana.
"Arggghh cukup cukup!Beda cerita kalau lo yang tampar, bisa-bisa rontok semua gigi gue"
"Udah kenapa jadi berdiri disini,ayo masuk" ajak Bintang.
...•••...
Tiga minggu sejak Aditya dan mama nya masuk dalam jeruji besi.Arkana memutuskan untuk datang menemui narapidana hukuman mati tersebut,bukan karena rasa iba melainkan hanya ingin menyapa di hari-hari terakhir kehidupan pria tersebut.
Arkana sudah duduk di kursi kunjungan untuk menunggu kedatangan Aditya.Laki-laki itu akhirnya muncul dengan penampilan khas seorang narapidana dan juga wajahnya yang terlihat begitu tidak karuan.
"Bagus lo datang,gue udah cukup bosen kalau harus lama-lama di ruangan sempit itu", ucap Aditya dengan sikapnya yang masih terlihat sangat angkuh.
"Ya,sabar aja.Rasa bosen lo akan hilang beberapa hari lagi,jadi tunggu aja waktunya"
"Ngapain lo dateng kesini?Lo mau ejek gue?Atau mau buktiin kalau Lo udah menang? tanya Aditya.
"Gak,gak usah kepedean dulu.Tujuan gue datang kesini cuma mau sapa dan liat kondisi Lo.Ternyata kondisi Lo lebih baik daripada sebelumnya,baju ini juga pas banget di badan lo,jadi keliatan lebih tampan"
"Pergi kalau gak ada kepentingan lain"
"Sekarang gue serius" ucap Arkana yang mulai memposisikan tubuhnya menjadi sangat normal lalu mendekatkan wajahnya ke kaca pembatas diantara mereka.
"Seharusnya gue temuin dan bunuh lo lebih dulu,tapi ternyata Tuhan masih berpihak sama gue biar hukum yang bunuh lo.Bagus,Aneska udah sehat lagi dan gue gak perlu repot-repot susun rencana buat bunuh Lo" kata Arkana.
"Haha! Seharusnya Aneska mati biar lo bisa bunuh gue lebih dulu,maka semuanya bakal jadi berbeda"
"Beruntungnya hayalan lo itu bukan kenyataan,setelah mati nanti jangan lupa temuin semua korban lo,terutama Lo Haris minta maaf sama Lily.Oh salah,Lo gak akan ketemu mereka karena lo mampir dulu ke neraka"
Senyuman yang terukir di bibir Aditya langsung memudar saat mendengar kalimat terakhir yang Arkana sampaikan.
"Oke,waktu jam besuk masih ada 30 menit lagi.Tapi gue udah gak butuh,jaga diri lo semoga hukuman matinya berjalan dengan lancar" Arkana langsung berjalan keluar ruangan meninggalkan Aditya yang masih terdiam dengan amarahnya yang meledak-ledak.
...•••...
Rasa bahagia yang begitu besar di rasakan Aneska saat dirinya bisa kembali lagi ke sekolah.Seluruh siswa dan guru di SMA GAMA benar-benar tidak menyangka bahwa siswa laki-laki kebanggaan mereka ternyata memiliki latar belakang yang sangat buruk.
Arkana meminta kepada teman-temannya serta siapapun yang mengetahui peristiwa Aneska untuk menutup mulut dan tidak menyebarluaskan informasi tersebut.
Lagi-lagi hari itu Arkana tidak masuk sekolah,begitu juga dengan kedua sahabatnya serta anggota geng yang berada di kelas lain.Tentu Aneska tidak marah karena Arkana sudah memberitahu nya terlebih dahulu.
"Malam ini lo nginep di rumah gue kan?" tanya Aneska saat mereka sedang berjalan menuju gerbang sekolah saat jam pelajaran telah usai.
"Iya,tapi gue pulang dulu ya.Mau ganti baju dulu soalnya"
"Yaudah"
"Lo langsung pulang kan?" tanya Divia.
"Iya lah,mau kemana lagi?"
"Yakin?" tanya Divia dengan wajah nya yang terlihat mencurigakan.
"Yakin,Lo kenapa sih?"
"Tuh liat siapa disana"
Divia menunjuk seseorang yang sedang menunggu Aneska di gerbang sekolah.Seketika wajah Aneska menjadi berbinar-binar dengan senyuman manis di bibirnya.
"Ciaelah senyum-senyum" goda Divia. "Jadi langsung pulang gak nih?"
"Gak tau"
"Heran gue,giliran sekolah gak masuk tapi jemput cewek nya bisa"
"Udah ah,ngoceh Mulu lo.Gue duluan ya" ucap Aneska.
"Yaudah nanti gue tunggu dirumah Lo"
"Dadah!"
Aneska langsung berlari menghampiri Arkana yang sedang duduk menunggu Aneska di atas motornya.Laki-laki itu benar-benar sangat terlihat tampan saat mengenakan jaketnya yang berwarna hitam serta celana jeans dengan sobekan di bagian lututnya.
"Aku gak tau kalau kamu jemput" ucap Aneska.
"Tapi sekarang udah tau kan?" tanya Arkana,wanita itu hanya tertawa kecil.
"Ayo" Arkana memberikan helm kepada Aneska.
"Kemana?" tanya wanita itu.
"Pulang lah,habis mau kemana lagi?" Sontak wajah antusias Aneska perlahan langsung memudar ketika mendengar pertanyaan laki-laki tersebut.
"Kirain mau ajak main dulu kemana gitu"
"Udah lupain,ayo pulang" ucapnya dengan wajah masam dan langsung menaiki motor tersebut tanpa berpegangan pada Arkana.
"Pegangan nanti jatuh"
"Gak akan"
"Yaudah ayo kita main dulu,mau kemana hm?"
"Beneran?Beneran kan?" tanya Aneska antusias.
"Iya"
"Terserah kemanapun yang penting main" dengan cepat Aneska langsung memeluk erat tubuh Arkana dan meletakkan dagu nya di bahu tegap laki-laki tersebut.
...•••...
"Gak apa-apa kan makan disini?" tanya Arkana.
"Gak apa-apa"
"Pak,pesen bakso satu sama..kamu mau apa?" tanya Arkana lagi kepada Aneska.
"Aku mau mie ayam"
"Mie ayam nya satu,GPL ya pak" ucap Arkana.
"GPL apa dek?" tanya tukang bakso tersebut.
"Gak pake lama"
"Oh iya siap siap"
Aneska sangat menikmati mie ayam pesanan nya.Mereka saling terdiam beberapa saat sampai makanan habis.Namun Aneska langsung tersedak saat mendengar perkataan yang Arkana sampaikan kepadanya.
"Menikah sama aku" Aneska langsung mengambil segelas air lalu terdiam seribu bahasa dengan sisa makanan yang masih berada di dalam mulutnya.
"Apa maksud kamu?Kita masih sekolah" bisik Aneska dengan mata yang terus melirik kesana kemari karena takut jika ada orang yang mendengarkan pembicaraan mereka.
"Emang kamu gak mau nikah sama aku?" tanya Arkana lagi.
"Gak lah,Kita masih sekolah yang belum cukup umur" ucap Aneska tersenyum kikuk.
"Kalau udah lulus?Mau?" seketika senyuman kecil terlihat di wajah Aneska. "Mau gak?"
"Kalau gak mau,kamu mau apa?" tanya Aneska.
"Aku paksa biar kamu mau,yakali dibiarin aja"
"Yaudah kalau gitu aku mau" mereka tertawa secara bersamaan.
"Jangan pacaran sama laki-laki lain,kamu harus tetap melajang sampai aku nikahin kamu nanti" kata Arkana.
"Kalau aku pacaran sama orang lain terus nikah nya sama kamu gimana?Bisa kan?"
"Aku ajak berantem laki-laki itu biar putusin kamu"
"Cih" gumam Aneska. "Jodohkan gak ada yang tau,kalau kita gak berjodoh gimana?Kamu bisa apa?"
"Kalau gak berjodoh,aku terus berdoa sama Allah supaya kita jadi berjodoh"
"Pemaksaan itu namanya"
"Lah,makanan kamu udah habis aja?" tanya Arkana bingung saat melihat mie di mangkuk Aneska sudah habis total.
"Kalau masalah mie aku jagonya"
"Mau nambah?"
"Nggak"
"Yaudah kalau gitu kita pergi sekarang" kata Arkana.
"Habisin aja dulu"
"Gak apa-apa udah kenyang"
"Yaudah kalau gitu".
Hari itu mereka benar-benar menghabiskan waktu bersama hingga larut malam.Setelah mengisi perut dengan semangkuk bakso dan mie ayam,Arkana mengajak Aneska pergi ke pameran malam untuk menaiki beberapa wahana permainan serta membeli berbagai macam makanan.
Sesederhana itu cara mereka mendapatkan kebahagiaan meskipun terlahir dari keluarga yang bergelimang harta.
...•••...
**HAI KAK!
JIKA BERKENAN SILAHKAN MAMPIR KE CERITA AKU YANG BERJUDUL: MR.ARION**
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA, TERIMAKASIH BANYAK💜