I Love Everything In You

I Love Everything In You
Episode 32



Di hari libur,Aneska ingin menghabiskan waktu nya dengan pergi sendiri mengunjungi beberapa tempat di Jakarta.Karena me time sangat menyenangkan baginya.


Dengan berpakaian simpel namun sopan,Aneska pergi mengunjungi salah satu mall terbesar disana dengan menaiki mobilnya sendiri.Suasana rumah sangat sepi karena ketidakhadiran ayahnya yang berada di luar kota.


Setelah selesai menonton film dan makan siang,tidak sengaja Aneska bertemu dengan Arkana yang sedang duduk disana. "Loh,Arka.O ngapain di sini?" tanya Aneska.


"Lo juga ngapain disini? Sendirian lagi.Katanya mau maraton Drakor?" tanya balik Arkana yang langsung beranjak dari duduknya.


"Itu,cuma alesan" ia memalingkan wajahnya karena gugup. "Oh iya,soal ajakan Lo semalam.Kayaknya gue bis-"


"Sorry ya lam-a.Aneska?Lo ngapain disini?" Tanya Divia yang memotong pembicaraan Aneska.


"Divia,lo sendiri ngapain disini?" tanya balik Aneska.Divia hanya menatap wajah Arkana sambil tersipu malu karena tidak tahu harus berkata apa.


Aneska yang melihat tingkah Divia langsung merubah ekspresi wajahnya karena mengerti, ia mengira bahwa Arkana sedang mempermainkan hati keduanya.Apalagi Aneska tahu betul kalau Divia sangat menyukai Arkana.


"A-aa,iya.Kalian lagi jalan bareng" ucap Aneska sambil tersenyum palsu.


"Nes-"


"Lo mau pergi bareng kita?" tanya Divia yang lagi-lagi memotong perkataan Arkana.


"Oh nggak,gue bawa mobil kok" Aneska tersenyum manis kepada Divia tetapi menatap tajam ke arah Arkana dengan mata elang nya yang terlihat sangat kesal.


"Kalau gitu gue duluan ya"


"Loh baru juga ketemu" kata Divia.


"Tadi lo mau ngomong apa?" tanya Arkana.


"Apa?Gue gak ngomong apa-apa kok.Yaudah,gue duluan ya"


"Hati-hati ya Nes,daah!"


"Dadah" setelah melambaikan tangan,Aneska langsung menatap wajah Arkana dengan ekspresi datar lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


"Udah mau sore nih,pulang aja gimana?" tanya Arkana kepada Divia.


"Loh kok pulang,baru juga jam berapa?"


"Waktu lo lagi di toilet,bokap gue telfon.Katanya gue disuruh datang ke kantor sekarang juga" kata Arkana.


"Tiba-tiba banget"


"Bokap gue galak,Lo mau kena imbasnya kalau gue terlambat?" tanya Arkana yang mulai menakut-nakuti Divia.


"Dih,gak mau lah.Lo marah aja nakutin apalagi bokap lo".


"Yaudah kalau gitu..." Arkana langsung berjalan untuk mencari taxi yang melintas,setelah dapat ia langsung memberhentikan nya dan menarik lengan Divia agar wanita itu segera masuk ke dalam sana. "Lo harus pulang naik taxi"


"Gak dianterin nih?" tanya Divia.


"Ini masih siang, lagi pula lo mau diomelin bokap gue?"


"Ngga ngga!" jawabnya cepat.


"Yaudah,ongkos ada kan?"


"Ada kok.Yaudah kalau gitu lo hati-hati ya,nanti kalau udah sampe langsung kabarin gue!"


"Hemmmm"


Setelah mobil taxi itu pergi meninggalkannya,Arkana langsung berlari menuju motor yang sedang terparkir.Dengan cepat ia langsung menyusul Aneska yang sudah pergi mengendarai mobilnya sejak tadi.


...•••...


"Cih!Apa maksud dia?Dia mau buat gue sama Divia jadi korban selanjutnya?Atau dia mau rusak persahabatan gue sama Divi?" ucap Aneska yang terlihat sangat kesal.


Mobilnya melaju dengan kecepatan normal meskipun kondisi jalan sangat sepi.Tiba-tiba seseorang menyetarakan kecepatan motornya dan mengetuk kaca mobil Erika.


Tentu ia terkejut,namun Aneska langsung memutar kedua bola matanya saat mengetahui bahwa pria tersebut adalah Arkana. "Mau ngapain lagi si nih orang?"


"Berhenti dulu!" teriak Arkana.


"Bodo amat gak denger" bisiknya.


Karena cukup kesal,Arkana langsung menambah kecepatan motornya dan berhenti tepat di depan mobil Aneska hingga menghalangi jalannya.


"Mau ngapain sih yaampun" gerutu Aneska kesal.Arkana langsung melepas helm nya dan berlari menuju pintu mobil Aneska.


"Mau ngapain sih?Norak tau gak!" ucap Aneska kesal.


"Lo kenapa pergi gitu aja?"


"Biasanya juga lo selalu kemana-mana bareng Divia,kenapa hari ini keliatan kayak menghindar?" tanya Arkana lagi.


"Ya karena gue capek,mau pulang terus istirahat" kata Aneska. "Ngomong-ngomong,Divia mana?Kok gak bareng Lo?"


"Udah pulang naik taxi"


"Kenapa gak Lo anter pulang?" Aneska mulai berbicara dengan nada tinggi.


"Ya karena gue mau nyusul Lo"


"Lo gila ya?"


"Nggak,gue waras.Waras banget" ucap Arkana.


"Terus kenapa lo malah biarin Divia pulang naik Taxi?Sebagai laki-laki yang udah pergi bareng dia,kenapa gak lo anter pulang?"


"Ya karena gue terdesak mau nyusul Lo"


"Gue sebagai sahabat nya marah banget karena Lo gak anter dia pulang sampai ke depan rumahnya"


"Lupain, barusan lo mau ngomong apa sama gue?" tanya Arkana sambil bertolak pinggang dan berjalan mendekati Aneska.


"Barusan?Kapan?"


"Tadi,bahas soal ajakan semalam"


"I-itu,ya gue mau bilang kalau soal ajakan semalam gue gak bisa keluar bareng lo karena gue mau maraton Drakor"


"Bohong"


"Serius"


"Lo bohong"


"Tau dari mana gue bohong?" tanya Aneska.


"Tau aja"


"Kenapa dia selalu tau sih kalo gue lagi bohong" gumam Aneska.


"Jujur sama gue kenapa?"


"Gue cuma kesel aja sama Lo"


"Kenapa?"


"Gue gak habis pikir sama lo,siang nya Lo ajak Divia buat jalan sama Lo dan malam nya Lo ajak gue buat jalan sama Lo juga.Lo gak lagi permainin kita berdua kan?" tanya Aneska curiga.


"Dukun Lo?"


"Gue serius"


"Itu nama nya friendly" kata Arkana.


"Friendly sama playboy beda tipis" kata Aneska. "Meskipun gue gak ada rasa suka sedikitpun sama lo tapi tetep aja lo gak bisa kayak gini karena Divia suka sama Lo"


"Friendly ke banyak perempuan sama playboy itu beda"


"Kalau gitu kasih tau gue apa perbedaan nya?" tanya Aneska.


"Friendly lebih kayak bersahabat atau berteman baik sedangkan playboy itu ngedeketin terus ninggalin banyak perempuan,setau gue sih" ucap Arkana sambil tersenyum.


"Tapi laki-laki sama perempuan gak bisa bersahabat ataupun berteman baik,pasti diantara mereka akan ada yang menyukai secara sepihak"


"Lo suka sama gue?"


"Ngga"


"Terus kenapa lo ngomong kayak gitu?"


"Karena gue gak suka aja kalau lo deketin Divia,bukan karena gue cemburu tapi gue gak mau kalau sahabat gue bakal jadi korban lo juga"


"Oke.Tapi kalau masalah laki-laki dan perempuan gak bisa berteman baik karena diantara mereka pasti ada yang suka secara satu pihak,berarti artinya lo suka sama gue?" tanya Arkana lagi.


"Engga"


"Udah ngaku aja,lagi ngasih kode-kode kan Lo" ucap Arkana sambil menjahili Anes. "Udah gak usah ngeles,Gue udah hatam kalau masalah kode-kodean"


"Kan gue bilang gak bisa berteman baik,emang kita bersahabat atau berteman baik?" pertanyaan Aneska membuat ekspresi wajah Arkana langsung berubah drastis menjadi lebih layu karena tidak bisa berkutik lagi.


"Udah kan?Intinya jauhin Divia karena gue gak mau kalau lo sakitin hatinya" Aneska langsung masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Arkana yang masih berdiam diri di tempatnya.