
Di Tempat Arturia dan Jeanne
BBOOM
Seorang Malaikat Jatuh langsung terpukul mundur akibat terkena tebasan cahaya Emas dari Arturia. Tebasan itu juga membelah Daratan sekitarnya karena saking kuatnya. Dan Tidak hanya itu, Jeanne juga Membuat Malaikat Jatuh itu mengalami luka yang parah dengan menggunakan Noble Phantasm yang berbentuk bendera yaitu Luminosité Eternelle - God is Here With Me.
Tetapi, tidak lama kemudian setelah melakukan Pertarungan 2 Vs 1. Arturia langsung angkat bicara.
"Aku ingin melawannya sendiri."
"Eh?"
"Aku ingin melawannya sendiri. Sebagai seorang Kesatria, aku tidak terlalu suka mengkeroyok orang. Apakah kau keberatan?" Ucap Arturia.
"Te - tentu. Aku tidak keberatan sama sekali Arturia - san.." ucap Jeanne.
Ia mengerti dengan perasaan Arturia. Selain itu, Arturia adalah satu - satunya Servent terkuat selain Gilgamesh karena memiliki Excalibur.
"Kalau begitu, aku akan memperhatikannya dari belakang."
Jeanne mundur beberapa langkah dan hanya melihatnya dengan serius. Ia yakin 100% kemenangan akan Berpihak pada Arturia Pendragon. Meski ada Puluhan Malaikat Jatuh pun, Arturia saja sudah cukup untuk mengatasi semua Malaikat Jatuh itu.
Arturia yang melihat Jeanne mengangguk kemudian menoleh ke arah Malaikat Jatuh tersebut dengan Tajam. Dapat dilihat kalo malaikat jatuh itu sudah babak belur dan mengalami luka yang lumayan parah karena terkena Tebasan Suci dari Arturia dan Serangan Fisik yang kuat dari Jeanne.
Malaikat jatuh yang melihat Jeanne menjauh mulai menyeringai. Ia pikir kalo ia melawan Satu orang mungkin dia memiliki kesempatan tetapi, sayangnya itu tidak akan pernah terjadi sama sekali.
"Aku peringatkan saja. Meski aku sendirian pun, aku bisa mengalahkanmu." Ucap Arturia
"Hehehe. Benarkah itu. Kalau begitu, Aku bertanya kepadamu. Apakah kau bisa menahan Serangan yang bahkan bisa Menghancurkan Satu Planet?" Ucap Malaikat Jatuh.
Arturia yang mendengar itu memikirkan sesuatu. Jika itu dirinya yang jauh mungkin ia tidak dapat menahan serangan Bertipe seperti itu karena ia hanya dalam Wujud Roh Servant yang diciptakan oleh Cawan Suci.
Tetapi, kini berbeda. Karena ia telah direinkarnasikan oleh Sieg. Meski baru 40%, namun ia dapat menggunakan Noble Phantasm dengan lebih leluasa dan menggunakan Kekuatan yang sesungguhnya dari Excalibur.
"Jika aku menginginkannya. Aku bisa melakukannya."
Malaikat jatuh mengerutkan dahinya setelah mendengar itu. Dan ia kembali menyeringai.
"Oh begitu.. kalau begitu. Aku akan memperlihatkanmu. Serangan yang bahkan bisa menghancurkan Dunia. Sacred Javellin!!"
Energi berwarna cahaya mulai berkumpul - kumpul di sekitar Malaikat Jatuh dan semakin lama, itu semakin kuat yang bahkan bisa membuat siapapun yang ada di dekatnya pingsan seketika. Kecuali Arturia dan Jeannne, meski sempat kaget tetapi raut wajah mereka tetap biasa.
"Energi sihir yang menyamai Energi dari Pedang Ea milik Raja Pahlawan.." gumam Jeanne.
Sebagai Servant Class Ruler. Ia juga memiliki banyak pengetahuan tentang Noble Phantasm Lainnya termasuk Servant milik Gilgamesh tetapi tidak semuanya ia ketahui karena Jumlah Noble Phantasm milik Gilgamesh hampir tidak terbatas.
"Kau lihat?!! Ini adalah serangan terkuat yang bahkan bisa menghancurkan dunia manapun!!"
"Serangan yang dapat menghancurkan Planet? Kalau begitu, aku juga akan sedikit memperlihatkan kekuatan dari Pedangku." Ucap Arturia.
Dia berdiri di tegak dan kelihatan menarik Nafas. Setelah melakukan itu, ia membuka kedua Kelopak matanya dan mengeluarkan Tekanan yang kuat. Mendadak Pedang Excaliburnya yang tidak terlihat itu, kini memperlihatkan wujudnya tetapi tidak dalam keadaan yang biasa karena Excalibur diselimuti oleh Energi Sihir Berwarna Emas dan dalam jumlah yang banyak.
Malaikat jatuh tidak dapat tidak terkejut melihat Energi Sihir dari Excalibur.
'Apakah itu kekuatan dari Pedangnya?! Tapi, kenapa kekuatannya bisa sebesar itu?!!' Malaikat jatuh menjadi panik melihat Jumlah Energi sihir yang manusiawi itu.
"Cih, sialan. Akan kubunuh kau!!"
Karena dilanda kepanikan. Ia pun langsung melempar Tombak Cahayanya dengan kecepatan Super. Dengan kecepatan yang seperti itu, seharusnya tidak ada yang dapat melihatnya tetapi ia tidak berlaku terhadap Arturia Pendragon yang memiliki Instinct : Radiant Road yaitu salah satu Kemampuan milik Arturia yang dapat mendeteksi Serangan, walau secepat apapun kecuali kecepatan yang melebihi cahaya.
Ini juga merupakan Kemampuan bawaan dari lahir. Dan juga dapat memberitahu kepada dirinya bahwa ada Lawan yang tidak dapat ia lawan misalnya seperti Gilgamesh. Mau berapa kalipun ia mencoba melawan Gilgamesh, pada akhirnya ia tetap akan kalah.
Arturia yang merasakan Tombak cahaya itu langsung mengangkat Pedangnya tinggi - tinggi lalu meneriakkan nama Noble Phantasmnya....
"EX....CALIBUR!!!"
Kemampuan yang sesungguhnya dari pedang Excalibur yaitu mengumpulkan Energi sihir milik Penggunanya dan melepaskannya lewat menggunakan Pedang Excalibur. Tetapi, titik serangannya hanya berada di ujung dan ini adalah tebasan yang dapat memotong segala sesuatu di area yang diterobos oleh cahayanya.
Dengan meneriakkan Nama Noble Phantasm, maka serangan terakhirpun bisa dilakukan. Dan sesuai yang dijelaskan, Pedang Excalibur mengeluakan Sinar cahaya Emas Raksasa. Hingga serangan Arturia dan Malaikat Jatuh itu saling bentrok dan saling mendorong. Tetapi, hasilnya sudah diketahui oleh Jeanne. Karena mau sebesar manapun Energi Sihir yang dikeluarkan oleh Malaikat Jatuh tetapi ia tetap tidak akan pernah menang melawan Arturia apalagi berhadapan langsung dengan Noble Phantasm miliknya..
Dan....
KAAAAAAABOOOOOM
Sinar cahaya Emas Raksasa Arturia berhasil meniadakan Tombak cahaya milik malaikat jatuh. Dan serangan tersebut terus melurus ke arah Malaikat jatuh. Karena terlalu cepat, maka Malaikat Jatuh itu pun langsung terkena telak. Ya, setelah terkena serangan itu siapapun tidak akan pernah dapat selamat atau bisa diartikan MATI.
"AAAAAAHHHHHH"
DUAAARRRR
Ledakan yang menyamai Ledakan Nuklir itu mengguncang Gunung Dunia bahkan Rimuru dan yang lainnya merasakannya dengan jelas guncangan tersebut.
...************** ...
"Sudah berakhir. Arturia - san." Ucap Jeanne yang mengampiri Arturia.
"Ya.. begitu lah..." tubuh Arturia langsung terjatuh dan dengan cepat Jeanne menyambutnya.
Jeanne mengerti dengan Kondisi Arturia sekarang. Kalau dalam wujud Roh Servantnya, Arturia sudah mati setelah menggunakan Noble Phantasmnya seperti itu (Bagi yang Nonton Di Fate Stay Night : UBW Episode 24). Karena terlalu menggunakan Banyak Jumlah Energi Sihir atau MP yang tidak dapat ditampung oleh tubuhnya.
Tetapi, karena sekarang sudah memakai Tubuh Manusia. Jadi Arturia tidak akan mati lagi. Namun, tetap memiliki Efek samping seperti ini. Jika ia direinkarnasikan sepenuhnya 100%, maka ia dapat menggunakan Pedang Excalibur ratusan kali tanpa masalah. Sangat OP bukan?
Jeanne memapah Tubuh Arturia dan ingin segera kembali ke Tubuh Sieg tetapi, ia tidak tahu lokasi Sieg
"Ah.. aku tidak tahu dimana ini.." ucap Jeanne
Karena ini masih Tempat yang asing baginya. Ia pun terlupa.
Namun, ia merasakan kehadiran orang lain dibelakangnya dan ia langsung segera menolehnya.
""Yah... Arturia - san benar - benar sangat kuat."" Ucap Sieg Void ditemani oleh Ai, Kurumi, Kirei, Ayu dan Yukana.
Sieg sudah melihatnya dari awal sampai akhir. Sejujurnya ia sangat penasaran dengan kekuatan Karakter Favoritnya yaitu Raja Kesatria atau Arturia Pendragon. Meski seorang Gadis tetapi tetap memiliki kekuatan yang besar.
Dan ia sudah lama menantikan ingin tebasan Excalibur. Dan itu benar - benar sangat keren. Jika memungkinkan, ia ingin melawan Arturia suatu saat nanti dan merasakan tebasan Excalibur (Gila nih Si Sieg, dia ingin merasakan tebasan Excalibur wkwkwk).
""Masuklah ke tubuhku. Aku akan melakukan pertarungan terakhir."" Ucap Sieg Void
Tanpa banyak bertanya lagi. Jeanne mengangguk dan tubuhnya berserta Tubuh Arturia langsung berubah menjadi Sebutir cahaya lalu memasuki ke dalam tubuh Sieg Void.
Setelah itu, Seig Void menatap ke arah mereka. Wajah mereka menajdi sedikit murun mendengar kata - kata Sieg yang tadi bahwa ia ingin melakukan pertarungan terakhir.
""Jangan memperlihatkan wajah seperti itu. Jangan khawatir, semuanya akan berakhir dengan cepat."" Ucap Sieg Void sambil mengusap kepala mereka semua satu per satu termasuk Kurumi, dan Yukana.
Tetapi saat ingin mengusap kepala Ai. Ia berhenti, dan melihatnya dengan serius.
""Setelah semua ini berakhir. Aku akan menjadi orang yang kau inginkan."" Ucap Sieg Void.
Ai yang melihat itu mengangkat Wajahnya dan menatap Sieg Void dengan sedikit bingung.
"Ma - maksud Sieg?"
Wajah Sieg Void sedikit memerah dan terlihat tidak sanggup untuk mengatakannya. Ia langsung sedikit membalikkan wajahnya ke arah kanan.
""Ma - maksudku... a - adalah menjadi pacarmu atau kekasihmu..."" ucap Sieg Void dengan rasa yang sangat malu.
Kata - kata Sieg Void tentu membuat kaget siapapun itu termasuk Kurumi. Ya, bagaimana tidak? Selama ini mereka tidak pernah mengira kalo Sieg akan berani mengatakan itu.
Sedangkan Ai yang mendengar itu merasa sangat senang dan bahagia. Ia ingin memelukmya tetapi, ia berpikir ini bukan kesempatan yang bagus.
"Ba - baiklah. Kalau begitu, Ai akan menunggu."
""Ya. Kurumi, aku meminta Tolong kepadamu untuk menjaga Kekkai itu bersama Rimuru.""
"Ba - baik. Sieg - san." Kurumi langsung menjadi gugup berbicara dengan Sieg Void.
Sieg Void kemudian menggunakam Gate. Gate yang menuju ke lokasi Kekkai dimana seluruh orang di Gunung Dunia berada dan berlindung.
""Masuklah. Dan tunggulah aku kembali. Semua ini akan berakhir dengan cepat..""
Mereka semuapun langsung berjalan memasuki ke dalam Gate Milik Sieg Void hingga menyisakan Ai dan Sieg Void sendiri.
Para Gadis sebenarnya sengaja memasuki duluan karena memang ingin Ai dan Sieg Void memiliki waktu untuk berdua walau para Gadis sendiri juga merasa sedikit iri.
""Giliranmu Ai..""
"Ba - baik... tapi sebelum itu.."
""Hm?""
Tiba - tiba Ai menarik Jubah Sieg Void dan mendekatkan Wajahnya ke wajah Sieg Void dengan wajah yang sedikit memerah. Sieg Void tentu saja sangat kaget, tetapi entah kenapa ia merasa kalo dia tidak perlu melawan.
Dan...
CUP
POOF
Wajah Sieg Void dan Ai memerah dan mengeluarkan Kepulan Asap dari Kepala mereka. Wajah Ai tertunduk dan segera memasuki ke dalam Gate.. tetapi ia menghentikan langkah kakinya lagi.
"A - ai akan menunggu."
""I - iya tentu saja.."" ucap Sieg Void dengan wajah yang masih memerah.
Ai pun langsung memasuki ke dalam Gate itu dengan wajah yang memerah tetapi, ada senyuman Indah yang menghiasi wajahnya saat memasuki ke dalam Gate tersebut.
Sedangkan Sieg Void yang masih memerah sambil memegang kepalanya. Rasanya sedikit aneh tapi, juga manis dan Lembut. (Note : kok rasa nyesak ya?)
""I - itu adalah Ciuman pertamaku..""
[S-I-E-G]
""E - eiko. Kenapa kau terasa menyeramkan?""
[Hm, tidak ada apa - apa.]
Ia sedikit bingung dengan Eiko. Tapi, ia langsung menghilang Pikiran itu dari belakang. Namun, ia masih lagi merasa sangat aneh karena meski Mentalnya masih Berumur 16 Tahun tetapi, Tubuhnya masih Berumur 10 Tahun. Dicium oleh Gadis Imut yang berumur 14 Tahun rasanya seperti... Mantap? Mungkin.
""Aku harus membuat tubuhku menjadi dewasa. Rasanya aneh Anak Berumur 10 Tahun dicium oleh Seorang Gadis berumur 14 Tahun. Ah, bukan saatnya memikirkan itu!! Aku harus segera melakukan pertarungan terakhirku.!!""
Sieg Void langsung terbang dan ia kembali mendengar suara Eiko.
[Mesum..]
""Lah. Kok Kau pikir aku seorang mesum. Ah, sudahlah.!!""
Sieg Void kemudian memanggil Katananya dan langsung menghilang pergi menuju ke Lokasi Dimana Broly, Elemen Lainnya dan Gilgamesh berada.
""Pertarungan ini akan berakhir dengan cepat..."" ucap Sieg Void dalam hati.
......**********......
Yaahooy!! Tidak lama lagi akan mencapai Klimaks. Maaf jika lambat Upnya. Lambat Up karena Kuota lagi dalam keadaan sekarang. Kalo mau kirimkan Kuota boleh (Bercanda)
Dan Maaf jika tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan Adegan Pertaruangannya si Arturia. Author sudah memikirkan Pertarungan Sieg melawan Arturia tetapi, tidak Untuk pertarungan Arturia melawan Malaikat Jatuh.
Oke deh. Sampai sini aja, tidak lama lagi Si Botak akan datang dan Tubuh Sieg menjadi berumur 16 Tahun kembali. Di tunggu ya.
Jangan lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang.