I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 52



"Akhirnya kita sampai..." ucap Sieg


Saat ini Rombongan Sieg sudah tiba di sebuah Pelabuhan besar. Terlihat puluhan atau Belasan kapal besar maupun kecil terlihat Berbaris rapi di sekitar Pelabuhan tersebut.


Terlihat ramai juga orang yang berjalan di sekeliling mereka hanya saja.. pandangan - pandangan dari para Pria kepada Para Gadis yang ada di rombongan Sieg itu menganggu.


Tapi, Sieg hanya mengabaikannya. Walaupun pandangan itu sangat menganggu tetapi, jika mereka para Pria itu tidak melebihi batas seperti menyentuh gadis dari Rombongan mereka. Maka di saat itu Sieg akan bertindak dan memberikan pelajaran yang bermanfaat kepada Para Pria.


"Ya, Menuju ke lokasi Turnamen muda itu sangat jauh..." ucap Rimuru yang juga sudha lelah setelah menempuh perjalanan yang selalu banyak rintangan berbahaya meskipun mereka dapat mengurusinya tanpa masalah.


Tapi yah, Jumlah Mana dan kekuatan yang dikeluarkan untuk mengurusi Semua masalah itu terlalu banyak sehingga mereka menghabiskan banyak waktu untuk memulihkan kekuatan mereka.


"Jadi.. Siapa yang ingin mencari kapal?" Ucap Sieg.


Dan hasilnya, tidak ada satupun yang mengangkat tangan. Bahkan Rimuru berpura - pira bersiul karena pikirnya merepotkan.


Sieg hanya menggelengkan kepalanya dan memutuskan untuk mencari kapal sendiri. Lagian, ini tidaklah terlalu sulit.


Sieg pun pergi menjauh dari situ dan tidak lupa untuk meminta mereka berhati - hari karena Pelabuhan tersebut masihlah asing. Bisa saja ada kejadian seperti dimana ia terdampar di Pemandian Clan bulan indah, Akan berbahaya jika itu sampai terjadi.


Suasana sedikit menyesakkan sih karena Tempat itu dipenuhi oleh Ribuan orang berbondong - bondong atau bahkan Ada beberapa kali Sieg disenggol membuatnya kesal.


'Tubuh anak Berumur 10 tahun sangat mengannggu..' Sembari melihat - lihat ke sekitar.


Sieg juga dapat melihat Ada beberapa orang yang kuat melalui Mata Rinnegannya. Bahkan Orang dengan jumlah mana sekuat dirinya pun ada disini dan itu pun beberapa.


Dari jumlah mana yang dimiliki oleh orang tersebut, kemungkinan besarnya mereka juga ikut serta dalam Turnamen muda itu.


Yah, Bagaimana tidak? Turnamen muda itu sudah sangat dikenali oleh manusia di dunia ini dan berbagai ras. Dan yang paling menarik perhatian mereka semua tentunya hadiah Turnamen tersebut.


Hadiah yang dikatakan sangat unik atau ada juga yang mengatakan hadiah tersebut dapat menghancurkan Satu Kerajaan dengan mudah sehingga membuat rasa minat orang - orang kuat tertarik untuk mengikutinya kecuali Sieg itu sendiri.


...*************...


Tidak lama kemudian Sieg akhirnya sudah berkumpul dengan yang lainnya untuk membicarakan sesuatu dengan mereka tapi...


Tempat dimana Ai dan lainnya berada dipenuhi dengan para Pria. Tidak perlu ditanyakan lagi, pasti para Pria ini berkumpul - kumpul karena ingin melihat kecantikan para gadis dan mencoba mendekatinya.


Merasa para Pria ini sangat menganggu. Sieg Pun langsung mengeluarkan sedikit auranya membuat Para segerombolan pria mengeluarkan keringat dingin dan terpental setelah merasakan Aura yang tidak diketahui dari mana asalnya itu.


Dan Sieg pun melewati Segerombolan Pria tersebut dengan santai dan tiba dihadapan mereka.


"Bagaimana? Kau menemukannya?" Ucap Kirito.


"Aku sudah menemukannya sih tapi...Ada masalah yaitu.. Kapal itu sudah disewa oleh seseorang..." ucap Sieg


Pelabuhan ini memang terdapat banyak kapala dengan jumlah yang hampir mencapai Ratusan tapi tidak semua Kapal menuju ke lokasi dimana Turnamen muda.


Selain itu, Banyak juga Kapal yang menuju ke lokasi Turnamen muda sudah dipesan oleh orang - orang kuat yang berada di tempat ini.


Dan Kapal yang tersisa adalah Kapal Yang Sieg maksudkan itu.


"Apa kau tidak mencoba bernegosiasi dengannya?" Tanya Kirito.


"Aku sudah mencobanya tapi... orang yang memesannya itu adalah orang yang berpengaruh maksudku itu adalah seorang Pangeran makanya, Negosiasinya gagal.." jelas Sieg.


"Kalau begitu. Biar aku coba." Ucap Kirito dengan senyuman khasnya.


Sieg sudah menduga ini akan terjadi. Dalam hal Negosiasi, Kirito adalah ahlinya. Sieg hanya mengelengkan kepalanya dan memberitahu mereka untuk mengikuti dirinya.


Setibanya disana, Terlihat jelas ada beberapa orang kuat yang setidaknya berlevel 100 atau 150 yang membawa - bawa barang dan memasukkannya ke dalam kapal tersebut.


Seperti Yang Sieg lakukan pertama kali, Kirito akan menemukan seseorang yaitu pemilik dari Kapal ini.


"Kapal ini sudah disewa oleh seorang Pangeran jadi maafkan saya.." ucap Pemilik Kapal itu sambil menundukkan kepalanya.


Dia juga sudah tau soal Sieg. Walaupun Sieg tidak menyadarinya tapi memakai Topeng Bermotifkan Rubah itu sangat jarang dilihat atau cara membuatnya itu sangat sulit.


Oleh sebab itu, Pemilik Kapal itu mengenali Sieg.


"Hmm. Berapa banyak yang dibayar oleh Si Pengeran itu?" Tanya Kirito.


"Ini.. sekitar 100 Koin Emas."


Sieg dapat merasakan kebohongan yang berasal dari Pemilik Kapal itu tapi secara bersamaan Sieg dapat tau jika Pemilik Kapal itu berbohong demi kebaikan mereka semua.


Mungkin pemilik kapal tersebut berusaha untuk membuat Sieg dan lainnya mengurungkan niat untuk menaiki kapalnya.


Tapi, sayangnya. Kirito yang menyadari itu tetap masih memasangkan senyuman dan mengeluarkan 200 Koin emas dari jubahnya dan memberikannya kepada Pemilik Kapal tersebut.


"Kami akan menyewamu dengan harga 200 Koin Emas." Ucap Kirito memberikan.


Sontak mata Pemilik Kapal tersebut terbuka lebar. Selama hidupnya, ini pertama kalinya Ia melihat Jumlah Koin Emas yang begitu banyak.


"Pe - pemuda.. ini..."


"Masih belum cukup? Bagaimana jika 400 Koin Emas." Sembari mengeluarkan 2 Kantung dari Jubahnya dan berisikan 100 Koin Emas masing- masing.


Jantung Pemilik Kapal itu sempat berhenti seketika. Dengan jumlah uang sebanyak itu, membangun Kota Kecil bukanlah hak yang mustahil. Dan dia dapat bertahan hidup sampai Mati jika digunakan dengan benar.


Bahkan Sieg terbatuk pelan melihat Kirito mengeluarkan 400 Koin Emas hanya demi Memesan kapal.


Walaupun Koin Emas yang dimiliki Sieg ini sekarang sudah lebih dari 100.000 tapi tetap saja bagi Sieg 400 Koin Emas itu sangat banyak.


"I - ini.... Tawaran anda memang luar biasa bagi Saya.. hanya saja... Orang yang berada di dalam kapal saya-"


Sebelum menyelesaikan kata - kata. Seorang Pemuda Tampan dengan tubuh Yang ideal bagi para Gadis mendekati Sieg. Disertai dengan senyuman Hangat. Tapi Sieg tau jika senyuman itu hanyalah senyuman palsu untuk membuat para Gadis di sekitarnya tertarik pada dirinya.


Dan Senyuman itu jelas ditunjukkan kepada Ai dan para gadis lainnya. Dan perhatiannya lebih tertuju kepada Ai karena berapa kalipun dilihat, cuma Ai satu - satunya Gadis yang paling cantik dan Imut disitu.


"Apa kita memiliki masalah? Kenapa kita masih belum berangkat dan Rombongan yang disana.. apa mereka kenalan anda." Ucapnya Melirik ke Arah Rombongan Sieg.


Pemilik kapal tersebut mulai menjelaskan kepada Pangeran tersebut, Kirito ingin menyewa kapal ini dengan Jumlah Koin Emas yang gila.


Bahkan Pangeran sendiri terkejut mendengar jumlah Koin Emas yang dibayar oleh Kirito. Dia sendiri belum pernah mengeluarkan Koin Emas sebanyak itu. Dan mengira jika orang di hadapannya ini bukanlah sembarangan orang. Dan pasti memiliki Latar belakang yang kuat.


"Bagaimana kalau begini, kenapa kita tidak berbagi tempat saja?" Saran Kirito.


Pangeran mulai berpikir betapa bodohnya dirinya sampai - sampai tidak memikirkan itu.


"Baiklah.. Saya Terima.."


Mau bagaimana lagi dia menerimanya. Orang Yang dapat mengeluarkan banyak Koin Emas seperti mereka mungkin tidak tertarik pada dirinya meskipun Ia adalah seorang Pangeran.


Selain itu, Dia dapat mendekati par Gadis cantik itu walaupun itu tidak berguna sama sekali terhadap Mereka.


Dengan ini. Masalah Soal Transportasi sudah selesai. Tapi, Sieg tidak mengira hanya demi satu kapal, Kirito akan menawarkan Jumlah Koin Emas yang sangat banyak.


Memberikan banyak Koin Emas kepada Kirito mungkin berbahaya.


Setelah memberikan Koin Emas kepasa Pemilik Kapal itu, Mereka disuruh menunggu sebentar karena masih ada barang - barang milik Pangeran itu yang sedang diangkut.


Dan Mereka pun naik satu per satu didahului oleh Ai di depan dan diikuti yang lainnya.


Tidak ada Getaran sama sekali walaupun Sieg mencoba - coba Memberikan sedikit tekanan kepada Kapal ini karena ingin mengetahui seberapa Kerasnya kapal ini.


'Hmm sepertinya kapal ini sangat kokoh.'


Satu masalah yang mengkhawatirkan dirinya hilang seketika.


Sieg pun langsung mengajak mereka naik bersama - sama. Setelah mereka sudah habis naik.


Pangeran itu memerintahkan kepada bawahannya untuk segera mengangkut barang - barang itu ke Kapal karena ia juga tidak mau Sieg menunggu lama.


Saat barang terakhir ingin Diangkut ke dalam kapal itu. Terlihat 2 Orang yang sedang Menuju ke arah Kapal Sieg dan lainnya.


Sieg juga dapat merasakan kehadiran itu karena Aura ini... tidak biasa baginya.


Lalu terlihat seorang Pria dan Anak Perempuan yang mungkin seumuran dengan Sieg.


"Apa Kapal ini akan menuju ke Turnamen muda?" Tanya Seorang Pria Tua dengan Ramah.


Pria itu mengenakan Topi Jerami dan terlihat sudah tua. Dia juga mengeluarkan Aura yang mudah didekati dan dapat dijadikan Teman baik. Sedangkan Satu Gadis itu berhasil menarik perhatian Sieg.


Sieg sedikit menyipitkan matanya melihat Gadis tersebut. Pasalnya Pakaian Gadis itu tidak biasa di Tempat - tempat seperti ini, Gadis itu mengenakan Gaun Biru putih, tidak seperti Si Pria yang mengenakan Topi Jerami, Gadis ini mengenakan Topi Lebar yang disambung dengan Kain putih Tranpar dan Cadar Tranpar. Tapi, Sieg tau, Jika Gadis ini sangat cantik dan meski tidak jelas, Sieg dapat melihat jika Bibir Gadis tersebut berwarna biru.


Aura Keduanya juga bukan main - main. Setiap kali mereka melangkah, Akan muncul Es - es kecil. Setidaknya itu yang Sieg lihat dengan mata Rinnegannya.


"Kapal ini memang menuju ke Turnamen muda tapi, maafkan saya. Kapal ini sudah disewa oleh seseorang."


"Jika masih ada Ruang untuk kami berdua. Kami akan membayarnya tidak peduli bagaimanapun, Mohon Bantu kami." Ucapnya dengan Sopan.


Sieg yang diam dari tadi akhirnya memutuskan untuk membuat kedua orang ini mengikuti dirinya karena Ia sendiri penasaran dari mana Asal orang ini. Dengan Pakaian yang kebiru - biruan dan ada lambang Es di pakaian mereka.


"Tidak apa - apa. Biarkan mereka ikut dengan kita. Bertambah 1 atau 2 orang tidak masalah.." ucap Sieg.


"Jika anda berkata begitu, Baiklah."


Kedua orang itu pun menaiki ke atas kapal dan memberikan salam kepada Sieg. Sieg hanya membalas dengan senyuman dan pandangannya hanya melihat ke arah Gadis itu.


'Entah kenapa.. Aku merasakan jika kami memiliki hubungan...' pikir Sieg.


Gadis itu sedikit bersembunyi di belakang Pria tua itu dan meski hanya sekilas, Sieg dapat merasakan Niat membunuh yang kuat dari Gadis itu.


'Gadis ini sepertinya membenci lelaki juga..' pikir Sieg dan ia menjadi teringat dengan Pemimpin Clan Bulan indah yaitu Kazumi Yuna. Dia berharap jika tidak bertemu dengannya nanti.


"Terima Kasih Anak muda"


'Anak muda?'


"Ah, tidak apa - apa etto..?"


"Panggil saja aku Kakek Daichi. Dan namamu Anak muda?"


"Kurosaki Sieg. Itulah nama saya. Dan Gadis itu..." ucap Sieg menunjuk ke arah Gadis tersebut.


Gadis itu masih lagi diam dan tidak menatap ke arah Sieg.


Kakek Daichi itu pun tersenyum tipis melihat Cucunya seperti ini tapi, dia dapat memakluminya karena dari awal Cucu ini tidak terlalu percaya dengan Pria kecuali dirinya.


"Maafkan dia. Dia tidak ingin memperkenalkan dirinya jika dia tidak ingin. Tapi, jika lama kelamaan Kalian saling dekat. Aku yakin dia akan memperkenalkan dirinya.."


Punggung Kakek itu langsung dicubit oleh Gadis itu dengan Kedua kukunya membuat si Kakek kesakitan.


Sementara Sieg tersenyum kecil melihat Cucu dan Kakek ini seperti Seorang Pelawak. Tapi, disisi lain, Dia penasaran kenapa Kakek ini tidak memperkenalkan diri Gadis itu seolah - olah Kakek ini dilarang untuk membertahukan identitas Gadis tersebut.


Kakek itu sempat juga ingin memberikan beberapa Koin Emas namun, Sieg menolaknya. Pertama bukan dia yang menyewa kapal ini melainkan Kirito, dan kedua, Sieg merasa tidak baik menerima Uang dari Kakek ini.


Sieg pun menjauh dari mereka sampai akhirnya dia masih melirik Gadis tersebut.


'Aduh.. Sieg kenapa kau terus - menerus menatapnya...' Sieg segera menggeleng - gelengkan kepalanya untuk melupakan Gadis yang barusan itu. Dan berkumpul dengan yang lainnya.


Pangeran itu tentu saja Menanyakan siapa Kedua orang asing itu. Sieg hanya menjelaskan jika Mereka berdua adalah Orang yang Ia kenal dan Pengeran itu menerimanya begitu saja.


......************......


Maaf jika Ada Typo Atau kesalahan Ejaan karena Thornya Lagi Nulis dengan terburu - buru


Jangan Lupa, Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang


See You In The Next Chapter 👋👋👋