
Di sisi Lain
Pertarungan Antara Kuro dan Misaki Dimulai.
Pergerakan pertama dilakukan oleh Misaki dengan menggunakan Salah satu Skill Khusus milik Medusa yaitu membuat lawannya menjadi batu.
Misaki mengeluarkan Laser merah dari matanya dan laser itu hampir mengenai Tubuh Raja Iblis Tombak.
Dan memerintahkan Raja Iblis Cilik itu untuk menembakkan Panah.
"Panah dia!!"
"Shining Arrow!!"
Raja Iblis cilik itu menembakkan 7 panah secara beruntun.
Ketujuh Panah itu langsung melesat ke arah Misaki namun, Ditangkis oleh Kuro dengan Kecepatan yang luar biasa.
Setelah Panah itu ditangkis Oleh Kuro. Raja Iblis peninju dan Tombak maju bersamaan untuk menyerang Kuro karna Kuro adalah salah satu Makhluk yang merepotkan.
Raja iblis itu melemparkan Tombaknya melurus ke Kuro dan Kuro membuat Lapisan Energi untuk menahan Tombak tersebut.
Setelah Ditangkis, Raja Iblis peninju kemudian melompat dan menyiapkan Tendangannya secara Vertikal dari atas ke bawah.
Pada saat yang bersamaan, Misaki membuat Tangannya memanjang dan menangkap Kaki Raja Iblis peninju.
Merasakan Kakinya dipegang oleh Misaki. Ia lalu membuat Kakinya dialiri oleh Api biasa dan hasilnya Tangan Misaki terbakar dan kembali seperti semula.
Sedangkan Kuro langsung menebaskan Pedangnya ke arah Peninju tersebut.
Raja Iblis itu langsung terlempar jauh ratusan Meter dari jarak Kuro.
Kuro pun langsung menebaskan Bilah Energi Hitam dan melesat ke arah Raja Iblis peninju karna Raja Iblis tersebut sangat merepotkan memiliki Skill Pasif Abadi.
"Tebasan Penyegel.." ucap Kuro perlahan
Pedang Kuro langsung mengenai tubuh Raja Iblis peninju dan terbelah menjadi Dua bagian.
Hanya saja...
"A - apa?!! Tu - tubuhku tidak dapat Dipulihkan Kembali!!"
Benar. Tubuh Raja Iblis Tidak dapat Beregenerasi dan alasan Kenapa Dia tidak dapat Pulih kembali itu dikarenakan Tebasan Oleh Kuro.
"Kau tidak akan dapat pulih selamanya. Dan kau akan Tersegel dalam Dimensi Kegelapan"
Setelah Mengatakan itu. Tubuh Raja Iblis terlihat tersedot ke dalam Pedang Hitam Panjang Kuro.
Raja Iblis itu terpaksa Pasrah. Sebagai Peninju, dia merasa sangat Terhormat dapat mati di tangan orang yang lebih Kuat darinya.
'Yah.. Mati seperti ini tidak buruk juga...' Gumamnya
Tubuh Raja Iblis peninju itu menghilang tersedot oleh Pedang Kuro. Raja Iblis yang tersisa sangat terkejut melihat itu. Tapi tidak untuk Gadis Cilik itu. Dia merasa sangat marah kehilangan 2 Raja Iblis.
"Aku tidak akan Memaafkan mu!!!"
Akibat teriakan Yang dikeluarkan Oleh Gadis Cilik itu. Membuat raja Iblis lainnya tersadar.
Dan Melanjutkan Tujuan mereka yaitu membunuh Sieg.
"Tcih. Ini bukan diriku tapi.. Oi Ketua. Kau pergilah biar aku yang mengalahkan Divine Beast itu" ucap Raja Iblis Tombak sembari mengambil kuda - kuda.
Mau tak mau. Dia terpaksa menurutinya dan meninggalkan Kedua nya disana dengan merubah Wujudnya menjadi serigala.
Ia kemudian melesat menuju ke arah Sieg.
Tentu saja Misaki tidak membiarkan dan membuat Tangan Kiri dan Kanannya diselimuti Mana lalu Berubah menjadi Bilah.
Misaki pun menyerang Raja Iblis tersebut namun ditahan oleh Raja Iblis Tombak.
"Maaf ya. Tapi aku tidak bisa membiarkan mu.. dan Kalau saja Aku masih dapat hidup melawanmu. Aku ingin menikahimu"
"Dalam Mimpi!!"
Misaki mengeluarkan Laser dari matanya dan Raja iblis hanya Membuat Lehernya Condong ke kiri.
Tidak sampai disitu, Misaki lalu mengeluarkan Ular dari tubuhnya dan menjerat tubuh Raja Iblis tersebut. Kesemua Ular itu mengeluarkan berbagai Racun dan menyebabkan Raja Iblis tombak itu mengeluarkan Darah Hijau dari mulutnya.
'Dia benar - benar kuat dan cantik. Jika saja aku bertemu dengannya lebih awal.. aku ingin sekali hidup bersamanya..'
Misaki membuat Para Ular itu menggigit tubuh Raja iblis untuk menyerap Mana yang dimiliki Oleh Raja Iblis itu. Ular itu menyerapnya sampai Tubuh Raja Iblis itu menjadi kering atau Mati.
Dan Menoleh ke arah dimana Ai berada demi melindungi Tuannya.
"Ai - sama!!"
Tidak mau tuannya mendapatkan cedera. Misaki membuat dirinya melesat ke arah Ai dengan Kecepatan Tinggi.
Sedangkan Kuro yang menghadapi Raja Iblis cilik sedikit kerepotan.
Dia tidak dapat mendekatinya maupun menyerang dari jarak jauh dikarenakan Skill Khusus Gadis itu yaitu Jika seseorang mendekatinya maka Skill Auto Teleport akan Aktif.
Skill ini tidak dapat diaktifkan oleh Penggunanya dan hanya dapat diaktifkan Secara Otomatis jika Pemilik Skill ini dalam Keadaan marah.
Sudah Ratusan Panah melesat ke arah Kuro. Tentunya Kuro dapat menghindari Kesemua Panah Mematikan itu
'Jika begini terus. Ini tidak habisnya. Haruskah aku membuka Segel 1?'
Kuro yang dalam keadaan berpikir tidak menyadari datangnya serangan
10 Panah dengan Kecepatan Suara muncul menargetkan Kuro dengan Kecepatan tinggi.
Namun....
Fussh!!
Tubuh Kuro mengeluarkan Sejumlah Energi Hitam dan Membuat Mana disekitarnya terserap oleh pedangnya bahkan 10 Panah tadi terserap oleh Pedang Kuro.
"Selama Tuanku aman aku tidak masalah melepaskan Segel Kekuatanku!!"
Setelah mengatakan itu Kuro menatap tajam ke arah Gadis Cilik dan Ia menghilang tanpa jejak.
Gadis Cilik itu sedikit ketakutan dan Merasakan ada serangan dari belakang.
Untung saja Skill Auto Teleportnya aktif otomatis dan Ia masih tidak menyangka jika merasakan Hal yang sama di atasnya. Ketika dia menoleh matanya terbuka lebar - lebar.
Karna dia merasa ketakutan tanpa dia sadari Skill Auto Teleportnya Berhenti Aktif.
"Matilah Didalam Pedangku. Tebasan Penyegel."
Tepat Saat Pedang panjang Kuro menembusi Jantung Gadis Cilik itu. Tubuh Gadis itu terlihat seolah - olah Tersedot ke dalam Pedang Kuro.
Cuma satu kata yang dia keluarkan saat terkena Pedang Kuro.
'Maaf Nee - sa...'
Setelah Tersedot. Kuro kembali menatap ke arah Ai dan disana terlihat Misaki yang sekuat tenaga mengejar Raja Iblis yang tersisa.
'Aku harus melindungi Orang berharga Tuan dan Diri Tuan! Segel 2 Buka!!'
Sekilas Tubuh Kuro diselimuti Mana Hitam yang sangat padat.
Kuro langsung mengangkat Pedangnya ke langit. Dan ketika dia menatap Ke arah Tempat Raja Iblis terakhir itu. Kuro langsung menghilang Tanpa Jejak.
*******************
Tempat Sieg dan Ai
Ai sudah menyiapkan Skill Full Counternya untuk menghalangi serangan Yang datang.
Raja Iblis perempuan itu mencoba Mencakar Tubuh Ai karna Ai menghalangi Jalannya. Dan tak disangka - sangka malah Dirinya sendiri yang terkena Cakarannya.
'A - apa!!'
Dan pada saat itu. Kuro terlihat di atas Kepala Raja Iblis perempuan iblis itu.
Kuro terlihat sudah siap untuk menebasnya dan Ketika Kuro mengayunkan Pedangnya.
Saat Itu juga Darah mulai menyembur dan membasahi Tubuh Kuro yang hitam. Tapi dia tidak mau memikirkannya.
Kuro Sedikit juga merasa bersalah karna tidak sempat menyelesaikan Pertarungannya dengan Raja Iblis lainnya dengan Cepat.
Dan setelah Kedatangan Misaki. Misaki langsung Menundukkan Kepalanya.
"Maafkan saya Ai - sama. Saya tidak sempat untuk melindungi Ai - sama"
Ai hanya mengegelengkan kepalanya dan berkata..
"Tidak apa - apa. Kuro dan Misaki sudah sama - sama berjuang keras. Nanti Ai akan mengatakan semuanya kepada Sieg"
"Terima Kasih. Manusia berharga Tuan"
"Terima Kasih sudah memaafkan Kesalahan Saya Ai - sama"
"Mari kita lanjutkan melindungi Sieg. Saat ini juga Kurumi - chan pasti sulit melawan Gadis yang Sieg tolong" ucapnya dengan wajah sedikit khawatir
""Baik!!"" Ucap mereka berdua serempak.
*********************
•Rimuru Pov Start•
Aduh..duh...duh.
Tempat ini dimana? Apa aku sudah tiba di Alam Bawah Kasadaran Anak itu?
Tapi.. Apa ini benar - benar Tempatnya?!!
Tempat ini sangat indah. Ada juga beberapa Kelinci dan Kupu - kupu Disini Melompat - lompat dan terbang
Ini sangat Sulit dipercaya. Apa aku dipindahkan ke Tempat yang lain lagi?
Ah. Tidak. Untuk saat ini aku harus mencoba Menghubungi Dai Kenja.
'Ehem. Test test. Dai Kenja. Kau disana?"
Beberapa Menit kemudian ~
Hhhmmmmm?!!
Kenapa Dai Kenja tidak membalas? Apa karna tempat ini berada di alam Bawah sadar Anak ini jadi Dai Kenja tidak dapat berhubung denganku?!!
Bagaimana ini?!! Tanpa Dai Kenja. Aku tidak tau apa yang harus kulakukan.
"Ah. Aku akhirnya ingat. Veldora!. Benar Veldora dimana!"
Veldora seharusnya Ikut bersama ku. Itulah yang dikatakan Oleh Dai Kenja.
Tapi, Bagaimana cara menemukannya di tempat luas seperti ini.
Walau tempat ini hanya berukuran 1/10 dari bumi. Tetap saja itu sangat luas. Tak mungkin aku mencarinya di seluruh tempat. Apalagi mengingat Di dunia nyata dalam Kondisi yang berbahaya.
"Haa. Tapi yah. Pokoknya aku harus menemukan Veldora"
"Oy. Rimuru aku dari tadi disini!"
Suara ini.. aku akan Menoleh ke belakang dan Terlihatlah Sosok Naga besar dengan Tubuh berwarna Biru? Yah aku tidak terlalu pintar mendeskripsikan Penampilan seseorang. Jadi aku kesempingkan itu.
Dan disebelahnya. Ada Naga Kecil? Berwarna Ungu?.
Apa itu anak Veldora? Hahaha.... mana mungkin...
"Ah. Ehem. Jadi Veldora. Kau kemana tadi?"
"Tidak. Kita tidak ada waktu sekarang. Kita harus bertemu dengan Sosok yang dikatakan Oleh Skillmu"
Ah. benar juga. Kita sudah tidak memiliki Waktu.
"Benar juga. Mari kita pergi. dan ngomong - ngomong. Naga itu siapa?"
"Oh. Naga ini ada -"
"Aku adalah Essence Flame manusia. Api yang tidak akan pernah padam meski kau seorang dewa!!"
Uwah.. Aura yang dijeluarkan Lebih Kuat dari Veldora.
Tapi....
"Aku bukan Manusia. Aku adalah Slime"
"Slime? Tapi wujudmu saat ini..."
Hmm? Wujudku. Ah. Ini benar - benar wujud manusiaku. Apa di tempat ini otomatis mengubah Diriku yang Slime Menjadi Manusia.
"Eh? Bukan Waktunya untuk itu!!! Kita harus cepat - cepat mencari Sosok yang dikatakan Oleh Dai Kenja!!"
"Ikut aku!!" Ucap Naga Kecil ini.
Entah kenapa Sikapnya membuatku sedikit kesal. Yah, tidak ada Pilihan lain selain mengikutinya. Jika dia musuh, selama Aku dan Veldora bersama. Kami dapat mengalahkannya.
Tapi Apa Skill dan Sihir dapat digunakan Di Tempat ini?
"Rimuru. Naik!!"
"Naik? Naik ke atas punggungmu?"
"Iya. Kita akan kesana dengan Cepat!" Ucapnya dengan Penuh semangat
Kenapa dia sangat bersemangat?
Saat aku ingin menaiki Punggung Veldora. Suara Naga Kecil itu kembali terdengar
"Tidak perlu terbang. Tempatnya tidak jauh"
Veldora sedikit malu mendengar kata Naga Kecil ini. Yah, aku juga akan malu sih jika Melakukan hal yang sama dengan Veldora.
Tidak berselang Lama Kemudian ~
Ternyata Cuma Butuh waktu 1 Menit!!!
Kalau aku tau soal ini. Aku pasti langsung Berlari kesini.
Haa. Yah tidak ada gunanya meneyesali hal yang sudah berlalu.
Dan kamipun sampai di depan Sebuah Gerbang?
Gerbang ini sangat Indah. Dan Itu batu Sihir? Walau sedikit berbeda. Batu Sihir di dunia ku memiliki warna Warni tapi sedangkan Yang ini memiliki Warna Putih sepenuhnya.
"Kita akan Masuk" ucapnya
Kami Pun memasuki ke dalam Gerbang itu. Sekilas mata kami menjadi silau karna datangnya Cahaya yang entah darimana dan Tubuh Veldora menghilang.
"Ve - veldora?"
"Aku disini"
Ucapnya yang tiba - tiba muncul di Pundakku membuatku terkejut sampai Aku terjatuh.
"Tu - tubuhmu.."
"Jangan pikirkan tentang Tubuhku dulu. Kita harus menyelesaikan Urusan kita kesini"
"Be - benar juga.."
Setelah itu. Kami pun menesuluri Tempat ini dan Berhenti tepat saat kami melihat sesuatu di depan.
Kalau dilihat baik - baik. Itu seperti Manusia? Dia sedang Menikmati Teh dan Beberapa Makanan lainnya?
Setidaknya begitulah di pandanganku.
"Kalau begitu. Aku akan pergi"
"Tunggu tunggu tunggu! Meninggalkan kami? Setelah itu apa yang harus kami lakukan?"
"Kau menyebalkan. Setelah itu kau mengetahuinya. Pergi sana Temui Perempuan itu!!. Sudah aku mau keluar!!"
Haa. Kalau begitu seharusnya katakan saja dari tadi tapi Aku tidak dapat menerima perkataannya Yang mengatakan Aku menyebalkan.
"Ayo. Rimuru"
"Baik baik."
Aku pun melangkahkan Kakiku dan kali ini. Aku dapat melihat jelas Wujud itu. Dia memiliki Kulit yang sangat Putih, Wajah yang sangat cantik, Mengenakan Pakaian yang mirip sekolahan, gaya rambutnya seperti Twintails namun sedikit dikepang. Terlebih Lagi Bulu Matanya yang panjang itu menambah Pesonanya.
Dia sedang menikmati Secangkir Teh. Dan meski hanya sekilas, tubuhku sedikit merasa aneh dan Kehilang Kendali.
'Apa? Perasaan Aneh tadi?'
'Rimuru hati - hati. Manusia ini tidak biasa. Dan di tubuhnya memiliki Sesuatu yang tidak mengenakkan. Sebisa mungkin pertahankan Kesadaranmu'
'Baiklah. Aku mengerti'
Di saat seperti ini aku cuma dapat mengandalkan diriku. Aku tidak boleh terlalu bergantung pada Dai Kenja
Perempuan itu berdiri dari tempatnya dan Kali ini perasaan itu terasa sangat jelas.
'Ini sangat aneh ..'
Apa perasaanku saja? Atau kesadaranku sedikit memudar.
"Selamat datang Ke Alam Bawah Sadar Sieg. Rimuru Tempest"
"..."
Su - suaranya sangat merdu!! Ini mah seperti Idol tidak apa mungkin lebih Jauh dari itu!!
Tidak bukan waktunya memikirkan itu.
"Jadi Siapa kau?"
"Aku adalah System. Sosok yang membantu Sieg menjadi kuat dari Zero. Kau bisa menganggap Kalau aku mirip seperti Dai Kenja yang ada di tubuhmu. Tapi Kegunaan kami sedikit berbeda"
Ping pong. Aku akhirnya mengerti apa yang dimaksudkan kata 'seperti dirinya' oleh Dai Kenja.
Berarti ini bisa dikatakan saudara Dai Kenja?
"Tidak. Kau salah. Aku sama sekali bukan Saudaranya ataupun semacamnya"
Di - dia bisa membaca Pikiranku!!
"Benar. Aku bisa membaca pikiranmu"
"A - ano. Bisakah kau hentikan melakukan itu"
"Sayangnya aku tidak bisa"
Haa. Yah yang penting. Kita sudah Sampai di tempat ini dan bertemu dengan Sosok yang dimaksudkan Oleh Dai Kenja. Dan setelah itu apa yang harus kulakukan?
"Pertanyaan Yang bagus. Dan karna kita tidak memiliki Banyak Waktu. Aku akan menjelaskan Sesingkat mungkin kepadamu cara menyembuhkan Sieg secara Singkat"
"Hmm.. baiklah."
Karna Dai Kenja yang mengatakannya Kepadaku untuk bertemu dengan Perempuan Cantik dengan kecantikan yang tergila yang pernah ku temui!!
"Kau terlalu berlebihan Memujiku."
Ah. Dia masih dapat membaca Pikiranku
"Kalau Begitu. Kembali Ke Topik. Untuk Menyelamatkan Sieg dengan Singkat. Kau harus membuat Kontrak dengan Sieg"
"Kontrak?"
"Ya. Kontrak. Karna cuma kau yang dapat melakukan itu."
"Kenapa Cuma aku?"
"Karna kau dan Sieg mirip"
Mirip? Mirip seperti apa? Aku tidak memiliki Saudara seperti Anak ini ataupun Keponakanku yang tampan seperti itu.
"Mirip yang kumaksudkan itu bukan seperti itu. Tapi mirip akan Kekuatan kalian dan kebaikan."
"Kekuatan? Kebaikan?"
"Benar. Karna cuma kau satu - satunya memiliki Skill yang mirip seperti diriku yang merupakan Skill dari Sieg. Dan Kebaikan yang kalian Miliki itu setidaknya setara. Karna Kalian tidak keberatan melakukan Kejahatan demi Melindungi Orang yang kalian Anggap Berharga"
"Apa ini berarti Anak ini sudah Pernah Melindungi Seseorang yang berharga baginya?"
"Ya. Malahan itu sangat Banyak. Dan yang paling penting dalam Hidupnya itu adalah Gadis bernama Ai"
Ah. Gadis itu. Pantas saja Gadis itu juga sangat khawatir dengan Anak ini. Tapi..
"Jika aku melakukan Kontrak selanjutnya Bagaimana?"
"Aku tidak memaksamu. Tapi ini demi Keamanan Sieg dan dunia. Dan akan kukatakan kepadamu. Jika kau melakukan Kontrak dengan Sieg. Tentunya Sieg dapat mendengar kata - kata Dai Kenja begitu juga dengan sebaliknya, Kau akan dapat mendengar kata - kataku yang berbicara di Pikiran Sieg. Dengan Kata Lain, Aku dan Dai Kenja dapat berhubung tidak peduli dimana kau berada. Mau itu berada di masa lalu atau Dimensi lain"
Woah. Itu terdengar sangat keren...
"Jangan kagum dulu. Dengarkan lagi Penjelasanku. Karna Jika Kau dan Sieg berhubungan, tentunya Kalian dapat memiliki Kekuatan Yang kuat. Tapi sebagai Ganti memiliki Kekuatan yang sangat kuat. Jika salah satu dari Kalian Mati. Maka yang satunya juga mati. Meski kalian berdua sudah mencapai Tingkat dimana yang bahkan dewa tidak dapat capai."
Aduh... pilihan ini sangat sulit. Aku tidak dapat memilihnya. Jika aku menerimanya anak ini akan selamat dan kami berdua memiliki kekuatan yang kuat terlebih lagi Aku baru bertemu dengan Anak ini dan aku ingin kembali ke duniaku selain itu, Apa aku bisa kembali ke duniaku.
Rigur dan yang lainnya tidak mungkin kubiarkan mereka disana. Aku sudah menganggap Mereka sebagai Keluargaku.
Dan Para Kijin juga sama. Meski mereka sangat kuat namun jika tidak ada dalam Perintahku.
Mereka akan sangat kesulitan Mengurusi Semuanya di Hutan Jura.
Tapi jika aku menolaknya maka Anak ini akan mati. Bukan anak itu saja, malahan Satu Dunia. Pilihan yang sangat sulit.
Dan jika aku menerimanya berarti aku harus tinggal di dunia ini...dan tidak dapat kembali ke dunia ku semula. Dan bertemu dengan yang lainnya
Mustahil bagiku meninggalkan mereka semua disana. Tidak lagi Janji ku dengan Shizu - san untuk membantu anak - anak.
"Begitu. Kau ingin kembali ke duniamu.. sayangnya itu mustahil"
Apa?!!. Tidak dapat kembali ke dunia ku!!.
Tapi Perempuan System ini melanjutkan perkataannya
"Tapi kalau soal memanggil..."
Ah!! Benar. Jika soal memanggil bukankah itu bisa dilakukan. Maksudku, aku bisa memanggil mereka semua ke dunia ini.
Mungkin kami tidak memiliki Tempatnya tetapi, kami dapat Mencarinya. Di dunia ini pasti ada suatu tempat yang tidak ditempati oleh Manusia di dunia ini.
"Kalau masalah tempat kau tidak perlu khawatir. Aku sudah menemukannya.. masalahnya Jumlah yang ingin dipanggil"
"Benar juga..."
Jumlah Goblin atau Hobgoblin sangat banyak. Dan Ras lainnya
(Author : Rimuru milik Thor ini belum Memberikan Nama kepada Para Lizardman dan Para Orc. Jadi karna Itu Rimuru tidak menyebutkan Nama kedua Ras itu. Thor sengaja tidak masukkan. Karna kalian taulah. Jumlah Orc dan Lizardmen itu berapa. Jumlah Orc itu mencapai 100.000 Lebih. Dan jika Sieg memanggilnya. Kalian pikir butuh berapa Poin dan berapa hari!!)
"Tapi. Meski jumlahnya ramai. Apa masih dapat memanggilnya?"
"Bisa. Tetapi, Untuk memanggilnya tentu memerlukan resiko"
"Penggunaan jumlah Mana?"
"Tidak. Mungkin tidak cocok dikatakan Resiko karna Kau harus membunuh Monster di dunia ini untuk mendapatakan 'Poin'"
"Po - poin?"
Apa - apaan dengan kata Poin?
"Aku akan jelaskannya. Untuk memanggil Sosok yang sepertimu ke dunia ini. Sieg memerlukan Poin. Aku memiliki Fungsi seperti itu sedangkan Dai Kenja milikmu tidak memilikinya. Nah, dengan Poin ini kau dapat Memanggil beberapa Orang mu dari duniamu."
"Jadi ini berarti. Untuk memanggil Mereka semua kedunia ini. Kita harus membunuh Monster untuk mendapatkan Poin? Lalu Anak itu akan memanggilnya?"
"Benar. Poin juga bisa Didapatkan melalui Quest karna Aku adalah System. Dan juga karna Kau terhubung dengan Sieg. Maka kau dapat menggunakan Beberapa Fungsi diriku. Tapi yang kau dapat gunakan Fungsi dari diriku adalah Pemanggilan. Karna tidak mungkin juga Sieg sendiri yang memanggil Semua orang di duniamu Ke dunia ini. Dan Pemanggilan Itu hanya berlaku selama Memanggil Orang - orangmu atau bawahanmu. Jika kau mencoba memanggil makhluk yang lainnya. Misalkan, Monster dari dunia lain. Maka, Pemanggilan Milikmu tidak akan berfungsi lagi"
Haaa. Penjelasannya panjang sekali. Aku sedikit kurang mengerti... tetapi Intinya seperti ini.
Jika Aku Membuat Kontrak dengan Anak ini. Maka aku tidak dapat kembali ke dunia ku.
Tetapi, dengan Menjalin Kontrak dengan Anak ini. Dai Kenja dan Perempuan System ini dapat berhubung.
Aku dapat mendengar Suara Perempuan System sedangkan Anak ini dapat mendengar Suara Dai Kenja.
Dan Karna kami terhubung. Maka aku dapat melakukan Pemanggil Rigurd, Rigur, Ranga, Shuna, Shion, Benimaru, Souei dan Beberapa orang lainnya.
Dan apa aku harus memanggil Treynie - san?
Tidak. Treynie - san lebih memilih untuk tinggal di dunia itu..
Walau di dunia ini kami tidak menemukan Tempat tinggal tetapi Setelah aku memanggil mereka semua. Kita akan mulai dari awal. Mulai dari membangun Desa dan Kota.
"Yosh. Aku sudah memutuskannya. Kau juga tidak keberatan kan Veldora?
"Ya. Aku tidak keberatan sama sekali. Jujur saja. Aku sedikit penasaran dengan dunia ini Dan kita akan nikmati dunia ini"
"Hahaha... Dan begitulah. System - san. Aku sudah memutuskannya"
"Begitu. Dan perlu aku ingatkan jika ingin memanggil Satu Bawahan kuatmu maka poin yang digunakan sangat Banyak. Begitu juga dengan Sebaliknya."
"Kalau begitu. Saat aku terpanggil ke dunia ini. Berapa Banyak Poin yang dibutuhkan?"
"Sekitar 250.000 Poin"
Ap -
"Jika sebanyak itu. Poin yang dimiliki Anak itu saat ini berapa?"
"460.000"
"..."
Tidak tidak tidak. Itu sangat Kurang!! Tapi yah, ini kan dunia lain. Sudah sewajarnya untuk memangil kami itu memerlukan pengorbanan.
"Oleh. Karna itu. Kau dan Sieg harus rajin - rajin memburu Monster. Karna Sieg juga akan memanggil Sosok yang kuat seperti dirimu ke dunia ini dengan Poin yang dimilikinya." Ucapnya sembari tersenyum
Apa cuma perasaanku saja? Atau dia memang pertama kali Tersenyum ketika berbicara soal anak ini.
Ini seperti Dia sangat terlihat senang dan Bahagia berbicara tentang Anak ini. Apalagi Dia menyebut Namanya
Yah,. Ini sudah tidak dapat dipungkiri lagi. Perempuan ini sangat Mencintai anak ini.
Masa muda sangat menggembirakan..
Tapi.. kenapa wajahnya memerah?
"Rimuru. Apa kau memikirkan sesuatu hingga membuat wajahnya memerah?"
Ah. Aku lupa!!! Dia bisa membaca Pikiran!!.
Betapa Pelupanya aku!! Tapi karna Wajahnya memerah. Berarti Dia benar - benar menyukai Anak ini.
"Cu - cukup. Hentikan berbicara soal Sieg. Kita akan ke tempat Sieg untuk melakukan Kontrak" ucapnya sembari berlari lembut. Dengan wajah Yang memerah
"Baiklah. Veldora. Mari kita ikuti Dia."
"Iya!!"
...•Rimuru Pov End•...
...***********************...
Setelah itu. Rimuru, Veldora dan System tiba di tempat yang kelihatan seperti penjara. Di dalam Penjara itu terdapat seorang anak Tampan memiliki rambut putih.
'Berapa kalipun. Aku melihat Anak ini dia sangat Tampan'
System lalu memegang Penjara itu dengan wajah Yang khawatir dan sedih seolah - olah tidak tahan melihat Sieg yang seperti ini dan Kekasih Sieg di masa lalu.
"Tunggulah sebentar lagi Sieg.. Aku akan Menyembuhkanmu..."
'Mereka terlihat cocok satu sama lain. Tapi bagaimana dengan Gadis bernama Ai itu?'
'Yah. Itu bukan urusanku.'
System lalu mengarahkan Rimuru untuk menyentuhi Penjara dimana Sieg berada. Dan System juga menyentuh Penjara
"Veldora Tempest. Berikan Beberpa Mana yang kau miliki kepada Rimuru."
"Baiklah. Rimuru terimalah Mana milikku."
"Ya. Kami sudah siap."
"Transfer. Memulai Proses Kontrak antara Kurosaki Sieg dan Rimuru Tempest"
Setelah itu. Tubuh Rimuru sedikit terlihat kelelahan karna mananya langsung tersedot setengah bahkan Veldora yang memberikan Mana kepada Rimuru terkejut..
Dikarenakan Jumlah mana yang harus Dikeluarkan sangat banyak.
Sedangkan System masih memasang wajah tenang seperti biasa
Rimuru sedikit terkejut. Dan berusaha untuk menjadi tenanh karna memalukan Baginya jika Seorang Lelaki kalah dari seorang Perempuan.
"Proses. Kontrak antara Kurosaki Sieg dan Rimuru Tempest selesai."
"Memulai Proses penyembuhan Kurosaki Sieg.."
Mana Rimuru kembali lagi tersedot dan kali ini Sekitar 70% Mananya langsung tersedot setiap detik.
Bahkan sisa Mana Veldora miliknya tersisa 34%. Jika ini terus berlanjut, Mana Veldora akan habis dan Mana Rimuru yang tersedot akan Habis juga. Lalu mereka berdua pingsan dan menyebabkan Kematian.
Tetapi, meski Begitu. System masih lagi mempertahan Ekspresi Tenangnya dan terdengarlah dua suara yang datar.
"Proses Penyembuhan Sieg selesai"
[Lapor : Proses Penyembuhan Kurosaki Sieg selesai]
"Memulai Proses meningkatkan Kekuatan Sieg"
[Lapor : Memulai Proses Meningkatkan Kekuatan Rimuru Tempest]
Tentunya mendengarkan Kedua orang itu berbicara dengan Suara yang datar membuat Rimuru terkejut. Mungkin dikarenakan Proses meingkatkan kekuatan dari System maka Rimuru secara otomatis kekuatannya meningkat.
"Proses meningkatkan kekuatan Sieg selesai"
[Lapor : Proses Meningkatkan Kekuatan Rimuru Tempest selesai]
Setelah itu. Anak yang berambut berwarna di dalam Penjara itu membuka Matanya. Pada saat yang bersamaan, System yang berada di hadapan Penjara Sieg menghilang seolah - olah. System tidak mau Ia bertemu dengan Sieg.
Sieg kemudian Tersenyum melihat Orang didepannya atau lebih tepatnya seekor Slime dan Seekor Naga kecil berwarna Biru.
"Begitu.. Ternyata itu yang terjadi.." ucap Sieg dengan Lemah.
Dalam sekejap perbicaraan yang dilakukan Oleh Rimuru dan System barusan memasuki ke dalam Ingatannya.
'Memanggil semua karakter Anime dari dunia Anime Tensei Shitara Slime Datte Ken. Jujur saja, Itu hampir mustahil karna Berapa Poin yang dibutuhkan Untuk memanggil semuanya..'
[Jawab : Sekitar 10.000.000 Poin]
Mendengar suara yang bahkan Sieg tidak ketahui membuatnya terkejut.
Dan ketika Sieg memikirkan Asal suara itu..
'Ja - jangan - jangan Suara ini adalah Da - dai Kenja?'
[Jawab : Benar sekali]
[Karna Kau sudah membuat Kontrak dengan Rimuru. Tentu saja, Kau dapat mendengar Dai Kenja dapat berbicara dan Membaca Pikiranmu]
Sieg tidak tau bagaimana mau membalas.
"Yah. Yang harus Kita lakukan sekarang. Keluar dari tempat ini dan Menyelesaikan semuanya." Ucap Sieg yang berdiri dari tempatnua
"Kita akan Keluar. Rimuru, Veldora." Lanjut Sieg
"Benar juga. Karna kekuatan kita sudah meningkat. Mungkin, cuma kita berdua yang dapat mengalahkan Gadis di luar itu" ucap Rimuru.
"Hahaha. Tak kusangka. Akan tiba juga hari dimana aku dapat bebas"
"Sekarang System. Keluarkan kami"
"Keluarkan Kami Dai Kenja"
[[Baik]] ucap mereka berdua serempak.
Dan Mata mereka semua kembali Memejam hingga kesadaran mereka berdua Hilang...
...********************...
Di Dunia Nyata
Rimuru yang tersadar kembali tanpa basa basi langsung mengeluarkan Sieg dari Tubuh Slimenya karna Sieg sudah sembuh sepenuhnya. Selain itu, kekuatan mereka semua bertambah.
"Kekuatan Yang bertambah Di dalam tubuhku bertambah. Kira - kira meningkat berapa Banyak?"
[Jawab : Sebanyak 10 Kali Lipat]
'Uwah. Meningkat sebanyak itu? Membuat kontrak dengan Anak itu ternyata memiliki Banyak Keuntungan."
Ai yang merasakan Rimuru sudah tersadar kembali pun langsung mendekati Rimuru dan menanyakan Keadaan Sieg saat ini.
"Sieg. Sieg bagaimana?" Ucap Ai khawatir.
Dan ketika Ai bertanya kepada Rimuru. Ai merasakan Aura yang akrab di belakangnya dan saat di menoleh ke belakang untuk melihat Sumber Aura Akrab itu.
Ia pun lari Memeluk sosok tersebut.
"Auggghh. Ai mungkin aku sudah sembuh tapi beberapa Tulangku akan patah jika kau terlalu kuat Memelukku.." ucap Sieg kesakitan
"Ah. Maaf Sieg. Ai sangat senang melihat Sieg sudah sembuh"
"Ya. Aku sangat berterima kasih dan maaf karna selalu membuatmu khawatir terus." Ucap Sieg.
Ai hanya tersenyum dan Misaki dan Kuro yang berada di belakang Sieg menundukkan kepalanya saat menyadari Kehadiran Sieg.
"Tuanku.."
"Kalian berkerja Sangat bagus. Setelah pertarungan ini berakhir. Kalian akan mendapatkan hadiah" ucap Sieg yang serius.
"Terima Kasih banyak Tuan"
Kemudian Sieg menengok ke arah Rimuru seakan - akan memberikan Pesan kepada Rimuru yaitu mulai Menghancurkan Musuh.
Rimuru membalas dengan Mengangguk pelan.
Dan Sebelum pergi membasmi musuh. Sieg tidak lupa juga untuk memberikan Perintah kepada Kuro
"Lindungi Ai."
"Baik"
Tidak mungkin Sieg membawa Ai ke dalam medan pertarungan. Mengingat kekuatan Ayu yang Super OP. Sama saja membuat Ai mati disana. Meski Ai memiliki Skill penyembuh dan Full Counter.
"Kita akan Pergi" ucap Sieg yang sudah memasuki Bijuu mode 100%.
Sieg tidak perlu khawatir jika Kota ini hancur karna tempat ini sudah tidak memiliki Warga dan Para warga sudah jauh dari kota. Sieg dapat mengetahuinya memalui Dari System dan Dai Kenja.
'Mungkin aku akan memberikan Nama kepada System" Gumam Sieg.
"Veldora. Kau disana?"
'Iya. Kelihatannya aku masih belum dapat keluar dari tubuhnya'
'Yah. Jangan sedih begitu. Setelah semuanya berakhir. Mungkin anak ini mencari cara untuk mengeluarkanmu dan apa kau bisa Memberikan Manamu jika dalam keadaan Darurat?'
'Ya. Serahkan saja pada Naga Badai Veldora Tempest!! HAHAHA!!'
'Mulai dah..'
"Sieg berhati - hatilah dan Rimuru juga" ucap Ai
"Iya."
Rimuru memanggil sayap kelawarnya dan terbang begitu juga Sieg yang dalam Mode Serius. Maka 9 Bola Api ungu juga muncul melayang di sekitarnya.
Salah satu Bola itu membentuk sayap di belakang Sieg.
Dan mereka pun terbang dan Tujuan pertama mereka adalah Membasmi Para Golem yang membuat Kurama dan Phoenix kerepotan.
...*****************...
Di Tempat Kurama dan Phoenix
Sudah ratusan kali Kurama dan Phoenix menebas maupun meledakkan Para Golem itu tetapi Golem itu masih lagi beregenerasi dan Jumlahnya juga sudah mencapai 30.
Dan saat mereka berdua merasakan Aura yang Familiar datang menuju ke arah mereka berdua.
Mereke menjadi tenang.
"Kau terlambat Sieg." Ucap Kurama
Kepada Sieg yang tiba - tiba mengeluarkan sejumlah Essence Flame membuat Para Golen itu hancur berkeping - keping namun, masih dapat Pulih.
"Maaf aku terlambat. Tapi tidak ada waktu lagi. Phoenix, Kurama mengamuklah sesukamu, Rimuru kita akan Bantu mereka secepat mungkin"
"Iya. Baiklah. Kebetulan aku ingin mencoba Kekuatanku" ucap Rimuru
"Hahaha!! Baiklah. Akan Kuikuti Perintahmu Sieg"
Karna Phoenix tidak dapat berbicara. Jadi Ia hanya dapat terbang - terbang di langit untuk menunjukkan kegembiraan dirinya.
Sieg langsung Melesat ke salah satu Golem dengan Kecepatan Supernya dan dalam satu serangan. Ia dapat menembusi Tubuh Golem tersebut dan mengubah salah satu Bola Api ungu menjadi busur.
Sieg menarik Busur itu dan melepaskannya hingga Satu Panah itu berpencar menjadi Sepuluh.
Golem Yang masih berada di Tanah karna tubuhnya hancur tidak sempat untuk menghindari Panah Sieg.
Dan terdengarlah 10 ledakan beruntun. Tidak sampai disitu, Rimuru menyerap Golem itu dengan Skill.
"Lahap semuanya Gluttony"
Sebuah Energi Hitam keluar dari Tangan Rimuru dan membesar hingga berhenti saat mencapai ukuran Golem itu.
Dan menelan Tubuh Golem itu kedalam Tubuhnya.
"Fuh.. ternyata tidak sulit untuk mengurusi para Golem ini. Tapi yang masalahnya itu jumlahnya.." Gumam Rimuru
Jika mereka mengulang pergerakan yang sama terus menerus. Banyak waktu yang terbuang.
"Sieg. Serahkan tempat ini padaku. Aku akan mengeluarkan Bijuu dama disini"
Sieg menganggukkan kepalanya dan meminta Rimuru untuk mengikutinya ke lokasi Kurumi.
Setelah Meninggalkan Kurama dan Phoeniz di belakang. Kedua Monster itu pun menatap Tajam ke Para Golem yang jumlahnya Tersisa 29
"Karna para Warga Kota sudah jauh dan Sieg juga sudah pergi. Aku tidak perlu menahan diri lagi!!"
"Roooooaaaar!!!"
Kurama langsung melepaskan 3 Bijuu dama dan melepaskannya bersamaan. Diiringi dengan Phoenix yang mengeluarkan Satu Bola Api besar yang dapat menghancurkan Satu Kerajaan.
Semua serangan itu langsung menghancurkan 10 Golem yang tidak sempat beregenerasi.
"Hahaha. Apa kau melihatnya!! Ini adalah Kekuatanku yang sebenarnya!! Para Golem sialan!!"
"Roaar!!!"
Mereka pun melanjutkan menyerang Para Golem yang tersisa.
...******************...
Di Tempat Kurumi Dan Ayu
Di medan pertarungan Kurumi dan Ayu. Banyak darah yang berhamburan dimana - mana malahan Tempat itu sudah dipenuhi dengan Darah dan bahkan wujud Kurumi yang sekarang sudah mengerikan.
Kehilangan Satu tangan Kiri yang tidak dapat dipulihkan, Rambutnya yang biasanya Twintails Menjadi terurai dan Rambut itu menutupi penglihatannya.
Terlebih Lagi. Reiryoku yang dimilikinya sudah ingin habis dan tidak dapat bertahan lagi.
Sedangkan Ayu hanya Melakukan pergerakan dengan Menggerakan Matanya.
Tempat itu lebih tepatnya tempat Pembantaian.
Dan saat dia merasakan kehadiran yang dia kenali. Kurumi langsung terduduk di tanah itu karna jumlah Reiryoku yang dikeluarkan.
Untuk pertama kalinya Kurumi mendapatkan Luka separah ini maupun Reiryokunya sudah mencapai Batas.
Dan Tepat saat mendengar Kata - kata...
"Chibaku Tensei!!"
Tanah di sekeliling menjadi terangkat dan banyak Tanah itu melesat ke arah Ayu dengan kecepatan yang luar biasa.
Ayu akhirnya membuat Pergerakan selain Dari membuat Matanya Bergerak. Yaitu, Ayu membuat jari - jari tangan kanannya bergerak.
Setelah melakukan itu. Tanah yang terangkat tadi menjadi debu karna hancur tanpa sebab yang tidak diketahui.
Tidak Lama kemudian. Sosok Sieg terlihat di atas langit bersama Rimuru di sampingnya.
Sieg sedikit terkejut melihat Pemandangan tempat ini dan mengetahui bahwa Kurumi terluka parah. Bagi Sieg, Wujud Kurumi saat ini menyedihkan dan oleh karna itu Ia akan mendekati Kurumi.
"Apa kau baik - baik saja?"
"Ara.. Sieg - san mengkhawatirkan Diriku.. aku sangat bahagia"
"Jangan bicara dulu. Kau terluka sangat parah"
Sieg sendiri tidak menyangka bahkan dengan luka yang Kurumi dapatkan dari Ayu Kurumi masih dapat bercanda dan bisa mempertahankan kesadarannya.
Rimuru yang menyaksikan itu dari atas langit sedikit marah dan tanpa Ia sadar aura yang menakutkan keluar dari tubuhnya.
"Daripada Sieg - san mengkhawatirkan Diriku.. Kondisi Kirito - san dan Asuna - san lebih parah"
"Soal itu kau tidak perlu khawatir... aku sudah menyembuhkan mereka dalam perjalanan kesini. Cuma Luka yang kau alami ini sangat.... Parah" ucap Sieg yang sedikit sedih.
Kurumi tidak pernah menyangka jika kejadian seperti ini akan terjadi. Baginya Ini adalah Pertama kalinya Kurumi melihat Sieg mengkhawatirkan dirinya dalam keadaan terluka.
Tapi, Kurumi juga tidak kuat melihat Sieg dengan raut wajah yang sedih.
"Tidak apa - apa Sieg - san. Luka sepeerti ini tidak akan dapat membunuh diriku"
"Benar juga. Setelah ini, aku akan Merawatmu.." ucap Sieg
Kurumi membalasnya dengan Senyuman lembut dan menutup Matanya untuk beristirahat.
...******************...
Sieg dan Rimuru sudah Siap untuk melawan Ayu dengan Kekuatan Penuh. Semua Bola Ungu Sieg melapisi tubuhnya dan Tubuh Rimuru agar kekuatan yang mereka miliki Meningkat berganda - ganda.
Chibaku Tensei yang Sieg keluarkan tadi juga sudah dipatahkan oleh Ayu. Dan Ayu mulai melangkahkan kakinya melihat Ke Arah Sieg.
Dan di mata itu terlihat seperti memiliki sedikit kehidupan saat melihat Sieg.
"Sieg. Aku tidak mau mengatakannya tapi kita berdua dalam situasi yang sangat gawat"
"Katakan saja"
"Kita tidak akan dapat Mengalahkannya hanya dengan berdua"
Sieg mengerti dengan kata - kata Rimuru. Dalam Pikiran mereka berduapun Banyak Kata - kata yang dilontarkan dari System dan Dai Kenja kepada mereka berdua sampai Pusing dibuatnya.
[Lapor : Terdeteksi Sejumlah Mana yang besar]
[Sieg. Ayu mulai menyerang]
"Aku tau!!"
Mereka berdua langsung melesat ke arah Ayu dengan Kecepatan tercepat yang mereka miliki karna ini mereka harus mengalahkan Ayu dengan cepat sebelum Ayu menjadi serius.
Tentu saja. Ayu dapat merasakan Kehadiran Sieg dan Rimuru yang berniat untuk menyerangnya.
Dan pertama kalinya Ayu (Dalam Wujud Serius) mengeluarkan Suaranya...
"Mati."
Sekilas, Ribuan Bilah angin melesat ke arah mereka.
Sieg dan Rimuru dengan Sigap menahan kesemua Bilah itu.
"Shinra Tensei!!"
"Gluttony"
Sieg membuat Bilah Angin yang barusan itu lenyap seketika sedangkan Rimuru menyerapnya.
Dan Kali ini Ayu menggerakkan tubuhnya dan menghilang.
Sieg dan Rimuru mencari Ayu dan ketika mereka menyadarinya. Ayu sudah berada di belakang Mereka.
BANG!!
Sieg dan Rimuru langsung dipukul oleh serangan yang tidak dapat mereka lihat dengan Mata mereka.
Tubuh mereka berdua terlempar sangat jauh sampai - sampai Tanah yang menjadi Tempat daratan mereka langsung Retak Ratusan Meter.
Tubuh Rimuru langsung Hancur setengah. Dan karna Rimuru adalah Slime maka ia tidak akan merasakan rasa sakit.
Tapi tidak untuk Sieg yang tubuhnya hancur dalam sekali serangan dan untung saja Sieg memiliki Essence Flame yang menyembuhkan dirinya.
'Sekali serangan langsung hancur. Ini mah, seperti Saitama dan Anos...' Gumam Sieg tersenyum Pahit.
'Dai Kenja. Kemungkinan Kami menang berapa?' Tanya Rimuru
[Jawab : selama Ia tidak serius maka kemungkinan persentase kemenangan anda hanya 20%]
Rimuru tidak tau mau bereaksi seperti apa. Ayu belum serius tapi kesempatan mereka untuk menang sangat kecil. Dan Bagaimana jika Ayu menjadi serius?
Jika itu terjadi. Tidak perlu ditanyakan lagi, Sieg dan Rimuru langsung menemui Ajal mereka berdua.
Tentunya Apa yang Dai Kenja katakan Kepada Rimuru terdengar jelas di pikirannya.
'Cuma 20% sudah cukup. Akan kugunakan semuanya dalam sekali serangan' Tegas Sieg
Sieg menggabungkan Semua Bola Api Ungu yang tersisa di sekitarnya dan terciptalah Satu Bola seukuran Bola Basket.
Rimuru yang melihat itu juga tidak tinggal diam. Ia lalu menggabungkan Hell Flame dan Dark Thunder hingga skill tersebut berevolusi menjadi Skill Darkflame Lightning.
[Skill Darkflame Lightning berhasil diperoleh]
Mereka berdua kemudian mengarahkan Skill terkuat masing - masing ke arah Ayu yang masih berada di atas langit.
Dan....
FUHSSSS!!
Mereka berdua melepaskan Serangan mereka secara bersamaan.
Sejumlah Api ungu dan Api Hitam beraliran Listrik itu melesat ke arah Ayu yang di atas langit
Bahkan kawah disekitar mereka tercipta, Gelombang Angin yang kuat dan Energi Mana yang dikeluarkan.
Serangan Sieg dan Rimuru mengenai Telak ke arah Ayu namun, mereka tau tidak mungkin Ayu yang Super OP terluka dengan serangan semacam itu. Oleh karna itu, Sieg dan Rimuru terbang ke Arah Ayu dan tak disangka - sangka. Serangan mulai berdatangan layaknya Ribuan Misil.
Spontan Sieg dan Rimuru menghindari semua serangan itu dengan Cepat dan beberapa kali menghancurkan namun, jumlah serangan itu tidak masuk akal.
Serangan itu juga tercipta dari berbagai Elemen.
"Elemen yah lawan Elemen" ucap Sieg.
"Kuasa Elemen "
Dalam sekejap. Sieg berubah wujud yang tadinya Bijuu mode ke wujud elemental Taufan.
Mengenakan Pakaian Biru Putih dan rambutnya juga Biru terang serta Membawa Hoverboard Membuatnya dapat terbang di langit.
Sieg Taufan lalu menciptakan Bola angin. Setiap detik Bola Angin itu berubah menjadi bentuk yang mirip dengan Shuriken.
"Fuuton!! Rasen Shuriken!!"
Sieg langsung melemparkan Bola Spiral berbentuk Shuriken itu dan Rasen Shurikan Sieg lalu menembusi Semua serangan yang melesat ke arahnya dan mengenai telak dimana Ayu berada.
Begitu Rasen Shurikan Sieg mengenai Ayu, Rasen Shuriken Sieg langsung berubah Bentuk yang mirip ledakan Biru.
Tentunya Ayu sempat Menghalanginya tapi tidak sampai Disitu.
Sosok Rimuru Terlihat dari belakang Ayu dan menyiapkan Katanya yang dilapisi Oleh Darkflame Lightning.
Ayu lagi - lagi dapat menahannya dan tanpa ia sadar. Sieg juga berada di belakangnya. Dengan Bola Spiral besar di Tangan Kananya.
Ukuran Itu bahkan dapat merobohkan Satu Istana.
"Oodama Rasengan!!"
"Predator!!"
Kedua serangan itu menyerang Ayu dari dua arah yang berbeda. Meski Ayu itu sangat OP tidak mungkin ia dapat menghindari semua kedua serangan Sieg dan Rimuru itu.
BOOM
Dan kali ini Serangan Sieg mengenai Ayu tetapi..
"Rimuru!!" Teriak Sieg.
Serius saja. Rimuru ditangkap Oleh Ayu. Dan bahkan setelah menggunakan Predator yang dapat melahap segalanya. Ia tidak dapat melahap Ayu.
[Lapor : Mana yang dimiliki diserap!! Mencadangkan Beberapa Mana yang dimiliki Rimuru Tempest]
Tentunya mendengar kata - kata dari Dai Kenja di pikirannya membuat Sieg sangat terkejut dan mulai menggunakan Semua Skillnya.
Bahkan Rimuru tidak dapat melawannya dan memperlihatkan wajah Kelelahan.
'Rimuru apa kau tidak apa - apa!!?' Ucap Veldora
'Ugh.. mana ku terserap. Gawat.. kesadaranku...' ucap Rimuru dengan Mata yang ingin menutup dan terbuka kembali saat mendengar suara Sieg.
"Pecah Tiga Elemen!!"
Di Hadapan Sieg muncul sebuah Lingkaran. Dan Sieg memasuki ke dalam Lingkaran itu.
Setelah memasukinya keluar tiga sosok Sieg yang berbeda pakaian dan Berbeda Aura.
"""Mari Akhiri semuanya!!""" Ucap ketiga - ketiga Sieg dengan marah
Salah satu Sieg menciptakan Busur Es dan mengambil 4 Panah dan menarik Panah itu. Setelah itu Keempat - empat panah itu melesat dengan Kecepatan Luar biasa.
Dan dua Sisa Sieg yang lainnya menyiapkan serangan Masing- masing.
"Tebasan Tombak Halilintar!!"
Sieg Halilintar langsung mengayunkan Tombaknya dengan Kuat sembari membuat pergerakan Zig zag.
Sedangkan Sieg Blaze mengeluarkan Sejumlah Api dari kedua Telapak tangannya.
Serangan didahului oleh Sieg Es yang menembakkan Panah. Panah itu tidak sempat Ayu hindari dan entah bagaimana Ketiga - ketiga panah itu dapat menembusi perut Ayu.
Dilanjuti dengan Tebasan Tombak Sieg Halilintar. Tebasan Sieg langsung membuat Gelombang Kejut yang kuat hingga Tebasan yang dia ayunkan secara Vertikal itu membuat Tanah yang datar menjadi retak Ribuan Meter.
Terkena kedua serangan itu. Ayu mengeluarkan Seteguk darah segar dan dia merasa sedikit marah.
Sieg Blaze langsung mendekatkan dirinya.
"Ledakan Maksimal!!"
KAAAAAABOOOMM!!
Ledakan Yang Sieg Blaze hasilkan itu membuat Langit - langit menjadi Dipenuhi dengan Asap Hitam.
Dan Sieg Halilintar menyambut Rimuru yang terlepas dari Genggaman dari Ayu.
"Apa kita berhasil?" Ucap Sieg Es
Meski Sieg Es cenderung Menghindari pertarungan tetapi, saat Ini Sieg berada dalam kondisi yang paling berbahaya. Jujur saja ini adalah Pertarungan yang melelahkan kedua bagi mereka setelah bertarung dengan Sung Jin Woo.
"Tidak. Dia masih hidup" ucap Rimuru yang dipapah oleh Sieg Halilintar.
"Kalau beg -"
Tidak sempat menyelesaikan Perkataannya. Mata mereka berempat menjadi Terbelak melihat asap yang menyelimuti Ayu menghilang.
"Yang benar saja. Bahkan setelah terkena serangan Kita dia masih hidup.." ucap Sieg Blaze dengan eskpresi wajah tidak percaya.
Tapi, Meski Ayu masih hidup. Bukan berarti dia tidak mendapatkan Luka. Malahan dia mendapatkan Luka yang lumayan parah.
Karna terlihat jelas di pergelangan tangannya yang berdarah. Mungkin ia melindungi dirinya dari Serangan Sieg Blaze dengan Tangannya.
Dan kali ini dia kelihatan sangat marah. Ayu kemudian Mengmpulkan sejumlah Energi yang sangat Gila.
[Lapor!! : Terdeteksi Sejumlah Energi yang sangat Besar!!!]
[Sieg!! Serangan itu sangat bahaya!! Serangan itu setidaknya dapat menghancurkan Matahari!!]
Baik itu Sieg maupun Rimuru sangat tercenggang. Cara untuk menghalangi Serangan itu pun mereka tidak memilikinya.
Mereka tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menghalangi serangan itu. Dan terlihat sedikit menyerah.
Rimuru juga ketakutan melihat sejumlah energi itu. Dan dalam pandangan Mata Rinnegan Sieg. Mana yang berkumpul pada serangan itu sangat banyak.
Mustahil bagi mereka untuk menahannya dengan Shinra Tensei, Rho Aias, dan Predator.
"Apa cuma sampai disini?" Ucap Sieg Blaze
[Sieg.. Gunakan serangan terakhirmu tetapi jika kau menggunakan serangan ini.. tentunya serangan ini memiliki Efek samping]
Sieg tidak terkejut lagi dan tanpa pikir panjang. Sieg langsung menerimanya.
"Baiklah."
[Kau serius?]
"Aku sudah menjawab Iya!!" Ucap Sieg marah dan membuat System ketakutan.
Rimuru juga terkejut dan memegangi pundak Sieg karna Tinggi mereka sama.
"Sieg. Tenangkan dirimu.."
Sieg menjadi tenang dan Semua elemen Sieg yang berpecah dari dirinya kembali bersatu.
"Maaf. Rimuru... aku sedikit ketakutan"
"Bukan kau saja yang ketakutan. Malahan aku juga ketakutan, Yah tapi aku sudah mati sekali. Jadi Rasa takutku sedikit berkurang. Tapi... kalau bisa Jangan mati ya. Karna jika kau mati. Aku juga akan mati"
"Dalam keadaan seperti inipun kau dapat bercanda. Benar - benar, Anime yang sedikit Memiliki Comedy"
"Hmm? Apa kau mengatakan sesuatu?"
"Tidak. Tapi terima kasih sudah membuatku sedikit bersemangat"
"Sama - sama. Dan aku akan berada disini untuk menjadi Penyemangat dirimu"
Sieg tidak akan melarang Rimuru karna jika Rimuru meinggalkan Sieg itu sama saja bunuh diri karna Kontrak yang mereka lakukan
[Si - sieg?]
'Lakukan sekarang System'
[Baik. Membuka Paksa Elemen Cahaya. Membuka Paksa Elemen Solar]
"Ap -"
Tubuh Sieg langsung mengeluarkan cahaya yang sangat terang dan setelah Cahaya itu memudar. Sieg pun terlihat, dan kali ini Aura yang dikeluarkan sangat berbeda dari yang sebelumnya.
Sieg juga mengenakan Jubah dengan Corak indah yang tidak dapat dijelaskan dengan Kata - kata.
Rimuru merasa kagum melihat Wujud Elemental Solar Sieg.
"Woah. Keren sekali..."
[Apa yang harus kau lakukan saat ini. Aku tidak perlu jelaskan lagi kan?]
"Iya." Ucap Sieg solar.
Dan
Krakk!!!
Seketika Tanah Menjadi retak dikarenakan aura yang Sieg lepaskan. Bahkan Kesadaran Rimuru hampir hilang karna Aura Sieg.
Begitu juga dengan Ayu yang berada di atas langit.
Ayu merasakan bahaya datang dari Wujud Sieg yang sekarang dan Mana yang ada Di sekitar Sieg berubah - rubah.
Sieg membuat jari - jarinya membentuk sesuatu dan Saat dia membentuk itu. Sebuah Lingkaran Cahaya di belakangnya muncul.
Saking terangnya cahaya itu. Rimuru sedikit mundur.
"Bentuk lingkaran Sihir itu seperti sabit matahari?" Gumam Rimuru
Begitulah apa yang Rimuru pikirkan melihat Lingkaran Di Belakang Sieg.
"Serangan terakhir diantara kita akan berakhir sampai sini. Ayu Olivia" ucap Sieg Solar
Mendengar Namanya disebut. Ayu kemudian melirik ke arah Sieg dan memegangi kepalanya seolah - olah ingin mengingati sesuatu tetapi, Ia tidak dapat mengingatnya.
"Si - siapa..." ucap Ayu yang kesakitan memegangi kepalanya
Mendengar Ayu mengatakan sesuatu. Sieg Solar tersenyum.
"Rimuru. Minggir sedikit. Kau akan terkena dampaknya"
"Ba - baiklah" ucap Rimuru yang melompat menjauh.
"Semua pertarungan ini akan berakhir dalam satu serangan." Ucap Sieg Solar.
Ayu kali ini terlihat sangat kesakitan dan memperlihatkan wajah yang mengandung kemarahan.
"Aku... aku harus menghancurkan Mu!!" Ucap Ayu dengan nada Tinggi.
"Coba saja jika kau bisa!!" Ucap Sieg dengan semangat.
"Hancurlah!!"
"Tembakan Solar Gerhana Berganda!!!"
Sinaran Yang Sieg Solar keluarkan dan Energi yang Ayu kumpulkan keluar.
Kedua - dua Serangan yang dapat menghancurkan dunia bertabrakan dan membuat Satu Dunia menjadi bergetar.
Sieg solar terdorong ke belakang karna Energi yang dikeluarkan oleh Ayu lebih banyak dan padat dari dirinya
'Ini saja belum cukup... lebih... aku harus mengeluarkan semuanya!!'
Sinaran Solar yang Sieg keluarkan itu bertambah dan energi Ayu terdorong mundur ke belakang. Sedangkan Rimuru sangat terkejut melihat kedua serangan Itu bertemu.
Serangan itu sampai - sampai menciptkan kawah meski tanah sangat jauh dari serangan itu. Dan tekanan Angin itu sungguh luar biasa.
"Keluarkan semua kekuatanmu. Solar!!" Ucap Sieg menyemangati dirinya sendiri.
KAAAAABOOOMM
Serangan Sieg membuahkan hasil. Kali ini serangan Ayu benar - benar terdorong mundur dan Sinaran Solar Sieg terkena Telak kepada Ayu.
Bahkan Bagi Ayu tidak mungkin dapat bertahan dengan serangan itu dikarenakan Jumlah Energi Cahaya yang Sieg kumpulkan.
Ayu yang terkena serangan Sieg mulai menjadi sadar - sadar kembali dan Memori yang dia lakukan sampai saat ini sangat teringat.
Dan memasang wajah yang sangat khawatir.
"A - aku.. barusan aku..."
Wajahnya memperlihatkan Ekspresi tidak percaya. Pasalnya yang dia ingat adalah melukai Orang - orang Sieg atau Sieg itu sendiri.
"Ti - tidak. Sieg!! Keadaan Sieg sekarang!!" ucap Ayu dengan khawatir sembari Lari mencari lokasi Sieg.
Namun, Ayu tidak dapat menemukan apa - apa di bawah tanah karna Asap yang sangat tebal menghalangi Penglihatannya.
Ayu pun menggerakkan Tangannya. Dan setelah melakukan itu. Ia melihat Sosok dengan wajah Lemah berambut Biru langit, memiliki paras seperti Gadis sedang memapah anak Tampan yang dalam keadaan lelah dan Pucat.
Orang yang dipapah oleh Rimuru itu hanya tersenyum dan lega melihat Kesadaran Ayu kembali..
"Yo.. Ayu. Kau sudah sadar." Ucap Sieg masih lagi dalam wujud Solar.
Tanpa sadar. Ayu meneteskan air mata. Sieg Solar cuma terdiam melihat itu dan mencoba mendekati Ayu tapi Rimuru menghalanginya.
"Tubuhmu belum baikan.."
"Kalau begitu. Bawa aku kesana"
Rimuru membalasnya dengan Senyumam Puas dan membawa Sieg Solar kesana
Tibanya di depan Ayu. Sieg Solar menurunkan kedua Lututnya.
"Jangan menangis. Luka seperti ini tidak ada apa - apanya bagiku. Lihat? Wajah cantikmu ini akan memudar.." ucap Sieg sembari mengelap Mata Ayu dengan Jarinya.
Namun, meski begitu. Ayu masih menetes air matanya dan reflek memeluk Sieg dengan Erat.
Hampir Saja Sieg pingsan karna Dipeluk tiba - tiba dan erat.
"Maaf. Maaf. Maafkan aku Sieg.." ucapnya di telinga Kanan Sieg.
Sieg hanya mengelus - ngelus rambut Ayu dan menatap ke arah Rimuru dengan senyuman tenangnya.
"Tidak apa - apa.. ini bukan salahmu..." ucap Sieg
"Rimuru kita akan kembali.."
"Haa. Baiklah.."
Melihat kejadian ini. Dalam Pikiram Rimuru yang ada cuma ini.
'Anak ini.. Sieg.. benar - benar sangat kuat... Aku sangat menantikan kedatangan Yang lainnya di dunia ini... Jika Ranga dan lainnya melihat Sieg yang memiliki Kekuatan yang dapat menghancurkan dunia... Kira - kira raut wajah seperti apa yang akan mereka tunjukkan...' Gumam Rimuru dengan wajah Penasaran..
...[Quest Selesai!!]...
...[Hadiah yang didapatkan ???]...
...[Membuka Informasi Hadiah!!]...
...[Hadiah yang didapatkan adalah Poin 7.000.000, kesempatan untuk memanggil Karakter Anime yang diinginkan oleh Rimuru Tempes, Karakter Anime Akame dari Akame Ga Kill, Diskon 50% memanggil Karakter Anime Saitama dari Anime One Punch Man, Dapat memilih Satu Skill Peringkat S di Shop, 100.000 Koin Platinum, Potion tingkat rendah dengan jumlah tidak terbatas, kesempatan Memanggil Karakter Anime dari Anime Fate Series, Dan Mengupdate System ke Versi 2.0]...
Itulah kata - kata terakhir dari Syatem yang Sieg dan Rimuru dengarkan sebelum kehilangan Kesadaran.
...*********************...
Buset.... Thor memecahkan Rekor terbaru Lagi yaitu 7000 kata Lebih!!. Niatnya ingin mencapai 6000 Kata lebih tapi Malah Sampai 7000. tapi Yah, selama pembaca Suka, Thor tidak keberatan.
Dan Maaf saja jika Pertarungannya tidak epik atau Membosankan🙏🙏 Karna Thor sendiri bingung membuat Adegan pertarungannya.
Apalagi Adegan pertarungan Sieg dan Rimuru melawan Karakter Super OP yaitu Ayu Olivia. Sulit sekali mau menjelaskan pertarungannya secara Rinci lewat kata - kata.
Thor sangat suka jika menjelaskan adegan Pertarungan secara Rinci. Oleh karna itu Thor tidak akan langsung membuat Sieg menjadi OP di awal - awal. Pasalnya akan Membosankan kan? jika Langsung OP di awal - awal. Pertarungannya pun menjadi Singkat.
Fuuuh, dan Tolong Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang Dong agar Thornya bersemangat.
Dan akhirnya muncul juga Si Botak Satu Pukulan Tapi, Thor akan masukkan Karakter Anime itu di belakang. Karna Itu Si Botak Terlalu OP, Thor bakal buat Sieg memanggil itu karakter Anime Botak dalam Keadaan Terdesak.
Dan bagaimana menurut kalian chapter ini?
See You In The Next Chapter 👋👋👋
Jumlah Kata : 7320