I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 53



"Sieg.. Apa kau menyukai gadis itu?" Ucap Ai yang tiba - tiba menjadi cemberut setelah mengetahui jika Sieg ternyata melirik ke arah Gadis itu serta tidak mengerti Alasan Sieg membiarkan kedua orang itu menaiki kapal ini.


Pertanyaan itu membuat Sieg tertawa canggung. Sieg dapat merasakan jika Gadis di hadapan ini baru saja merasa kesal setelah dirinya berbicara dengan Gadis tadi itu. Begitu juga dengan Ayu, dan Kirei.


Mereka penasaran alasan kenapa Sieg Membiarkan kedua orang itu naik ke kapal ini.


"Tidak. Aku sama sekali tidak menyukainya. Ini juga pertama kalinya kami bertemu.. Jadi tidak mungkin aku langsung menyukainya... dan kenapa aku membiarkan mereka juga naik ke kapal ini adalah karena mereka juga sama seperti tujuan kita yaitu menuju ke lokasi Turnamen muda. Jadi tidak apa - apa sekalian membiarkan mereka ikut serta." Jelas Sieg.


Dengan alasan ini membuat Mereka semua tidak mengajukan pertanyaan lagi tetapi, Ai masih lagi tetap cemberut meskipun sudah mendengar alasan Sieg tadi


"Apa? Kau cemburu?" Tanya Sieg.


Sieg berhasil membuat wajah Ai memerah dan Ai mendekati Sieg dengan memukul - mukul belakanganya. Dalam keadaan seperti ini, Sieg malah menggodanya dan mereka semua yang melihat itu tanpa sengaja tertawa kecil.


"Jangan menggoda Ai.." ucapnya perlahan.


Karena Perbedaan mereka yang tidak berbeda jauh, Sieg dapat mendengarnya dengan jelas dan Sieg mengusap kepala Ai untuk membuat Ai menjadi tenang dan melupakan soal Gadis itu.


Wajah Ai semakin memerah dan Ai tersenyum lalu memeluk Sieg. Ayu, dan Kirei itu menatap dengan rasa iri.


Sieg sendiri tidak tau mau bereaksi seperti apa. Sieg juga sudah menyadari Soal Perasaan Ayu kepada dirinya. Tapi, untuk saat ini Sieg tidak mau terlalu memikirkan soal Percintaan ataupun memiliki pacar karena Harus Fokus dulu terhadap Turnamen muda kali ini.


Terlalu banyak yang harus Ia pikirkan, Pertama Memanggil semua Karakter Anime dari dunia Rimuru, dan melanjutkan perjalanannya lagi.


Akibat dari terlalu banyak masalah yang mendatangi dirinya. Perjalanan Sieg menjadi tertunda tapi, Jika Sieg mengabaikannya. Takutnya, nanti dunia ini akan hancur. Jika itu terjadi, Sieg harus tinggal dimana? Sangat merepotkan.


Setelah itu, Sieg pun membuat Ai melepaskan Pelukan dari dirinya. Dan berniat untuk kembali ke kamarnya. Lagian, dia harus mengupdate System. Waktunya sudah tertunda banyak dan harus menjadi kuat secepat mungkin.


'Sudah tidak ada waktu lagi..'


...*****************...


...•Sieg Pov•...


Saat ini aku sudah berada di kamarku. Apa yang kulakukan seterusnya, mungkin tidak perlu kujelaskan lagi. Ya, untuk mengupdate System. Aku harus menjadi kuat secepat mungkin


Dan satu lagi masalah yang menjanggal bagi diriku yaitu, Gadis bercadar itu. Bukan karena aku menyukainya atau apa. Tapi, aku merasakan perasaan yang aneh saat melihatnya dan bibirnya itu membuatku menjadi penasaran.


Karena bibirnya itu menjadi Biru dan aku jarang melihat hal seperti itu. Tapi, yah.. Aku tidak mau memikirkan itu dulu dan harus fokus terhadap mengupdate System sekarang.


"System. Apa tidak ada cara untuk membuat waktunya menjadi singkat?" Tanyaku.


Mengetahui saat System tidak akan berfungsi selama Satu Hari membuatku tidak tenang karena bisa saja nanti saat System sedang dalam Proses ke Versi 2.0. Tiba - tiba ada musuh yang tidak dapat kuhadapi seperti Dewa misalnya..


Tapi, mungkin selain Dewa Iblis, dewa lainnya akan setara dengan diriku jadi aku tidak terlalu memikirkan itu.


[Tidak ada Sieg]


Jika tidak ada maka aku harus menunggu selama satu hari. Yah, mungkin tidak apa - apa menunggu selama satu hari. Kapal ini juga akan bergerak selama 4 Hari untuk sampai ke Arena.


Jika ada yang bertanya kenapa aku tidak mengendarainya Phoenix? Alasannya tentulah karena Kekkai disini semakin kuat.


Nanti kami akan ketahuan oleh Divine Beast yang membuat Kekkai ini dan datang menghabisi kami. Aku sama sekali tidak mengiginkan itu.


"Baiklah. Kalau begitu. Update saja. Aku akan menunggu.."


...[Dimengerti Memulai Mengupdate System Ke Versi 2.0]...


...[Update dimulai. Selama Mengupdate, Anda tidak akan Dapat berbicara dengan System dan menggunakan semua Fungsinya]...


...[1%...]...


Sudah dimulai kah? Sekarang, aku akan menunggu selama satu hari. Apa aku harus keluar? Lagian, aku tidak melakukan apa - apa disini selain tidur.


Menunggu System selesaipun akan lama. Jadi mungkin aku akan keluar saja. Sekalian ingin melihat Gadis itu lagi karena penasaran dengan Identitas Gadis itu.


Aku dapat mengetahuinya jika Gadis itu sangat kuat dan itupun setara dengan Ayu atau bisa jadi melebihinya..


Dan Kakek yang berada di samping Gadis itu. Dia lebih mengerikan, Mungkin Dua Kali Lipat dari Gadis tersebut. Kenapa aku mengatakan itu? Aku sendiri sudah melihat Jumlah Mana mereka sendiri. Tentu melalui Mata Rinneganku.


Tapi, pada saat yang sama. Ini membuatku tenang, jika itu memang benar, Maka Kekuatan Turnamen muda akan meningkat dan keamanan akan bertambah.


Mungkin 600.000 Tidak masalah.. walaupun aku masih ragu, jika ini tidak sesuai dengan apa yang kubayangkan dan ternyata kekuatan Musuh melebihi Ekspetasiku.


Maka di saat itu, Akan kulepaskan seluruh kekuatanku. Strombreaker, Hulkbuster, Venom, Spider, Deadpool, Gilgamesh dan Arturia.


Semuanya akan kugunakan dan akan kupanggil mereka semua.


Jika cara itu tidak berhasil walaupun semua cara itu tidak berhasil, Maka aku akan memanggil Kartu ASku sendiri yaitu Saitama...


Tapi... Kepribadiannya itu yang merepotkan....


Haa. Sudahlah, jika sudah terlanjur memanggil maka tidak ada pilihan selain mengandalkannya.


Sekarang sudah berapa persen


...[1%...]...


Masih lagi 1. Kalau begitu, mungkin aku akan keluar dari kamarku. Aku nanti bisa jadi bosan.


...***************...


...•Normal Pov•...


Setelah keluar dari kamarnya. Sieg pun menemukan Ai dan lainnya. Tapi, yang membuat mata Sieg tertuju adalah Gadis bercadar itu.


Dan Kakek serta cucunya duduk bersama - sama Kirito dan lainnya seolah - olah mereka adalah Teman yang sudah bersama Ratusan Tahun.


"Yo. Anak Muda.. kenapa kau tidak ikut serta dengan kami." Ucap Kakek Daichi.


"Ah, Ya."


Dengan rasa bosan yang menyelimuti dirinya. Sieg pun berkumpul bersama Mereka. Merasakan kehadiran Sieg, Para Gadis atau lebih tepatnya Kirei tiba - tiba duduk di hadapan Sieg.


Ya, Sieg sudah tau jika Kirei itu masihlah anak - anak jadi Sieg tidak terlalu memikirkannya hanya saja tatapan Iri dari Ayu dan Ai itu menganggu.


"Sieg. Apa tidak ingin memakannya?" Tanya Kirei menunjuk ke arah Makanan itu.


"Tidak perlu. Aku masih lagi belum lapar. Makanlah terlebih dahulu..."" ucap Sieg


Jika soal Makanan tentunya Akame yang berkuasa. Tidak tau berapa piring yang sudah dihabiskan olehnya. Andai saja mereka tidak memiliki Uang maka sudah dipastikan kejadian Klise akan terjadi.


"Jika Sieg berkata begitu baiklah."


Dia tersenyum dan memakan semua makanan yang ada disitu tapi, disitu tidak memiliki Nasi sama sekali. Jadi selera makan Sieg tidak ada.


Selama ini Sieg dapatkan nasipun dari System karena Shopnya menyiapkan semua yang Sieg inginkan termasuk Mobil, dan beberapa Alat Modern lainnya.


Sedangkan disisi lain, Kakek itu tersenyum - senyum saat melihat Sieg. Dia tidak menyangka jika Anak tersebut dalam umur semuda itu, sudah ramai Gadis yang menyukainya.


Dia menebak jika Ada Rahasia besar di balik Topengnya dan Ia merasakan jika kekuatan Sieg itu tidaklah normal untuk anak Seumuran Sieg. Tidak, dari awal kekuatan yang Sieg miliki itu tidak normal.


'Sepertinya Anak ini adalah Dia...'


Kakek itu lalu melakukan kontak mata dengan cucunya.


Mereka tidak dapat mengetahui apa cucu itu juga melihat Mata Kakek itu dikarenakan Gadis itu mengenakan Topi lebar yang disambungkan dengan Kain Putih Tranpar. Tapi  cucunya itu dapat merasakan tatapan dari kakeknya itu.


Cucunya itu kemudian menatap ke arah Sieg tapi, Sieg tidak menyadari tatapan yang diarahkan dari Gadis itu, karena Topi tersebut.


Dan tanpa Gadis itu sadari, Dia terlalu lama menatap Sieg dan Ia segera mengalihkan wajahnya ke arah yang sebaliknya.


Kakek itu tersenyum Lebar melihat cucunya yang malu dikarenakan Sieg.


Sieg yang melihat itu penasaran dan memutuskan untuk bertanya.


"Ada apa Kakek?"


"Tidak.. aku cuma senang melihat kalian.."


"Haa..."


Sieg tidak tau apa yang Kakek itu maksudkan. Jadi Sieg berpura - pura mengerti dan lanjut mendengarkan Rekan - rekannya yang saling bercerita.


Di Hari itu, Sieg mulai merasa ada yang salah dari Gadis bercadar itu dan ingin mencoba menanyakannya tapi, Sieg mengurungkan niatnya setelah merasakan Tatapan Iri dari Ai. Tentunya, Ai menyadari Jika Sieg selalu menatap dan melirik Gadis itu.


Namun, pada saat yang sama. Ai tidak menyadari jika Gadis bercadar itu juga selalu melirik - lirik Sieg hanya saja Topi itu yang menghalangi wajahnya membuat Ai tidak menyadari itu.


Ketika mereka sedang melanjutkan memakan - makanan mereka.


Pangeran yang tadi berbagi tempat dengan Sieg juga berkumpul dengan Sieg.


"Jika anda tidak keberatan bisakah Saya juga ikut serta ?" Tanya Pangeran itu dengan ramah.


Kakek itu menyipitkan matanya saat mengetahui Jika Pangeran itu memiliki Niat tersembunyi.


Kakek itu dapat mengetahuinya hanya dengan sekali tatap, sekaligus merasa kagum dengan Sieg. Karena menurut pandangannya, Sieg sudah mengetahui soal Senyuman Palsu itu.


Namun, meskipun begitu. Sieg masih lagi tetap Tenang dan tidak bertingkah aneh. Begitu juga dengan Rekan - rekan Sieg.


"Silahkan. Masih ada banyak Tempat disini." Ucap Sieg Sopan


Pangeran itu sekilas memperlihatkan tatapan meremehkan kepada Sieg tapi, Dia masih lagi tersenyum ramah.


Tatapan itu tidak terlalu memancing Emosi dari Sieg. Bagi Sieg ini hanyalah hal yang normal dan dia tidak mau mencari masalah dengan Pangeran ini. Tetapi, Sieg lupa dengan satu hal, Yaitu Rekan - rekannya.


Ya, semua rekan Sieg menjadi marah walaupun aura mereka tidak dikeluarkan. Akame langsung memegang gagang katananya, Kurumi Yang tiba - tiba tersenyum Ngeri, dan mereka yang lainnya sama seperti Akame dan Kurumi.


Pangeran itu merasakan ada yang salah tapi dia tidak mau memikirkannya.


"Kalau begitu. Saya akan duduk disini" ucapnya sembari duduk di dekat Ai namun, Ai yang saat itu langsung mendekati Sieg dengan berlari lembut dan duduk di samping Sieg.


Pangeran itu mengerutkan alisnya, Tidak menduga jika Itu akan terjadi.


"Nona Imut yang disana. Ada apa? Nona ini tiba - tiba berpindah tempat?"


Sieg tertawa canggung, Kirei ada dihadapannya sedangkan Ai berada di Sampingnya. Jangan - jangan Ayu juga akan ikut serta?


Pangeran itu merasa marah dari dalam lubuk hatinya tapi, dia tidak memperlihatkannya dan memanggil para pelayan untuk mempersiapkan makanan yang mewah.


Sementara itu, Kakek itu tersenyum dengan tindakan Ai yang berhasil membuat Pangeran itu marah.


Cucunya yang melihat itu merasa aneh dengan Kakeknya dan lagi - lagi Ia melirik ke arah Sieg.


'Anak itu... Dia sedikit berbeda...' batinnya.


Kali ini Sieg sedikit merasakan jika ada seseorang yang menatapnya tapi dia tidak mengetahui darimana Asalnya Tatapan itu.


Dia pun melihat ke sekeliling namun, dia tidak dapat menemukannya Diman Tatapan itu.


'Mungkin perasaanku saja?'


...[3%...]...


...****************...


Begitu hari sudah malam. Kesemua orang memasuki ke dalam kamarnya masing - masing tak terkecuali Sieg sendiri.


Sedangkan Kamar Kirito dan Asuna tidak dipisahkan melainkan Mereka bersama - sama dalam kamar itu termasuk anak mereka yaitu Yui.


Ai juga tadi memaksa Sieg agar diperbolehkan dirinya tidur bersama Sieg tapi, Sieg tidak mau itu terjadi. Makanya, Sieg berkata akan menemani Ai saat Di Kota nanti.


Lokasi Turnamen muda diadakan di Gunung Dunia. Dinamakan Gunung Dunia karena Lokasinya berada di tengah - tengah Benua Dunia.


Jadi tentunya, disana ada Kota yang besar dengan Populasi Manusia yang Jumlahnya sangat banyak. Bahkan Ramai orang dari berbagai Ras datang kesana dan karena Turnamen muda akan diadakan disana, Kemungkinan besarnya Jumlah orang yang berada disana melebihi lebih dari 1 juta.


Namun sayangnya. Cepat atau lambat tempat itu akan menjadi lautan Mayat dan Ramai orang yang tidak berdosa akan mati disana. Mengingat Jumlah Musuh yang sudah mencapai 600.000 dan akan terus bertambah tanpa henti.


Jadi setidaknya sebelum itu terjadi. Sieg ingin membuat Ai merasa senang dengan keindahan Kota besar itu. Dan ingin Ai tidak merasa tegang sebelum pertarungan besar - besaran dunia dimulai.


Atau mungkin Perang dunia...


...***************...


3 Hari berlalu. Hari ini adalah Hari terakhir mereka berada di kapal ini.


Dan Aura yang terpancar dari Gunung tersebut sangat luar biasa menurut Sieg dan Di Pandangan mata Rinnegannya sekarang. Ada banyak sekali Warna warni padahal mereka masih berada jauh.


'Sepertinya orang yang akan ikut serta bakal ramai...' Pikir Sieg.


Dan sekarang Sieg berada di luar kapal di tengah - tengah malam. Kenapa dia berada di luar di tengah - tengah malam?


Alasannya tidak lain adalah untuk memanggil Semua Karakter - karakternya.


Sudah lebih dari 1 hari. Jadi Sieg sudah mengupdate System ke Versi 2.0. Sieg sudah dapat mengakses tentang dunia MARVEL dan DC.


Sieg tidak sendirian disitu, disampingnya juga ada seorang Gadis dengan gaya rambut yang hampir mirip dengan Kurumi, memiliki Wajah yang sangat cantik, Dan Bulu Mata yang mempesona


Ya, itu adalah System dan sekarang Sieg memberikan nama Eiko.


Sejak Pengupdatetan itu selesai. System secara Otomatis dapat menunjukkan wujud manusianya kapan - kapanpun dia inginkan dan Efek Charm tak terkendali itu sudah hilang entah kemana.


Tapi, dengan itu Sieg dapat merasa lega. Dia tidak mau kejadian itu terulang. Kemungkinan besarnya, Dia akan kehilangan Kendali Atas tubuhnya.


Walaupun Sieg masih lagi merasa gugup dengan System yang sekarang karena System yang ini terlalu cantik dan System tanpa segan - segan selalu mendekati Sieg seolah - olah dia tidak terlalu mempedulikan dengan hal yang disekitarnya.


Soal ini juga Sieg sudah jelaskan kepada Mereka semia termasuk Ai tentunya. Wajah Ai saat itu benar - benar sangat Mengejutkan Sieg karena Dia tampak sangat kesal dan Dia mulai memukul - mukul Sieg.


Sieg hanya tertawa kecil. Dan berpikir Itu imut untuk Ai. Tapi setidaknya, Ai tetap menerimanya karena Ai tau jika yang membuat Sieg sekuat ini disebabkan oleh System atau Eiko.


Kembali Ke Topik


"Kau harus melakukannya seperti ini.." ucap Eiko yang membentuk Lingkaran di hadapannya berserta Sieg.


"Be - begini..." ucap Sieg gugup.


Sieg juga lagi membuat sebuah lingkaran untuk memanggil para Servant. Ya, Servant yaitu Gilgamesh dan Arturia.


Tapi, Sieg berpikir jika System ini terlalu dekat dengan dirinya atau bahkan System ini terlihat sedang menikmati sesuatu Saat bersama Sieg dan saat tangan mereka bersentuhan.


Mereka melakukan lingkaran itu demi membuat Para Servant tersebut dapat memiliki kekuatan yang luar biasa saat dipanggil. Atau Mereka berniat untuk mereinkarnasikan Mereka kembali.


Dan Sekaligus menggunakan Salah satu Kartu yang dipanggil Servantnya juga.


Dengan kata lain. Sieg memanggil tiga Servant Sekaligus.


Untuk saat ini. Sieg belum berniat untuk memanggil para Karakter MARVEL dan soal itu para Karakter MARVEL tidak akan diambil dari Universe mereka melainkan, para Karakter MARVEL itu adalah karakter buatan khusus untuk Sieg


Jadi Sieg dapat meletakkan Ingatan sesuai yang dia inginkan kepada Para Karakter MARVEL tersebut.


Karena jika itu adalah Karakter Asli dari Universenya. Seperti yang Sieg katakan di chapter - chapter sebelumnya maka Super Villain akan datang ke dunia ini. Seperti Living Tribunal.


"Jadi Sieg. Aku akan mencoba membuat Penghalang disini agar Tidak menarik perhatian disini." Ucap System


Ada juga beberapa kemampuan yang Eiko dapatkan setelah berevolusi ke Versi 2.0 diantaranya adalah tadi yaitu membuat Penghalang atau Dimensi tapi batasnya tidak terlalu jauh


Jika Sieg memanggilnya secara terang - terangan di Kapal seperti ini. Sudah pasti Kapal ini akan musnah akibat tidak dapat menahan beban dan dampak dari Pemanggilan para Karakter itu.


"Tapi... Eiko. Aku tau jika kau ingin membuat Penghalang tetapi, apa kau harus sampai seperti ini" ucap Sieg dengan wajah sedikit memerah.


Sieg kali ini tidak mengenakan topeng sama sekali. Jadi Wajah Memerah Sieg dapat dilihat dengan sangat jelas.


Eiko sekarang sedang membuat Penghalang sembari Memegang Tangan Sieg.


"Tidak. Kita harus melakukan ini agar aku dapat menggunakan Manamu..." ucap Eiko dengan wajah sedikit memerah.


"Tapi.. apakah tidak boleh menyentuh di bagian lainnya seperti di atas pundakku..."


"Cara ini lebih Efektif untuk mengambil manamu..." Jelas Eiko


"Baiklah jika begitu.."


"Apa kau tidak suka kita bergandengan Tangan?"


"Bukan itu.. Jujur saja bergandengan Tangan dengan orang secantik itu sepertimu sangat luar biasa tapi, Bagaimana denganmu? Apa kau tidak keberatan"


"Ya. Aku sama sekali tidak keberatan melakukannya.." ucapnya Sigkat dan menatap ke wajah Sieg.


Sontak wajah Sieg semakin memerah dan malu dengan ini.


Melihat Wajah Sieg memerah, Eiko akhirnya menyadari dengan kata - kata yang baru saja dia ucapkan barusan. Itu sangatlah memalukan dan wajah Eiko juga memerah dan berbalik fokus membuat Penghalang.


"Ka - kalau begitu. Kita lanjutkan"


"Be - benar juga."


Mereka kembali Fokus dan Eiko menunjukkan ke arah Angin itu.


"Transfer..."


Sebuah Pelindung - pelindung terlihat seperti dinding Tranpar tercipta di sekitar mereka sedikit demi sedikit.


Sieg sedikit merasa lelah karena jumlah mana yang dikeluarkan itu sangat banyak sangatlah dahsyat.


Setelah Sekitar 50% Mananya terserap. Pembuatan Penghalangpun selesai.


Dari dalam Sieg dapat melihat jelas di luar tapi orang yang berada di luar tidak akan dapat melihatnya seperti Tembus Pandang.


"Kalau begitu.. Kita mulai Sieg.."


"Iya."


Sieg merasa sangat tegang saat mendengar kata mulai dari Eiko.


Eiko yang merasakan Sieg tegang mengeratkan Gandengan tangannya untuk membuat Sieg melupakan rasa tegang itu.


"Tidak perlu tegang begitu... Aku ada disini bersama mu.."


"Te - terima Kasih.."


Setelah merasa tegang, Sieg merasa gugup melihat senyuman yang diberikan oleh Eiko.


..."Memulai Pemanggil Karakter Anime dari Anime Fate Series."...


..."Jumlah Karakter yang dipanggil adalah 3. Gilgamesh, Arturia Pendragon, dan Random.."...


..."Pemanggilan selesai.."...


Lingkaran yang Sieg buat tadi bersinar terang dan mengeluarkan cahaya yang sangat terang hingga mata Sieg tertutupi. Kecuali Eiko yang masih tenang - tenang seakan - akan cahaya seperti ini tidak ada arti baginya.


Begitu cahaya memudar terlihat 3 makhluk berbentuk Mirip Humanoid berdiri di hadapan Sieg dan Eiko.


Yang pertama kali terlihat adalah Seorang Pria berambut emas, bermata Merah, dan mengenakan Armor berwarna emas



Yang kedua adalah seorang Gadis yang mengenakan Pakaian yang mirip Kesatria.



Dan yang terakhir adalah Seorang Gadis dengan Rambut kuncir pirang, memakai gaun perang hitam, dan di tangan Kanannya adalah senjata yang berbentuk Bendera.



Lantas Sieg terdiam seribu bahasa melihat aura yang dikeluarkan oleh Ketiga para Servantnya....


...***********...


Jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang.