
"System, Aku sudah Siap. Mari kita Langsung saja mulai penaklukkan Three Thousand Burning Flame"
Saat ini Sieg berada di tengah - tengah lapangan untuk memulai Penaklukkan Essence Flame. Setidaknya untuk melakukan itu dia memerlukan Persiapan Matang. Sieg sudah mengatakan Hal ini kepada Ai dan Kirito, dan Seperti yang Dipikirkan Ai sangat menolak. Namun, setelah memberikan Jawaban yang cukup membuat dia terpaksa terdiam. Ai pun terdiam. Sieg merasa bersalah karna jawabannya Setengah Benar setengah Salah. Tidak lupa juga Sieg mengingatkan Kirito untuk menjaga Ai, karna hanya dia saja yang memiliki Kepercayaan Tinggi Dari Sieg. Kirito hanya menjawab 'baiklah', dan Sieg pun merasa aman.
[Baiklah Sieg. Kau akan bertarung di dalam Alam Bawah kesadaranmu. Apa kau sudah bersiap dan Ngomomg - ngomong, Ada Quest baru nih. Apa kau ingin melihatnya]
"Bukan saatnya untuk melihat Quest, tapi yah, sudahlah. Perlihatkan padaku"
[Oke]
...[Quest...
...Taklukkan Three Thousand Burning Flame bersama Kurama...
...Hadiah : Jam Kuasa Boboiboy, 50.000 Poin, Excalibur (dari anime SAO Season 2, milik Kirito), Kesempatan Memanggil Karakter Asuna 50%....
...Hukuman : Mati]...
"Haa..."
[Ada apa Sieg?]
"Buat apa make tanya segala? Sekarang aku harap kau memberikan penjelasan Yang tepat untuk ini. Kenapa bisa ada Jam Kuasa Boboiboy? Dan Hukumannya terlalu tinggi tidak setara sama sekali dengan hadiah Quest ini."
[Apa yang kau katakan. Ini seharusnya kebalikan. Hukumannya yang kurang. karna apa?, Kau mendapatkan Jam kuasa boboiboy yang kekuatannya mampu menghancurkan dunia, dan memiliki Kesempatan yang membuatmu untuk memanggil asuna serta pedang excalibur. Kau tau kah betapa sulitnya mengatur semua itu. Apalagi Jam Kuasa Milik Boboiboy, itu juga tidak ada Di Shop maupun di gaccha dengan kata lain ini Hanya Quest untukmu. Merasa beruntunglah mendapatkan kekuatan itu Sieg...]
"*Menghela nafas*, baiklah, aku yang salah. Memang benar sih, kekuatannya sedikit kuat. Tapi yah, sudahlah mulai aja penaklukannya, Aku juga mau hadiah kesempatan memanggil Asuna. Bagaimana Ekspresi Wajah Kirito ketika bertemu dengan Asuna. Karna penasaran dengan Ekspresi wajahnya?"
[Oke, Sieg kalau begitu kau cuma tinggal duduk diam disitu untuk memulainya. Lalu sisanya aku yang urus membawamu ke Alam Bawah Kesadaranmu. Dan untuk berjaga - jaga ciptakan Bunshinmu untuk menjaga Dirimu, bisa saja ada musuh yang menyerangmu nanti]
"Iya"
Setelah itu Sieg pun Menuruti perkataan System dan Menciptakan Bunshinya. Sebanyak 3, Karna mereka juga Diri Sieg. Sieg tidak perlu menjelaskan kepada mereka. Bunshinnya hanya menganggukkan Kepalanya sebagai jawaban.
Kemudian Sieg menyandarkan Tubuhnya Di Pohon, dan mulai berkonsentrasi. Beberapa Detik kemudian sieg mulai Kehilangan Kesadarannya.
Kini Sieg berada Di Ruangan yang super gelap. Tidak ada cahaya disini kecuali satu. Ada Satu cahaya dengan warna yang langka menurut Sieg. Cahaya berkobar - kobar layaknya api serta berwarna Ungu gelap. Sieg mulai mendekati api itu. Semakin Sieg dekat semakin Besar api itu.
"Buset... Tubuhnya gede banget..." Ucap sieg dengan ekspresi sedikit kaget.
"Aku sudah lihat wujudnya Di Manganya, tapi melihatnya dengan mata sendiri membuatku terkejut. Dan Apa - apaan dengan ukurannya?. Ini sedikit seukuran dengan Ukuran Kurama. Jadi Inikah salah satu Essence Flame terkuat. Three Thousand Burning Flame?, aura yang kuat terpancar dari dirinya"
[Apa kau sudah Bersiap]
"Iya.." Ucap Sieg dengan sedikit bersemangat disertai dengan sejumlah pedang yang mengelilingi Sieg.
"Aku tidak yakin kalau pedang dari skill UBW dapat melukainya. Tetapi setidaknya jika aku dapat melukainya sedikit demi sedikit. Aku pasti dapat menaklukkannya. Walaupun membuatku Sedikit bersalah karna menaklukkannya secara paksa"
[Aku akan mulai membuka Kesadarannya. Sisanya terserah denganmu. Semoga berhasil Sieg...]
Setelah System menyelesaikan Perkataannya. Pada saat yang sama juga Three Thousand Burning Flame, tersadar dan membuka matanya. Dia langsung mengamuk ketika melihat Sieg. Dan segera melesat menuju ke Arah sieg dengan tubuh Berapi itu.
"Serang dia pedangku!!" teriak Sieg dengan Gaya yang memerintah pasukan dalam berperang.
Seluruh pedang Sieg pun langsung mengarah ke Essence Flame itu. Setengah dari Pedang Sieg Langsung mencair begitu pedang Sie mengenai Tubuh Naga itu
"Yah, sudah kuduga serangan Lemah seperti itu saja tidak dapat melukai mu. kalau begitu. Apa kau bisa menahan ini wahai api yang tidak dapat padam. Trace On!!"
Di tangan Sieg langsung muncul pedang indah dengan Air beserta Es mengelilingi pedang itu. Dengan menggunakan Skill UBW, Sieg menciptakan pedang itu dengan menganalisasinya.
Setelah itu Sieg mengayunkan pedang itu sekuat tenaga dan saat Sieg habis mengayunkan pedang itu lalu diikuti Es dan air. Serangan itu terlihat seperti Laser biru jika di pandangan orang lain.
Serangan itu bertabrakan dengan Tubuh Naga itu. Dan terlihat ada Uap besar saat Serangan Sieg mengenai Tubuh Naga itu.
"Serangan itu juga tidak dapat menghentikannya?, Selanjutnya akan ku pastikan kau berhent -"
Di saat Sieg ingin menyelesaikan Kalimatnya. Naga itu Melesat dengan Cepat ke Arah Sieg. Sieg dapat merasakan Hawa Panas dari Naga itu. Dan mulai berkeringat.
Sieg segera menggunakan Skillnya. Untuk menahan Serangan itu.
"I Am The Bone Of My Sword"
"Steel Is My Body"
"I Have Created Over A Thousand Blades"
"Rho Aias!!"
Dan Di hadapan Sieg terdapat Pelindung berlapis Lima berbentuk Bunga . Untuk kali ini Sieg menambahkan 4 lapisan Pelindungnya. Karna takut dengan satu lapisan saja tidak akan cukup kuat untuk menahan Naga itu.
Naga itu tidak mempedulikan dengan Pelindung Sieg dan hanya terus melesat ke Pelindung Sieg. Dan Akhirnya saat Pelindung Sieg bertabrakan dengan Tubuh Naga itu. Satu lapisan hancur begitu juga dua dan Tiga. Hingga Tersisa Lapisan Terakhir.
"Terlalu kuat!!. Serangannya mampu menghancurkan Lapisan Pelindung ku berturut - turut dengan cepat. Damagenya terlalu tinggi. Jika seperti ini, Lapisanku akan hancur dan aku akan terkena serangannya!!"
"Mati kau, Manusia Tamak!!!"
"Kelihatannya Itu suaranya.."
Dapat didengar dari nada Suara naga itu bahwa Naga itu sedang marah besar. Dan Karena Kemarahan yang menyelimuti dirinya. Kekuatannya bertambah dan Lapisan Terakhir Sieg hancur.
Karna Lapisan terakhirnya hancur. Sieg terpaksa Harus menerima Dampaknya. Sieg langsung terdorong jauh dari Situ dengan seluruh tubuhnya yang dipenuhi dengan Banyak Luka. Darah mulai bertetesan dari kepalanya maupun di tubuhnya.
Sieg sekarang dalam Keadaan yang darurat. Lalu memegangi tangan kanannya untuk menahan rasa sakitnya.
"Ini benar - benar sangat sakit!!!"
[Ulurkan waktu Sieg!!, Kurama akan segera datang ke situ untuk membantumu]
"Iya!!!, aku tau!! Tajuu Kage Bunshin No Jutsu!!"
Poof
Poof
Poof
Poof
Poof
Poof
....
Jumlah Sieg bertambah yang bahkan mencapai 5 Ribu. Dengan mata Sharingan masing - masing. Masing - masing Sieg menyiapkan Serangannya seperti Rasengan dan Chidori. Ada juga yang menggunakan Skill UBW.
"Ini sangat memakai banyak Mana. Aku dapat merasakan kalau Manaku mulai berkurang dratis. Mungkin sudah tersisa 20%"
"""""Ayo!!!"""""" Ucap Seluruh Sieg secara bersamaan.
Bunshin Sieg menggunakan Skill Teleport untuk menyerangnya secara langsung.
Bunshin Sieg langsung muncul di sekeliling Naga itu. Bunshin Sieg pun mulai menyerang Naga dari berbagai Arah. Sedangkan Sieg yang menggunakan Skill UBW hanya menyerang dari jauh bahkan terlihat 10.000 pedang yang sedang melesat ke arah tubuh naga itu.
Tanpa membuang masa lagi, Sieg pun menyerang Essence Flame itu. Essence Flame itu cuma kaget diserang dari berbagai arah. Dan menerima Serangan Sieg. Dia dapat merasakan kalau tubuhnya mulai terluka, tapi pada saat yang sama Bunshin Sieg yang habis melancarkan serangannya pun menghilang karna tidak dapat menahan Suhu panas Essence Flame itu.
Banyak Asap Putih bertebaran dimana - mana. Hingga menutupi penglihatan Naga itu.
Naga itu pun mengaum untuk membuat asap itu lenyap. Dan setelah Asap putih menghilang. Naga itu melihat kalau ada pedang yang sangat besar menuju ke arahnya.
Itu adalah skill UBW Sieg yang menyiapkan serangan terkuatnya hingga seluruh mananya tersisa 1% Lagi. Dia sengaja menyisakan 1% untuk tidak membuat Bunshinnya di dunia nyata menghilang.
"Terimalah Serangan ku ini Release Recollection!!"
Dalam sekejap Muncul Es yang mirip seperti Tsunami Es menerjang Ke Arah Essence Flame. Bukan itu saja, Terlihat kalau Ada Tombak tombak Es di atas Essence Flame itu. Serangan dari Atas dan Depan.
Tubuh yang terlihat naga itu mulai tertusuk oleh Tombak Es dan dapat dilihat kalau tubuhnya mulai membeku begitu tombak Es mengenainya. Tidak sampai disitu, Tsunami Es yang tadi menerjangnya sehingga membuatnya Uap yang besar.
"Arrrrghhhhhh!!!!"
Naga Itu Berteriak sangat kuat dan Membuat Sieg menutupi telinga karna tidak kuat menahan Teriakan itu. Sieg juga merasakan Dingin yang luar biasa karna suhu yang panas tadi berubah dratis menjadi Suhu yang sangat Dingin.
"Manusia biasa pasti tidak dapat menahan ini dan mati kedinginan"
Tubuh Sieg Mulai menggigil. Lukanya yang tadi sudah ditutupi oleh Es, jadi Sieg tidak perlu khawatir tentang HPnya, dan yang dia perlu khawatirkan sekarang hanya Essence Flame. Takutnya nanti Dia malah menghilang atau mati.
Ternyata pemikiran Sieg itu salah, Es - es yang membekukan Naga itu sudah Mulai mencair. Dan Suhu panasnya juga meningkat, suhu nya sangat berbeda dari yang tadi.
"Dia terlalu kuat. Bahkan terkena serangan terkuatku dia masih mampu bertahan dan memiliki Kekuatan seperti ini. Seberapa kuat sebenarnya Ni Essence flame? Dia berada di tingkat yang berbeda.."
"A - aku tidak akan kalah dari manusia rendahan seperti mu!!! Aku pasti akan bertahan hidup hingga Tuanku menjemputku!!! Roaaarr!!!!"
Es itu langsung hancur dan meleleh seketika. Pertama kalinya Sieg merasakan Rasa Panas seperti ini, Es yang menutupi luka Sieg pun sudah mencair dan menyebabkan Darah - darah Sieg mendidih, Kini Sieg hanya menunggu dirinya dipanggang seperti ayam goreng.
Sieg sudah tidak mampu untuk tetap menyadarkan dirinya, Tubuhnya mengeluarkan Keringat yang sangat banyak, pakaiannya juga sudah Sangat basah seperti Terkena Air hujan.
"System... bagaimana ini? Kalau ini terus berlanjut. Aku akan mati..." ucap Sieg dengan mata yang memejam. Karna tidak tahan menahan Suhu Panas gila itu.
[Tidak kau tidak akan mati disini!! karna bantuanmu sudah tiba!!] Ucap system dengan penuh semangat
Setelah System mengatakan Itu dengan Penuh semangat. Sieg kemudian merasakan kalau ada Hawa keberadaan yang luar biasa di atas kepalanya.
Dan beberapa Detik kemudian, Ada satu monster yang seukuran dengan Essence Flame di depan Sieg, dengan tubuh yang berwarna Oranye dan Sembilan Ekor tiba di depan Sieg.
"Kau terlambat Kurama.."
"Hem, Aku cuma sengaja terlambat, aku ingin melihat serangan terkuatmu. Pasti kau akan menggunakan Serangan terkuat yang pernah kau miliki saat keadaan yang terdesak. Tapi, Kali ini serahkan padaku. Entah berapa lama sudah aku ingin melawan seseorang yang sekuat dengan diriku" Ucap Kurama dengan tersenyum sambil Melihat ke Arah Essene Flame
"Terserah kau saja lah"
"Sialan kalian semua,!!, akan kubunuh kalian hingga kalian tidak dapat hidup kembali"
"Hem, itu tidak akan terjadi. Karna aku tidak akan Pernah KALAH!!!"
Kurama Pun mengeluarkan Bijuudama dari mulutnya dan melepaskannya layaknya Menembak.
Essence Flame terpaksa menerima serangan itu karna serangannya dan menyebabkan Ledakan yang sangat besar. Dampaknya bahkan sampai mencapai Sieg. Sieg langsung menggunakan Rho Aias untuk menahan dampaknya.
"Ugh.. mana ku sudah tidak lama habis. Kurama selesaikan pertarungan itu cepat!!"
"Jangan memerintahku!!, tapi benar juga akan kuselesaikan ini dengan cepat"
Kali Ini Kurama memgeluarkan Bijuudama Dengan ukuran 2, 3, 5, 6 kali lipat dari Tubuhnya.
"Waduh.. Gede sekali itu bijudama. bahkan aku tidak yakin kalau Rho Aias mampu menahan itu. Walau Seratus Lapisan Rhos Aias"
"Ini memakan Chakra milikku sebanyak 10% tetapi Yah sudahlah. Akan kuakhiri ini"
Dan Serangan itu pun melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi. Essence Flame itu cuma terdiam karna dia tau. dia sudah tidak akan mampu menahan ssrangan itu. Yang dia lakukan hanya menunggu kematiannya.
"Gawat!!!, aku tidak bisa membiarkannya mati!!!, System segera teleportkan aku ke depannya, Aku harus melindunginya!!"
[Ta - tap -]
"Teleport!!"
Sieg langsung berada di Depan Three Thousand. Dan mengarahakan Telapak tangannya ke arah dimana Bijuudama itu mengarah.
"Woy Sieg!!! apa yang kau lakukan?!! segera menghindar atau kau akan mati!!"
"Aku tidak bisa membiarkannya mati!!"
"Akan kugunakan seluruh manaku untuk membuat Dia Hidup, Dia pasti sangat kesakitan"
Essence Flame kaget dengan perkataan Sieg dan memandangnya.
"Ma - manusia apa yang kau lakukan!!, segera pergi dari sini!! Kau akan mati!!"
"Tidak!!!, aku tidak akan pergi. Aku akan berbicara denganmu nanti yang sebenarnya. Aku harap kau dapat menerimanya nanti. Tapi ini bukan saatnya!!" Ucap Sieg dengan Terburu - buru.
"Manu -"
Ketika Essence Flame itu ingin mengatakan sesuatu, Sieg sudah kembali merapalkan mantra hanya sedikit berbeda mantra dari mantra biasa yang dia pakai.
"I Am The Bone Of My Sword"
"Steel Is My Body, And Fire Is My Blood"
"I Have Created Over A Thousand Blades"
"Unknown To Death"
"Nor Known To Life"
"Have Withstood Pain To Create Many Weapons"
"Yet Those Hands Will Never Hold Anything"
"So As I Pray, Immortal Rho Aias!!!"
Dan Dihadapan Sieg muncul Pelindung berbentuk seperti Bunga, hanya sedikit berbeda dari yang lain. Di tengahnya terdapat berwarna Hitam dan Sekelilingnya terdapat warna Putih yang sama dengan Rambut Sieg. Ukurannya juga sangat berbeda, Ukurannya setidaknya dapat melindungi tubuh Besar Essence Flame itu. Dan Dilapisi dengan 10 Lapisan.
"Ini adalah Skill pertahanan yang paling kuat pernah aku ciptakan. Aku harap ini cukup untuk menahan Bijuudama Kurama.."
Dengan begitu, Serangan Bijuu dama Milik Kurama dan Pelindung terkuat Sieg pun bertabrakan dan menyebabkan Ledakan yang super kuat. Ledakannya mampu menghancurkan Setidaknya Setengah dari Bumi. Lapisannya langsung hancur sebanyak 5 lapisan.
"6, 7, 8, dan 9. Tersisa lapisan terakhir lagi. Aku berharap denganmu lapisan terakhir. Bertahanlah!! "
[Sieg!! Penggunaan Mana yang terlalu berlebihan Mulai Merusak tubuhmu, Hentikan ini segera]
"Tidak!!, akan kupastikan Essence flame ini hidup!!"
Essence Flame itu membuka matanya melihat Sieg yang berusaha keras melindunginya dengan wajah yang tidak percaya.
"Kenapa?"
"Akan kuberitahu nanti!!"
Hanya dengan satu jawaban membuat Naga itu terdiam
Retakan pelindung Sieg mulai muncul, sedikit demi sedikit mulai retak.
"Bahaya!!"
[Hentikan Sieg!!!] Ucap System dengan khawatir
"Woy Sieg menghindarlah!!!" Ucap Kurama dengan nada yang tinggi
"Aarggggghhhhhhh!!!" Teriak Sieg
Krak....
Pelindung Rho Aias pun hancur tak tersisa dan serangan itu terkena Sieg.
BOOM
Suara ledakan yang besar pun tiba. Mata sieg sudah menutup dan Berpikir...
"Apa kali ini aku benar benar mati...."
...•Normal Pov End•...
...***********************...
...•Kirito Pov Start•...
Saat ini aku bersama dengan Gadis Sieg yang bernama Ai. Kenapa Aku mengatakan 'Gadis Sieg' seperti itu?, Itu karna Waktu Gadis ini dalam masalah. Sieg mengatakan Kalau seseorang yang berharga baginya sedang dalam bahaya. Jadi bisa saja mereka berdua memiliki Hubungan yang penting atau semacamnya.
Kami berdua sedang berada Di Kamar penginapan yang diberikan oleh Raja kerajaan ini. Kemarin itu memang sangat merepotkan, Baru satu hari di dunia ini, tetapi langsung mendapatkan masalah.
Tapi yah, ini tidak buruk juga. Aku dapat merasakan yang namanya Teman. Rasanya sedikit nyaman kalau berteman dengan Sieg dan Gadis di depanku ini. Aku juga berpikir - pikir, jika Klein ada disini. Apa dia akan langsung menyukai Gadis di depanku ini. Ahh, aku tidak mau memikirkannya.
Aku lebih memilih untuk memikirkan Tentang Sieg tadi. Dia bilang tadi, mau menaklukkan Salah satu makhluk yang berbahaya. Dan memintaku Menjaga gadia depan ku ini. Aku terima saja, lagian aku tidak melakukan apa - apa. Anggap saja untuk menghilangkan Rasa Bosan.
Tapi, Aku harap Asuna juga dapat kesini dan berteman dengan Gadis ini. Pasti mereka berdua sangat cocok saat bersamaan. Walaupun itu sedikit mustahil. Asuna dan Klein sekarang mungkin masih berusaha sedang Menyelesaikan Death Game itu. Dengan berusaha keras.
"Kirito. Apa Kirito baik - baik saja?"
"Hmm, Ah. Iya, hanya saja aku cuma berpikir sesuatu"
"Begitu. Jadi Kirito, Ai ingin meminta sesuatu bolehkan?"
"Apa yang kau inginkan?" Aku sama sekali tidak bisa menolaknya.
"Ai ingin memakan Manisan lagi, Tapi manisan milik Ai sudah habis. Apa Kirito bisa membelikan Manisan Untuk Ai?"
"Oke, Jadi lokasinya berada dimana?"
Ai kemudian Memberitahuku Lokasinya. Ternyata tidak jauh dari sini. Mungkin hanya 3 menit untuk sampai kesana. Untuk jaga - jaga aku akan menyimpan Pesang Dark Repulser untuk Ai. Bisa saja ada musuh yang ingin menyakiti Ai. Jadi Gadis ini bisa melindungi dirinya.
"Aku akan segera kembali."
"Umn ~"
Dia sangat Kawaii menurutku. Tapi entah kenapa aku tidak tergoda sama sekali dengannya. Apa mungkin tubuhku ada masalah?
Aku pun langsung meninggalkan Kamar yang diberikan Raja. Dan segera melihat - lihat ke sekelilingku. Dunia ini lumayan indah menurutku. Untuk berpikir Dapat Kedunia lain, Aku bahkan sama sekali tidak berpikiran Seperti itu.
Tak berselang lama kemudian , aku sudah tiba di tempat yang Menjual manisan. Manisannya sangat banyak. Sebenarnya darimana mereka mendapatkan Bahan - bahannya?. Kemudian aku pun memasuki tempat itu, lalu disambut oleh Pelayan yang terlihat Dewasa. Tipe Onee san?
"Selamat datang Ke tempat kami, ada yang bisa kami bantu?"
Pelayanan sangat bagus. Dia sangat terlatih menyambut orang.
"Ah, Etto. Saya ingin membeli manisan yang seperti ini"
Aku menunjukkan Bungkusan yang biasanya Ai Makan. Dan Pelayan Itu pun terlihat terkejut. Lalu menyuruhku untuk menunggunya sebentar.
Kelihatannya Manisan itu terlihat langka atau cara pembuatannya susah. Untuk tidak membuat Kakiku kelelahan, aku pun mencari tempat Untuk duduk sebentar. Dan menemukannya.
Aku pun menduduki kursi itu. Dan mendapati Seseorang sedang memakai jubah berwarna hitam hingga menutupi wajahnya di sampingku. Jadi aku tidak dapat menebak wajahnya seperti apa. Yang pastinya orang ini Perempuan, aku dapat mengetahuinya Hanya dengan melihat Postur tubuhnya. Ketika pertama kalinya aku bertemu dengan Asuna, Orang di depanku juga seperti itu. Itulah kenapa aku dapat mengetahuinya.
Dia sedikit Mencurigakan. Ma, ini bukan urusanku tentangnya.
Untuk tidak membuatku bosan. Pelayan tadi membuatkanku teh. Dengan senang hati aku meminumnya. Ini terasa sedikit pahit dan hanya sedikit manis. Dunia ini mungkin kekurangan Gula.
Kali ini aku sedikit memikirkan tentang kejadian pemanggilanku ke sini.
Dunia ini bernama Astral, Dunia yang dimana ada Sihir serta Ras yang ada Di Fantasy yang ku Ketahui. Dunia ini lumayan menarik. Aku juga ingin menemukan Ras Elf, jika beruntung.
Akhirnya aku sedikit menyadari sesuatu.
"Tunggu dulu, Jika Sieg dapat memanggilku, apa dia bisa memanggil yang lainnya juga. Seperti Asuna atau yang lainnya. Aku dapat membuat Asuna menjalani kehidupan bersama kami disini. Tapi apa Sieg ingin melakukan hal yang kuminta. Akan kutanyakan nanti.."
Karna aku tiba - tiba berbicara sendiri. orang yang di sampingku melihat ku dengan tatapan aneh.
"Ma - maaf"
Dia mengabaikan ku dan meminum minuman yang ada di depannya. Setelah itu, Manisan yang kuminta pun selesai dan bayarannya lumayan mahal, tapi Raja itu memberikan Kami semua banyak uang. Aku pun memakai Uang tersebut untuk membayar Manisan itu.
"Berbicara mengenai Raja, Kalau tidak salah. Dia menyuruhku untuk menikahi Putrinya" ucap dengan sedikit keras. Dan ucapan ku terdengar oleh Orang Berjubah.
Bahaya. Dia mendengar Ucapanku. Orang berjubah itu pun berdiri, dan menarikku. Aku juga langsung melepaskan tanganku, bisa saja dia membawaku ke tempat aneh. Meski aku ragu dia memiliki Kekuatan Untuk membawaku.
Dia pun berbisik di Telingaku. Dan membuatku sedikit terkejut
"Kita akan pergi ke gang sana untuk membicarakan yang tadi. Jika kau tidak mengikutiku, aku akan memberitahu ke semua orang mengenai yang tadi"
Tidak ada pilihan selain mengikutinya. Aku pun menjawab 'ya', untuk segera menyelesaikan, aku langsung mengikuti orang ini. Suaranya lumayan lembut, tapi masih kalah dari Gadis Sieg.
Aku mengikutinya dari belakang dan Tiba di tempat Gang yang kelihatan jarang orang lewati.
"Kau, namamu Siapa?"
"Namaku Kirito"
"Begitukah, kirito. Namamu lumayan Unik"
"Terima kasih. Jadi ada apa kau membawaku ke sini?"
"Sebelum itu, apa kau menerima pernikahan yang ayahku berikan?"
"Ayahmu?"
Aku sedikit bingung dengan perkatannya. Setelah beberapa saat aku memikirkan Kalimatnya. Aku memegangi kepalaku, Tidak kusangka bakal bertemu dengan Orang yang jarang ditemui. Untuk memastikan Pemikiranku ini benar, aku akan bertanya.
"Katamu Ayah tadi, kalau begitu. Apa kau adalah Putri Kerajaan ini yang bernama Miya Felix?"
Dia kelihatan terkejut berarti jawabanku benar.
"Jadi, kenapa seorang Putri yang seharusnya berada Di Kerajaan bisa berada Disini?, terlebih lagi tidak membawa Pengawal untuk menjaga dirinya"
"Sebenarnya kau siapa?"
"Kalau kau tidak ingin membicarakan untuk apa kau membawaku kesini. Pembicaraan ini berakhir" aku kemudian dengan segera meninggalkan Gang itu, dan ditahan oleh Putri itu.
"Tu - tunggu dulu. Aku akan mengatakan Tujuanku yang sebenarnya"
"Jadi ada apa?"
"A - aku mau kau menolak pernikahan yang Ayahku berikan Padamu"
"Tidak perlu kau katakan. Aku sudah menolaknya sejak kami berdua bertemu"
"Eh?"
Kenapa Dia Terkejut.
"Ada apa?"
"Ti - tidak, apa kau serius mengatakan Itu kepada Ayah?"
"Iya, itu yang ku katakan. Ngomong - ngomong bisakah kau menundukkan kepalamu"
"Menundukkan kepalaku?"
"Sudah jangan banyak tanya. Lakukan saja apa yang kukatakan."
"Ba - baik"
Putri itu menundukkan kepalanya. Dan aku pun langsung melesat ke belakangnya untuk memukul sesuatu.
Plak
Kemudian Benda yang kupukul tadi Pingsan. Putri itu pun bingung apa yang ku lakukan tadi. Dia mungkin berpikir kalau aku ingin mencelakainya.
"A - apa yang kau lakukan"
"Tidak hanya membasmi Orang yang ingin membawamu pergi"
"Eh?"
Dia melihat apa yang kupukul tadi. Yang kupukul tadi hanyalah para Preman yang mengetahui tentang Putri ini. Karna itulah aku Menyuruh untuk menunduk tadi. Preman ini pasti ingin menangkap Putri ini.
"Sekarang kau sudah mengerti bukan?, pergilah pulang ke rumahmu dan Jangan melakukan hal seperti ini lagi"
"Tu - tunggu dulu"
Aku menghela nafas sudah berapa kali dia menghentikanku.
"Ada apa pula kali ini?"
"Rasanya tidak sopan jika tidak wujud asliku. Ja - jadi karna itu aku ingin kau melihatnya. Untuk memastikan apa Kau baik atau tidak"
"Hah, iya, cepatlah"
Setelah Itu dia membuka Jubah itu. Dan terlihat sosok Gadis cantik yang seumuran dengan Ai, dengan rambut dan Mata kecoklatan. Kulitnya sangat putih sama seperti Ai. Dengan rambut yang dikuncir kuda pendek di belakang. Kecantikannya tidak bisa dijelaskan hanya dengan kata - kata.
Yah, menurutku biasa saja. Jadi aku tidak akan tergoda.
"Jadi setelah itu apa?"
Dia kembali terkejut. Sebenarnya dia kenapa?, selalu terkejut.
Setelah Itu dia mengeluarkan Air Mata. Dan malah aku yang terkejut.
"O - oi, ada apa tiba - tiba mengeluarkan Air mata?"
Aku tidak tau cara untuk menghibur seorang Gadis, jadi cuma itu yang ku tau untuk menghentikan tangisannya.
"Ti - tidak. Ha - hanya saja aku gembira karna ini pertama kalinya ada seseorang Melihatku seperti biasa. Dan tidak tergoda oleh ku"
Jadi Cuma itu.
"Aku tidak terlalu mengerti, tapi sudahlah. Pergilah kembali ke Istana, bisa merepotkan nanti jika diketahui seorang Putri berada di luar Istana"
"Tidak!!, Aku ingin mau bertanya untuk yang terakhir"
"Tanyakan saja"
"Bahkan setelah Melihat ku yang seperti ini. Apa kau berubah pikiran untuk menikahiku"
"Tidak, aku jarang menarik kata - kataku. Aku akan menarik kata - kataku kalau sedang dalam keadaan terdesak"
Dia kali ini terlihat gembira dan Tersenyum lembut. Dengan sedikit air mata yang masih mengalir. Yah, biarlah dia seperti ini.
"Jadi segeralah kau kembali sebel -"
"A - ada apa?"
"Masalah barunya sudah tiba.."
Serius saja, kami berdua sudah dikelilingi oleh orang yang terlihat rekan Orang ini.
"Bo - bosss lihat itu, gadis itu adalah Putri kerajaan ini"
"""A - apa!!"""
"Putri itu sangat cantik sekali!!"
"Segera tangkap dia!!"
"Sabar dulu"
Mereka semua pun langsung terdiam. Lalu keluarlah seorang Pria dengan luka dia wajah Kanannya.
"Bocah Tampan. Apa kau tau siapa Orang yang dibelakangmu itu"
"Tentu saja aku tau"
"Begitu, tapi Kenapa kau tidak melakukan itu padanya.."
"Itu?"
"Jangan pura pura tidak tau!!. kau sudah tau apa yang kupikirkan. Itu yang kumaksud adalah ***" ucap Pria besar itu dengan wajah yang sungguh menjijikkan.
Mendengar Kalimat yang dia maksudkan membuatku sedikit marah.
"Sayangnya aku tidak sesampah itu untuk melakukan hal seperti itu kepada orang yang tidak kusukai" ucap ku dengan dingin.
"Kirito.." ucap putri secara perlahan. Dia berlindung ke belakangku dengan memegang jubah hitamku.
"Putri bukankah kau terlalu dekat."
Putri itu sedikit memerah. Kenapa dia seperti itu?, apa mungkin aku salah bertanya kepadanya. Tapi kondisi ini tentu saja dia takut. Karna dia akan di *ehem*, aku tidak dapat mengatakannya. Lagian aku ini masih muda.
"Bocah Tampan, Apa kau serius ingin melindunginya. Kami semua yang ada disini berniat untuk enak - enak dengannya. Jika kau melindunginya terpaksa kami membunuhmu." Ucap pria itu sembari mengambil pedang di belakangnya.
Dan ada seseorang dengan Wajah yang terlihat bodoh, tiba - tiba masuk. Dia itu adalah Teman Pria di depanku ini.
"Sudahlah Boss. Bunuh aja dia, kami sudah tidak tahan untuk enak - enakan dengan Tu Gadis. Jika boss tidak mau terpaksa aku yang duluan"
Orang itu langsung lari ke arahku dan Putri. Dan entah kenapa Darah langsung bertaburan kemana - mana.
Aku terkejut melihat darah itu berasal darimana. Dan ternyata darah Itu berasal dari Orang yang tadi.
"Siapa yang bergerak tanpa Izin dariku. Aku akan membunuhnya" nada dingin Boss itu.
"Kyaaaa!!!"
Putri itu langsung berteriak karna ketakutan melihat itu dan langsung memelukku dari belakang. Aku membiarkan saja dan aku dipenuhi dengan emosi yang sedikit tidak dapat kukendalikan.
"Oi, bukankah dia itu rekanmu. Kenapa kau membunuhnya?" Ucapku dengan nada dingin yang lebih dingin dari biasanya.
"Rekan?, hahahahaha!!!, kami tidak pernah berekan. Mereka semua disini hanya bawahan dan mereka seharusnya merasa gembira dapat mati untukku" gelak Pria itu.
Mereka Tidak membalas sama sekali perkataannya. Kenapa kalian tidak membalasnya?, dia membunuh rekan kalian?!!.
Melihatnya kejadian ini membuatku kesal
"Ki - kirito...." Ucap Putri itu sambil menangis.
Dia pasti sangat ketakutan. Entah ini terasa Deja Vu, dan akhirnya aku mengingatnya. Ini sedikit mirip dengan kejadian yang Gadis Sieg alami.
Pria itu berkata lagi kembali
"Tapi jika menjadi Rekan, kau bisa menjadi rekanku. Karna kau menarik sekali. Tentu jika kau mengikutiku kau akan mendapatkan keuntungan yang tidak terduga. Kau bisa mendapatkan Gadis sebanyak yang kau inginkan"
Ahh, mendengarnya membuatku sangat kesal. Kelihatannya aku akan melakukan Tindakan Kriminal pembunuhan untuk pertama kali.
"Hime sama tolong lepaskan Aku, aku ingin segera membereskan mereka semua" ucapku sambil mendorong tubuhnya sedikit menjauh.
"Ja - jangan pergi"
Sekilas mendengarnya berkata seperti itu. Aku sedikit mengingat Asuna. Jadi aku akan menjawab...
"Aku tidak akan pergi kemana - mana. Aku hanya akan menang"
Kemudian aku pun berdiri dan Mengambil Pedangku dari Storeku. Aku mendapatkan Skill ini setelah diberikan Oleh Sieg. Jujur saja, proses ini sangat menyakitkan saat dia memberikanku Skill ini. Aku harap tidak mendapatkan Rasa Sakit seperti itu lagi.
Pedangku langsung muncul dan membuat mereka Sontak terkejut karna tiba - tiba pedang muncul dibelakangku.
"Bo - boss apa barusan dia menggunakan Sihir Ruang!!"
"Itu tidak mungkin!!"
"Sihir Ruang hanya dapat digunakan oleh Orang yang Kuat!!!
Tentu aku juga mengetahui tentang Itu, Sihir seperti ini atau Skill ini Jarang dimiliki Oleh orang, hanya orang - orang tertentu atau orang yang kuat saja memiliki kekuatan ini. Dengan kata Lain Unik.
"Si - sial! Siapa sebenarnya kau bocah!!"
"Namaku Kirito. Salah satu Kuro No Kenshi terkuat di dunia"
Ucapku sambil mengarahkan pedangku ke Boss itu.
...**********************...
Jika kalian ingin memberikan saran atau kritik kalian bisa memberitahunya di kolom komentar.
tolong Di like, Komen dan Share ya.
Vote juga supaya Thor sedikit bersemangat
See you in the next chapter 👋👋👋