
"ARRRGGGHHHH!!"
Seorang Pria dengan wajah Beringas berteriak tidak jelas dan mendadak dari tubuhnya menembakkan Bola Sinar berwarna Hijau
Dan kesemua Bola Sinar berwarna Hijau langsung ditangkis oleh Seorang Anak Kembar yang mengenakan pakaian dengan warna yang berbeda yaitu Merah dan Hijau.
Serta seorang Pria Tua dengan Jubah berwarna Biru dengan simbol pakaian Yang berelemen Es.
Ketiga orang tersebut mengalami Luka berat setelah mencoba menghalangi serangan tersebut.
"Gi - gimana ini Blaze. Kita tidak mungkin dapat mengalahkannya.."
"Berisik!!! Jika tidak dapat mengalahkannya. Maka kita hanya perlu membuatnya sibuk dan tunggu sampai semua Manusia di Gunung ini Aman!!"
"Anak Muda ini tidak semudah itu karena Di sekitar Gunung Dunia ini hanya terdapat Laut. Bahkan Kapal laut sudah hancur." Jelas Kakek Daichi.
Saat mereka sedang berbicara tiba - tiba Dunia Astral bergetar hebat seperti Gempa.
DUAAAARRRRR
Mereka semua Menoleh ke sumber suara tersebut dan terkejut melihat Sinar Cahaya Gelap yang mendadak muncul. Entah ke arah mana Serangan tersebut melesat.
Broly yang dari tadi mengamuk juga ikut Menoleh ke sumber Suara tadi.
"Aura ini.. Ini adalah milik Kak Void!!" Ucap Sieg Thorn dengan senang.
"Jangan sen -"
Mereka yang tidak sempat menyelesaikan perkataannya langsung diserang oleh Broly yang mengganas.
BOOM
Dalam sekali serang, mereka langsung terlempar jauh.
"Menyerang kami diam - diam? Oke, akan kuladeni kau!!"
Sieg Blaze kemudian menyelimuti dirinya dengan Api panas yang melebihi Api Neraka.
"Tenang Dulu An -"
Kakek Daichi ingin menghentikannya tapi, sudah terlambat karena Sieg Blaze sudah melesat ke arah Broly. Sieg Blaze menyerang dengan Tinju berapinya dan Broly juga melakukan hal yang sama, namun naasnya dalam sekejap Sieg Blaze langsung terpental jauh setelah bertukar Puluhan Jurus dengan Broly.
Broly tentu tidak akan semudah itu membiarkan mangsanya pergi, dan menyerang Mangsanya dengan liar dan membabi buta.
"AAAHHHHH"
Ia membuat dirinya diselimuti KI Hijau dan ia meninju Sieg Blaze dengan mudah namun, sebelum itu terjadi Kakek Daichi beserta Thorn sudah menghalanginya.
Kakek Daichi dengan Tangan yang diselimuti Es sedangkan Sieg Thorn menghentikan Pergerakan Broly dengan menjerat tubuh Broly dengan akar - akarnya.
Namun, itu tidak bertahan lama karena itu justru membuat Broly semakin Kuat dan terjadi ledakan Hijau dari tubuh Broly.
KAABOOOM
"Ugh..."
Sudah berapa kali mereka terkena serangan Broly, dan mereka bahkan belum pernah dapat memberikan serangan yang berarti kepada Broly.
'Cuma Karakter sekuat Saitama saja dapat mengurusinya atau Goku.. tidak. Goku tidak akan dapat mengalahkannya, Goku dapat mengalahkan Broly karena dia bergabung dengan Vegeta menjadi Gogeta..' Pikir Sieg Thorn
'Apa aku akan memanggil Saitama?' Tanya Sieg Blaze.
[Tidak boleh dulu Sieg]
'Memangnya kenapa?' Ucap Sieg Blaze
[U - untuk memanggil Karakter setingkat Saitama, Goku, dan lain - lainnya memiliki Persyaratan tersendiri]
'Sy - syaratnya apa?' Ucap Sieg Thorn
[Ma - maafkan aku Sieg. Tetapi, kau harus mencarinya sendiri]
""Sialan.."" tanpa sadar kedua Sieg mengatakan kata - kata Itu.
Kakek Daichi yang mendengar itu tersenyum tipis.
"Anak Muda. Kita harus memikirkan sebuah rencana."
""Rencana? Mana mungkin hanya dengan rencana dapat mengalahkan monster ini?!!""
Broly yang mendengar itu merasa marah. Ia kemudian terbang ke arah kedua Sieg dan mencekik Leher mereka berdua.
"Anak muda!!" Kakek Daichi menjadi panik dan ingin menyerangnya tapi, ia sedikit terlambat karena Ia diserang oleh Salah satu musuh yang tidak dikenali.
BAAAM
Kakek Daichi mendecakkan lidahnya saat mengetahui siapa yang menyerangnya. Yang menyerangnya adalah Malaikat Jatuh sekaligus adalah Malaikat Jatuh terakhir.
"Kenapa di saat seperti ini.."
Kalau saja ia dalam Kondisi Prima, maka ia dapat mengatasi Malaikat Jatuh tersebut tanpa masalah tapi, karena ia mendapatkan beberapa Luka yang parah, maka ia tidak dapat membunuh Malaikat Jatuh ini.
"Aku tidak akan membiarkanmu. Anak itu merupakan penghalang bagi kami"
"Kalau begitu, akan kubunuh kau meski Nyawaku menjadi taruhannya!!"
SWOWSS
Kakek Daichi menyerang Malaikat Jatuh itu dengan telapak Tangannya.
"Tapak Pembeku!!"
Ia menggunakan 40% Mana miliknya dalam serangan itu agar Malaikat Jatuh tersebut langsung mati dalam sekali serang. Tapi, sayangnya sebelum Pukulan itu terkena Malaikat Jatuh. Kakek Daichi lagi - lagi diserang oleh orang yang tidak diketahui.
BANGG
Ie terlempar jauh sambil mengeluarkan seteguk darah. Serangan itu benar - benar membuat dirinya terluka parah dan kali ini ia terkejut saat mengetahui siapa yang menyerang dirinya.
"Dewa.. Iblis.."
"Heh, jadi ada juga seseoang yang masih dapat mengetahuiku.." ucap Amakusa Mirata atau lebih tepatnya Dewa Iblis.
"Kenapa kau bekerja sama dengan mereka semua?!!"
"Tentu saja karena ingin ikut serta dalam peperangan dan ingin menjadi kuat lagi agar dapat membalaskan dendam kepada Dewa Dewi yang ikut serta dalam menyegelku."
"Bagaimana caranya kau ingin menjadi kuat lagi?!! Ini adalah Dunia Manusia dan bukan dunia Untuk Dewa. Bahkan kau berada di Disini Jutaan Tahun, kau tidak akan bisa menjadi kuat lagi karena kau adalah seorang Dewa!!"
"Memang benar bahwa aku sudah mencapai Batas kekuatanku. Meski aku adalah seorang Dewa tetapi, aku tidak bisa menjadi lebih kuat lagi. Namun, kau melupakan satu hal.."
"Apa..?"
"Bagaimana jika aku mendapatkan Skill yang kuat. Terkadang Skill, Sihir, dan Jurus juga adalah Poin Penting dalam menjadi kuat. Dan terlebih lagi, Aku yakin di sini terdapat Tubuh Special yaitu Tubuh Pengendali Es"
Mendengar kata - kata itu. Kakek Daichi menjadi marah. Dari perkataannya saja sudah dapat dimengerti bahwa Tujuan Dewa Iblis itu adalah mengincari Cucunya yaitu Natasya.
"Tidak akan kubiarkan!!"
"Hm, kau pikir kau bisa mengalahkan Malaikat Jatuh dan Dewa bersamaan? Kau terlalu Naif!!"
Dewa Iblis dan Malaikat Jatuh menyerang Kakek Daichi bersamaan.
Sieg Thorn dan Blaze yang melihat itu dari kejauhan ingin membantu tapi, tidak boleh karena mereka masih lagi dicekik oleh Broly.
"IKATAN PENYERAP!!"
Sudah banyak jurus yang mereka keluarkan demi melepaskan diri dari Monster gila ini tetapi, tidak berguna. Meskipun terkena telak oleh Jurus Sieg Blaze dan Thorn, Broly sama sekali tidak bergeming dan Justru menjad marah dan semakin kuat.
Ia kemudian menenggelamkan tubuh Sieg Blaze dan Thorn ke tanah hingga kedalaman lebih dari 3 meter.
""Agh...""
Mereka seperti merasakan tulang - tulang rusuk mereka patah saat tubuh mereka dihantam oleh Broly.
"Tidak boleh seperti ini. Arturia Pendragon, Jeanne D'arc. Jawab panggilanku!!"
Sieg Blaze memanggil kedua Servant terkuat tersebut karena untuk memanggil mereka, ia harus menggunakan cara Command Seal.
Kedua Servant itu keluar dari tubuh Sieg Blaze dan masing - masing dari mereka menggunakan Noble Phantasm untuk memukul mundur Broly.
BAANGGG
Jeanne memukul tubuh Broly dengan Noble Phantasm yang berbentuk bendera
Setelah memukul mundur Broly. Baik itu Arturia ataupun Jeanne sangat kaget melihat keadaan di sekitar mereka.
"Sieg - kun.. sebenarnya apa yang..."
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan." Ucap Sieg Blaze dengan Kedua Cakeranya.
"Aku tidak terlalu mengerti dengan keadaan kita sekarang tapi, yang kutahu adalah Sudah tiba saatnya kami untuk bertarung bukan?" (Arturia)
"Begitulah."
Berbeda dari Gilgamesh, Arturia dan Jeanne tidak terlalu tahu rinci soal bencana ini dan mereka sama sekali tidak dapat melihat masalah yang dihadapi oleh Sieg lainnya.
Kecuali Gilgamesh, Dia dapat mengetahui bahwa Ada masalah yang dihadapi oleh Sieg.
Kembali Ke Pertarungan.
Ketika mereka ingin menyerang. Tiba - tiba mereka mendengar tangisan seorang Anak Kecil.
"Huaaa.. mama.."
Sontak saja semua perhatian menuju ke sumber suara itu. Sieg Thorn terlebih dahulu yang bergerak karena dia adalah Elemen Polos dan baik. Dia lebih memilih memikirkan Keselamatan anak - anak daripada dirinya meski ia seorang Penakut.
"Hati - hati Thorn!!" Sieg Blaze memperingati Sieg Thorn.
Sieg Thorn tidak peduli dengan itu dan lebih memilih untuk menyelamatkan anak itu.
Namun, tepat sekitar 10 Meter antara jarak Sieg Thorn dan Anak tersebut. Salah satu Malaikat Jatuh sudah terlebih dahulu mendekati Sieg Thorn dan hendak menyerang Sieg Thorn.
Dengan sigap, Arturia yang memiliki kecepatan yang tinggi disana langsung melesat sambil menghunuskan Pedang Excaliburnya.
DOOOM
Kedua - duanya terlempar. Jujur saja ini membuat Arturia kaget.
"Kekuatan seperti apa itu yang dapat membuatku terpukul mundur..?"
"Cepat segera selamatkan dia Sieg!" Ucap Arturia. Dia hendak melawan Malaikat Jatuh ini. Menurutnya mungkin dia dapat membuat tubuhnya olahraga sedikit.
Malaikat Jatuh itu kemudian menggunakan Tombak Cahaya lalu menembakkan ke arah Sieg Thorn yang berusaha mendekati Anak Kecil tersebut.
"Tidak akan kubiarkan Mana Burst!!"
Salah satu kekuatan yang dimiliki oleh Arturia yang dapat memperkuat dirinya dalam pertarungan jarak dekat dan hanya dalam sekejap Pedangnya diselimuti oleh Energi berwarna Biru. Bahkan Invisible Air yang menyamarkan Pedang Excalibur ikut diselimuti.
Dengan sekuat Tenaga, Arturia mengayunkannya hingga keluar sebuah Tebasan Kuning berukuran Meter menuju ke Malaikat Jatuh dengan sangat cepat.
Karena sangat cepat maka ia pun terkena telak dan Tombak tersebut meleset ke atas Langit.
BOOM
Ia terlempar jauh dengan luka yang parah. Yah, itu wajar saja karena Excalibur adalah salah satu Pedang Suci terkuat di Nasuverse.
"Si - siala-"
Arturia langsung menyerang menggunakan pedangnya dan tidak memberikan waktu kepada Malaikat Jatuh tersebut.
TRRINGG
Tepat saat pedang Excalburnya ingin menyentuh malaikat Jatuh tersebut. Serangan Arturia terhenti karena dihalang oleh seseorang.
Dan seseorang itu adalah Dewa Iblis.
"Jadi kau adalah Dewa Iblis?"
"Heh. Ternyata ada juga yang mengenaliku? Tapi, aku penasaran darimana asal usul Pedangmu ini. Ini sudah terlampau melebihi Pedang Suci terkuat di dunia ini."
"Oh begitu.. tapi aku tidak banyak waktu untuk berbicara dengamu!" Arturia ingin menebas Dewa Iblis ini namun, ia langsung mundur begitu mendengar suara yang terasa menyebalkan di Telinganya.
"Mundur Kau Saber!! Dia adalah milikku!!"
Arturia melihat ke atas dan melihat Seorang Pria dengan Rambut Emas dan mata berwarna Darah tapi, Raut wajahnya juga menunjukkan Ekspresi Marah.
"Sialan. Berani sekali kau melarikan diri dan melawan orang lain!! Apakah kau melupakan raja ini?!!"
"Hey, jangan berkata sepert itu. Kau juga sudah melarikan diri dari Dimensi itu."
"... kata - kata itu akan kuanggap sebagai Kata - kata Terakhir milikmu!!"
Tiba - tiba langit menjadi Gelap dan semua Udara di sekitar mereka bergetar entah kenapa.
Sieg Blaze, Jeanne, dan Broly menghentikan pertarungan mereka sejenak.
"Ini Gawat Sieg - kun, dia ingin menggunakan Ea!" ucap Jeanne khawatir
"Ap -"
Sieg Blaze tanpa basa basi langsung melesat ke arah Gilgamesh untuk menghentikan Tindak Gilgamesh itu. Tidak mungkin ia akan membiarkan Gilgamesh Menggunakan Ea, entar Dunia ini bakalan Hancur berkeping - keping.
"Jangan coba - coba menghentikanku Kurosaki Sieg!!"
Sieg Blaze justru diserang oleh Gilgamesh dengan Rantai Enkidu.
Karena tahu apa Kegunaan Rantai Enkidu, maka Sieg Blaze terpaksa mempertahankan dirinya.
"Dasar Raja Gila..." Ucap Sieg Blaze perlahan
...*********...
Pikiran Thor udah lelah... Janjinya sudah terkabulkan. Langsung Up 3 chapter? sangat sulit sekali..
Oh iya, Thor ingin menyampaikan sesuatu nih. Thor lupa sampaikan di Chapter sebelumnya. Tidak lama lagi Season 1nya akan tamat. Mungkin tamatnya nanti di sekitar Chapter 90 - An? atau 100 - an?
Thor juga tidak terlalu tahu, tapi Yang penting Tidak lama lagi Novel ini akan Tamat Season 1.
Ah, bagi Pembaca Setia I Live With The System tidak perlu khawatir, Entar Season 2 juga akan menyusul kok tapi mungkin sedikit lama dan tentu Season 2 juga akan diupdate di Novel ini. Jadi jangan hapus Dari Favorit, Nanti kalian tidak sempat mendapatkan Notif dari Novel ini hehehe...
Dan bagi kalian yang ingin memberikan Saran. silahkan saja di Kolom Komentar, tidak perlu khawatir Cuy.
Jangan lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang.
...See You In The Next Chapter 👋👋👋...