
Keesokan Harinya
Di Atas Kasur yang terlihat Nyaman itu ada sesosok Anak yang berumur 10 Tahun, Berambut Putih, dan mengenakan Pakaian Tidur yang membuat Ketampanannya bertambah.
Anak berambut putih itu, Terus memeluk Bantal Guling yang ada di sampingnya wajahnya itu memperlihatkan wajah Yang sangat puas dan Terlihat tidak ingin bangun.
Siapa lagi kalau bukan Tokoh Utama Kita. Kurosaki Sieg. Sieg terus mengeratkan Pelukan Bantal Gulingnya dan Terus bergumam hal yang tidak jelas.
Dan Ketika dia membuka matanya perlahan - lahan. Dia akhirnya menyadari bahwa Pagi Hari sudah tiba. Namun, meski Begitu Sieg tetap melanjutkan Tidurnya sambil memeluk erat Bantal Gulingnya.
Siapa yang menyangka Si Hikomori ini sudah berada Di Kamar Selama 24 Jam dan tidak mau keluar dari kamarnya.
Tentunya Sieg juga memberikan pesan kepada Kirito untuk menyampaikan tentang Kondisinya saat ini kepada yang lain kalau dia ingin bermalas - malasan. Lagian Mananya belum pulih sepenuhnya.
Dan Di saat Itu Juga Sieg merasakan hal yang janggal di tubuhnya. Dia merasakan kehangatan di belakangnya dan kenyal - kenyal. Di Perutnya ada kedua lengan yang memeluknya seakan - akan pemilik Tangan Tersebut menganggap Sieg adalah Bantal Guling miliknya.
Bau Parfum juga dapat Sieg rasakan. Sieg mencoba memandang Ke belakang namun, dia hentikan niatnya sementara dulu.
Dia tidak boleh panik. Tangan Yang mendekap ini jelas Tangan Seorang Gadis. Karna Kulit tangan itu sangat Putih dan lembut, serta Bentuk tangannya yang kurus itu sangat indah.
Kira - kira begitulah Menurut Sieg. Dan Ketika dia Menoleh ke belakangnya. Hal yang pertama dia lihat adalah Rambut berwarna hitam dengan Aroma yang Bagus terurai.
Rambut Hitam indah itu menutupi wajah Si Gadis sampai Sieg tidak dapat melihatnya dengan Jelas. Tetapi, Setelah melihat Mata Bagian kirinya yang ada Keemas - emasan. Sieg sudah tau siapa Gadis tersebut.
'Kenapa Bisa ada Kurumi disini?' Gumam Sieg
Yap, orang yang mendekap Sieg dari belakang itu adalah Kurumi.
Kurumi seharusnya Berada di kamarnya bukannya malah disini. Itu yang Sieg pikirkan.
'Merepotkan..'
...•Normal Pov End•...
...*******************...
...•Sieg Pov Start•...
Sekarang bagaimana? Aku tidak tau cara Menghadapi ini. Dipeluk oleh seorang gadis psikopat itu sedikit ngeri sih tapi tidak masalah juga selama Dia imut.
Jika aku menggerakkan Tubuhku dia akan terbangun. Selain itu, kenapa Kurumi bisa berada disini?, Bukankah dia seharusnya berada dikamarnya bersama Ai.
Apa dia memasuki kamarku secara diam - diam lalu tidur di atas kasur bersamaku. Kalau memang benar begitu, jadi sejak kapan dia memasuki kamarku?!!.
Aku biasanya peka terhadap hal - hal seperti ini namun kenapa tidak berefek sama sekali kepada Kurumi? Yah, kalau Kurumi. Wajar saja Sih menurutku.
Dan Pakaiannya yang dia kenakan sedikit bermasalah. Karna Sedikit Tipis dan Lengannya yang putih itu terlalu terbuka.
Untung saja aku bukan Orang Breng*ek yang mengambil Kesempatan dalam Kesempitan..
Hmm? Bukankah ini saja sudah sama. Haa, Aku harus keluar. Apa kugunakan Teleport?
Tidak tidak. Aku tidak mau keluar. Padahal aku ingin melanjutkan tidurku. Mungkin tidak ada salahnya Jika tidur bersama Kurumi.
Tidak ada salahnya.... yap tidak ada masalah selama aku tidur....
Beberapa Menit Kemudian
Begitu mataku kubuka perlahan - lahan. Aku merasakan kalau ada sesuatu yang sedikit berat diatasku seperti ada yang mendudukinya
Dalam Pikiranku sudah ada hal yang kutakutkan. Please, Semoga ini tidak benar. Ketika aku membuka Kedua Kelopak mataku, terlihatlah wajah Yang sangat kukenali.
Wajah itu sedang tersenyum Lembut melihat ku. Dia mendekatkan Mata Kirinya ke mata Kiriku.
Siapa lagi kalau bukan Kurumi. Posisi ini benar - benar gawat.
"Ara.. Sieg - san sudah bangun"
"Apa yang sedang kau lakukan?"
"Ah.. aku cuma ingin melihat Mata Kiri Sieg - san. Jika dilihat, Kita sedikit mirip karna memiliki mata yang berbeda."
Oh benar juga. Aku tidak tau sama sekali. Hem?
"Kalau begitu bisakah kau jelaskan ada apa dengan Posisi kita saat ini"
Siapa yang tidak bertanya dengan Posisi kami berdua saat ini. Dia berada di atasku, sedangkan aku di bawahnya. Benar - benar sangat berbahaya bagiku yang masih berumur 10 tahun walau Aslinya 16 tahun.
"Apa Sieg - san tidak suka dengan posisi kita sekarang"
"Ini pertanyaan yang sangat sulit. Orang normal pasti Sangat Gembira. Tapi bagi aku yah, Tidak tau mau menjawab Bagaimana"
Tidak ada yang dapat menjawab pertanyaan ini. Apa kita harus merasa takut melihat seorang Gadis Prikopat berada di atas kita atau merasa gembira karna Ada Seorang Gadis imut di atas Kita.
Pilihan yang sangat sulit.
Kurumi sedikit tertawa Kecil dan menjatuhkan tubuhnya lalu memelukku dari depan.
Tindakan Kurumi ini membuatku bingung. Apa dia sedang ingin dimanja? Atau Kurumi memang seperti ini?
"Ada apa denganmu? Kau tidak seperti biasa?"
Tanyaku langsung ke Intinya. Daripada terus basa basi lebih bagus langsung ke intinya saja.
Dia menatapku lagi dengan Senyumannya. Tapi berbeda dari senyuman lembutnya, senyumannya ini adalah Senyuman yang entah kenapa terasa sedih.
"Kau sedang sedih?"
"Sieg - san. Sudah berubah menjadi tidak peka..."
"Kalau begitu menurutmu. Aku minta maaf"
"Apa Sieg - san keberatan jika aku selalu memasuki kamar Sieg - san setiap hari?"
Pertanyaan itu kah?. Jujur saja aku tidak mau ada yang memasuki kamarku. Tapi jika aku mengizinkannya pasti Ai ikut - ikutan Masuk ke Kamarku.
"Kalau Tentang Ai - chan tidak perlu khawatir Sieg - san. Aku dapat mengurusinya."
"Bagaimana?"
"Tentu Aku Akan memasuki ke kamar Sieg - san tepat Ai - chan tertidur lelap."
Cara itu sedikit tidak adil. Dan Aku tidak ingin mengatakannya tapi Kurumi sedikit Egois. Apa jangan - jangan dia ingin menghabiskan waktu bersamaku? Tapi... Jika kami terciduk oleh Ai. Bagaimana Pendapat Ai?
Kalau bisa, aku ingin menghindari hal - hal seperti itu. Tidak lagi Soal System yang wajahnya itu sangat bermasalah.
Otakku merasa lelah. Apa meminta saran dari Kirito saja?
"Sieg - san?"
Ah, aku terlalu lama berpikir.
"Bukannya aku tidak mau sih. Tapi..."
"Tapi?"
Aduh.. Aku tidak sanggup mengatakannya.
System sudah berubah. Kurumi menjadi sangat Egois. Aku sudah sangat pusing.
Apa ini tidak apa - apa System?
[Me - menurutku tidak apa - apa]
Jika System berkata seperti itu. Apa boleh buat. Untuk saat ini, aku akan mengikuti kata - katanya.
"Baiklah. Kau bisa memasuki kamarku setiap hari. Tapi ada syaratnya."
"Syarat?"
"Benar. Setiap hari kau memasuki kamarku jangan berbuat yang aneh, Jangan melakukan posisi seperti ini entar nanti jadi salah paham, dan jangan terlalu berlebihan Menggodaku. Mengerti?"
Mendengar kalimat ku dia tersenyum yang menandakan kalau tidak masalah dengan Pengajuan syaratku. Dan sejujurnya melihat Kurumi yang seperti ini sangat Kawaii
Tapi, semua itu langsung hilang seketika karna senyuman Kurumi berubah dratis dari yang senyuman Lembut ke senyuman Menggoda.
"Maksud Sieg - san. Hal - hal yang aneh apa?"
Tuh kan. Dia sudah mulai menggodaku.
"Bukankah. Aku sudah bilang jangan menggodaku." Ucapku sedikit mengalihkan wajahku ke kanan karna Kurumi mendekatkan Wajahnya ke wajahku hingga beberapa Cm lagi hidung kami bersentuhan
"Ara.. Sieg - san. Aku cuma menanyakan hal yang tidak kumengerti. Apa ada yang salah" ucapnya sambil memegang Bibirnya dengan jari Telunjuknya.
Tingkahnya Benar - benar Kawaii. Dan Tanpa sengaja Rambut hitamnya menutupi mata Rinneganku. Karna Rambutnya sangat terurai
Percuma saja jika aku membalasnya. Jika aku melanjutkan ini dia akan terus menggodaku.
"Hentikan itu..."
"Sieg - san tidak akan menjawab Pertanyaanku?"
"Bukankah kau sudah mengerti."
Tiba - tiba saja dia langsung Memegang Kedua pipiku lalu Mendekatkan Wajahku ke wajahnya.
Oke oke. Kejadian ini tidak akan kulupakan. Tindakannya sudah melebihi batas.
Setiap detik wajah kami semakin berdekatan. Aku tidak bisa melawannya karna Mood nya sekarang terasa menenangkan dan Tanpa kusadari aku berpikir. Tidak ada buruknya juga..
Bahaya... Aku tidak bisa menghentikan tubuhku. Apa dia ingin melakukan hal yang tidak pantas kepadaku?
Bibir kami hampir lagi bersentuhan. Kurumi sendiri terlihat seperti tidak keberatan. Dan membuatku tidak tega untuk melawannya. Bagaimana ini?
Dan Tepat bibir kami akan bersentuhan. Pintu kamarku tiba - tiba saja Diketok oleh seseorang.
Tok tok
Nice.. aku tidak tau siapa yang mengetok pintu itu tapi kerja bagus.
Kurumi langsung terlihat kesal dan tidak menerimanya. Timingnya benar - benar buruk.
"Kembalilah ke kamarmu.." ucapku berusaha untuk melupakan kejadian tadi.
Kurumi menghela nafas dan wajahnya terlihat sangat kecewa.
"Haa. Baiklah Sieg - san. Jika ada kesempatan. Kita akan melanjutkannya lagi. Cuma berdua.. fufu.."
Lalu Kurumi terlihat terserap ke bayangannya sendiri.
Selanjutnya aku harus berhati - hari terhadap Kurumi. Aku tidak mau Kejadian seperti ini. Bukannya aku keberatan sih tapi yah, pikirkan dulu umurku itu berapa.
Dengan segera aku membuka Pintu untuk memeriksa siapa yang Mengetok Pintu kamarku.
Setelah membukanya Terlihat Seorang Pak Tua beruban, mengenakan Pakaian yang mirip Butler, dia sedikit menundukkan kepalanya lalu mengangkatnya lagi.
"Maaf saya menganggu Sieg - sama"
"Ah. Tidak apa - apa"
Dari pakaiannya. Terlihat sangat jelas jika dia berasal dari Kepala Pelayan Kerajaan. Ada apa sebenarnya sampai - sampai Kepala Pelayan datang ke kamarku?
"Yang Mulia. Meminta Hamba untuk memberikan pesan kepada Sieg - sama."
"Hmm. Pesan apa?"
"Yang Mulia ingin mengundang Kalian semua untuk bermakan bersama dengan Keluarga kerajaan karna Petualang Sieg - sama dan rekan anda akan dimulai besok"
Ah. Begitu.
"Baiklah. Aku mengerti. Akan kusampaikan kepada yang lain. Jadi tidak usah repot - repot pergi menyampaikan satu per satu kepada mereka"
Pak Tua ini kelihatannya sangat terkejut.
"Baiklah Sieg - sama. Kalau begitu saya Pamit dulu"
"Iya."
Pak Tua itu langsung menghilang tanpa jejak.
Kelihatannya Pak Tua itu seorang Assassin. Unik sekali, Menyuruh Seorang Assassin menjadi Seorang Butler. Mungkin untuk berjaga - jaga.
"Ah. Aku lupa berterima kasih kepada Pak tua itu"
Yah, tidak apa - apalah. Dia pasti bingung Jika aku tiba - tiba berterima kasih. Berdoa akam keselamatan Pak Tua itu saja sudah cukup.
Dengan segera aku menghubungi Mereka semua untuk berkumpul di Ruang Tamu kami yang biasanya. Lewat Telepati.
Dulu Kami tidak memiliki Fungsi Seperti ini tapi setelah Kejadian Sung Jin Woo, aku sudah memiliki Fungsi Seperti ini.
Setelah semuanya menjawab Baiklah. Apalagi, aku pun menuju ke ruang tamu.
Dan sebelum itu, aku harus membersihakn tubuhku.
Mandi, Tukar baju, Mengenakan Jaket Berhoodie Putihku, Dan tidak lupa untuk Mengambil Topeng Rubahku.
Bicara tentang Rubah. Kalo gak salah aku memiliki Item penambah Ras. Akan kuperiksa nanti...
Begitu Pintu Kamarku terbuka. Pertama aku akan mengenakan Hoodieku untuk menutupi sedikit wajahku.
Dan Cahaya Yang silau ini membuat mataku kesakitan. Yah, wajar saja jika orang yang Hikomori langsung keluar dari kamarnya.
Perlu diketahui, Kamarku ini sangat gelap hingga Mood untuk melakukan hal yang gila dengan Kurumi tadi Meningkat.
Ahh, sudah lupakan itu Sieg. Aku harus membicarakan ini dengan mereka Berempat.
...•Sieg Pov End•...
...********************...
Dilike, Komen, Share, Vote, dan Rate 5 bintang agar Thor lebih bersemangat lagi.😁😁😁
Bisa diberikan saran dan kritiknya di kolom komentar