I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 06



...•Kirito Pov Start•...


Tubuhku terasa lelah, dan tidak memiliki tenaga.


Hal yang terakhir kuingat adalah pada waktu itu, aku sedang bertarung melawan Boss monster di lantai 74.


Seingatku ketika aku sedang bersama dengan Klein dan teman - temannya yang separty. Kami berniat untuk mengawasi Pasukan kebebasan Aincrand karna khawatir mereka menyerang boss lantai itu. Dan apa yang kupikirkan itu benar - benar terjadi, mereka menyerang Boss lantai itu.


Kami dapat mengetahuinya hanya dengan mendengar teriakan dari salah satu Anggota Pasukan Pembebasan Aincrand. Aku, dan Asuna segera menuju ke sana dan memasang Ekspresi tidak percaya. Kami dapat melihat Pasukan Kebebasan sedang dibantai - bantai oleh Boss Lantai ini.


Karna mereka terlihat tidak akan mampu memgalahkan Boss itu, Akupun menyuruh Mereka untuk menggunakan Kristal Teleport, tetapi mereka mengatakan kalau Kristal yang kumaksudkan tidak dapat digunakan disini, jelas ini membuatku terkejut dan Asuna.


Hingga membuatku merasa ragu untuk menyelamatkan mereka, tapi melihat tempat yang seperti ini mengingatkanku kejadian yang terjadi pada Sachi dan teman - temannya.


Namun, walaupun mereka sudah tidak mampu untuk mengalahkan Boss itu, Pemimpin mereka tetap berniat untuk mengalahkan Boss itu, tidak lama kemudian Klein datang, dan aku pun menjelaskan kepadanya, dia pun sama sepertiku dan Asuna, Klein memasang raut wajah yang tidak percaya.


Ketika mendengar Kata - kata Pemimpinnya 'Pasukan, Serang!!' Aku tanpa sadar mengatakan 'Hentikan!!'. Mereka menyerang Boss monster itu secara bersamaan, dan Boss pun menyerang mereka semua. Boss itu mengeluarkan Semburan yang berwarna ungu, sehingga membuat Mereka dalam Posisi bertahan dan Boss itu bertukar serangan dari yang semburan tadi menjadi pedang yang besar, dan menebas mereka semua dengan mengarahkan pedang besar itu menuju ke tanah dan menyebabkan Asap yang besar beserta ledakan hingga membuat pemimpin itu mati dan anggota - anggotanya juga sama.


Tubuh Pemimpin itu terlempar ke Depan ku, Asuna dan Klein. Dengan sontak aku mendekatinya sambil berkata 'Bertahanlah', ketika aku menjatuhkan Lututku sembari memandang wajahnya. Topeng yang menutupi wajah Pemimpin itu hancur berkeping - keping.


Di situ dapat terlihat wajah yang pucat serta tidak percaya. Air matanya sudah keluar dan diakhiri dengan kata - kata 'Mustahil', Setelah mengatakan itu. Dia pun menghilang menjadi serpihan - serpihan yang sama seperti topeng miliknya ketika menghilang dengan kata lain Dia sudah mati.


Untuk sesaat aku tidak bergerak, begitu juga dengan Asuna dan berkata 'tidak mungkin' ini mungkin sulit bagi Asuna melihat seseorang mati di depannya.


Dan terdengar teriakan anggota pasukan pembebasan Aincrand. Hingga membuat Asuna menoleh ke arah Anggota itu. Anggota itu sekarang berada di depan Boss lantai ini, dan terlihat ketakutan. Dan pada saat Boss itu ingin melancarkan serangannya Ke Anggota itu. Aku dapat merasakan Asuna ingin menyerang Boss itu dan menyelamatkan Player itu. Dan pada akhirnya Asuna menerjang ke Arah Boss itu karna tidak tahan melihat Para player ini dibantai - bantai oleh Boss.


Melihat Asuna yang menerjang dengan cepat. Aku pun berteriak 'Asuna!!' Karna khawatir dengannya. Dan terpaksa mengikutinya dibelakang. Kecepatannya sangat tinggi sehingga membuatku mengeluarkan kecepatan tertinggiku. Begitu juga Klein yang mengikutiku.


Asuna langsung melancarkan serangannya dengan Rapier miliknya dari belakang monster itu hingga player tadi itu selamat tapi yang terkena serangan adalah Asuna.


Boss itu menggunakan Pedang Besarnya membuat Kuda - kuda milik Asuna hancur. Dan memukul Asuna dengan menggunakan Tangan mengepal sehingga Asuna terdorong lumayan jauh dari tempat itu dan terbaring di lantai.


Asuna berusaha ingin berdiri tapi Boss itu mulai melancarkan Serangan selanjutnya. Aku pun menangkis serangan itu supaya Asuna tidak terluka, dengan pedang hitam milikku dan menyebabkan Bunga Api antara pedang milikku dan pedang Besarnya.


Dengan itu serangan yang dia lancarkan Meleset. Setelah menghalang serangan itu sekuat tenaga, aku memandang ke belakang dan memerintah Asuna untuk 'Menjauh dari sana' dan Asuna pun melakukan hal yang ku perintahkan. Aku melihat ke sekeliling, Dan melihat Klein beserta rekan - rekannya membantu Anggota Pasukan Pembebas Aincrand untuk pindah dari situ. Boss monster tidak membiarkan Klein melakukan itu, dan menyiapkan Serangan Semburan Ungu lagi. Untuk menghentikannya, aku kembali menyerangnya dari belakang. Setidaknya aku dapat melukainya dan memghentikannya. Aku juga merasa sedikit cemas.


Karna terkena Seranganku, Boss lantai ini memandangku. Yosh, dengan ini aku akan mampu mengalihkan perhatiannya. Aku harap kau segera selesaikan semua itu Klein.


Kami berduapun mulai beradu pedang, membuat Tanganku sedikit sakit, dan Bunga api yang kuat. Walaupun aku cuma menghalangi serangannya, aku tetap akan mendapatkan luka. Pedang besar boss itu menyerangku secara vertikal dari Atas ke bawah. Dan menahannya dengan pedang hitamku. Sehingga gerakan kami berdua berhenti. Karna perbedaan kekuatan kami berdua, HPku mulai berkurang dan menyadari Kalau begini terus, aku akan mati, begitu juga dengan Asuna, Klein dan Rekan - rekannya.


Akibat menahan serangan itu terlalu lama, HP milikku Mulai berkurang secara Dratis hingga membuat Asuna dan Klein khawatir denganku. Jadi aku membalikkan serangannya, dan dia menyerangku kembali secara Vertikal dari atas ke bawah. Aku pun menghindarinya dengan menggerakkan tubuhku ke Kiri. Serangannya yang meleset itu menghancurkan Lantai - lantai tempat itu sehingga melurus terus sepanjang 5 meter.


Di saat itu juga aku pun berpikir 'tidak ada pilihan selain menggunakannya?' Tapi.. mengingat player lain yang ada disini. Menggunakannya Skill itu membuatku ragu. Aku melihat sekeliling untuk berpikir apa ini tidak apa - apa?. Boss itu kembali menyerang Pasukan Pembebas Aincrand. Melihat kejadian seperti ini aku kembali mengingat kejadian yang terjadi pada Sachi dengan teman - temannya. Dan sedikit tersadar.


(Author yang dimaksudkan oleh Kirito disini itu, Skill Nitoryuu yah)


Boss itu kembali memandangku, dan Menyerangku dengan pedang besar. Aku pun tersadar sepenuhnya dan serangan itu membuatku tersadar 'sekarang bukan saatnya untuk ragu - ragu!!'. Dan demi melindungi mereka Asuna dan Klein. Aku pun memutuskan akan menggunakan Skill tersebut.


Untuk menggunakan Skill itu aku memerlukan waktu, jadi aku mengarahkan Asuna dan Klein untuk membuat Boss itu sibuk selama 10 detik. Mereka berdua melakukan apa yang kuperintahkan, dan sedikit menjauhi dari situ. Dan mencari pedangku Dark Repulser. Dengan memeriksa system Command. Aku mencari item itu dengan terburu - buru, karna khawatir dengan mereka berdua. Mereka pasti tidak akan mampu mengalihkan perhatian boss itu selama itu.


Akhirnya aku pun sudah siap. Dan memberikan kode kepada mereka berdua bahwa aku sudah siap. Setelah mendengarku, Asuna tidak mundur dan Memparry serangan Boss itu. Aku tidak akan membuang kesempatan itu, dan segera berlari sambil berteriak 'Switch!', pada saat yang sama juga seluruh persiapan ku sudah siap, pedang Dark Repulser muncul di belakangku. Tanpa membuang masa lagi, aku pun mengambil pedangku di belakang dan mulai menyerangnya. Sehingga Dagunya Boss itu terkena, dan kepalanya mengarah Ke Atas. Melihat seranganku itu, Asuna dan Klein terkejut.


Monster itu kembali lagi menyerangku dari atas ke bawah dengan pedang besarnya. Dan aku menahannya dengan kedua pedangku bersilang X Hingga terjadi sebuah angin yang membuat HPku berkurang dratis. Aku pun mengembalikan Serangannya dengan kedua pedangku. Dan Boss itu sedikit terdorong ke belakang. Kali ini dia sudah sangat lengah dan membiarkan penjagaannya terbuka. Di saat itulah, aku berniat untuk menggunakan skill itu.


Aku berkata 'Starbust Stream', dan gerakan dengan kecepatan yng luar biasa muncul. aku mulai menyerang dengan Horizontal, tebasan kiri ke kanan dengan pedang kanan. Tebasan dengan pedang kiri bersamaan putaran lingkaran penuh. Aku melanjutkan lagi dengan tebasan secara Horizontal tebasan kiri ke kanan dengan kedua pedang dan Putaran lingkaran penuh. Selanjutnya tebasan Horizontal dari tebasan kiri ke kanan dengan kedua pedang. Menebasnya dengan bentuk X ke bawah dengan kedua pedang. Dan kembali menebasnya bentuk X ke atas dengan kedua pedang.


Terkena tebasan secara telak milikku, Disini aku dapat merasakan HP boss ini berkurang banyak. Karna Asuna dan Klein pertama kali melihat skill ini, merekapun terkejut melihatnya.


Tapi aku tidak akan membuang waktu ku lagi, aku kembali melanjutkan seranganku dan juga terkena serangan dari boss itu. Aku tidak peduli dengan HPku lagi, yang perlu peduli sekarang menang, dan bertambah cepat lagi. Aku menyerang kembali dengan Dua tebasan diagonal berlawanan arah, pedang kiri turun kiri, pedang kanan naik kanan. Aku kembali lagi terkena serangan dari Boss itu di perut ku dan gerakanku terhenti,


Aku tidak akan berhenti disini!! Karna aku tidak akan menyerah. Aku Mengangkat pedang sambil berpaling dari Boss itu dan membalikkan cengkeraman kedua pedang dan Membalikkan menyerang lagi dengan Bentuk X ke bawah dengan kedua pedang. dan menggeser pedangku ke genggaman ke depan. Tidak lama lagi skill ini akan berhenti. HP ku sudah berkurang banyak dan mendorong ke depan dengan pedang kanan. Pedangku tertahan di tangan Boss itu. Dan disini adalah saat - saat yang akan menentukan penyelesaian pertarungan ini. Aku pun Maju terjang dengan pedang kiri untuk mengakhiri pertarungan ini. Begitu pedangku terkena Boss itu. Boss itu juga tidak bergerak, dan kini kemenangan menjadi milikku.


(Author : Susah banget dijelasin Cok!!!, Sakit kepala Thor menjelaskan pertarungannya secara perinci, Dan Niatnya ingin menaruh Gifnya tapi tidak jadi)


Tapi pada detik - detik terakhir seluruh tubuhku diselimuti cahaya yang berwarna putih karna melihat tubuhku diselimuti cahaya itu Asuna dan Klein memanggil namaku dan aku sudah tidak dapat melihatnya. Saking terangnya cahaya itu mataku pun tertutup.


Begitu mataku terbuka. Aku melihat rumput - rumput hijau, dan Angin yang segar. Entah kenapa ini terasa sangat nyata. Aku melihat kalau ada seseorang yang sedang melihatku. Akhirnya, karna aku sudah sangat kelelahan beserta HPku yang sangat sedikit. Aku pun pingsan dan jatuh di rumput - rumput itu. Aku harap orang kurasakan tadi, bukan seorang PK....


Setelah beberapa Menit kemudian. Aku sudah sadar. Dan melihat ke sekeliling dan tanpa sadar aku mengatakan kalimat...


"Te - tempat ini....?"


Setelah aku mengatakan itu. Aku mendengar suara yang mirip dengan anak lelaki.


"Kau sudah sadar?"


Aku melihat ke arah suara itu dan melihat sosok manusia yang mirip dengan anak 10 tahun. Aku tidak dapat menebak wajahnya seperti apa karna dia memakai topeng di wajahnya.


"Si - siapa kau?" Aku pun bertanya kepadanya karna dia terlihat seperti tidak berbahaya.


"Aku akan menjelaskan nanti. Untuk sekarang minum lah ini"


Dia memberikanku sebuah botol kaca yang didalamnya berisi Cairan berwarna merah. Apa mungkin ini Potion? Tapi ini botolnya sedikit berbeda.


Aku meminum Potion itu dan dalam sekejap aku merasa seluruh tubuhku seperti sudah baikan. Dan ini membuatku terkejut. Ini sebenarnya Potion apa?, Potion ini langsung menyembuhkan seluruh tubuhku, Aku belum pernah mendengar Potion yang dapat menyembuhkan HP hingga Penuh. Jika para player mengetahui tentang item ini mereka pasti sudah mengincar anak di depanku ini.


Karna aku sudah baikan, aku pun melanjutkan pertanyaan yang ingin kusampaikan kepada Anak ini. Untuk seorang anak - anak dia sedikit aneh menurutku. Sehingga membuatku ingin bertanya kenapa dia memakai topeng?, bisa saja dia ini Anggota Laughing Coffin. Untuk itu aku tidak akan kewaspadaanku lengah.


Untuk berjaga - jaga aku mencari pedang tapi, pedangku tidak ada!!. Dia dapat melihatku kalau sedikit panik. Dan dia pun bertanya.


"Apa mungkin ini yang kau cari?"


Aku terkejut melihat Anak ini memegang pedangku dengan mudah. Seharusnya anak seperti dia tidak akan mampu memegang pedang milikku, karna memiliki persyaratan yang tinggi dan cuma player berlevel tinggi yang dapat memegang pedang milikku . Dan sekarang anak berumur 10 tahun memegang pedang milikku dengan mudah terlebih lagi dia memainkan pedangku seolah - oleh itu tidak berat.


Anak ini mungkin bukan anak sembarangan. Selain itu, tempat ini terasa bukan seperti dalam game. Dunia ini terasa sangat nyata. Serta angin segar tadi aku dapat merasakan sekali.


"Siapa kau sebenarnya?" Aku akan bertanya untuk memastikan bahwa dia ini musuh ataupun tidak.


"Tidak perlu waspada begitu, jika aku ini merupakan musuhmu aku sudah membunuh dari tadi"


Benar juga, apa yang dia katakan.


"Kalau begitu pertama - tama kita berada dimana?"


"Daripada Kata 'Kita' mungkin tepatnya Cuma kau saja"


"Apa maksudmu?"


"Bagaimana aku jelasin, Sebenarnya kau sudah mati dan pada saat bersamaan aku memanggilmu ke dunia ini"


"Dunia ini?"


"Sederhananya ini Dunia lain"


"Eh???"


Mendengar kalimatnya. Dunia ini terasa hening dan aku tidak dapat melanjutkan perkataanku.


...•Kirito Pov End•...


...***********************...


...•Normal Pov Start•...


Kirito langsung terdiam setelah mendengar perkataan Sieg.


[Sieg, apa kau serius, barusan kau sudah membohonginya loh]


'Iya biarkan saja, habisnya aku tidak tau mau bagaimana jelasin kepadanya. Selain itu, dia pasti tidak dapat ke dunianya kembali. Anggap saja jika dia sudah mati. Aku juga merasa sedikit bersalah menipunya. Semoga dia tidak membenciku'


Benar, apa yang Sieg katakan kepada Kirito cuma kebohongan dibuat - buat. Pada waktu itu Kirito sudah sekarat atau sudah dekat dengan kematiannya tapi dia belum mati lagi. Dia mengatakan ini karna tidak tau bagaimana menjelaskan kepada Kirito.


[Dengan Ini Kirito dan Asuna tidak akan bersama, Dan ini semua karna salahmu Sieg]


'Aku tau tentang itu. Aku pun terpaksa mengatakan kalimat itu.'


[Hahaha.. cuma bercanda saja, jangan terlalu dipikirkan. Daripada berbicara denganku terus. Toh, lanjutkan berbicara dengan Kirito]


'Iya, aku tau'


Sieg kembali Memandang kepada kirito dan menyampaikan yang ingin dia sampaikan.


"Etto, aku tau kau masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Intinya, kau bukan dalam game. Ini dunia nyata dimana kau dapat merasakan sakit dan sebagainya, dan aku akan menjawab seluruh pertanyaanmu selama aku bisa menjawabnya"


Kirito menjadi serius setelah mendengar kalimat Sieg. Kirito mulai memegang dagunya layak seorang detektif Dan memandang Sieg dengan Serius. Sieg merasa sedikit tegang melihat Kirito yang seperti ini.


'Aku perlu berhati - hati dengan Kirito. Kalau dia sedang dalam mode Seriusnya. Otaknya akan berpikir keras. Dan pasti memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan kondisi kita sekarang. Dan aku perlu menjawab kesemua pertanyaannya, Agar tidak membuatnya curiga padaku. Akan merepotkan jika aku harus bertarung dengannya.'


"Kalau begitu, akan kuterima dengan senang hati. Pertama - tama kita dimana?"


"Kita sekarang berada di dunia lain. Dunia dimana yang namanya 'sihir' ada. Serta keahlian pedang. Aku yakin di dunia virtual di dunia asalmu itu tidak ada namanya 'sihir', bukan?"


"Hmmm, dunia yang ada sihir ya. Oke , aku mengerti dan yang kedua. Siapa kau sebenarnya?"


"Aku adalah orang yang memanggilmu kesini. Yah, anggap saja seperti aku adalah sosok yang kuat sehingga mampu memanggilmu untuk menjadi seorang pahlawan"


"Pahlawan kah?. Dan kau kelihatan bukan Anak biasa karna kau terlihat Mengetahui seluruh diriku"


"Ya, aku tau seluruhnya. Apa perlu keberitahu kehidupan mu di dunia nyata dan Nama aslimu"


"Kalau begitu, beritahu siapa namaku?"


"Namamu Kirigaya Kazuto"


Dia menjadi terkejut mendengar perkataan sieg. Dan kembali melanjutkan Pertanyaannya.


"Sebutkan skill Unik milikku"


'Seperti yang diharapkan dari Kirito ketika dalam mode berpikir kerasnya. Dia melemparkan seluruh pertanyaan yang mustahil dijawab oleh player yang lain'


"Skill unik milikmu adalah Aliran pedang ganda"


Kali ini Kirito sudah terlihat menyerah dan terduduk kembali di rumput - rumput itu.


"Tidak ada pilihan lain selain mempercayaimu"


"Aku senang kau mempercayaiku. Jadi apa kau ingin mengikutiku?"


'Heh... Aku tidak menyangka dia akan menerimanya semudah itu..'


"Begitulah, Aku juga tidak tau harus kemana. Dan apa kau bisa menjawab pertanyaanku yang lain?"


"Tanyakan saja"


"Asuna... apa dia masih aman?"


'Aku tidak yakin mengenai itu, Karna kau tidak ada duniamu, jalan cerita pasti sudah berubah. Kemungkinan besarnya mereka tidak dapat menyelesaikan Game itu tanpamu' Pikir Sieg


"Yah, setidaknya dia masih aman."


"Setidaknya kah?, Jawaban mu kurang meyakinkan tapi selama dia aman Aku merasa sedikit lega"


"Be - begitu ya, Jadi kembali ke yang tadi, apa kau ingin mengikutiku?, Jika kau memilih untuk mengikutiku, kau akan membunuh Seseorang. Dan apa kau memiliki keberanian untuk melakukan Itu?"


"Membunuh ya...."


'Tentu saja dia berpikir sangat keras. Setidaknya dia pernah membunuh 2 orang di dunia aslinya. Pada waktu penaklukan Laughing Coffin.'


Setelah itu Sieg mengingat sesuatu


'Ah shimatta. Kalau mengingat tentang pembunuhan, aku jadi teringat dengan Sinon. Dalam serinya Kirito akan membuat Sinon tenang dan tidak ketakutan lagi dengan Trauma Miliknya'


"Ini semua salahku"


"Ada apa?"


"Tidak, ada apa - apa, dan kau sudah memutuskan pilihanmu?"


"Bisakah kau tidak membunuh orang yang tidak bersalah"


"Aku tidak akan membuat hal yang seperti itu. Aku cuma akan membunuh orang yang seperti bandit, atau mereka yang melukai Orang - orang yang berharga bagiku"


"Aku mengerti. Dan apa kau bisa membuatku untuk tidak merasakan rasa Trauma jika aku membunuh seseorang. Mengingat diriku yang membunuh seseorang membuatku sedikit ketakutan"


"Ini tidak seperti dirimu. Kupikir kau akan mampu mengatasi hal yang seperti itu"


"Pikirmu seperti itu?"


"Iya, kau mungkin tidak menyadarinya, pada saat kau bunuh orang yang ingin kau bunuh, di saat itu juga kau melindungi orang yang berharga bagimu. Toh, kau juga berani mempertaruhkan nyawamu melawan Boss lantai 74 untuk melindungi para player yang ada di ruangan boss itu. Setelah kau mengingat hal yang seperti itu. Aku yakin kau mampu mengatasinya" ucap Sieg sambil tersenyum.


'Kalimat ini keren juga jika didengar baik - baik.'


Tentu ada alasan kenapa Sieg mengatakan kalimat tersebut. Alasannya itu adalah, dia tidak memiliki kekuatan yang bisa membuat Trauma seseorang menghilang atau mereda.


Wajah kirito menjadi sedikit lega setelah mendengar kalimat Sieg.


"Baiklah, aku akan mengikutimu. Dan ini mungkin sudah terlambat tapi setidaknya kita berdua akan memperkenalkan diri kita berdua. Namaku Kirigaya Kazuto, cukup panggil aku Kirito"


"Kalau begitu, namaku adalah Kurosaki Sieg. Meskipun tubuhku kelihatan seperti ini, Di dalamnya adalah Seorang pemuda yang berumur sama seperti mu"


"Kalau seperti ku berarti kau berumur 16 tahun?"


"I - iya, begitulah. Dan kau bisa panggil aku Cukup Sieg saja"


"Oke, salam kenal Sieg. Aku menantikan Perjalanan kita"


"Iya, aku juga salam kenal"


Mereka berdua menjabat tangan mereka masing - masing. Dan berteman menjadi rekan seperjuangan.


"Oh iya, aku lupa menanyakanmu, apa aku bisa memeriksa status milikku?"


"Kupikir bisa. Tapi caranya mungkin berbeda. Habisnya kau dipanggil olehku. Dan oleh sebab itu cara memeriksa untuk statusmu berbeda"


"Cukup katakan Status, dan Informasi status milikmu akan ditampilkan. Dan skill milikmu palingan yang tersisa cuma Skill Nitoryuu saja"


Karna mengetahui cuma Skill Nitoryuunya yang tersisa. Kirito menghela nafas, tapi setidaknya Kirito bersyukur mendapatkan Skill kuat miliknya. Kirito mengucapkan kata 'status' dan status miliknya pun ditampilkan di hadapannya.


...[Status]...


...Nama : Kirigaya Kazuto (Kirito)...


...Level : 1...


...Umur : 16 Tahun...


...Ras : Manusia...


...Title : Teman Seorang Utusan Dewa, Hero, Kuro No Kenshi, Pengguna Skill Nitoryuu...


...HP : 150.000/150.000 (100.000)...


...MP : 100.000/100.000 (70.000)...


...STR : 10.000...


...DEF : 6.000...


...AGI : 15.000...


...VIT : 7.000...


...INT : 17.000...


(Author : Yang ada tanda (), Itu artinya efek dari titlenya, jadi aslinya HP milik Kirito adalah 50.000 dan MPnya cuma 30.000)


Bagi Kirito yang tidak tau dengan Status normal di dunia lain, Kirito tidak tau apa status miliknya kuat atau rendah. Tapi setelah melihat Sieg menjadi bengong, Kirito merasakan kalau ada yang tidak wajar dengan status miliknya. Dan memutuskan untuk menanyakan hal itu.


"Sieg, Status seperti ini normal atau tidak?, dan Title ini 'teman seorang utusan dewa'?, apa mungkin kau seorang utusan dewa?"


"Haaa.. aku akan jujur saja. Status mu itu sudah tergolong kuat. Kau lihat status milikku. Kau akan mengerti setelah melihat statusku, merepotkan jika harus menjelaskan lagi"


...[Status]...


...Nama : Kurosaki Sieg...


...Level : 1.670...


...Umur : 10 Tahun...


...Ras : Manusia...


...Title : Utusan Dewa, Hero, Minotaurus Slayer, Monster Slayer, The Hunter, Penyelesai Dungeon Felix...


...HP : 700.000/700.000...


...MP : 800.000/800.000...


...STR : 59.000...


...DEF : 60.000...


...AGI : 70.000...


...VIT : 68.000...


...INT : 60.000...


"Ap -"


"Sekarang kau sudah mengerti, dengan status milikmu saja kau sudah mampu menghancurkan satu kerajaan"


"Aku akhirnya mengerti. Ini berarti kita harus berhati - hati"


"Dan mengenai diriku yang utusan Dewa. Itu memang benar, dan Kita perlu berhati - hati, terhadap kerajaan - kerajaan lain mungkin saja mereka memperhatikan kita dari jauh"


"Iya"


'Tapi kenapa status miliknya sangat tinggi?, dan meskipun levelnya adalah 1, tapi statusnya setara dengan Orang yang berlevel 300 lebih"


[Ini mungkin dikarenakan akibat berasal dari dunia lain ataupun efek title menjadi Teman seorang utusan dewa]


'Yah, kalau begitu tidak ada yang perlu dipikirkan lagi. Selama kami berdua ada, kami pasti dapat menjadi pahlawan. Walaupun aku tidak tau apa Kirito memiliki niat seperti itu. Dan ngomong - ngomong System apa aku bisa memeriksa status nya tanpa dia memperlihatkan status miliknya?'


[Kau nih... kan bisa periksa di partner, di sana kan kau bisa melihat Status mereka]


'Oh iya, benar juga. Aku lupa dengan itu. Maklum lah, karna sudah terlalu sibuk hingga melupakan itu'


[Hah, kau ni sebenarnya sudah kenapa?]


'Mari kita hentikan pembicaraan yang tidak berguna ini. Dan tolong periksa Partner karna sedikit penasaran dengan Fungsinya seperti apa'


[Oke]


...[Partner]...


...1. Kurama...


...Status...


...Nama : Kurama...


...Level : 7.000...


...Umur : ???...


...Ras : Bijuu...


...Title : Salah satu Bijuu, Makhluk yang kekuatannya setara dengan Divine Beast, Kyuubi, Teman Seorang Utusan Dewa...


...HP : 10.000.000/10.000.000 (5.000.000)...


...CHAKRA : 10.000.000/10.000.000 (5.000.000)...


...STR : 999.000...


...DEF : 999.000...


...AGI : 999.000...


...VIT : 999.000...


...INT : 999.000...


...2. Ai...


...Status...


...Nama : Kurosaki Ai...


...Level : 10...


...Umur : 14 Tahun...


...Ras : Manusia...


...Title : Sangat Menyukai Sieg, Terlalu menyukai Sieg, Manusia yang paling bahagia di dunia, Makhluk Ciptaan Sieg, salah satu Manusia yang tercantik di dunia...


...HP : 1.500/5.000...


...MP : 2.000/3.000...


...STR : 500...


...DEF : 500...


...AGI : 500...


...VIT : 500...


...INT : 500...


...3. Kirito...


...Status...


...Nama : Kirigaya Kazuto (Kirito)...


...Level : 1...


...Umur : 16 Tahun...


...Ras : Manusia...


...Title : Teman Seorang Utusan Dewa, Hero, Kuro No Kenshi, Pengguna Skill Nitoryuu...


...HP : 150.000/150.000 (100.000)...


...MP : 100.000/100.000 (70.000)...


...STR : 10.000...


...DEF : 6.000...


...AGI : 15.000...


...VIT : 7.000...


...INT : 17.000...


"Yah, setidaknya ada yang masih memiliki Status Normal. Yaitu Ai. Dan apa - apaan dengan Title milik Ai, 'Sangat menyukai Sieg'?, 'Terlalu menyukai Sieg'?, dan Kenapa Bisa ada nama Kurosaki disitu?"


[Mestilah dia memilikinya, dia itu kan milikmu. Seluruh makhluk panggilan milikmu, akan memiliki Nama Kurosaki yang masuk di dalam nama miliknya sebagai bukti kalau dia sangat menghormatimu atau milikmu. Dan mengenai Titlenya, aku pikir kau sendiri sudah tau]


"Ya, memang si -"


Tidak sempat menyelesaikan kalimatnya, Sieg bingung melihat HP dan MP milik Ai kenapa terlihat berkurang?, dan HP nya sudah berkurang banyak. Ini terlihat seolah - olah dia sedang bertarung melawan sesuatu dan dia sedang sekarat.


Karna Sieg terlihat tiba - tiba terdiam, Kirito pun memanggil namanya dan Sieg kembali tersadar.


"Ada apa Sieg kau tiba - tiba bertingkah seperti itu?"


"Ah ,tidak hanya saja ada yang membuatku khawatir"


"Khawatir?"


"Tunggu dulu ya, ada yang perlu kupastikan terlebih dahulu"


"Iya"


Sieg sedikit menjauh dari situ dan Segera meminta penjelasan dari System.


'Woy, system. Apa Ai sekarang dalam masalah?, segera lancak lokasinya dan perlihatk -"


Tepat Sieg ingin mengatakan sesuatu kepada System, Sieg tiba - tiba mendapatkan Quest dan membuat Sieg panik karna ini juga pertama kalinya Ia mendapatkan Quest seperti ini.


Sieg kemudian berlari ke arah Kirito dan langsung memegang belakang Kirito. Karna kedatangan Sieg yang tiba - tiba ini membuat Kirito terkejut. Kirito pun menyuruh Sieg untuk sedikit tenang, Tapi Sieg tidak mendengarkannya, dan malah semakin bertambah Panik.


"Tidak ada waktu untuk menjelaskan Kirito, Seseorang yang berharga bagiku sedang berada dalam bahaya. Apa kau ingin membantuku"


Tidak mendapatkan Penjelasan apa - apa. Tentu saja Kirito tidak akan langsung menjawabnya. Dia ingin Mengkoreksi maksud dari perkataan Sieg. Tetapi Melihat wajah Sieg yang kelihatan Panik yang menandakan Bahwa Dia memiliki Seseorang berharga baginya. Dan berkata orang tersebut dalam bahaya. Kirito tersenyum. Dan berkata


"Oke. Aku akan membantumu. Lagian, Aku ingin melihat seperti apa tempat ini"


Mendengar jawaban Kirito. Sieg menjadi sedikit tenang


"Aku iri dengan kebaikanmu itu. Dan bersiaplah. Mungkin kita akan memasuki medan pertarungan. Siapkan Mentalmu dan Senjata"


"Kedua senjata ku sudah kusiapkan. Kalau mental entahlah. Tapi setelah mengikuti perkataanmu. Mentalku sudah siap" ucap Kirito


"Oke, Sekarang System!!"


[Baik teleport ke kerajaan Felix dimana Kurosaki Ai berada]


Dalam sekejap Tubuh Sieg dan Kirito pun menghilang tanpa jejak dari situ. Sieg terburu - buru karna ini pertama kalinya mendapatkan Quest seperti itu...


...[Quest Darurat...


...Bunuh Para Preman yang ingin memperkosa Ai....


...Jumlah Preman Yang perlu dibunuh : 0/20...


...Hadiah : Three Thousand Burning Flame (dari Manga Battle Through The Heaven) 100.000 Poin, Dan kesempatan Menggacha Sekali secara Gratis....


...Hukuman : Anda akan menjadi Gila]...


...************************...


Jika kalian ingin memberikan saran atau kritik kalian bisa memberitahunya di kolom komentar.


Mengenai karakter anime juga tolong juga diberikan saran kepada saya dan Kekuatan apa saja yang dimiliki olehnya.


tolong Di like, Komen, Vote, Rate 5 Bintang dan Share ya.


See you in the next chapter 👋👋👋