I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 83 : PERTEMPURAN DI GUNUNG DUNIA (PART 08)



Di sisi lain, Gilgamesh dan Dewa Iblis tersebut juga ingin segera meninggalkan Tempat tersebut namun, sudah terlambat karena Dimensi itu sudah hancur sepenuhnya.


"Sialan!! Aku hampir saja membunuhnya!!" Geram Gilgamesh.


Gilgamesh berubah menjadi butiran cahaya dan menghilang entah kemana tetapi, Dapat dipastikan bahwa dia kembali ke Tubuh Sieg Void.


Sedangkan Dewa Iblis itu juga masih sibuk mencari cara untuk melarikan diri dari Dimensi itu.


'Berikan tubuhku Brengsek!! Ini bukan keinginanku!!'


'Hey, diamlah. Kau seharusnya senang karena memiliki Dewa di tubuhnya. Tunggu saja, aku akan mendapatkan Gadis itu'


'Aku memang mencintainya tapi, aku tidak mau dianggap orang jahat!! Aku adalah seorang Pahlawan!!'


'Pahlawan apanya? Apa sampai sekarang kau sudah membunuh Raja Iblis? Tidak sama sekali, jadi duduk diamlah. Dan Gadis itu akan kudapatkan untukmu'


"Dasar Brengsek!!'


Amakusa Mirata mulai marah dan geram tapi, dia tidak dapat melakukan apa - apa karena tubuhnya diambil alih oleh Dewa Iblis.


Beberapa hari yang lalu, Setelah Amakusa Mirata memasuki ke dalam Gunung Dunia. Ia langsung mencari Lokasi Sieg dan Ai karena Firasatnya mengatakan bahwa Sieg dan lainnya memang berada di Gunung Dunia dan ikut serta dalam Turnamen Muda.


Tapi, naasnya ia justru bertemu dengan seseorang yang tidak dikenali. Ia tanpa rasa ragu mengikuti orang itu karena Si Orang Tersebut mengatakan bahwa ia dapat mendapatkan Gadis yang ia cara dengan cara menjalin kontrak dengan Iblis.


Awalnya ia langsung menyerang Orang tersebut karena meminta dirinya untuk menjalin Kontrak Dengan Iblis. Tapi, dengan mudahnya ia mengalahkan Amakusa.


Setelah ia membuat Amakusa Tenang dan tidak dapat melawan lagi. Ia kemudian berkata...


"Dengan kekuatan yang kuberikan dan kau menjalin Kontrak dengan Iblis, kau pasti bisa mendapatkan segala hal yang kau inginkan."


Saat mendengar itu, ia teringat dengan Gadis bernama Ai. Dan dia terhasut oleh kata - kata orang tersebut. Dan begitulah, bagaimana caranya ia mendapatkan Kekuatan Dewa Iblis


Tapi, akhirnya ia menyadarinya bahwa dia hanya dimanfaatkan. Dan ia ingin sekali membuat Dewa Iblis keluar dari tubuhnya namun, sudah terlambat karena Dewa Iblis sudah mengambil alih tubuhnya sepenuhnya.


"Tak kusangka ada seorang Pahlawan ****** yang terhasut hanya karena seorang Gadis"


"Sialan!!"


"Hentikan saja tindakanmu itu. Lagian, kau tidak akan bisa melakukan apa - apa. Selain itu, kau ingin mendapatkan Gadis itu bukan?"


"...a - aku..."


"Kalau begitu. Bekerja samalah, berikan aku kendali tubuhmu sepenuhnya. Maka aku akan mendapatkam Gadis itu dan menjadi milikmu seutuhnya. Ini juga karena Kontrak kita kan?"


"......"


Amakusa sudah tidak dapat bicara lagi. Ia benar - benar terhasut oleh kata - kata Dewa Iblis tersebut. Ia ingin sekali melihat sosok Gadis tersebut, Menyentuhnya, mendengarnya, dan menjalin Hubungan dengannya. Tapi, ia tidak dapat melakukan itu karena Gadis itu sudah memilih Kurosaki Sieg dan selalu mengikuti Pemuda tersebut.


"A - aku... terima. Gunakanlah Tubuhku ta - tapi.. kau harus mendapatkan Gadis itu!!!" Teriak Amakusa Mirata. Sudah tidak berguna lagi, Pahlawan tersebut benar - benar sudah dikendalikan oleh Dewa Iblis.


"Bagus. Aku akan menyelesaikan Perjanjian Kontrak ini dan kita harus meninggalkan Tempat ini."


Dewa Iblis langsung terbang sambil berpikir.


'Pahlawan ******, dia dibutakan oleh Cinta. Ternyata dia benar - benar mudah dimanfaatkan. Dia bahkan tidak tahu kekuatan tersembunyi dirinya, dia benar - benar Bodoh.' Pikir Dewa Iblis.


Dewa Iblis langsung menghilang entah kemana.


...************...


Sieg Void dan lainnya juga langsung tiba di salah satu wilayah Gunung Dunia namun, membuat Sieg sedikit kaget karena mereka berada di tengah - tengah laut.


""Ai!!""


Sieg Void dengan sigap memeluk Ai agar Ai tidak terjatuh. Begitu juga dengan yang lainnya, tapi berbeda dari Ai yang dipeluk. Sieg Void justru menggunakan kekuatannya untuk membuat mereka semua melayang sementara.


"Ara.. Sieg - san benar - benar mulai berani." Ucap Kurumi melihat Sieg Void.


"Sieg. Aku juga mau!!" Rengek Kirei dan langsung ditenangkan oleh Yukana.


'Kau lihat? Dia sudah memiliki orang yang lain' ucap Ayu dingin dipikirannya.


'Aku tahu.. tapi meskipun begitu dia tetap orang yang kucintai.'


'Percintaan... adalah sesuatu yang rumit..'


Kembali Ke Sieg.


""Kau baik - baik saja kan?""


"A - ai baik - baik saja Sieg Etto..."


""Panggil saja Sieg seperti biasa. Tidak perlu menggunakan kata Void, atau semacamnya.""


"Baik Sieg" sambil tersenyum lembut ke arah Sieg Void.


Melihat senyuman itu, Sieg Void sudah dapat memastikan bahwa Ai sudah baik - baik saja


"Sepertinya kita kedatangan Tamu Sieg - san." Ucap Kurumi yang melihat menoleh ke samping..


""Ya, aku tahu.""


Sieg Void juga ikut menoleh ke arah Sampingnya dan yang serius saja, di Samping mereka terdapat Ratusan Ribu Iblis, Wyvern, dan Naga Hitam berterbangan.


Dikarenakan mereka memiliki sayap maka mereka tidak terpengaruh oleh Kekkai ini.


(Note : Di wilayah Gunung Dunia terdapat Kekkai yang dapat menyegel kemampuam terbang seseorang (Misalnya Fly, dan lain - lain). Tetapi, Kekkai tersebut tidak dapat menyegel kemampuan terbang makhluk yang memiliki sayap. Dan untuk Sieg Void sendiri karena saking kuatnya dirinya maka Kekkai pun tidak terpengaruh kepadanya.)


""Kalian semua mundurlah dulu. Akan kuselesaikan semuanya dalam sekali serang.""


""""Eh??"""""


Yah, tentu saja mereka bingung karena yang ada dihadapan mereka ini adalah Ratusan Ribuan Monster. Kurumi sendiri tidak yakin dapat mengatasi semua Mosnter itu tapi karena yang berkata seperti itu adalah Sieg Void maka mereka pun mempercayainya.


""Sepertinya Manusia dari Kelompok Sesat hanya menaiki kapal Laut..""


Sieg Void juga melihat adanya Ribuan Kapal laut yang ditumpangi oleh manusia - manusia. Dan pasti itu adalah bala bantuan Musuh.


""Ai, Tahan sebentar dulu ya..""


"Ai akan tetap bersama Sieg." Ucapnya.


""Kalau begitu aku akan mulai.""


Sieg Void mengangkat Tangan kanannya karena tangan Kirinya masih memeluk Ai.


Dan satu Bola Kecil seukuran Tetesan Air terbentuk di Jari Telunjuk Sieg Void. Sieg Void terlihat memfokuskan Sejumlah Energi ke dalam Bola Kecil tersebut.


""!!""


Bola Kecil itu langsung berubah menjadi Sinaran cahaya berwarna Gelap dan mengeluarkan Sejumlah Laser berwarna Hitam menuju ke arah Armada musuh tak terkecuali Semua musuh yang berterbangan.


Serangan itu adalah salah satu Teknik pemungkas Sieg Void karena Serangan itu bisa menghancurkan Satu Planet seukuran matahari dengan mudah.


Tapi, karena serangan Sieg Void tidak ia arahkan ke tanah maka Dunia Astral tidak akan hancur tapi, Planet/Dunia Astral tetap akan mengalami Gempa yang kuat karena Dunia ini hampir tidak dapat menampung sejumlah Energi Black Nova.


DUAAAAAAAARRRRRR


Serangan itu langsung menyapu bersih semua musuh bahkan Laut menjadi Uap dibuatnya tanpa sisa. Dan Dunia Astral langsung bergetar. Karena Sieg Void dan lainnya berada di udara maka mereka tidak akan merasa gemetar.


Tapi, mereka dapat melihat bahwa dunia Astral sudah bergetar kuat seperti Dewa sedang melampiaskan kemarahannya.


[Lapor : Jumlah Korban pihak musuh adalah 1.784.098]


...***********...


Di Alam Dewa Dewi


Dewa Perang yang melihat kekuatan Sieg Void langsung memukul Mejanya diikuti oleh Dewa dewi lainnya..


"""Na - nani?!!"""""


Mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Serangan itu baru saja menyapu bersih semua mereka.


'Dia sudah berkembang sejauh ini...' gumam Dewi Pencipta sambil tersenyum.


Dewa Perang meminum Airnya dalam sekali teguk.


GLEK


GLEK


GLEK.


"Ah.."


Dewa Perang mengelap mulutnya dan langsung berbicara.


"A - apa - apaan dengan kekuatannya tadi!?!!"


Dewi Air juga tak kalah terkejutnya karena kekuatan Sieg Void yang barusan hampir setara dengan Dewa.


Andai saja Sieg Void berada di luar angkasa lalu menembakkan Black Nova ke arah Dunia Astral. Pasti Dunia tersebut akam hancur lebur.


"Ini sangat mengejutkan kita semua..."


"Kekuatan apa itu?!! Kita belum pernah melihatnya!!"


"Memangnya kekuatan Elemen itu sebesar ini?!!"


Mereka semua kemudian melihat ke arah Dewa Elemen. Dan mereka melihat bahwa Ekspresi Dewa Elemen juga tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Dewa Elemen sendiri belum pernah melihat Elemen tersebut yaitu Void.


"Ini legenda baru..." ucap Dewa Elemen perlahan.


"Dewi Pencipta apa kau mengetahui sesuatu soal ini?" Ucap Dewa Perang dengan nada mengintimidasi.


"Dewa Perang. Tindakanmu sangat lancang." Ucap Dewa Air.


"Kita harus mengetahui betul - betul soal ini. Apakah kau pikir ini adalah hal yang sederhana? Kekuatan yang seperti itu tidak seharusnya berada di Dunia Tingkat Rendah seperti Astral" ucap Dewa Perang.


"Memangnya ada masalah apa dengan itu?"


"Kekuatan itu bisa saja membunuh kita semua."


Semua Dewa Dewi tertegun dan berpikir bahwa apa yang dikatakan oleh Dewa Perang itu ada benarnya juga. Mereka sendiri mengakui bahwa Kekuatan Kurosaki Sieg itu lebih besar dari diri mereka dan mungkin yang dapat menandinginya adalah Dewa - dewa ternama, seperti Zeus, Indra, Dewi Air yaitu Elise, Ashura, Thoe, Dewi Pencipta dan sebagainya.


Secara harfiah, kekuatan Sieg Void sudah setara dengan Dewa Tingkat Tinggi. Namun, itu menurut pendapat para Dewa Dewi tersebut.


Jika dipikirkan baik - baik lagi, Sieg Void adalah Entitas yang menyamai Archgod dengan kata lain, Sieg Void lebih kuat dari Dewi Pencipta secara tidak langsung.


Tentunya Dewi Pencipta tahu soal ini bahwa Sieg Void lebih kuat dari dirinya tapi, ia sama sekali takut dengan Sieg Void karena dia yakin bahwa Sieg Void tidak akan melakukan hal - hal gila seperti memburu Dewa Dewi.


"Kita harus melakukan sesuatu soal ini!!" Ucap Dewa Perang.


Dewi Pencipta yang diam dari tadi pun akhirnya memutuskan untuk berbicara.


"Apa yang ingin kau lakukan?" Ucap Dewi Pencipta sambil mengeluarkan Auranya untuk menekan Dewa Perang


Para Dewa Dewi lainnya terkejut akan tindakan Sang Dewi Pencipta.


"A - aku... Hanya ingin melakukan sesuatu kepada Orang itu.."


"Aku tanya kembali, apa yang ingin kau lakukan?"


"Ki - kita harus membuat dirinya agar tidak bertambah kuat lagi." Ucap Dewa Perang.


Dewi Pencipta yang mendengar itu semakin menambahkan auranya untuk menekan Dewa Perang.


Para Dewa Dewi lainnya juga terkena tekanan itu.


Dewa perang yang meradakan Tekanannya semakin kuat mulai berlutut dan tidak dapat bergerak sama sekali.


Selama ini ia pikir Dewi Pencipta hanyalah Seorang Gadis Cantik yang tidak peduli apa - apa di sekitarnya namun, saat Mereka membicarakan Sang Utusan Dewa Dewi Yakni Kurosaki Sieg. Maka Dewi Pencipta menaruh perhatian kepada Anak tersebut.


"Dia adalah seorang Utusan Dewa dan kita yang memerintahkan kepadanya untuk melakukan kebaikan. Apa aku salah?"


"A - anda benar sekali.."


"Jadi kenapa kau ingin melakukan itu?"


"I - itu karena saya takut bahwa Anak itu akan berpotensi menjadi musu -!!"


Aura semakin mencekam membuat Dewa Perang kesulitan bernafas. Meski ia adalah Dewa tapi mereka tetap dapat mati.


Dewi Pencipta menambahkan auranya karena merasa marah dengan Dewa Perang yang jelas membenci Kurosaki Sieg.


Ia tidak tahu apa alasan Dewa Perang berpikir demikian tetapi, ia membenci jika Ada seseorang yang memiliki perasaan tidak suka kepada Kurosaki Sieg.


"Kalian pada awalnya menganggap remeh terhadap dirinya karena berpikir kekuatannya tidak mencukupi untuk menghadapi Dewa Iblis dan Bencana tersebut tetapi, kini saat ia memiliki kekuatan yang cukup besar, dan mampu mengatasi semua Monster itu. Kalian justru menganggap dia sebagai Ancaman." Jelas Dewi Pencipta.


"Kalian benar - benar membuatku kecewa.." lanjut Dewi Pencipta menghela nafas.


Mata mereka terbuka lebar. Ini pertama kalinya bagi mereka melihat Dewi Pencipta yang terkena akan Sifat dinginnya itu menghela nafas.


"Sudah. Panggil Gabriel dari Astral ke Alam Dewa kembali... Aku yakin bahwa Sieg dapat mengurusinya dengan kekuatannya sekarang.." ucap Dewi Pencipta.


Sebenarnya Dewi Pencipta juga masih memikirkan suatu hal yang janggal yaitu Tentang Pilihan yang akan diberikan kepada Kurosaki Sieg yaitu Antara 'Memanggilnya' Atau 'Tidak'?


Di dalam sebuah ramalannya. Ia sangat melihat bahwa Kurosaki Sieg akan dihadapi oleh Dua Pilihan. Ia tidak terlalu mengetahuinya dengan jelas namun, yang pastinya mungkin itu berkaitan dengan Sebuah Karakter Buatan atau Karakter Anime.


'Apakah Penglihatan masa depanku ini salah?'


(Note : Karena Dewi Pencipta itu kuat, tentu saja ia memiliki kemampuan dapat melihat Masa depan)


Dewi Pencipta sedikit pusing. Karena jika Sieg Void memiliki kekuatan yang luar biasa maka dalam Penglihatan masa depannya seharusnya Sieg tidak akan dihadapi oleh Dua Pilihan Aneh dimana Pilihan tersebut akan menentukan Takdir Dunia dan masa depan.


Tetapi, kini masa depan itu masih ada dengan jelas yang artinya ada musuh yang kuat bisa memaksa Sieg untuk memilih Pilihan tersebut.


'Jika dia salah Pilih.. maka Kami juga tidak akan dapat mengatasinya...'


Saat ia memikirkan itu. Perhatiannya menuju ke arah Dewi Air yang tiba - tiba berteriak.


"Hey Lihat itu!!"


Semua perhatian tertuju ke arah Bola Kristal dan mereka melihat adanya kekuatan besar di Gunung Dunia.


Dan tiba - tiba juga. Alam Dewa Dewi langsung bergetar seperti terkena Gempa.


"A - apa yang terjadi?! Apakah kita diserang?!"


Mereka semua terkejut saat merasakan Alam Dewa Dewi Bergetar hebat layaknya gempa.


Namun, berbeda dengan Dewa Dewi lainnya, Dewi Pencipta Justru hanya tenang saja seolah - olah Sudah mengetahui sesuatu.


'Begitu... jadi ini maksud dari masa depan yang kulihat.. Kurosaki Sieg akan berhadapan dengan musuh yang merepotkan..'


"Tenang kalian semua. Alam Kita bergetat hebat dikarenakan Adanya Kekuatan Abnormal dan asing di salah dunia.." ucap Dewi Pencipta.


Mereka semua menjadi tenang karena mereka mempercayai kata - kata Dewi Pencipta dan mereka semua kembali melihat ke arah Bola Kristal.


Setelah melihat Bola Kristal itu, mata mereka membelalak saat melihatnya.


Sekarang mereka menjadi mengerti alasan kenapa Alam Dewa Dewi mengalami Gempa. Itu diakibatkan oleh seorang Manusia yang berada di Dunia Astral.


"Ke - kekuatannya melebihi Archgod..."


Yang mereka lihat adalah tidak lain Broly di dalam Bola Kristal tersebut. Rupanya penyebab Alam Dewa mengalami Gempa disebabkan oleh Broly karena kekuatan Broly yang saking Dahsyatnya.


'Apakah... Kau bisa mengalahkan musuh yang ini... Shirosaki Sieg...' ucap Dewi Pencipta dalam hatinya.


...**********...


Jangan lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang.