I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 71 : KEKUATAN PARA PESERTA DAN AMAKUSA MIRATA?!!



20 Menit kemudian berlalu sejak Ujian Pertama Dimulai. Sejauh ini belum ada sama sekali yang berhasil menghancurkan batu itu karena saking kerasnya batu itu.


"Peserta kali ini sangat lemah dan hanya membuat Koin Emas mereka menjadi sia - sia." Gumam Divine Beast Ke 3.


Bahkan Para Sage Yin Dan Yang berpikiran demikian karena sudah lebih dari 1.000 peserta yang ingin menghancurkan Batu itu, namun tidak ada yang memiliki kekuatan yang cukup untuk menghancurkan batu itu.


Dan tidak lama kemudian, Akhirnya muncul juga Calon pemenang yang menaiki Arena. Ini membuat Para Penonton menjadi bersemangat karena dapat melihat kekuatan Calon Pemenang.


Calon Pemenang tersebut adalah Ichika Mizu. Yang merupakan wakil Dari Clan seni bela diri Mabuk.


Dia menatap ke arah Batu itu dan tidak sedikit Para Penonton menatap Tajam ke arahnya.


Sieg yang melihat dari kejauhan juga penasaran. Apa Si Ichika Mizu itu benar - benar dapat menghancurkan Batu tersebut? Dan apa yang Sieg pikirkan itu benar.


Dalam sekali Puku, Batu yang dipenuhi dengan Mana itu langsung hancur mengejutkan mereka semua sampai - sampai Pak Tua Mabuk yang menonton dari kejauhan tersenyum Bangga kepada Muridnya itu.


"Ternyata Clan Seni Bela Diri Mabuk sudah Menemukan Bibit yang unggul di Turnamen ini." Ucap Divine Beast Ke 3 Sambil tersenyum.


"Terima Kasih Divine Beast - sama" ucap Ichika Mizu sembari sedikit menunduk.


Lalu kemudian dia berpindah ke sana. Kini sudah ada Satu Peserta yang lolos dari ujian 1


"Sudah kuduga, para Calon Pemenang akan maju ke Ujian 2"


"Ya, aku juga setuju denganmu."


Para Penonton mulai saling berkomentari sedangkan Rombongan Sieg masih terlihat bosan karena Ujian kali ini tidak terlalu menarik.


Kembali Ke Atas Arena.


Ujian Kembali Berlanjut, salah satu calon Pemenang lagi naik yaitu Calon Pemenang Asahi Gregor yang merupakan Anak Kekaisaran dari Gregor.


Wajahnya terlihat sangat Sombong dan Dia meremehkan semua Penonton dengan tatapan yang merendahkan.


Bahkan ada Beberapa Penonton yang ingin membunuhnya namun, tidak ada satupun yang berani melakukan itu.


"Lihatlah para Manusia Rendahan!! Akan kutunjukkan kekuatanku!!"


Dia mengepalkan tangannya dan dia langsung Meninju Batu itu hingga hancur berkeping - keping.


"Hahaha!! Apa kalian melihatnya?!! Ini adalah kekuatan Asahi Gregor!!"


Para Penonton mulai tidak mengagumi Kekuatan Asahi Gregor bahkan, Kakek Daichi merasa kepribadian Anak Kaisar itu sangat menyebalkan.


Kecuali Kaisar itu sendiri. Dia merasa bangga dengan Anaknya itu karena memiliki kekuatan yang sama dengannya. Memang Anak Dan Ayah sama saja.


...************ ...


Ujian Berlanjut, sejak Asahi Gregor Berhasil menyelesaikan Ujian Pertama. Ternyata ada juga beberapa Peserta Yang sudah dapat menghancurkan Batu itu. Semua Calon Pemenang dan peserta yang berpontensi menjadi Calon Pemenang lolos dari Ujian Pertama.


Mereka semua sangatlah menarik perhatian karena Tampan, dan cantik. Jangan lupa juga dengan Kirito, Asuna, Akame dan Rimuru.


Mereka juga terlalu menarik perhatian karena mereka berempat menghancurkan Batu itu hanya dengan Tangan Kosong padahal terdapat Senjata yang tergantung di Sarungnya namun, mereka sama sekali tidak menggunakannya.


Para Bangsawan dan Kerajaan yang melihat itu berusaha untuk mencari informasi Mereka berempat tapi, yang mereka dapatkan hanyalah Informasi bahwa Mereka tidak berasal dari Kelompok manapun maupun Kerajaan dan kekaisaran.


Tentu ini membuat Para Kerajaan dan Kekaisaran sangat tertarik. Mereka berniat untuk merekrut Kirito, Asuna, Akame dan Rimuru menjadi Anggota Kerajaan mereka.


Tapi, mereka tidak mengetahui bahwa cara itu justru membuat Sieg marah.


'Aku akan mengurusi mereka nanti..' Gumam Sieg dalam hati.


Cuma Kerajaan Felix yang sama sekali tidak berniat untuk melakukan itu. Miya beserta keluarganya tersenyum saat mengetaui ternyata Firasat mereka benar.


Kirito dan lainnya benar - benar mengikuti Turnamen ini.


...*********** ...


Dan akhirnya Tiba juga Calon Pemenang yang mereka tunggu - tunggu yaitu Calon Pemenang bernama Natasya yang berasal dari Kelompok Bernama Istana Es.


Para Pria sangat tertarik dengan Natasya karena dapat melihat Saking Putihnya Dan mulus Kulitnya itu. Sejauh itu, Natasya adalah Peserta yang termuda dan yang tercantik.


Meski mereka tidak pernah melihat seperti apa Wajahnya, tetapi mereka dapat mengetahui bahwa Natasya itu sangatlah cantik di balik Topi dan cadar itu.


Natasya sesekali melihat ke sekeliling seolah - olah ingin memastikan sesuatu. Dan tindakan itu, membuat Para Penontin menjadi tergila - gila karena mengira Natasya memperhatikan diri mereka.


Bahkan Kakek Daichi tidak menduga Kejadian ini. Cucunya yang biasa mengabaikan Orang - orang sekitarnya dan tidak peduli sama kini mulai memperhatikan sekitarnya


'Sebenarnya apa yang terjadi denganmu Cucuku?'


Hanya Sieg yang dapat mengetahui alasan di balik Tindakan Natasya itu. Sieg tebak, Natasya sedang mencari seseorang yang tida lain adalah dirinya sendiri yaitu Shirosaki Rein


'Mungkin karena tidak dapat menemukanku di Peserta makanya, Dia mencari di Tempat Para Penonton..' pikir Sieg


Kembali Ke Atas Arena


'Apa jangan - jangan... dia sudah tidak ada lagi dan kembali ke Tempat asalnya..?' Pikir Natasya.


Natasya merasa sedih namun, Dia merasakan bahwa Dia sudah diperhatikan oleh Shirosaki Rein dari kejauhan.


'Tidak.. dia benar - benar ada. Aku dapat merasakan auranya...'


Dia tersenyum di balik cadar itu dan kembali Menatap ke arah batu itu. Saat itu ia mencoba menyentuh batu itu membuat semua Penonton tak terkecuali Wasit bingung.


Divine Beast dan 2 Sage ingin menanyakan sesuatu tapi, rasa penasaran itu langsung lenyap seketika setelah melihat Kekuatan Natasya yang maha dahsyat.


Yang benar saja, hanya dalam sekali Sentuh. Batu itu langsung membeku dan hancur menjadi berkeping - keping.


'Gadis ini?!!' Divine Beast tidak menyangka akan bertemu dengan Seorang Gadis yang merupakan Utusan Dari Dewi air.


"Aku sudah selesai.." ucapnya pergi meninggalkan semua Penonton dalam keadaan Bingung namun, setelah mereka mendengarkan suara yang lembut itu membuat mereka tersadar dari lamunan mereka.


"Kau lihat?!!"


"Dia sangat kuat!"


"Mungkin dia yang akan menjadi juara kali ini!!"


"Apa - apaan dengan kekuatannya itu!!"


Semua Penonton mulai mengomentari soal kekuatan Natasya termasuk Kaisar Gregor, Anak yang akan dia jodohkan ternyata memiliki kekuatan yang lebih besar dari anaknya.


Mau bagaimana pun, Kaisar sudah bertekad untuk mendapatkan Natasya dan akan menjadikan Natasya sebagai Istri dari Putranya.


Kakek Daichi menyadari itu, dan merasa marah tapi dia tetap tenang. Dia yakin usaha Kaisar akan menjadi sia - sia setelah ia mempertemukan Sieg dengan cucunya.


Di sisi lain Putra Kaisar yang bernama Asahi Gregor mulai jatuh cinta kepada Natasya pada saat pertama kali melihatnya.


'A - aku harus mendapatkannya!!' Teriaknya dalam hati.


...********* ...


Sedangkan Sieg masih tetap kalem dan tenang seperti biasa. Dia sudah Menduga kalau Natasya pasti akan melakukan hal yang mengejutkan untuk menghancurkan batu itu.


'Jika kekuatannya sebesar ini.. untuk apa aku harus melindunginya?' Pikir Sieg


Saat Sieg memikirkan itu, Sieg tiba - tiba merasa sangat terkejut ketika mengetahui siapa yang menaiki ke dalam Arena berikutnya.


Ia pikir Kerajaan Ais'z tidak akan turut ikut serta dalam Arena ini tetapi, kini Sieg benar - benar melihatnya dengan jelas.


Amakusa Mirata. Pria sialan yang Sieg benci, Pria itu benar - benar datang ke Arena ini.


Tentunya para Penonton menjadi ribut. Mereka sangat mengenali  Pria tersebut karena berasal dari kerajaan Ais'z yang baru - baru ini terkenal akan Sang Raja yang suka bermain - main dengan para Gadis.


"Jadi dia adalah Pahlawan.."


"Tapi, dia kelihatannya sangat lemah."


"Meski Dia kelihatan Lumayan Tampan tapi, aku sama sekali tidak dapat merasakan kekuatan yang besar darinya.."


Itulah komentar - komentar yang dibuat oleh para Penonton. Bahkan Raja dan Pemimpin lainnya juga membicarakan soal Amakusa Mirata .


Cuma Sieg yang menatap tajam ke arah Amakusa di balik topengnya.


Dan Sieg langsung ditenangkan oleh Ai yang berada di sampingnya.


"Sieg? Apa Sieg baik - baik saja?" Tanya Ai khawatir kepada Sieg.


Kurumi, Ayu, Yukana dan Kirei yang berada di pangkuan Sieg pun khawatir pada dirinya.


Melihat ini Sieg hanya bisa tertawa kecil. Terlalu banyak Gadis yang menyukai dirinya.


Namun, Dia lebih mendengarkan Ai dan dikarenkan suara Ai yang lembut itu. Sieg menjadi tenang dan Sieg mengelus - ngelus Kepala Ai.


"Terima Kasih Sieg Ehehe.. Ai merasa senang..." kejadian yang barusan itu langsung dilupakan oleh para Gadis di sekitar Sieg.


Jika Sieg melakukan itu berarti Sieg sudah baik - baik saja.


'Sekarang kita lihat seperti apa kekuatamu sekarang Amakusa Mirata'


...************ ...


KURSI KHUSUS CLAN BULAN INDAH


Mendengar kerajaan Ais'z juga turut ikut serta membuat Kazumi Yuna menyipitkan matanya.


"Apa dia adalah pahlawan yang mencoba merayu pada Anggota Clan kita?" Tanyanya dingin.


"Be - benar Pemimpin.."


"Hm. Apa dia benar seorang Pahlawan..? Aku merasakan.. Pahlawan itu seperti Iblis yang berniat buruk terhadap seorang Gadis.."


"Ma - maafkan saya Tapi saya sama sekali tidak mengerti dengan apa yang Pemimpin katakan."


"Tidak usah dipikirkan..."


Entah mengapa Kazumi Yuna merasakan ada yang salah dari Pahlawan itu. Kazumi Yuna sama sekali tidak merasakan niat untuk memenangkan Turnamen muda ini dari Pahlawan itu melainkan merasakan Pahlawan itu datang ke Turnamen ini dengan tujuan lain.


'Apa Tujuannya..? Ah, tidak aku harus mencarinya..' dia kembali melihat ke Kursi Penonton.


...************ ...


Sieg juga merasakan bahwa Tujuan Amakusa Mirata ke Turnamen muda adalah Tujuan lain dan tidak berniat untuk memenangkan Turnamen muda ini.


'Yah, bukan urusanku..'


Untuk saat ini. Sieg ingin melihat seberapa jauh kekuatan Amakusa Mirata dan Setelah ia menunggu lama, Hal yang mengejutkan pun terjadi. Tubuh Amakusa seketika diselimuti oleh Aura Kehitam - hitaman. Berbeda jauh dengan Aura Pahlawan yang bersinar Putih.


Dan dalam sekali tebas. Amakusa Mirata berhasil menebas Batu itu hingga hancur.


Mata Sieg terbuka Lebar bahkan Penonton sekalipun terkejut melihat itu


'Apa - apaan....'


Sieg terkejut tetapi, terkejut dalam Artian lain yaitu Dia merasakan kalau ada sedikit aura iblis yang berasal dari tubuh Amakusa.


'Kenapa dia bisa memiliki itu...' pikir Sieg sembari menatap ke arah Wajah Amakusa yang pucat seperti hantu.


Pada saat yang sama, Sieg merasakan kalau Jubahnya ditarik - tarik oleh Ai. Saat Sieg menoleh, Wajah Sieg menjadi terkejut melihat wajah Ai yang menjadi pucat sama seperti Amakusa.


"Si - sieg.. A - ai takut..."


Sontak Sieg langsung memeluk Ai tapi, sebelum itu terjadi. Ai yang malah memeluk Sieg dengan Air mata  yang menetes.


'Kenapa dengan Ai..?' Sieg bingung. Dia mengira mungkin ada Kaitannya dengan Amakusa Mirata.


Saat Sieg melihat ke atas Arena. Sieg dibuat kaget sekali lagi, Amakusa Mirata, pria itu. Dia benar - benar melihat ke arah Ai dan dirinya.


'Dia menyadari kami?!!' Kaget Sieg.


Sieg kembali melihat ke arah Ai, jubahnya benar - benar basah dan Sieg dapat melihat kalau ada Aura Kehitam menyelimuti dirinya.


'Ada apa dengan Aura hitam ini?!!'


[Sieg alirkan Essence Flamemu ke tubuh Ai!!]


Tanpa pikir panjang lagi. Sieg mengalirkan Essence Flame ke tubuh Ai. Seketika Api ungu menyelimuti Ai dan tangisan Ai berhenti.


'Eiko.. Ada apa dengan yang barusan itu..'


[A - aku juga tidak terlalu mengetahuinya..]


Sieg merasa pusing sekaligus bingung dengan kejadian ini. Kenapa Ai bisa seperti ini? Apa yang sudah terjadi sebenarnya?


Meski tangisannya sudah berhenti namun, Ai masih lagi tidak ingin melepaskan Sieg.


"Kurumi.."


"Ada apa Sieg - san?"


"Tidak perlu kujelaskan lagi kan? Apa yang harus kau lakukan setelah ini"


"Ya, tentu saja Sieg - san. Setelah ini Tugasku adalah Melindungi Ai - chan kan?"


"Ya, tolong.."


Sieg menduga bahwa Beru saja tidak akan cukup untuk melindungi Ai. Entah darimana pikiran itu datang, tapi Sieg benar - benar merasakan Firasat yang sangat buruk.


Dan Ia meminta Kurumi untuk menjaga Ai karena cuma Kurumi satu - satunya yang dapat diandalkan dan selalu bersama Ai.


...***********...


Bagi mereka yang Ngevote itu. Terima Kasih ya, karena sudah Vote. Thor akan usaha sebisa mungkin untuk Crazy Up.


Dan Ada lagi nih. Thor sudah buat Novel Baru yaitu Necromancer System. Kalian bisa Klik Profil Thor dan pasti terdapat Novel Baru Milik Thor. Baru 3 Chapter


Baca dan Berikan pendapat kalian ya.


Jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang


See You In The Next Chapter 👋👋👋